Brother, I Love You

Brother, I Love You
100. Arti mencintai



Orion melangkahkan kakinya di lorong gelap yang berada di bawah tanah, bersama Jhon sahabatnya.


"Dia berada di ruangan itu !" tunjuk Jhon dengan dagunya ke arah pintu yang dikunci dengan gembok.


"Bagaimana keadaannya ?" tanya Orion.


"Kamu bisa melihatnya sendiri !" jawab Jhon.


"Baiklah ! suruh bukakan pintunya" perintah Orion.


Jhon mendengus kesal, karna Orion menyuruhnya seperti bawahan. Kemudian Jhon pun menyuruh orang yang menjaga pintu ruang bawah tanah itu membuka pintunya.


Mendengar pintu ruangan itu terbuka, seorang wanita yang di sekap di dalamnya langsung menoleh ke arah langkah kaki yang masuk ke ruangan kecil itu.


"Apa kabar nyonya Zoya Farosa ?"


Zoya mengernyitkan keningnya, melihat wajah yang sangat ia kenal berdiri di depannya.


"Kenapa ?, kamu kaget melihatku ?, atau terpesona dengan ketampananku yang sangat mirip dengan Pak Arya ?" tanya Orion lalu terkekeh.


"Oh ! jadi kamu yang mengurungku di sini ?" tanya balik Zoya santai. Menunjukkan kalau dia baik baik saja, meski susah di kurung di ruangan sempit itu.


"Iya !" jawab Orion.


"Cih ! kau masih anak ingusan, sudah berani bermain main denganku. Percaya diri sekali anda anak muda. Seyakin itu kamu, kalau anak buahmu tidak menghianatimu ?" cibir Zoya.


"Apa karna mereka menikmati tubuhmu ?, kamu pikir mereka akan beralih ke pihakmu ?." Orion menyunggingkan bibirnya ke samping.


Zoya mengeram merapatkan gigi giginya.


"Aku pikir setelah di kurung di sini, anda akan menyesal dan bertaubat. Ternyata saya salah !, dan saya lupa, kalau anda adalah iblis" ucap Orion.


"Kamu baru tau ? kalau saya ini iblis" tanya Zoya.


Orion melangkahkan kakinya semakin mendekati Zoya. Lalu mencengkram kuat rambut Zoya dari belakang, sampai Zoya meringis kesakitan.


"Bagaimana kalau saya datang kesini sebagai Iblis pencabut ?." Orion berbicara dengan merapatkan gigi giginya."Tapi itu tidak akan kulakukan, karna aku ingin kamu sendirilah yang akan menjemput kematianmu sendiri" ucap Orion lagi.


Orion melepaskan tangannya dari rambut Zoya, kemudian mengibas ngibaskannya ke baju jasnya seperti merasa jijik. Orion menepuk tangannya dua kali, untuk memanggil anak buah yang ditugaskan menjaga tawanannya.


Pintu ruangan itu langsung terbuka dari luar.Dua orang laki laki bertubuh tegap melangkahkan kakinya masuk, berjalan mendekati Orion dan Zoya.


"Potong rambutnya sampai tak tersisa sehelai pun" perintah Orion.


Tanpa menjawab kedua pria itu, langsung melaksanakan perintah Orion. Satu orang membekuk tangan Zoya ke belakang, satu orang lagi memeotong rambut Zoya dengan mesin pangkas sampai botak.


Zoya diam, menajamkan pandangannya ke wajah Orion, yang tersenyum remeh kepadanya.


"Buat dia kesusahan berjalan, seperti yang pernah saya alami" perintah Orion lagi.


"Baik tuan !"


Pria yang memotong rambut Zoya itu, pun keluar dari ruangan itu. Dan kembali masuk dengan membawa rantai berukuran besar di tangannya, dan langsung melilitkannya berkisar seberat lima kilo, di kaki kiri Zoya.


"Kurangi pencahayaan ruangan ini, aku ingin dia cepat kehilangan kewarasannya" ucap Orion, kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana Orion ?" tanya Jhon.


"Ternyata mentalnya sangat kuat, aku pikir di kurung di sini selama satu bulan dua bulan, kewarasannya sudah hilang. Ini malah dia masih memiliki emosi dan keberanian menantang" jawab Orion.


"Seperti yang sudah kita ketahui, dia orang yang sudah terlatih. Sebelum menjadi penjahat sungguhan, dia sudah melatih dirinya terlebih dahulu" ucap Jhon.


"Trimakasih sudah membantuku memberinya hukuman, dan tempatmu ini" balas Orion.


"Ayolah kawan ! kita ini saudara, tak perlu berterimakasih. Kau juga sudah berbuat baik kepada mendiang adikku, dan sudah merawat keponakanku dengan baik."


"Sesekali nanti berkunjunglah kenegaraku !, Boy pasti sangat merindukanmu. Maafkan aku karna harus membawa Boy !" ucap Orion.


