Brother, I Love You

Brother, I Love You
28. Kejutan ulang Tahun



"Bang Orion gak pergi pergi lagi 'kan ?" tanya Queen. Saat mereka perjalanan pulang ke rumah.


"Gak Queenaraku !, abang akan membuka usaha di sini !" jawab Orion tersenyum, dan Queen pun senang mendengarnya.


Sampai di dalam rumah, Queen pun membantu Orion menaiki anak tangga ke lantai dua, masuk ke kamar Queen.


"Siap siaplah ! kita akan pergi ke suatu tempat !" suruh Orion, mendudukkan tubuhnya di sofa kamar Queen.


"Kesuatu tempat ? kemana ?" tanya Queen mengerutkan keningnya.


"Lakukan saja cintaku !" suruh Orion lagi.


Queen menyipitkan matanya, menelisik wajah Orion." Jangan bilang Bang Orion mau kasih Queen kejutan ulang Tahun !" ucap Queen.


"Lebih dari itu !" balas Orion.


"Apa ?" tanya Queen penasaran, kenapa ia gak bisa menebaknya.


"Ada deh !" ucap Orion tersenyum.


"Queen gak mau, kalau gak bilang apa dulu !" ujar Queen.


"Iya pesta ulang Tahun !" jawab Orion, ia sudah paham dengan sifat Queen, ia tidak akan menurut kalau gak di kasih tau terlebih dahulu.


"Okeh !"


Queen pun mengganti pakaian rumahnya, dengan pakaian yang lebih bagus. Setelah mengambil pakaian dari dalam lemari, Queen pun membawanya ke dalam kamar mandi, ia akan menggantinya di dalam. Beberapa menit kemuadian, Queen keluar pun keluar. Dengan memakai rok berhalan li sepanjang setengah paha, di padukan dengan baju berwarna putih tulang, bermodel longgar, dan lengannya bermodel seperti di koyak. Dan Queen pun memoles sedikit wajahnya dengan sedikit bedak, dan menyisir rambutnya.


"Ayo bang !" ajak Queen setelah mengambil tas kecil, dompet dan handphonnya. Kemudian mendekati Orion membatunya berdiri.


"Abang masih bisa Queen !" ucap Orion.


"Tapi bang Orion nampak kesusahan !" balas Queen.


"Abang sudah terbiasa !" ucap Orion lagi.


Mereka pun keluar kamar.


Sampai di halaman rumah, mereka pun masuk ke dalam mobil milik Queen. Mobil hadiah ulang Tahun Queen yang ke tujuh belas dari Orion dua Tahun yang silam. Queen yang menjadi supirnya, karna Orion tidak bisa menyetir. Queen pun melajukan kenderaannya dari pekarangan rumahnya.


"Kita kemana ini ?" tanya Queen.


"Ke alamat XXXX" jawab Orion menyebutkan alamat tujuan mereka. Tanpa menjawab lagi, Queen pun menambah kecepatan kenderaannya, berlomba lomba dengan pengendara lain di jalan raya.


"Queen ! hati hati ! gak usah buru buru !" komentar Orion, karna Queen membawa kenderaannya dengan kecepatan tinggi.


"Ini pelan bang Orion !"


Sepertinya Orion belum terbiasa dengan supir barunya. Baru pertama kalinya di supirin sama Queen.


"Itu terlalu ngebut Queen !"


Queen pun menurunkan kecepatan kenderaannya. Mungkin Orion memiliki trauma setelah mengalami kecelakaan. Pikir Queen


Queen mengernyitkan keningnya, setelah menghentikan kenderaannya di halaman sebuah rumah berlantai dua. Rumah yang tidak terlalu besar dan juga tidak kecil, sepertinya rumah itu masih maru di lihat dari bangunannya. Halamannya lumayan luas, di tumbuhi rumput hijau dan berbagai macam bunga, suasananya terlihat sangat asri.


"Ini rumah siapa Bang ?, rumah teman abang !" tanya Queen sekalian menjawab sendiri.


"Rumah kita Queenaraku !" jawab Orion tersenyum." Ayok !" ajaknya lagi.


Queen menganggukkan kepalaya, kemudian membuka pintu di sampingnya, begitu jiga dengan Orion. Setelah turun dari dalam mobil, mereka pun sama sama berjalan ke arah pintu masuk rumah itu.


"Kapan bang Orion membangun rumah ini ?" tanya Queen.


"Dari dua Tahun yang lalu, tapi rumah ini baru selesai satu Bulan yang lalu" jawab Orion." Ayo dorong pintunya" suruh Orion.


"Emang gak di kunci ?" tanya Queen mengerutkan keningnya. Rumah itu nampak sunyi seperti tidak ada orang sama sekali.


"Dorong aja !"


"Tunggu ! Queen gak lagi di kerjain 'kan ?" tanya Queen, memicingkan matanya ke wajah Orion. Memiliki otak yang licik, membuat Queen tidak mudah percaya dengan siapa pun.


Gemas, Orion pun menjewer telinga Queen." Kamu pikir abang seperti kamu !, licik dan banyak akal bulus " dengus Orion.


"Sakit Bang Orion !" keluh Queen mengerucutkan bibirnya."Siapa tau !" ucapnya lagi.


Kemudian Queen pun mendorong perlahan daun pintu di depannya. Melangkahkan kakinya dengan ragu, takut ada jebakan untuknya.


"Gelap bang !, apa rumah ini gak ada jendela kacanya ?. Perasaan ini siang deh !, seharusnya kan ada cahaya masuk lewat jendela. Ini saklar lampunya mana bang ?, Queen takut gelap bang !, ayo bang, hidupin lampunya!" oceh Queen. Ia tidak suka sekali dengan suasana gelap, lebih tepatnya takut.


