
Setelah mereka selesai mengisi perut mereka, Queen pun menyusun barang barang mereka, memasukkannya ke dalam koper. Setelah selesai mereka pun keluar dari dalam kamar hotel untuk pulang.
"Kita pulang kemana bang ?" tanya Queen yang menyeret koper mereka berjalan di lorong hotel masuk ke dalam lif. Tentu ia bingung akan pulang ke rumah yang mana. Ke rumah orang tuanya kah ?, ke rumah mertuanya kah ?, atau ke rumah mereka. Karna masalah itu belum mereka bahas sebelumnya, dan menurut Queen semuanya serba mendadak.
"Ke rumah kita sayang !" jawab Orion.
"Besok Queen harus sekolah, seragam sekolah dan buku buku Queen, gimana ?" tanya Queen lagi.
Orion malah tersenyum, aih ! ternyata gadis yang diajaknya bercinta tadi malam masih anak sekolahan.
"Kok bang Orion senyum senyum sendiri, ditanya juga, bukannya di jawab !." berenggut Queen, heran dengan pria dewasa di sampingnya.
"Ternyata istriku masih anak sekolah !" jawab Orion.
Queen mengerucutkan bibirnya, ia tau maksud ucapan Orion. Masih kecil udah ganjen, itu maksudnya.
"Tadi malam kamu sangat nikmat sayang !" bisik Orion ke telinga Queen, tersenyum.
Blush !
Wajah Queen sontak saja berubah warna, menjadi kemerahan. Dan Queen pun mengalihkan tatapannya ke arah lain, menggigit bibir bawahnya. Queen 'kan malu, kenapa meski di ingatin sih ?. Untung di dalam lif hanya mereka berdua, Queen 'kan bisa tambah malu kalau ada yang mendengar bisikan Orion barusan.
Melihat wajah Queen yang memerah salah tingkah, membuat Orion tertawa cekikikan. Ternyata gadis menyebalkannya itu, sekarang tau malu juga. Gemas melihatnya, Orion pun mengecup pipi Queen kilas.
"Mama Vani sudah menyuruh pembantu di rumah kalian, memindahkan sebagian barang barangmu ke rumah kita semalam sayang !" ucapnya tersenyum sembari mengusap rambut Queen dari belakang.
Queen masih diam aja, tanpa berani melihat ke arah Orion, ia masih malu. Mengingat percintaan mereka tadi malam, bang Orionnya sudah melihat semua tubuhnya, ia sudah tak perawan lagi. Belum lagi percintaan mereka tadi. Tidak di pungkiri Queen sangat menikmati cumbuan Orion ke tubuhnya.
Sampai di lantai dasar, mereka pun keluar dari dalam lif. Langsung saja para pengunjung dan karyawan hotel memandangi mereka. Yang lebih tepatnya, pandangan mereka tertuju kepada Orion.
Wajah cowoknya tampan banget, tapi..., ceweknya cantik lagi, mungkin cowok itu kaya kali, dan ceweknya mau sama orang cacat karna duit. Seperti itulah benak setiap orang yang melihat Orion.
Queen yang sadar dengan pandangan orang kepada Orion, pun melingkarkan tangannya ke lengan orion. Bukan karna cemburu dengan pandangan orang. Queen tau pandangan orang orang kepada Orion bukanlah pandangan kagum, apa lagi terpesona. Mereka memandang Orion sebelah mata.
Orion juga sadar dengan pandangan orang kepadanya, tapi ia menghiraukannya. Orion bisa menebak, kalau menurut mereka, sangat di sayangkan, Queen yang masih muda dan cantik, bergadengan dengannya seorang pria lumpuh.
Mungkin ini hukuman untukku, karna dulu sengaja menjauh dari Queen. Tuhan mematahkan kakiku sampai membuatku lumpuh, mungkin supaya aku tidak pergi lagi, untuk menghindarinya. Batin Orion
"Bang Orion masuk duluan, Queen masukin koper ke bagasi dulu !" ucap Queen, berjalan ke arah belakang mobilnya, yang sengaja ditinggalkan keluarga mereka tadi malam, untuk mereka.
Setelah Queen memasukkan koper mereka ke dalam bagasi, ia pun menutup dan menguncinya, lalu berjalan ke arah pintu kursi pengemudi. Queen membuka pintunya, dan langsung masuk, di dalam sudah ada Orion duduk di kursi penumpang depan.
Orion mengusap rambut Queen dari belakang, kasihan melihat Queen yang harus repot karnanya. Seharusnya Queen bermanja manja bersandar di lengannya, ini malah menyetir menjadi supirnya.
"Maafin abang ya !" ucap Orion, Queen pun menolehkan kepalanya.
"Kenapa bang Orion minta maaf ?" tanya Queen heran.
"Mungkin abang akan terus merepotkanmu !" jawab Orion, memandang Queen dengan tatapan teduh.
Queen terdiam, membalas pandangan Orion, sambil berpikir.
