
Hari ini Reyhan dan Papa Arya, beserta Orion dan Arsen. Akan berangkat ke kota B, untuk melamar Yumna, sesuai dengan yang sudah di sepakati dua pihak keluarga. Tidak ada keluarga wanita dari pihak Reyhan yang ikut. Karna ketiga permaisuri keluarga Alfarizqi itu sedang hamil besar. Nanti setelah hari pernikahan Reyhan, baru mereka akan di bawa ikut. Dan Elang sendiri, sengaja di tinggal untuk menjaga keluarga.
"Ayo ! kalian segeralah berangkat, jangan sampai kalian ketinggalan pesawat" antusias ratu sejagat. Wajahnya napak berbinar, karna sebentar lagi ia akan memiliki menantu baru.
Papa Arya pun mengecup kening ratu sejagat dari samping." Sabar sayang !, waktunya masih lama, kami takkan terlambat" balas Papa Arya. Membawa ratu sejagat duduk di sofa, kemudian mengelus elus perut istrinya, yang semakin hari semakin besar.
"Apa kalian akan menginap ?" tanya Sirin, dari tadi tidak melepas pelukannya dari Arsen. Semanjak menikah, baru kali ini Arsen pergi meningalkannya. Siapa nanti malam yang akan mengelud elus perutnya ?. Mata Sirin sudah nampak berkaca kaca.
"Hanya semalam sayang !, nanti kalau bisa ngejar pesawat. Aku akan ku usahain balik awal" jawab Arsenio. Mengecup ngecup kening Sirin yang bergelayut manja memeluknya.
"Ikut..!" lirih Sirin, air matanya sudah tumpah dari sudut matanya, dan bibirnya di tekuk kebawah.
"Nanti kamu kecapean sayang !" bujuk Arsenio.
"Nanti aku gak bisa tidur kalau kamu gak mengelus perutku !" tangis Sirin terisak. Jangankan di tinggal semalaman, Arsenio terlambat pulang saja, Sirin sudah menangis dan marah marah. Karna tak bisa tidur kalau Arsenio tidak mengelus perutnya.
"Mau ikut..!" tangis Sirin lagi.
Membuat pandangan semua yang ada di ruang tamu itu tertuju pada mereka berdua. Meski Arsenio pereman setengah jadi, bukan cowok yang manis dan romantis, ternyata Sirin sangat manja kepadanya.
Arsenio menghela napasnya, istrinya itu meski terlihat lembut, tapi sangat keras kepala. Apa lagi semenjak hamil, setiap perkataannya itu adalah perintah, wajib di turuti.
"Ya udah ! kamu ikut !" ucap Arsenio.
"Queen juga mau ikut !" ucap Queen tiba tiba.
"Gak sayang !, kamu di sini nemanin Mama dan mengurus Boy. Lagian besok kami sudah pulang. Nanti saat pernikahan Reyhan baru semuanya ikut. Sekalian kita jalan jalan dan berlibur di sana" tolak Orion.
Queen langsung mengerucutkan bibirnya, dan menghentakkan satu kakinya ke lantai.
"Iya Queen !, kamu nemani mama di sini" sambung ratu sejagat. Enak sekali ke dua menantunya itu kalau ikut. Dia tinggal sendiri karna harus mengurus anak anak, itu sangat tidak adil.
"Sirin juga gaj boleh ikut, nanti malam biar mama yang mengelus elus perut Sirin sampai Sirin ketiduran. Nanti kamu kecapean sayang !, mama gak mau cucu mama jadi sakit" ujar ratu sejagat.
Karna akan sangat merepotkan jika Sirin ikut ke kota B. Lagian hanya semalam saja, hanya buat capek saja.
"Iya sayang ! besok siang kami sudah sampai di sini. Gak usah ikut ya !, aku akan bawa oleh oleh untukmu" bujuk Arsenio, mengusap usap kepala Sirin yang bersandar di dadanya.
Mama Bunga pun berdiri dari sofa, berjalan ke arah Sirin dan Arsenio yang berdiri tidak jauh dari sofa. Kemudian mangambil Sirin dari pelukan Arsenio, dan memeluk Sirin. Ia sangat kasihan melihat anak dari sahabatnya itu, yang kehilangan kasih sayang seorang ibu. Mungkin itu yang membuat Sirin terus ingin menempeli Arsenio. Mungkin Sirin kesepian dan tertekan dengan apa yang sudah menimpanya. Di tambah lagi karna mereka mendapat hukuman, di usir dari rumah.
