
Sudah dua minggu Orion tidak pulang ke rumah orang tuanya, dan setiap hari ia pulang ke rumah Kakek Fariq dan Nenek Indah, orang tua agkat Bunga. Ia sengaja melakukan itu untuk menghindari Quee. Orion tidak ingin memberi Queen harapan. Dan supaya Orion bisa pokus mengurus pertunangannya dengan Kezia, tanpa Queen mengganggunya.
Keluarga Orion pun sibuk membantu persiapan pertunangan Orion. Tanpa mereka ketahui Gandi sudah membawa pindah keluarganya ke rumah orang tuanya. Meski masih berada di kota yang sama. Setidaknya Queen tidak bisa memandangi rumah Orion lagi setiap hari. Dan Gandi juga akan memindahkan Queen dan Ghaisan ke sekolah yang berada di dekat rumah kakek mereka.
"Baju seragam untuk keluarga .udah !. ketring.. udah !, baju untuk Orion dan Kezia..udah !, kartu undangan..udah !,tempat.. udah. Seprtinya semunya udah, tinggal menyebarkan undangan dan membagikan baju baju untuk keluarga inti." monolok Bunga duduk di ruang keluarga.
Bunga pun membongkar isi box besar yang berisi baju baju di depannya. Mencari baju atas nama keluarga Gandi dan Leo.Ia akan mengantar baju baju itu ke rumah sahabatnya terlebih dahulu.
"Okeh !" ucap Bunga dengan wajah tersenyum, kemudian berdiri dari tempat duduknya. Berjalan ke luar ke arah pintu keluar dari rumah. Bunga melangkahkan kakinya keluar gerbang, menyembrang jalan masuk ke pagar rumah Gandi dan Vani sahabatnya.
"Assalamu Alaikum ! Vani !" sahut Bunga, sambil menekan bel di dekat pintu.
Ceklek !
Pintu terbuka dari dalam, bukan Vani yang membukanya.
"Vaninya mana Bu ?" tanya Bunga kepada asisten rumah tangga yang bekerja di rumah sahabatnya itu.
"Mereka sudah seminggu gak disini Bu !" jawab Art itu.
Bunga mengernyitkan keningnya, biasanya kalau sahabatnya itu mau pergi entah kemana, selalu kasi info.
"Mereka kemana Bu ?" tanya Bunga lagi
"Mereka pindah ke rumah kakeknya Queen !" jawab Art itu, dan Bunga terdiam.
Bunga tersenyum getir, ia langsung bisa menebak, sahabatnya itu pindah diam diam karna pertunangan Orion dengan Kezia.
"Kalau begitu Bunga permisi ya Bu !, nanti Ibu datang ya ke acara pertunangan Orion" pamit Bunga. Langsung memutar tubuhnya, melangkahkan kakinya keluar dari pekarangan rumah sahabatnya itu.
Air mata Bunga menetes, ia tau sahabatnya itu tersinggung dan sakit hati karna penolakan Orion. Apakah harus berakhir dengan putusnya persahabatan mereka. Bunga juga bingung, kebahagiaan siapa yang harus dia utamakan. Kebahagiaan sahabat kah yang lebih penting?, atau kebahagiaan anak sendiri.
Jelas Bunga sebagai seorang Ibu lebih mementingkan kebahagiaan anak sendiri, darah daging sendiri.
Sampai di rumah, Bunga langsung masuk ke dalam kamar, menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, dengan posisi tengkurap. Bunga menangis sejadi jadinya, ia sudah kehilangan dua orang sahabat yang paling dekat dengannya. Apa yang harus ia lakukan sekarang ?, kenapa semuanya menjadi rumit ?.
"Mama !"
Bilal yang tidur di atas tempat tidur, terbangun mendengar tangisan Ibunya. Bunga langsung tersadar, mendudukkan tubuhnya sembari menghapus air matanya. Kemudian meraih Bilal ke pangkuannya.
"Mama nais ?" tanya suara cadel itu.
Bunga menganggukkan kepalanya," Mama kangen dengan abang Orion !" jawabnya.
"Adek uga !" balas Bilal
"Adek telephon abang ya !, adek bilang kangen sama abang Orion !" ucap Bunga, dan Bilal mengaggukkan kepalanya.
Bunga meraih HPnya dari atas meja nakas, kemudian menghidupkan layarnya. Setelah menemukan no kontak Orion, Bunga pun memdial tombol panggilan.
.
.
Kezia berpindah duduk ke atas pangkuan Orion, yang duduk di sofa, di salah satu ruangan karaokean. Dan lansung mencium bibir Orion mesra. Dan langsung di sambut hangat Orion, dengan ciuman hangatnya.
