Brother, I Love You

Brother, I Love You
41. Belajar dari kesalahan



Setelah pengacara kondang itu pergi, Papa Arya dan Gandi kembali ke ruang perawatan Queen, bersama Dokter Aldo untuk memeriksa Queen, memastikan Queen baik baik saja.


Papa Arya dan Papa Gandi mendudukkan tubuh mereka di sofa, di samping istri masing masing. Sedangkan Dokter Aldo, ia memeriksa langsung Queen.


"Apa kabar Queen ?, apa ada keluhan ?" tanya Dokter Aldo.


"Baik Om Dokter Aldo !" balas Queen tersenyum.


"Kalau begitu.. Queen sudah boleh pulang !" ucap Aldo, setelah memastikan Queen baik baik saja. Dokter Aldo pun membuka jarum infus yang menancap di tangan Queen, kemudian meletakkan kapas yang sudah di beri alkohol tepat di bekas tusukan jarum infus, lalu merekatkannya dengan plaster.


"Trimakasih Om !" balas Queen, ia senang sudah di perbolehkan pulang.


Dokter Aldo pun, melangkahkan kakinya ke arah sofa, ikut mendudukkan tubuhnya di sana.


"Bang Orion ! bangun !" Queen menggoyang lengan Orion yang tertidur pulas di samping Queen, namun Orion tak bergerak sama sekali.


"Bang Orion ! ayo bangun, pulang !" ucap Queen lagi, terus menggoyang goyang tubuh Orion.


"Biarkan abang tidur sebentar Queen !, abang ngantuk banget, kepala abang sakit" gumam Orion, tanpa membuka matanya.


"Bang Orion sakit ?" tanya Queen, sontak saja para orang tua yang duduk di sofa, mangalihkan pandangan mereka ke arah Queen dan Orion. Queen pun menempelkan tangannya di kening Orion, kemudian berpindah ke lehernya." gak panas" ucapnya lagi.


Orion mengambil satu tangan Queen, meletakkannya di kepalanya.


"Pijat kepala abang Queen !" ucapnyan, Kepala Orion benar benar terasa sakit. Sepertinya Orion masuk angin dan kurang istirahat. Di tambah lagi, kepikiran dengan apa yang menimpanya dengan Queen.


Queen menganggukkan kepalanya, dan langsung memijat kepala Orion, laki laki yang sangat ia cintai.


Di sofa ruangan perawatan Queen, ke lima orang tua itu pun mengobrol ngobrol.


"Al ! kenapa Shasa gak datang menjenguk Queen ?. Apa dia masih cemburu denganku ?" tanya Mama Bunga kepada mantan kekasihnya itu.


Dokter Aldo menghela napasnya." Entahlah ! sepertinya begitu !" jawab Dokter Aldo.


Sememjak kelahiran anak Bunga dan Arya yang paling kecil, yang di bantu olehnya. Istrinya tak pernah lagi mau bergabung dengan sahabat sahabatnya. Shasa cemburu, karna menurutnya Dokter Aldo masih belum bisa move on dari Bunga.


Mama Bunga menghela napasnya, hubungannya dengan Dokter Aldo sudah lama berakhir. Dan mereka juga tidak pernah jalan hanya berdua saja. Mereka bertemu, kalau ada acara kumpul kumpul saja. Bukankah Aldo selama ini setia menjalani pernikahannya dengan Shasa ?. Mama Bunga rasa, tidak ada alasan Shasa untuk cemburu.


"Jangan jangan.. kamu belum juga move on dariku ?" tanya Bunga, memicingkan matanya menelisik wajah Dokter Aldo.


"Sayang !" tegur Papa Arya,tidak suka karna Bunga menanyakan perasaan Aldo. Bunga lupa, laki laki hampir tua di sampingnya itu adalah pencemburu juga.


"Aku hanya milikmu Aaryanku sayang !" gombal Bunga, tersenyum manis kepada suami tampannya itu.


Dokter Aldo, Papa Gandi dan Mama Vani, sama sama memutar bola mata mereka malas. Mantan Guru mereka yang terkenal galak dan penuh wibawa itu, akan berobah menjadi kucing peliharaan jika sudah berada di samping istrinya.


.


.


Waktu berlalu, Queen dan Orion sudah pulang ke rumah mereka. Malam ini Queen dan Orion beserta sahabat mereka akan pergi ke pesta ulang Tahun Nala. Mereka akan pergi bersama dengan sahabat sahabat Queen. Siapa lagi kalau bukan Sirin, Arsen, Kania dan Diana, Calixto.


Queen mengambil pakaian Orion dari dalam lemari, kemudian memakaikannya ke tubuh Orion. Karna Orion yang ke susahan, Queen harus membatunya, terutama membantu Orion memakaikan bawahannya. Queen juga memakaikan kaos kaki lengkap dengan sepatu ke kedua kaki Orion. Kemudian Queen juga memberikan sedikit minyak rambut ke kepala Orion lalu menyisirnya, terakhir Queen memoles sedikit wajah Orion dengan bedak tabur berwarna putih.


"Sudah selesai !" ucap Queen sumiringah, kemudian menjatuhkan satu kecupan di pipi Orion yang pasrah di dandani Queen dari tadi.


"Abang gak mau pakai bedak Queen !" sungut Orion, ia tidak akan percaya diri keluar pakai bedak. Lagian kulitnya juga sudah putih bersih gak ada flek hitam, untuk apa pakai bedak. Dan juga wajahnya sudah tampan, tak perlulah di rias.


"Biar suamiku ini tambah tampan !" ucap Queen, tak peduli dengan Orion yang cemberut, Queen pun membalik tubuhnya, berjalan ke arah lemari pakaian. Sekarang gilirannya yang akan bersiap.