"Mereka hanya pergi sebentar saja sayang !, besok mereka sudah kembali. Nanti kamu bisa kecapean, cucu mama bisa sakit. Nanti malam mama yang akan memgelus elus cucu mama yang manja ini" bujuk mama Bunga. Kemudian mengeritkan keningnya memikirkan sesuatu." Perasaan yang manja itu Reyhan. Dulu juga waktu mama hamil Reyhan, mama tidak bisa tidur kalau perutnya gak di elus elus sama papa kalian. Ini 'kan anaknya Arsen, kenapa bayi kalian manjanya seperti Reyhan ?" bingung mama Bunga.
"Mama jangan mulai eror deh !. Ini Reyhan mau melamar seorang gadis ma !. Masa mama mau menaroh curiga sama Reyhan. Lagian Reyhan gak pernah tuh colek colek Sirin. Sudah jelas yang di dalam perut Sirin itu hasil perbuatan Arsen" sungut Reyhan.
"Mama gak nuduh sayang !, mama hanya heran saja. Sepertinya cucu mama ini cowok !" ucap Mama Bunga lagi, mengelus elus perut Sirin.
"Memang cowok Ma ! saat di USG tiga hari yang lalu. Wajahnya mirip lagi sama bang Reyhan" celetuk Arsenio.
"Itu karna Sirin terlalu tidak menyukai bang Reyhan itu. Makanya anak kalian mirip bang Reyhan" sambung Queen.
"Aku 'kan pamannya, wajar dong keponakan mirip pamannya, gimana sih !" kesal Reyhan. kalau memang benar, Reyhan senang keponakannya ada yang mewarisi wajahnya.
"Sudah sudah ! ayo kita berangkat" ucap Papa Arya, berdiri dari sofa. Jangan sampai eror anak dan istrinya berkelanjutan. Bisa bisa nanti Papa Arya ketularan, dan mereka lupa untuk berangkat."Sirin ! gak usah ikut yang nak !, nanti Papa akan bawain oleh oleh !" bujuk Papa Arya tersenyum kepada menantu ke duanya itu.
Kalau sudah sang Papa mertua yang berbicara, Sirin sudah tak berani lagi merengek minta ikut. Dan terpaksa Sirin menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Mama Bunga.
Arsen mendekati Sirin dan Mama Bunga, mengambil Sirin kembali ke pelukannya. Arsenio mengecup ujung kepala dan kening Sirin. Kemudian Arsenio menurunkan tubuhnya berjongkok di depan Sirin, untuk mencium perutnya.
"Anak Ayah !, jangan nakal ya !, Papa harus pergi dulu, menemani Om Reyhan mencari cewek. Kasihan Om Reyhan, kena tikung terus" ucap Arsenio kepada anak yang berada di dalam perut Sirin.
"Dasar kau adik durhaka !" kesal Reyhan. Langsung mengangkat tubuh Arsenio ke pundaknya, lalu membawanya berjalan ke luar.
"Woi ! kamu pikir aku karung?" teriak Arsenio. Meronta ronta minta di turunkan.
"Kamu dan Sirin terlalu banyak drama" ujar Reyhan, memasukkan Arsenio ke dalam mobil Elang.
"Bilang aja bang Reyhan iri !" cibir Arsenio.
"Nagapain aku iri, aku sudah mendapatkan bidadari surga sebagai gantinya" cetus Reyhan. Adik durhakanya itu sering kali tidak berperasaan mencibirnya.
Papa Arya pun berpamitan kepada ratu sejagat, setelah mereka di teras rumah.
"Sayang ! aku tinggal dulu ya !, jaga anak kita baik baik"ucap Papa Arya, mengecup kening ratu sajagat, sambil tangannya mengusap usap perutnya.
"Iya sayang ! kalian hati hati, jangan lupa kasih kabar" balas Mama Bunga, membalas mencium pipi Papa Arya.