Tinggal hitungan hari, mereka akan melangsungkan pertunangan. Kedua sejoli itu semakin hari semakin bertambah mesra. Kezia yang dulunya selalu malu malu ketika berciuman, kini sudah tak punya malu lagi.
Kezia membuka blezernya menyisakan tantopnya, tanpa melepas ciumannya. Kemudian menggesek gesekkan dadanya ke dada Orion. Sehingga berhasil membuat burung hantu Orion ingin di lepas ke sarangnya.
"Sayang ! Ahh !" desah Orion tanpa sadar, ia pun mengangkat kedua tangannya, mere*** kedua benda kenyal yang menggodanya itu. membuat Kezia ikut mendesah.
Orion bingung, kenapa pacarnya itu begitu akresif sekarang. Orion yang langsung sadar, mendorong tubuh Kezia kuat ke sofa sebelahnya, sampai terjatuh.
Orion bukanlah orang yang Agamis, tapi Orion masih berpikir seribu kali untuk melakukan dosa besar.
"Jangan memancing mancing seperti itu Kezia !" tegur Orion.
"Kenapa ? sebentar lagi kita akan bertunangan !" tanya Kezia.
"Bertunangan Kezia ! bukan menikah !" Orion mengingatkan kalau pacarnya itu lupa.
"Setelah lulus kuliah kita 'kan akan menikah !, apa salahnya kita melakukannya. Aku juga sudah mengkonsumsi obat pencegah kehamilan, jadi tidak masalah !" ucap Kezia tanpa tau malu.
Orion menggeleng gelengkan kepalanya, tidak percaya dengan gadis yang di depannya. Kezia yang dia pacari tidak seperti itu. Orangnya tidak akresif cenderung pemalu. Ini kenapa berobah menjadi seperti wanita penghibur dan tidak tau malu ?.
"Kamu bukan Kezia yang aku kenal !" ujar Orion.
"Kenapa Orion ?, bukankah kamu sering mencium bibirku ?. Dan kamu sering minta di cium!. Kenapa sekarang malah kamu menolak kucium ?" tanya Kezia.
"Tapi caramu bukan untuk sekedar berciuman saja !. Kamu ingin kita melakukan lebih !. Sebelum menikah kita tidak boleh melakukan itu Kezia..!" jawab Orion.
Selama ini Orion sudah menjaga Kezia supaya tidak sampai ternodai olehnya. Ini malah Kezia yang meminta dirinya di nodai. Apa Kezia masih waras ?, pikir Orion.
"Aku tidak masalah, jika aku melakukannya denganmu Orion !. Aku gak mau kamu meninggalkanku karna bocah licik itu !" balas Kezia.
"Queen lagi ! Queen lagi yang kamu permasalahkan !. Bukankah aku sudah mengajakmu bertunangan ?, dan aku tidak pulang ke rumah orang tuaku menuruti ke inginanmu, supaya aku tidak bertemu dengan Queen. Apa itu belum cukup bukti, kalau aku mencintaimu ?" sergah Orion, sepertinya Orion mulai gerah dengan sifat Kezia yang ingin mengusai dirinya.
"Iya !! aku gak suka kamu dekat dengan bocah itu !!. bocah itu ingin merebutmu dariku Orion..!" balas Kezia.
"Sekarang kamu gak suka aku dekat dengan Queen !. Munkin besok kamu gak suka aku dekat dengan adik adikku, dan mungkin dengan orang tuaku juga" tuduh Orion.
"Ingat Kezia ! aku mencintaimu bukan berarti aku harus mengikuti semua keinginanmu !. Kalau belum menikah saja kamu sudah ingin mengusai diriku, bagaimana nantinya aku menikahimu ?. Aku tidak suka di perlakukan seperti boneka Kezia !. Semakin hari aku merasa sikapmu semakin melunjak !. Aku ini laki laki Kezia..! Kamu juga tau ! laki laki tidak ada yang suka diatur perempuan. Termasuk aku !, rencana pertunangan kita..batal !."
Orion langsung keluar dari ruangan karaoke itu, meninggalkan Kezia yang terdiam mematung.
.
.
Visual
Orion Ozama Alfarizqi
Queenara Hamiska
Kezia Amora
Kalau Visualnya gak sesuai dengan imajinasi kalian semua, ya kalian ! para penggemar Orion dan Queen. Banyangin aja deh ! pacar masing masing, Okeh !.
#Jangan lupa semangatnya buat Othor !
.
.