
"Bang Orion masih ingin pergi ?" tanya Queen, melihat di ruang tamu mereka ada dua koper, saat mereka memasuki rumah mereka, pulang dari rumah sakit.
"Kalau istri abang yang cantik ini sudah kembali ke rumah ini. Buat apa abang pergi lagi ?"jawab Orion, memeluk Queen dari belakang, menjatuhkan dagunya di bahu Queen, dan kedua tangannya mengelus elus perut Queen."Abang sudah gak sabar menunggu anak kita ini lahir.Kalau cewek pasti cantik sepertimu!" ucap Orion.
Queen menundukkan kepalanya, tangannya menyentuh tangan Orion yang mengelus perutnya." Kalau cowok, tampan seperti bang Orio!" balas Queen tersenyum.
"Pasti sayang !" balas Orion, mengecup singkat pipi Queen dari samping.
Queen memutar sedikit kepalanya ke wajah Orion. Kemudian membalas mengecup kening Orion. Membuat Orion semakin mengeratkan pelukannya. Orion sangat bahagia di cintai Queen, gadis kecilnya.
Orion pun melepas pelukannya, dan langsung menggendong tubuh Queen, membawanya berjalan ke arah tangga, naik ke lantai dua. Queen pun melingkarkan kedua tangannya di leher Orion, memandang wajah Orion dengan tersenyum. Orion menggendongnya dengan mesra dan hati hati. Tak seperti dulu lagi, selalu menggendongnya seperti karung beras.
"Apa tangan bang Orion tidak sakit ?" tanya Queen teringat tangan Orion yang masih terluka. Sudah mengangkat tubuhnya yang berat.
"Sedikit !, tak apa, abang ingin menggendong istri dan anak abang ini. Abang tau mereka sangat merindukan abang" jawab Orion tersenyum.
Setelah pintu kamar mereka terbuka, Orion melanjutkan langkahnya membawa Queen masuk ke dalam kamar. Dan mendudukkan Queen di pinggir kasur. Orion membaringkan tubuhnya di samping Queen, dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Queen. Orion mecium cium perut buncit Queen, dan memeluk pinggangnya. Queen pun membelai belai rambut Orion dengan sayang.
Orion memejamkan matanya, menikmati belaian lembut tangan Queen di kepalanya. Hati Orion menjadi tenang, tidak kawatir lagi, kalau Queen tak mencintainya lagi dan tidak mau kembali kepadanya.
"Trimakasih Queen ! sudah mencintai abang, dan menerima kekurangan abang. Abang menyayangimu Queen, jangan pernah meminta berpisah dari abang Queen. Abang bisa gila Queen" ucap Orion dengan mata terpejam, dan tidak berhenti mengecup ngecup perut Queen yang membesar karna ulahnya.
"Berjanjilah tidak ada wanita lain lagi, yang mengambil hakku bang !"balas Queen.
"Abang janji Queen !, abang akan lebih hati hati lagi menjaga diri abang. Dan kejadian itu tidak terulang lagi"Orion memandang wajah Queen yang juga memandangnya.
"Kamu hanya milikku bang Orion. Aku sangat marah, jika ada yang mengambil hakku. Karna aku sangat mencintaimu bang Orion."
"Abang juga sangat mencintaimu Queen !" balas Orion. Tangannya terangkat membelai wajah Queen.
.
.
Malam hari, Orion sibuk menyiapkan memasak di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka. Orion sibuk sendiri, membiarkan Queen duduk menunggu di meja makan. Orion ingin melayani Queen, menyiapkan makanan dengan tangannya sendiri. Setelah masakannya matang, Orion langsung memindahkannya ke piring saji, kemudian membawanya ke meja makan.
"Silahkan tuan putri..!" ucap Orion, meletakkan semangkok sop ikan di depan Queen.
"Nasinya ?" manja Queen.
"Sebentar sayangku !" Orion mengecup kening Queen dari samping, kemudian kembali ke dapur untuk mengambil nasi untuk mereka berdua. Dan kembali lagi ke meka makan, mendudukkan tubuhnya di samping Queen.
"Suapin !" manja Queen lagi dengan tersenyum.
"Baiklah ratu hatiku, cintaku, sayangku." gombal Orion.
Orion segera menyendok potongan ikan dari mangkok, setelah meniupnya, lalu menyuapkannya ke mulut Queen.
"Ini sangat enak !" puji Queen, setelah meresapi gurih dan segarnya kuah dan potongan ikan di mulutnya.
Orion mengecup pipi Queen dari samping." karna abang membumbuinya dengan cinta abang sayang" jawabnya.
"Queen percaya itu !, Queen ingin memakannya setiap hari" balas Queen terseyum.
"Jadi istri abang ini, ceritanya meminta abang memasak setiap hari ? Hm..!" lagi lagi Orion mengecup pipi Queen.
"Anak bang Orion yang menginginkannya" jawab Queen mengelus perutnya.
"Baiklah ! apa sih yang gak buat istri dan anak abang ini ?." Orion ikut mengelus perut Queen.
Tiba tiba Orion merasakan ada gerakan menendang dari dalam perut Queen, membuatnya kaget. Sontak Orion mengarahkan pandangannya ke wajah Queen yang tersenyum kepadanya.