"Kau membuatku sedih saja !, kalau ada waktu luang, pasti nanti aku akan mengunjungi kalian. Sekarang aku tidak bisa pergi jauh jauh. Kamu tau sendiri kesehatan ibuku terganggu, semenjang Jeslin meninggal" balas Jhon.


"Oh iya !, saya hampir lupa ingin menemui ke dua orang tuamu. Apakah mereka masih marah dengan Boy ?" tanya Orion.


Jhon menghela napasnya," sepertinya begitu" jawabnya.


"Bagaimana pun, Boy adalah cucu mereka" ucap Orion.


"Sudahlah ! tidak perlu terlalu memikirkannya, Di indonesia Boy akan memiliki keluarga yang lengkap." Jhon menepuk pelan bahu Orion.


"Kita akan jarang sekali bertemu, aku pasti akan merindukanmu !" ucap Orion lagi, nampak matanya berkaca kaca.


"Hei kawan ! kau bersikap seperti kekasihku saja. Kau berhasil membuatku bersedih. Bukankah aku lebih sedih lagi, karna kau dan Boy meninggalkanku ?. Kenapa kau tidak bertahan saja di sini ?."


"Di Indonesia aku memiliki banyak keluarga, aku tidak tahan terus mendengar rengekan orang tua dan adik adikku, yang memintaku untuk pulang. Aku sangat menyayangi mereka semua!" jawab Orion tersenyum.


"Kau membuatku iri saja !, dan membuatku rindu dengan Jeslin."


"Aku juga merindukan tingkah konyol anak itu."


"Hei ! apa kau sempat mencintai adikku ?."


"Aku menyayanginya, karna dia adikmu. kamu pikir aku membiarkan dia tinggal di apartemenku karna apa ?, itu kalau karna dia adikmu !."


"Aku tau itu !, Oh ya ! besok datanglah bersama istrimu ke rumah. Aku akan menyiapkan makan malam khusus untuk kalian" ucap Jhon, membuka pintu mobilnya.


"Bagaimana dengan Boy ?, aku tidak tega meninggalkannya !" Orion menajamkan pandangannya ke wajah Jhon.


Jhon menghela napasnya, dia juga tidak tega dengan Boy. Tapi bagaimana lagi, kedua orang tuanya tidak menerima kehadiran Boy. Karna menurut mereka Boy adalah penyebab putri mereka meninggal.


"Aku juga berpikir seperti itu, ya sudahlah !, setelah kamu membawanya ke Indonesia, Boy pasti bahagia bersama keluargamu yang lain di sana" balas Jhon, kemudian masuk ke dalam mobilnya.


Sementara itu, di ruang bawah tanah Villa itu. Zoya mengamuk karna rambutnya di botak, kaki kirinya di kasih beban berat, sehingga membuat dia susah berjalan. Belum lagi, anak buah Orion yang sering menikmati tubuhnya, ternyata membohonginya. Tidak benar berpihak kepadanya.


"Aaakh !!!!" jerit Zoya frustasi," awas kalian semua !!!, jika aku berhasil keluar dari ruangan ini !!!, aku akan menghancurkan hidup kalian sampai anak cucu kalian !!!" teriaknya penuh dendam dan emosi. Namun sudah tidak ada yang mendengarnya lagi, karna kedua anak buah yang menjaganya di villa itu, sudah pergi.


.


.


"Kamu sudah sering ke tempat ini Boy ?" tanya Queen kepada Boy yang berjalan di sampingnya.


"Iya ! Daddy dan Paman Jhon sering membawaku ke sini" jawab Boy.


"Kamu menyukai tempat ini ?" tanya Queen lagi.


"Di sini banyak permainan, Boy menyukainya."


"Coba saja Daddy dari dulu membawa Momy ke sini. Pasti kita berdua sudah sering menghabiskan waktu di sini" desah Queen.


"Kata Daddy Momy masih kecil, belum bisa di bawa ke sini" ucap Boy, menyendok eskrim di tangannya, lalu menyuapkannya ke mulutnya.


"Daddy berkata seperti itu ?" Queen membolakan matanya ke wajah Boy. Boy menganggukkan kepalanya.


"Momy juga heran !, Momy masih kecil, tapi bisa melahirkan anak sepertimu !" sungut Queen, berbicara dengan bibir mengerucut.


"Eskrim Boy sudah habis, ayo kita masuk, Boy ingin bermain di dalam" ajak Boy. Supaya mereka masuk ke dalam sebuah wahana yang banyak permaian, dari yang dewasa hingga anak anak.


"Tunggu sebentar ! eskrim Momy belum habis" ucap Queen, mempercepat cara makan eskrimnya.


Setelah menghabiskan eskrimnya, mereka pun masuk ke sebuah wahana. Di sana Queen tidak bermain sama sekali karna tidak ingin menanggung resiko dengan kandungannya. Dia hanya mengawasi Boy, dan sesekali memotret dirinya dengan kamera phonsel, dan langsung memasukkannya ke akun media sosial miliknya dan Orion. Dan Queen juga melakukan siaran langsung melalui IG miliknya. Menunjukkan kalau dia berada di sebuah wahana besar di luar Negri.