"Iya sayang !" ucap Papa Arya." Ayo Orion ! kita berangkat" ajak Papa Arya kepada anak sulungnya yang masih berpelukan dengan Queen.
"Iya Pa ! sebentar !, Queen masih minta di cium bibirnya" balas Orion. Kemudian menangkup wajah Queen dan langsung mengecup singkat bibir Queen.
Plak !!!
"Kamu tidak ada sopannya di depan orang tua ya !. Jangan kamu tiru sifat ibu mentuamu yang suka muncungnya nyosor di depan orang" geram Mama Bunga, setalah menampar lengan Orion.
Orion meringis memegangi lengannya. Ratu sejagat sudah tak muda lagi, tapi tenaganya masih kuat menamparnya.
"Sakit tau Mama !" keluh Orion.
"Makanya tau sopan santun" ketus ratu sejagat.
Orion mengerucutkan bibirnya, kemudian berpamitan kepada Queen." Sayang ! abang pergi dulu !" pamitnya berjalan dengan menghentak hentakkan kakinya ke arah mobil Elang.
"Makanya bang Orion ! jangan mentang mentang pernah tinggal di luar Negri. Bang Orion soksok an membawa budaya di sana ke sini" cibir Elang, yang duduk di kursi kemudi. Setelah Orion menutup pintu di sampingnya, Elang langsung melajukan kenderaannya, mengantar ke ke empat pria beda usia itu ke bandara.
"Mama Bunga !, jalan jalan yuk ! cari makanan enak !" ajak Queen.
"Kita pesan taxi online aja Ma !" jawab Queen.
"Oh ! iya ! mama lupa"balas Mama Bunga.
Sirin yang berdiri di dekat ratu sejagat, langsung memeluk lengan Mama Bunga bergelayut manja.
"Ma ! beliin Sirin baju !, baju Sirin sudah gak muat semua. Arsen sangat pelit" rajuk Sirin.
"Iya sayang !, ayo kita berangkat !" ajak Mama Bunga.
"Sebentar Ma !, taxinya belum datang. Lagian mama belum mengambil dompet dan HP Mama" ujar Sirin.
"Oh ! iya ! Mama lupa. kalau begitu mama ke kamar dulu !." Mama bunga langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar setelah Sirin melepaskan lengannya.
Waktu berlalu
Kini ketiga permaisuri keluarga Alfarizqi itu sudah sampai di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Dan kini mereka sedang menikmati makanan di salah satu restoran di dalam mall. Ketiganya terlihat sangat rakus, mungkin karna perut ketiganya sedang tekdung.
Selesai makan, mereka pun jalan jalan, keluar masuk dari kios yang satu ke kios yang lain. Meski membawa perut besar, namum tenaga ke tiganya masih banyak untuk mencari cari barang kesukaam mereka. Dan belanjaan mereka sudah hampir penuh satu troli, tapi kelihatannya mereka belum ingin berhenti belanja.
Sirin yang sudah lama tidak belanja belanja kesempatan memborong banyak baju, terutama baju gamis. Mumpung ada yang bayarin, pikir Sirin. Dan Queen, dia tidak banyak membeli pakaian, karna ia sudah puas berbelanja saat di luar Negri. Ia hanya membeli tas dan sepatu buat kuliah saja.
.
.
Di kota B
Yumna yang menunggu kedatangan Reyhan di kamarnya, sudah dari tadi mondar mandir ke balkon kamarnya. Tak sabar menunggu kehadiran Reyhan untuk melamarnya. Dan berulang kali Yumna memperhatikan penampilannya di depan kaca. Dengan gamis dan hijab berwarna putih tulang. Gamis itu adalah pemberian Reyhan saat di bandara waktu itu. Dan Reyhan memintanya, memakainya saat acara lamaran. Yumna tersenyum, menatap wajahnya di dalam kaca. Sepertinya keputusannya menerima Reyhan tidak salah. Menurutnya Reyhan adalah pria baik dan perhatian.
Tak lama kemudian, deru suara mobil pun terdengar di halaman rumah. Jantung Yumna berderak, ia pun berlari ke arah balkon kamarnya. Ingin memastikan siapa yang datang. Yumna memperhatikan dari atas siapa yang keluar deri dalam mobil abangnya Daanish. Yumna menggigit ujung kukunya, dan satu tangannya memegangi dadanya, melihat sosok Reyhan keluar dari pintu kursi penumpang belakang mobil abangnya.