"Sayang !" wajah Orion berbinar." apa itu anak kita Queen ?"tanyanya. Orion baru pertama kali merasakan anaknya yang bergerak gerak di dalam perut Queen.
Queen menganggukkan kepalanya.
"Ya Tuhan !" Orion takjub,tidak menyangka anaknya yang masih berada di dalam kandungan bisa bergerak, dan bahkan menendang.
"Bayi kita belum kenyang bang Orion. Ayo suapi lagi" ucap Queen, membuka lebar mulutnya.
"Baiklah sayang sayangku !" balas Orion, segera meyuapi Queen kembali.
"Abang rasa dia merindukan Papanya. Dan dia nakal seperti mamanya" balas Orion, menatap kecewa ke arah Queen.
"Bagaimana lagi, anakmu ini cemburuan" ucap Queen.
"Papa minta maaf deh !" balas Orion.
"Hm..!"
Setelah menyuapkan makanan ke mulut Queen, Orion pun menyuapkan nasi dan sop ikan ke mulutnya. Begitu seterusnya sampai nasi di piring mereka habis.
"Uuuuk...! ah !" desah Queen setelah bersendawa, karna perutnya kekenyangan. Queen pun mengelus elus perut buncitnya.
Orion yang gemas, pun mengacak acak ujung kepala Queen.
"Besok bang Orion masak sup ikan seperti ini lagi ya !"pinta Queen, ia sangat menyukai sup ikan yang di masak Orion.
"Iya sayang !"balas Orion.
Orion pun mengangkat piring kotor mereka ke dapur dan langsung mencucinya. Setelah selesai, ia kembali ke ruang makan, dan engajak Queen ke kamar mereka.
"Kita gak jemput Boy bang Orion ?" tanya Queen saat mereka menaiki tangga ke lantai dua.
"Sebentar lagi sayang !, abang sedikit ada pekerjaan. Nanti sekalian kita tidur di sana" jawab Orion, membuka pintu kamar mereka, lalu menyuruh Queen masuk." Abang ke ruang kerja abang sebentar dulu ya !" ucap Orion, menutup pintu kamar mereka kembali.
Orion pun melangkahkan kakinya masuk ke pintu sebelahnya. Orion membuka pintu ruang kerjanya itu, dan langsung masuk. Menutup pintu itu rapat rapat dan menguncinya.
Orion berjalan ke arah meja kerjanya, langsung mendudukkannya di sana. Orion pun mengeluarkan handphonnya dari saku celananya, dan langsung melakukan panggilan.
"Ya halo Orion !" sapa dari sebrang telepon.
"Halo juha Jhon !, apa kabar ?" balas Orion.
"Baik ! ada apa ?" tanya Jhon.
"Bagaimana kabar wanita iblis itu ?" tanya Orion.
"Ada apa kau menanyakan kabarnya ?. Dia kurang sehat !, sepertinya ia sudah mulai setres karna tersiksa di ruang gelap itu. Dia melukai kakinya yang kamu bebani dengan rantai." jelas Jhon.
"Berikan dia obat yang membuat dia gila, lalu lepaskan dia" ucap Orion seperti perintah.
Jhon mencebikkan bibirnya," aku bukan anak buahmu, tapi kau selalu bersikap seperti bos terhadapku" kesal Jhon.
"Ayolah kawan !, kenapa kau begitu sensitif sekali" ujar Orion.
"Aku merindukanmu dan Boy, tapi aku tidak bisa menyusul kalian kesana. Aku sangat sibuk mengurus perusahaan Daddy. Karna kesehatan Momy yang selalu menurun, daddy sibuk menemani momy di rumah sakit"balas Jhon.
"Salam buat momy kamu !, semoga lekas sembuh!" ucap Orion.
"Nanti aku akan menyampaikannya. Apa kamu yakin akan melepaskan wanita simpananmu itu ?" tanya Jhon.
"Pastikan kewarasannya hilang. Aku tidak ingin dia mengusik ketentraman keluargaku lagi. Dan suruh orang terus mengawasinya."
"Baiklah Bos !, ada lagi, saya lagi sibuk bekerja" patuh Jhon.
"Itu saja, kalau begitu saya matikan teleponnya" ucap Orion langsung mematikan sambungan teleponnya. Membuat Jhon di sebrang Benua sana mengeram kesal. Karna Orion selalu bersikap suka suka saja.
Aku akan membuat hidupmu hancur sehancurnya nyonya Zoya Farosa !. Seperti kau membuat hancur calon bayi kedua orang tuaku. Seperti kau membuat ibuku sampai defresi, seperti kau membuat kakiku patah dan lumpuh, seperti kau membuat adikku hampir kehilangan nyawa. Batin Orion, amarahnya bergemuruh menaroh dendam kepada musuh keluarganya itu.
Ingin rasanya Orion membunuh wanita itu dengan kedua tangannya. Tapi menurut Orion, kematian adalah hukuman yang sangat ringan untuk penjahat seperti Zoya. Ia ingin membuat wanita itu mati secara perlahan dan tersiksa.
Selesai menelepon, Orion langsung keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke dalam kamarnya dan Queen.
"Sayang ! ayok !" ajaknya kepada Queen.
Queen yang duduk di sofa sambil bermain handphon, langsung berdiri menghampiri Orion beridri di dekat pintu. Malam ini mereka akan menginap di rumah keluarga Alfarizqi.
.
.