Brother, I Love You

Brother, I Love You
22.Gak boleh pergi jauh



Orion menghentikan laju kenderaanya di depan gerbang sekolah SD HARAPAN milik keluarganya.Sudah semingg Queen kembali masuk sekolah dan Queen tidak jadi pindah sekolah, karna tidak mau terpisah dengan sahabatnya Sirin. Orion sengaja menjemput Queen pulang sekolah. ingin mengajaknya jalan jalan.


Orion keluar dari dalam mobilnya, meyandarkan tubuhnya di body mobilnya. memandang ke arah pekarangan sekolah. Tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi. Terlihat murid murid berhamburan keluar dari dalam kelas menuju gerbang sekolah.


"Bang Orion !" seru gadis kecil itu ceria, nampak wajahnya berbinar bahagia, berlari keluar pagar, ke arah Orion, dan langsung menubruk tubuh Orion, memeluknya. Yang langsung di balas Orion, mengecup ujung kepala gadis kecil itu.


"Bagaimana sekolahnya hari ini ?, apa nilaimu bagus semua ?" tanya Orion, mengusap kepala Queen.


Queen mendongakkan kepalanya ke wajah Orion. kemudian menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


"Bagus !" ucap Orion.


"Queen ! kok aku di tinggalin sih ?" Sirin datang dengan mengerucutkan bibirnya, kesal.


Queen mengalihkan tatapanya ke arah Sirin tanpa melepas pelukannya kepada Orion.


"Kamu gerakannya lambat sih !"ucapnya


"Kamu aja yang terlalu buru buru !" kesal Sirin. Mentang mentang di jemput kekasihnya. Queen tadi gegas keluar dari dalam kelas, meninggalkannya begitu saja.


"Hai adik ipar !" sapa Orion kepada Sirin.


"Aku bukan adik ipar bang Orion !" sanggah Sirin, berbicara dengan bibir mengerucut, ia tak suka di jodohkan dengan Reyhan.


Orion tersenyum, satu tangannya terangkat mengacak acak ujung kepala Sirin. Gemas melihat gadis kecil yang tampak kesal itu. Semua keluarga tau, Sirin tidak mau di jodohkan dengan Reyhan. Dan Orion hanya berniat menggoda Sirin saja.


"Tuh ! jemputanmu sudah datang !" tunjuk Queen dengan dagunya, melihat mobil yang biasa menjemput Sirin sudah datang.


"Itu juga Tante Vani sudah datang !" balas Sirin. Kemudian langsung pergi, berjalan ke arah mobil jemputannya.


Queen lansung mengalihkan pandangan ke arah Vani yang baru turun dari dalam mobil.


"Mama !" sahut Queen, melepas pelukannya dari Orion, berlari ke arah Vani." Ma ! Queen pergi sama Bang Orion ya !, Queen janji cepat pulang" ucapnya.


Vani mengembangkan senyumnya, kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Orion yang datang mendekatinya.


"Iya sayang !"balas Vani


Sebelumnya Orion sudah meminta ijin kepadanya dan Gandi. Untuk membawa Queen jalan jalan pulang sekolah.


"Assalamu alaiikum Mama Vani !" sapa Orion, menyalam tangan Ibu keduanya itu.


"Walaikum salam !" balas Vani."Nanti cepat antar Queen pulang, jangan sampai malam" Vani mengingatkan.


"Iya Ma !" balas Orion."Kalau begitu kami pergi dulu Ma !" pamit Orion.


"Queen pergi dulu ya Ma !" pamit Queen lagi.


"Iya ! kalian hati hati !, ingat Orion ! Queen jangan di apa apain !" ujar Vani.


Orion memutar bola mata malas, emang anak kecil bisa di apa apain. Orion masih normal, di jamin tidak memiliki penyakit kelainan. Kemudian Orion pun memutar tubuhnya kembali ke arah mobilnya, yang langsung di ikuti Queen masuk ke dalam mobil.


Orion melajukan mobilnya ke jalan raya, bergabung dengan kenderaan lain. Hari ini Orion membawa Queen jalan jalan. Dan ada hal penting yang harus ia bicarakan dengan Queen.