Reyhan yang tak sengaja melihat bayangan seorang wanita memperhatikannya dari atas. Langsung menegadahkan wajahnya ke arah bayang putih itu. Reyhan tersenyum, ternyata itu calon bidadari surganya. Reyhan melihat wajah Yumna tanpa nikap. Terlihat sangat cantik, Yumna memolesnya dengan make up tipis.
Yumna yang tertangkap basah Reyhan, langsung memutar tubuhnya, berlari masuk ke dalam kamarnya. Senyum Yumna merekah, hatinya sedang berbunga bunga, karna sepertinya ia sudah menemukan cinta sejatinya. Setelah acara lamaran ini, seminggu berikutnya ia akan menikah.
Yumna mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur, kemudian menjatuhkan punggungnya.Yumna mengakkat kedua kakinya ke atas, lalu menggoyang goyangkannya. Yumna sudah jatuh cinta dengan sosok Reyhan saat pertama kali bertemu. Saat Yumna menabrak Reyhan di restoran waktu itu. Yumna sudah menyelipkan Reyhan di dalam do'anya secara diam diam. Dan siapa sangka do'anya terkabul lewat perjodohan.
"Woi ! ayo turun !, mencak mencak pula dia, seperti orang kesurupan" ujar Nail, kembaran Najib, tiba tiba masuk ke dalam kamar Yumna.
Yumna mencebikkan bibirnya sambil mendudukkan tubuhnya, kaget mendengar suara abang ketiganya itu." ketuk pintu kek ! kalau mau masuk" sungutnya.
"Ayo cepat turun !, semua sudah menunggumu di bawah" ajak Nail. menarik Yumna supaya berdiri. Dan langsung memeluk Yumna, menangis.
"Nanti, jadilah istri yang soleha, yang bisa menjaga kehormatan suamimu" nasehatnya. Ia sengaja pulang dari Negri sebrang, karna mendengar kabar saudari satu satu mereka itu akan segera menikah.
"Iya bang !" balas Yumna ikut menangis. Kemudian menghapus air matanya." Abang Nail gak seru deh !, ngajak Yumna menangis seperti ini" ucap Yumna.
"Abang hanya terharu, akhirnya kamu laku juga" balas Nail.
Bukh !!!
"Aku ini cantik !, pasti lakulah !, emang bang Nail, gak laku laku" ketus Yumna mengerucutkan bibirnya, setelah memukul pundak Nail.
"Sepertinya calon suamimu itu tertipu dengan kesing luarmu" ucap Nail lagi lalu terkekeh.
"Biarin aja !, dia yang mengajak Yumna menikah !. Dia yang menyukai Yumna duluan" cetus Yumna lagi.
"Ayok !" Nail menarik tangan Yumna keluar kamar.
.
.
"Kira kira yang mana calon menantuku ?" tanya Pak Yudhi, memperhatikan ketiga anak muda yang duduk di sofa yang bersebrangan dengannya.
"Saya Pak !" jawab Reyhan.
"Saya pikir badannya yang paling kecil" balas Pak Yudhi.
"Dia sudah punya istri Pak !" jawab Reyhan.
"Masih satu belum dua" sambung Arsenio.
"Uhuk uhuk uhuk uhuk !"
Pak Yudhi yang tersindir langsung terbatuk batuk." Yayang beb ! minum !" pintanya kepada istrinya yang duduk di sampingnya.
Istri Pak Yudhi yang bernama Tika pun langsung mengambil gelas air minum suaminya, memberikannya kepada suaminya.
"Arsen ! diam !" gemas Papa Arya.
"Benar Pah ! yang Arsen bilang, istri Arsen baru satu belum dua" ucap Arsen lagi.
"Diam Arsen.. !" tekan Papa Arya.
"Iya Pah !" patuh Arsenio.
.
.
#Bagi yang sudah baca novel pertama othor, pasti tau dengan keluarga Yumna. Bagi yang belum tau, atau yang pengen tau. Baca novel othor yang berjudul: 21 hari bersama majikan bajingan ya !(21+).