"Sayang !"


Queen terlonjak kaget, karna tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"Bang Orion !"ucap Queen, ternyata Orionlah yang tiba tiba memeluknya.


Orion mengeratkan pelukannya ke tubuh Queen, menjatuhkan dagunya di bahu Queen, setelah mengecup pipi cabinya.


"Aku mencintaimu !" ucap Orion. Queen tersenyum, satu tangannya terangkat mengusap kepala Orion.


"Bahkan sampai sekarang Queen tidak tau apa itu arti mencintai. Yang Queen tau.. jantung ini sering berdebar, ketika Queen merindukan bang Orion. Ketika Queen mendengar kata cinta dari bibir bang Orioon. Ketika Queen berada di dekat bang Orion. Rasa ini sejak Dulu, sejak Queen masih kecil hingga sekarang. Hati ini sakit ketika melihat bang Orion dengan wanita lain."


Orion melepaskan pelukannya, kemudian menarik tangan Queen." Ayo ikut abang !" ucapnya.


"Tunggu dulu bang Orion, Boy masih bermain, gak aja yang menjanganya" Queen menahan langakahnya, sehingga Orion menghentikan langkahnya, membalik badannya ke arah Queen.


"Tuh ! ada Jhon yang menjaganya" ucap Orion. Kembali menarik tanga Queen supaya mengikuti langkahnya keluar dari arena wahana itu.


"Kita mau kemana ?" tanya Queen


"Jalan jalan, kepulangan kita di percepat menjadi besok !" jawab Orion.


"Queen gak mau !" ketus Queen.


Orion diam saja, ia terus menarik tangan Queen ke arah parkiran mobilnya. Setelah membuka pintunya, Orion menuntun Queen dan membatunya duduk di kursi penumpang di samping pengemudi. Setelah menutup pintunya , Orion menyusul masuk, duduk di kursi pengemudi dan langsung melajukan kenderaannya.


Tiba di tempat tujuan, Orion memarkirkan mobilnya kembali. Orion dan Queen sama sama keluar dari dalam mobil. Melihat kemana Orion membawanya, wajah Queen berbinar senang. Ternyata Orion membawanya ke tempat wisata air terjun yang sangat indah.


Orion berjalan ke arah Queen, melingkarkan satu tangannya ke leher belakang Queen, menuntunnya berjalan ke arah pinggir air terjun yang di kasih pagar. Air terjun itu sangat deras dan panjang, buihnya terlihat putih seperti embun pagi menyelimuti sekitaran tempat itu.


"Apa kamu senang di bawa ke sini cinta ?" tanya Orion memeluk Queen dari belakang.


"Tempat ini sangat indah !" jawab Queen.


Tanpa aba aba, Orion menyambar bibir Queen, menciumnya dalam di tempat itu. Queen yang sadar kalau mereka berada di tempat umum, berusaha menghentikan ciuman Orion. Namun Orion malah mencengkram rambutnya dari belakang, menahan tekuknya supaya Queen tidak bisa melepas ciuman mereka.


Lama ciuman itu berlangsung, akhirnya Orion pun melepas pagutannya. Karna merasakan Queen yang hampir kehabisan napas.


"Bang Orion keterlaluan !, ini di tempat umum" marah Queen dengan napas masih memburu.


Orion malah tertawa cekikikan, Kemudian menunjuk ke arah sepasang kekasih yang tidak terlalu jauh dari mereka dengan dagunya. Queen yang mengikuti arah yang di tunjuk Orion, membuka mulutnya lebar, melihat sepasang kekasih bule itu berciuman begitu brutal.


"Apa mereka tidak malu ?" tanya Queen polos.


Orion mengedikkan bahunya, kemudian meraih tangan kiri Queen. Mengeluarkan cincin kawin Queen dari jari manisnya.


"Kenapa di ambil ?" tanya Queen.


Orion tidak menjawab, Orion memasukkan cincin itu ke dalam saku celananya, dan mengeluarkan cincin yang baru dari dalamnya.


"Cincin itu sudah lama, dan sudah sangat tipis. Abang sudah membeli gantinya" ucap Orion, menyematkan cincin berwarna silver, yang di taburi berlian belian kecil ke jari manis Queen.


"Tapi itu cincin kawin kita ?" Queen sangat menyanyangi cincin itu, meski cincin itu sangat sederhana dan harganya murah.


"Ini sudah abang ganti dengan yang lebih bagus." kemudian Orion mencium cincin yang tersemat di jari manis Queen.


"Tidak selamanya cincin itu melambangkan suatu hubungan Queen" ucap Orion." Tapi ini !" Orion meletakkan tangannya di perut Queen." Buah cinta kita ini adalah lambang dari hubungan kita, bukan sebuah cincin" ucap Orion lagi.


Queen tersenyum dan mengangguk anggukkan kepalanya.


Orion menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua sisi wajah Queen. Mendekatkan wajahnya ke wajah Queen, lalu mencium keningnya dengan sayang.


.


.