"Arsen ! sini !, bang Orionnya sudah pergi bersama Queen !" sahut Vani, melihat Arsenio keluar dari gerbang sekolah.


Arsenio menghela napasnya, Pasti abangmya itu mengajak Queen jalan jalan. Arsenio tak suka, karna abangnya selalu saja memanjakan gadis kecil sok kecantikan itu.


Tanpa menjawab, Arsenio pun langsung melangkahkan kakinya ke arah sahabat Mamanya, dan langsung masuk ke dalam mobil Vani duduk di kursi penumpang belakang.


.


.


Orion menghentikan laju kenderaannya di sebuah parkiran mall. Dan langsung turun, di ikuti Queen dari pintu sebelahnya. Wajah Queen nampak cerah memancarkan kebahagiaan.


"Bang Orion ! kita main time zoon ya !" ajak Queen.


"Oke ! tapi kita makan dulu, abang sudah lapar" balas Orion, yang langsung diangguki Queen. Pasangan fenomenal itu pun berjalan masuk ke dalam mall dengan bergandengan tangan. Orion sampai di dalam mall, mereka pun masuk ke dalam salah satu restoran cepat saji, dan langsung duduk di salah satu meja kosong, dan langsung memesan makanan.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang, Queen dan Orion langsung menyantapnya.


Sambil menguyah makanan di mulutnya, Orion terus memperhatikan gadis kecil yang masih memakai seragam merah putih di depannya. Memakan makanannya dengan lahap. Tiga hari lagi Orion akan berangkat ke luar Negri, meninggalkan gadis kecil itu untuk waktu yang lama. Bagaimana nanti reaksi Queen, ketika akan mengatakannya ?.


Meski Orion menyayangi Queen, jujur, untuk mencintai sepertinya Orion belum bisa mencintai Queen yang masih anak anak. Apa lagi ia baru putus cinta, Orion hatinya masih terluka, tentu hatinya masih mengalami trauma mencintai. Tapi demi kebaikan hubungan keluarganya dan Queen, dan demi kesembuhan Queen. Orion harus mencoba menerima cinta gadis kecil di hadapannya itu. Gadis yang sudah di anggapnya adik sendiri.


Bukan Orion berhati batu, Orion sangat merasa aneh dengan hubungannya, dengan Queen yang masih anak anak. Sehingga ia memutuskan harus tetap pergi ke luar Negri untuk melanjutkan pendidikannya. Semoga nanti setelah berjauhan, hatinya bisa luluh mencintai Queen setelah dewasa nanti.


"Bang Orion kenapa makan sambil bengong ?" tanya Queen, melihat Orion makan dengan tatapan kosong.


Orion tersadar dari lamunannya," gak apa apa ! cepat habiskan makananmu !, biar kita cepat main time zoon nya !" jawab Orion.


Setelah membeli koin yang banyak, mereka pun memainkan permainan yang ada di sana. Hampir semua mereka mainkan, sehingga membuat mereka sama sama kelelahan.


"Queen ! abang dapat boneka !" seru Orion, ketika ia memenangkan salah satu permainan. Menunjukkan boneka beruang berukuran besar kepada Queen.


Queen langsung sumiringah, berlari ke arah Orion.


"Ini buat Queen ya Bang !" Orion mengambil boneka itu dari tangan Orion dan langsung memeluknya.


Orion melirik ke kiri dan ke kanan memperhatikan orang orang sekitar. Lalu membungkukkan tubuhnya ke arah Queen.


"Satu ciuman !" Orion menepuk bibirnya.


"Gak boleh !" tolak Queen, matanya nampak berbinar.


Orion menegakkan kembali tubuhnya, menghela napas lemah. Kasihan sekali bibirnya, harus menunggu bertahun tahun, supaya bisa menikmati yang namanya ciuman.


Nasib nasib !, batin Orion


"Kita pulang yuk !" ajak Orion, melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, menunjukkan hati sudah sore.