Mungkin ini ujian untukku, yang terlalu mencintai bang Orion. Dulu aku bersikeras untuk mendapatkannya, melakukan segala cara supaya bang Orion menjadi milikku. Mungkin Tuhan lagi mengukur cintaku, sebesar apa aku mencintainya dan sejauh mana cinta di hati ini mampu bertahan dengan keadaan bang Orion yang sekarang. Batin Queen
Queen mengulurkan tangannya menyentuh wajah Orion, mengelusnya dengan jari jempolnya.
"I lopiu !" ucapnya sembari tersenyum.
Orion pun mengambil tangan Queen yang menempel di wajahnya, lalu mengecupnya.
" Aku lebih sangat mencintaimu !" balas Orion.
Queen memutar bola matanya malas." dulu nolak Queen terus !" cibir Queen, ia tidak lupa itu, bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan Orion. "Queen tau, bang Orion pergi ke luar Negri, untuk menghindari Queen 'kan ?." Raut wajah Queen berobah menjadi kesal. Queen pun melajukan kenderaannya, keluar dari parkiran hotel.
"Emang bang Orion, mau mengawini anak kecil ?" tanya balik Queen, tanpa merasa berdosa, sudah membuat burung hantu Orion terpenjara selama tujuh Tahunan.
"Kamu pikir abang cowok apaan ?" kesal Orion. Dia di jamin seratus persen dia adalah pria normal, menyukai wanita dewasa.
"Mana Queen tau !" jawab Queen.
Queen menurunkan laju kenderaannya, saat akan memasuki gerbang halaman rumah baru mereka. Membunyikan klaksonnya, supaya satpam yang berjaga membuka pagarnya. Queen pun memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk.
Mereka pun keluar dari dalam mobil. Queen berjalan ke arah belakang mobi, untuk mengambil koper pakaian mereka. Dan Orion duluan melangkah ke teras rumah, menunggu Queen di sana.
"Apa kita memiliki pembantu ?" tanya Queen, melihat besar rumah itu, tak mungkin ia sanggup sendiri mengurusnya, karna ia harus sekolah lagi.
"Tentu cintaku !, aku tidak mungkin akan membiarkanmu kecapean membereskan rumah ini setiap hari" jawab Orion." Ayo sayang ! kita masuk" ajak Orion, dan Queen pun menganggukkan kepalanya, mengikuti langkah Orion.
Orion membuka pintu rumah mereka, tidak di kunci, karna ada pembantu di dalam.
"Kamar kita yang mana ?" tanya Queen lagi setelah mereka berada di ruang tamu.
"Di lantai dua sayang !" jawab Orion.
"Apa bang Orion gak kesusahan harus naik turun ?" tanya Queen lagi, mengingat kaki sebelah kiri Orion yang tidak bisa di gerakin.
"Abang bisa pelan pelan Queen, itung itung latihan menggerakkan kaki abang. Kalau terlalu dimanjain, bisa sembuhnya semakin lama sayang !" jawab Orion lagi.
"Tapi bang Orion harus hati hati !" ujar Queen, tentu ia kawatir dengan keselamatan Orion.
Orion menyunggingkan senyumnya, senang mendapatkan perhatian dari istrinya.
"Iya cintaku !" balas Orion.
"Bapak sama Ibu sudah pulang ?. Maaf saya gak tau !, saya tadi sibuk beres beres di belakang !." ucap wanita paru baya itu, berbicara dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Gak apa apa Bu !" balas Orion." Bu tolong bawa koper kami ke kamar atas ya !" suruh Orion kepada art yang baru bekeja di rumah mereka.
"Iya Pak !" jawab wanita paru baya yang biasa di panggil Ibu Uul itu.
"Queen ! perkenalkan, ini Ibu Ulfiah, orang yang akan bekerja di rumah kita. Dia art abang selama di luar" ucap Orin kepada Queen.
Queen pun mengulurkan tangannya, menyalam art itu, untuk memperkenalkan diri." Saya Queen Bu !, Semoga Ibu Ulfiah betah bekerja di sini ya Bu !" ucap Queen ramah.
"Tentu betah dong Bu Queen !, panggil saya Ibu Uul aja, orang orang biasanya memanggil saya Bu Uul" balas Bu Uul, menerima uluran tangan majikannya itu.
"Panggil Queen aja Bu !, gak udah pakai Ibu. Queen 'kan belum punya anak, jadi belum menjadi Ibu ibu !" ujar Queen ramah.
"Gak sopan dong Bu !, masa pembantu manggil majikannya dengan sebutan nama" tolak Ibu Uul.
"Gak apa apa Bu Uul, panggil aja dia Queen !" ucap Orion. Memang istrinya belum pantas di panggil Ibu.
Ibu Uul pun menoleh ke wajah Orion dan Queen bergantian, sambil berpikir.
"Bagaimana kalau Ibu panggil Ibu Queen, princes aja ?" usulnya.
Queen langsung saja mengembangkan senyumnya." Itu nama panggilan yang pas !" ucapnya.
Orion memutar bola matanya jengah, lebay sekali, pikirnya.
"Baiklah princes, kalau begitu Ibu undur diri dulu, pak ! princes !" ucap Ibu Uul, menarik koper yang di bawa Queen tadi, menyeretnya menaiki tangga ke lantai dua. Yang di ikuti Queen dan Orion dari belakang.
.
.