Di lantai bawah rumah mereka, Sirin, Kania, Arsenio, Diana, Reyhan dan Dokter Ghissam, sudah dari tadi menunggu mereka. Entah mantra apa yang di baca kedua laki laki dewasa itu, sehingga kedua cewek cabe cabean yang bernama Kania dan Diana itu lukuh dalam waktu sehari semalam saja. Kania dan Dania menerima tawaran Reyha dan Ghissam untuk mendampingi mereka ke pesta ulang Tahun Nala.


"Lama banget mereka ?" tanya Kania, melihat jam di dinding rumah Queen dan Orion sudah hampir menunjukkan jam tujuh malam.


"Mungkin mereka masih sempat ngadon kue satu ronde kali !" celetuk Ghissam, yang duduk di samping Kania.


"Makanya cepat nikah, biar gak ngurusin rumah tangga orang !" sambar Orion yang sudah berada di pertengahan tangga rumahnya.


"Itu 'kan karna Queen cinta mati sama babang Tampan !" bangga Orion. Berjalan ke arah sofa dengan menggunakan tongkat, lalu mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa kosong.


"Queen mana ?" tanya Sirin.


"Sebentar lagi dia selesai !" jawab Orion


Tak lama kemudian Queen pun turun dari lantai dua rumah mereka.


"Masya Allah ! cantiknya kakak ipar !" puji Reyhan tiba tiba. Melihat penampilan Queen dengan memakai dress berwarna hitam,dengan panjang setengah paha, berlengan sebahu, leher berbentuk huruf V, menampakkan sedikit belahan dadanya. Membuat kulit putih mulus Queen semakin terpancar.


Plakk !


"Kamu mau jadi adik durhaka ? Ha !" kesal Orion, melempar Reyhan dengan toples makan yang sudah kosong. Adik pertamanya itu suka sekali mengoda orang.


"Bercanda bang !" cengir Reyhan, takut melihat tatapan tajam abangnya itu.


"Jaga mata !" ketus Orion.


"Iya bang !" patuh Reyhan.


"Sayang !, ganti bajunya ! abang gak suka, kamu kelihatan jelek memakai baju itu !"Suruh Orion. Queen sangat terlihat cantik dengan penampilannya memakai dress hitam yang dikenakannya. Orion cemburu jika di pesta nanti, istrinya menjadi santapan mata mata jahat laki laki lain.


"Bagus gini, masa di bilang jelek !" balas Queen, yang baru menapakkan kakinya di lantai bawah rumah mereka.


"Abang gak mau !, laki laki lain ikut menikmati tubuhmu itu sayang !" ucap Orion lagi, dengan sifat posesifnya.


"Udah gak sempat bang ! waktunya sudah mepet !" tolak Queen. Ada ada saja suminya itu menyuruhnya mengganti pakaian, waktu sudah mepet, kalau mereka terlambat untuk apa lagi pergi.


"Dengarkan abang Queen !" Orion menatap tajam ke arah Queen. Seharusnya Queen sadar untuk tidak terlalu memamerkan kulit mulusnya. Supaya tidak mengundang laki laki lain untuk mengganggunya.


Selama ini Queen selalu memakai pakaian yang terlalu terbuka. Sering sekali memakai pakaian pendek dan kensi.


"Apa sih bang Orion !, selama ini juga Queen biasa berpakaian seperti ini, bang Orion diam aja, kenapa sekarang jadi di permasalahkan !" kesal Queen.


Orion belajar dari kesalahan, sedangkan Queen yang pikirannya masih belum dewasa, belum bisa mencerna apa yang terjadi kepadanya adalah sebuah bentuk teguran, supaya tidak mengundang birahi laki laki di luaran sana dengan memamerkan tubuhnya.


"Pakailah pakaian yang lebih tertutup Queen !" suruh Orion. Jika ia bisa berjalan normal, mungkin ia sudah mengangkat tubuh Queen membawanya kembali ke dalam kamar mereka.


"Udah gak sempat bang !" bantah Queen.


"Kalau begitu kita tidak usah ikut !" tegas Orion, membuat Queen terdiam memandang tajam Orion. Begitu juga dengan yang lainnya, mereka terdiam melihat Orion sepertinya benar benar marah kepada Queen.


"Ya udah ! kita gak usah ikut !" Queen langsung membalik badannya, berlari menaiki anak tangga kembali masuk ke dalam kamar. Ini pertama kalinya Orion marah kepadanya, ternyata sangat sakit.


"Bang Orion ! jangan terlalu di paksa !" tegur Reyhan. Jika pun Orion ingin Queen merobah penampilannya, tapi semua itu ada prosesnya, tidak menyuruhnya di saat waktu sudah mepet.


"Queen istriku !, hakku menyuruh dia mengganti pakaiannya. Kewajibanku mendidiknya !" balas Orion dengan wajah datar.


"Aku mengerti !, tapi semua butuh proses !" bela Reyhan.


"Jika kamu sendiri tidak bisa menghargaiku sebagai abangmu ?, bagaimana dengan laki laki di luaran sana ?. Kamu memandangnya seperti Queen bukanlah kakak iparmu !" ujar Orion.


"Tadi aku hanya bercanda bang !" bela Reyhan lagi.


"Seharusnya kamu menundukkan pandanganmu !" ucap Orion sengit, dan Reyhan pun tidak berani bersuara lagi." Kalian pergilah ! aku dan Queen tidak ikut !"ucap Orion lagi.


"Kalau Queen gak ikut, kami juga gak akan pergi !" balas Sirin. Kemudian berdiri dari tempat duduknya, berjalan ke arah tangga.


"Jangan membelanya Sirin !" tegur Orion. Sirin langsung menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya menghadap Orion.


"Ada apa dengan bang Orion ?" tanya Sirin..


.


.