Queen menganggukkan kepalanya, karna ia jiga sudah capek dan haus. Orion melingkarkan sebelah tangannya ke leher belakang Queen, menuntunnya ke luar dari area time zoon.


"Bang Orion ! beliin minum, Queen haus, beliin juga eskrim" pinta Queen.


Tanpa menjawab, Orion pun membawa Queen ke arah penjual eskrim di dalam mall. Kemudian memesan eskrim kesukaan gadis kecil miliknya itu dan membeli air mineral. Orion tak perlu bertanya lagi kepada Queen. Karna Orion sudah hapal semua dengan kesukaan gadisnya itu.


Setelah membayar dan menerima pesanannya, Orion langsung membuka tutup botol air minum kemasan di tangannya. Lalu meminumkannya kepada Queen, yang memeluk boneka besar melebihi tubuhnya, dengan kedua tangannya.


"Nanti eskrim nya makan di mobil aja ya !, kita harus cepat pulang !. Nanti Papa Gandi, tumbuh taring dan tanduk, kalau kita kelamaan" ucap Orion. Kemudian minum dari botol yang baru di minum Queen barusan.


Queen mengerucutkan bibirnya, enak aja, Papanya di bilang bisa punya tanduk sama taring.


"Yuk !" ajak Orion, kembali melingkarkan tangannya ke leher Queen. Mereka pun sama sama berjalan keluar dari dalam mall menuju parkiran.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Orion tidak langsung melajukan kendaraannya.


"Queen !" panggil Orion


Queen menoleh ke arah Orion.


Orion mengambil eskrim yang berada di tangan Queen, meletakkannya di atas dasboat.


"Tiga hari lagi, abang akan berangkat keluar Negri" ucap Orion, menjeda kalimatnya sembari memperhatikan seperti apa reaksi Queen.


Queen menajamkan netranya ke arah Orion, matanya langsung berkaca kaca.


"Abang kesana untuk melanjutkan pendidikan abang Queen !" ucap Orion lagi.


"Bang Orion jahat !" Queen berbicara dengan bibir bergetar, air matanya hampir tumpah.


"Abang 'kan sudah resmi jadi milik Queen. Kalau abang di sini, akan sangat terasa lama nunggu Queen besar. Nanti setiap hari abang akan vidio call sama Queen. Setiap ada kesempatan, abang akan pulang !" bujuk Orion.


"Nanti di sana bang Orio selingkuh !" ujar Queen, cemberut.


"Abang 'kan sudah janji sama Queen, gak jatuh cinta lagi sama cewek lain" balas Orion.


"Bang Orion gak boleh pergi jauh !, nanti Queen kangen !" ucap Queen, air matanya sudah tumpah.


"Abang kesana untuk sekolah Queen, untuk masa depan kita nanti" bujuk Orion lagi.


"Abang bisa sekolah di sini !, kenapa harus jauh.!"


Orion menghela napasnya, bagaimana caranya ia menjelaskan kepada Queen, supaya Queen mengerti.


"Queen..!" bujuk Orion" Bukankah Queen juga sudah berjanji aka menjadi anak yang baik dan penurut ?. Queen juga berjanji akan pokus sekolah ?" ucapnya lagi,dan Queen terdiam.


"Ijinin abang pergi ya !, abang janji, akan menghubungi Queen setiap hari !" bujuk Orion lagi.


"Bang Orion janji ! vidio call Queen setiap hari. Janji gak pacaran sama cewek lain di sana !. janji pulang kalau Queen ulang Tahun !" Queen tidak berani membantah lagi.Karna ia juga sudah berjanji menjadi anak yang baik dan penurut.


"Abang janji gadis kecilku !" ucap Orion tersenyum, menarik Queen ke dalam pelukannya." cepatlah besar !" ucap Orion lagi.


Rasanya Orion ingin menangis, menjakar jakar dinding. Mengingat ia harus mengurung burung hantunya delapan Tahun lagi, di dalam celana. Menunggu Queen besar dan lulus sekolah. Semoga iman Orion kuat, amin !.


.


.