
"Om ! Tante !, ada yang ingin Orion bicarakan" ucap Orion setelah Papa Gandi kembali dari kamar Queen.
Gandi mengerutkan keningnya melihat wajah Orion yang serius. Kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa, di ikuti istrinya Vani.
Orion pun mendudukkan tubuhnya di sofa yang bersebrangan dengan Vani dan Gandi.
"Kamu mau bicara apa ?, sepertinya serius " tanya Gandi.
Orion menarik napas dalam, kemudian mengeluarkannya perlahan.
"Sebelumnya Orion minta maaf Om ! Tante !" ucap Orion, menjeda kalimatnya sebentar." Orion akan bertunangan dengan Kezia pacar Orion Tante ! Om !"ucap Orion lagi dan menjeda kalimatnya lagi, mengarahkan pandangannya ke arah Gandi dan Vani bergantian." Orion sudah menganggap Queen adik sendiri Om ! Tante !. Orion minta maaf, karna tidak bisa menjadi menantu kalian, seperti yang di harapkan Tante Vani" lanjut Orion.
Vani terdiam, wajahnya nampak sedih dan matanya berkaca kaca.
Gandi mengulas sedikit senyumnya, hati kecilnya juga menginginkan Orion menjadi menantunya. Tapi tidak mungkin ia harus memaksanya, Jodoh rejeki dan maut, itu sudah menjadi ketentuan Sang pemilik kehidupan.Pikir Gandi
"Gak apa apa !, kamu bebas memilih kebahagiaanmu !, itu adalah hakmu !. Om dan tante sudah menganggapmu sebagai anak kami. Tentu kami turut bahagia, atas pertunanganmu. Masalah Queen, Om yakin setelah dia dewasa, dia pasti bisa mengerti semuanya. Tidak perlu merasa tidak enak hati kepada Om dan Tante" balas Gandi.
"Trimakasih Om ! sudah memahami Orion !" ucap Orion." Tante Vani ! Orion minta maaf !" ucap Orion lagi kepada Vani.
"Gak apa apa !" balas Vani, menghapus air matanya yang sempat mengalir, kemudian menangis terisak.
Kini bayi yang ikut besar di tangannya semenjak lahir dulu, sudah besar dan akan bertunangan dengan wanita lain. Vani sangat menyayangi anak sahabatnya itu. Orion sangat spesial di hati Vani di banding anak Bunga yang lainnya.
"Maaf Tante !" Orion menundukkan kepalanya. Orion tidak lupa, akan kasih sayang dari sahabat Ibunya itu. Tapi Orion sudah menaruh hati kepada gadis lain.
"Gak apa apa ! gak apa apa !" ucap Vani, terus menghapus air matanya yang tidak berhenti mengalir.
Orion berdiri dari tempat duduknya, berjalan ke arah Vani dan Gandi. Orion menjatuhkan tubuhnya di depan Vani. Meletakkan kepalanya di pangkuan wanita yang sudah menjadi Ibu kedua baginya itu. Orion mengambil tangan Vani, meletakkannya di kepalanya.
"Orion sudah menganggap Tante, Ibu sendiri. Beri Orion restu Tante, Orion sangat membutuhkan restu dari tante" ucap Orion, juga ikut menangis.
Vani semakin terisak, sambil tangannya mengusap usap kepala Orion.
"Tante memang menginginkanmu menjadi menantu tante. Bukan berarti tante memaksamu, kamu punya hak untuk menentukan kebahagiaanmu. Maafkan sikap tante selama ini, tante hanya takut kamu melupakan tante, tante takut kehilanganmu, Tante merestuimu !" ucap Vani.
"Aku tidak akan melupakan kasih sayang tante, Tante juga Ibuku !. Maafkan Orion Tante, Orion mengecewakan Tante, Orion tidak bisa membalas jasa jasa Tante!" balas Orion, kemudian memeluk Vani.
"Gak apa apa ! gak apa apa !" hanya itu yang bisa Vani ucapkan.
Gandi hanya diam, melihat istrinya dan Orion yang saling menangisi dan berpelukan. Gandi juga melihat bagaimana dulu Vani ikut mengasuh Orion seperti anak sendiri. Dan Vani juga sangat posesif menjaga Bunga yang hamil waktu mereka masih SMA dulu. Mengingat banyak yang tidak menyukai Bunga, Vani tidak pernah membiarkan Bunga sendirian. Vani terus menemani Bunga, kemana pun Bunga pergi. Vani takut ada yang mencelakai Bunga lai.
Di balik sosoknya yang gesrek, Vani juga sangat penyayang dan menyukai anak anak. Bahkan Vani yang masih anak gadis, pun dulu tidak merasa jijik saat mengganti pempres Orion yang terkena kotoran.
Sampai mereka kuliah, Bunga yang tidak mau memakai baby sister. Vani lah yang menjaga Orion, saat Bunga ada jadwal kuliah.
Itulah yang membuat seorang Gandi, mengagumi sosok Vani yang gesrek.
"Sudah sudah !" ucap Gandi, mengusap kepala Vani. Setelah Orion melepas pelukannya dari Vani. Menarik Vani ke dalam pelukannya.
"Orion akan selamanya menjadi anakmu sayang !. Tidak mungkin dia melupakanmu, karna kamu tulus menyayanginya!" ucap Gandi, menenangkan istrinya.
"Om ! Tante !, kalau begitu Orion pulang dulu !, assalamu alaikum !" pamit Gandi.
"Walaikum salam !" balas Gandi
Orion pun melangkahkan kakinya keluar rumah Om dan tantenya itu, sambil mengahapus air matanya. Orion masuk ke dalam mobilnya, dan langsung melajukannya keluar dari halaman rumah Queen. menyebrang masuk ke halaman rumahnya. Orion langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Orion turun dari dalam mobil, tidak lupa ia membawa makanan yang di pesan Queen tadi.
"Mama ! masak apa ?, ini Orion membawa makanan kesukaan Mama sama Papa" tanya Orion. Melihat Mama Bunga menghidangkan makana di atas meja.
"Ikan asin di goreng sama tahu dan tempe, sama sayur asem dan sambal terasi" jawab Bunga.
Selain Ratu sejagat menyukai makanan berkuah kacang. Ratu sejagat juga adalah pecinta ikan asin.
Tanpa di suruh, Orion pun mengambil piring dan mangkok, untuk tempat makanan yang ia bawa. Orion pun memindahkan makanan yang ia bawa ke atas piring dan mangkok. Sop daging untuk Papa Arya, batagor untuk Ibunda ratu sejagat. Dan Udang krispi untuk adik adiknya. burger dan puding bagi siapa yang mau.
"Orion ! sana panggil Papa sama adik adikmu makan !" suruh Mama Bunga karna sudah selesai menghidangkan makanan.
"Iya Ma !" balas Orion, melangkahkan kakinya keluar dari ruang makan.
.
.
Usai makan malam, Orion langsung masuk ke dalam kamarnya, mendudukkan dirinya di pinggir kasur. Orion sudah menentukan pilihannya untuk melanjutkan hubungannya dengan Kezia. Tapi mengingat ucapan Papa Arya untuk mempertimbangkan antara memilih sang kekasih dan Queen yang masih anak anak, Di tambah lagi betapa sedihnya Tante Vani saat ia memberitahu kalau ia akan bertunangan. Hati Orion menjadi bimbang.
Ceklek !
Pintu kamar Orion ada yang membukanya dsri luar. Orion pun refleks mengalihkan tatapannya, melihat siapa yang datang.
"Mama !"
"Boleh Mama masuk ?" tanya Bunga, Orion menganggukkan kepalanya.
Bunga pun melangkahkan kakinya masuk ke kamar Orion. Mendudukkan tubuhnya di samping Orion.
"Katakan sama Mama, apa yang kamu pikirkan ?" tanya Bunga mengusap kepala anak sulungnya yang sudah dewasa itu. Bunga melihat mata Orion seperti habis menangis saat makan tadi.
Orion malah membaringkan tubuhnya tanpa menjawab Pertanyaan Ibunya, meletakkan kepalanya di pangkuan sang Mama. Meraih tangan Bunga, lalu mencium telapak tangannya.
"Apa Orion egois Ma ?" tanya Orion, menajamkan pandangannya ke wajah Bunga.
Bunga menarik kedua sudut bibirnya ke atas, tersenyum lembut khas keibuan sebambari tangannya mengusap usap rambut Orion. Bunga menggeleng gelengkan kepalanya.
"Apa yang membuat anak Mama yang tampan ini gundah gulana?" tanya balik Bunga, menarik hidung mancung Orion. Anaknya itu tidak bisa menyelesaikan masalah hatinya. Tidak bijak seperti Papa Arya, yang sikat habis sampai ke akar akarnya.
"Mama !" manja Orion, memeluk pinggang Bunga. Ini sifat Arya banget, saat bermanja manja dulu sama mendiang Nenek Marni.
"Mama mendukung apa pun keputusanmu !, bagi Mama kebahagiaanmu yang lebih penting. Kalau hatimu sudah mantap memilih Kezia, Mama tidak masalah. Soal Tante Vani, Mama rasa juga dia pasti merestuinya." ucap Bunga. Betapa bahagianya Bunga, anaknya sudah besar semua di usianya yang masih tiga puluhan. Dan wajahnya masih terlihat cantik dan awet muda meski sudah sering melahirkan. Membuat Arya pengen nambah anak lagi.
"Tadi tante Vani menangis saat Orion mengatakan akan bertunangan dengan Kezia Ma !. Orion tidak tega melihatnya, makanya Orion ikut menangis. Orion merasa menjadi anak yang egois Ma, meski tante Vani dan Om Gandi merestui Orion bertunangan dengan Kezia" adu Orion, yang berobah menjadi bocah, di pangkuan dang Mama.
"Kamu pasti tau dimana letak kebahagiaanmu sayang !. Tanyalah hati kecilmu, pasti disana ada jawabannya. Kalau kamu bimbang dan ragu, mintalah petunjuk sama Allah !" ucap Bunga.
Kenapa pula anaknya ini tidak punya pendirian, Apa karna usianya masih labil, seperti dirinya dulu ?.
.
.
# Ayo ! beri othor semangat !