Tiba tiba ruangan itu berubah terang seketika, membuat Queen kaget.


"Selamat ulang Tahun Queen !, Selamat menempuh hidup baru !"


"Mama ! Papa ! Mama Bunga ! Papa Arya ! Om ! Tante, Sirin !" banyak sekali orang yang harus Queen sebut namanya. Semua keluarga besar dari pihak Queen dan Orion, sahabat orang tua mereka, adik dan sepupu sepupu mereka berkumpul disana semua, Queen tidak bisa mengabsennya satu persatu.


Queen memutar pandangannya keseluruh ruang tamu rumah itu. Semua dinding sudah di hias indah, ada ucapan selamat ulang Tahun, dan selamat menempuh hidup baru. Queen mengerutkan keningnya melihat ada meja kecil di tengah tengah ruangan, dan dua orang berjas hitam, Queen tidak mengenali kedua orang itu.


"Ayo sayang ! cepat tiup lilinnya, tangan sirin jangan sampai pegal, dan dia menjatuhkan kuenya !. Habis ini kamu harus ganti baju dan di rias. Kalian harus di nikahkan lagi, untuk mengabdolkan pernikahan kalian, dan mensahkannya secara hukum Negara. Nanti malam kalian harus mengikuti acara resepsi pernikahan kalian lagi. " Mama Bunga menarik Queen yang masih bengong memperhatikan semuanya.


Mereka mengundang pihak KUA, untuk menikahkan Queen dan Orion kembali. Karna tidak ada bukti pernikahan sirih mereka. Sehingga tidak bisa mengurus buku nikah Queen dan Orion begitu saja.


"Kok mendadak Ma ?, Kapan kalian menyiapkan ini semua ?, kenapa Queen gak tau ?, kenapa kalian gak kasih tau Queen ?" tanya Queen menangis terharu. Dengan kejutan suami dan keluarganya, di ulang Tahunnya yang ke sembilan belas.


Queen menganggukkan kepalanya, kemudian membungkukkan tubuhnya meniup lilin yang berada di atas kue ulang Tahun.


Semua yang ada di ruanga itu pun bertepuk tangan, setelah lilinnya padam.


"Selamat ulang Tahun sayang !" ucap Mama Vani, memeluk putrinya, kemudian mencium kedua pipi Queen bergantian.


"Trimakasih Ma !" balas Queen.


Begitu juga dengan Gandi, melakukan hal yang sama." Selamat ulang Tahun putri Papa !" ucap Gandi, kemudian mencium kening Queen. Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa putrinya itu sudah beranjak dewasa.


"Trimaksih Pa !" balas Queen.


"Selamat ulang Tahun menantu Mama !" ucap Mama Bunga, memeluk Queen dan mencium kedua pipinya bergantian.


"Trimakasih Mama Bunga !."


"Selamat ulang Tahun menantu Papa !" ucap Arya, mengusap kepala Queen dengan sayang. setelah istrinya melepas pelukannya dari Queen.


"Trimakasih Papa Arya !"


"Selamat ulang Tahun Queen !" ucap Sirin, memeluk sahabat oroknya.


"Trimakasih Sirin !" balas Queen, membalas Pelukan Sirin.


Semua keluarga, adik adik sepupu dan dan para sahabat mereka pun mengucapkan selamat kepada Queen. Dan datanglah adik Orion yang paling menyebalkan dan suka menggoda.


"Selamat ulang Tahun kakak ipar yang cuantik !" ucap Reyhan tersenyum manis, mengedipkan sebelah matanya kepada Queen. Berniat menggoda Orion abangnya.


"Jangan menjadi adik durhaka !, tuh ada Sirin !" kesal Orion, menatap Reyhan tajam, masa kakak ipar sendiri di goda, di depannya pula.


Reyhan menekuk bibirnya ke bawah, memasang wajah sedih." Sirin menolak cintaku Bang !" ucapnya dramatis." dia malah memilih Arsenio si adik durhaka itu. Dia tega menikung abangnya sendiri !" adunya kepada Orion.


Orion menutar bola matanya jengah, begitu juga dengan sirin. Sedangkan Queen ia tertawa cekikikan.


"Sirin gak suka sama laki laki yang tua !" tandas Sirin, tanpa berperasaan.


"Hei ! usiaku baru 24 Tahun, itu belum tua, adik cantik !" sanggah Reyhan, mencolek dagu Sirin.


"Jangan sentuh sentuh !" marah Sirin, menghempaskan tangan Reyhan kasar.


"Bang Orion ! Reyhan dimarahi Sirin !" adu Reyhan manja. Ia tidak akan memasukkan ke hati kemarahan Sirin. Baginya Sirin adalah adiknya, ia sangat suka menggodanya.


"Gak mau ! gak mau !, nanti jatuh cinta loh Sirin !" Queen ikut menggoda Sirin.


"Nyindir abang Queen ?" Orion berbicara mengerucutkan bibirnya, memeluk Queen dari samping, menjatuhkan dagunya di bahu Queen , ia merasa tersindir.


"Kenyataannya seperti itu !" balas Queen, mengingat dulu Orion terus menolaknya.


"Sayang...!" rengek Orion manja. Queen tersenyum, mengangkat satu tangannya mengusap kepala Orion.


"Ganteng gini abang dek..! masa gak jatuh cinta ?, banyak duitnya lagi." Reyhan memuji dirinya sendiri dengan percaya dirinya.


"Ganteng dari mananya ?, gantengan juga banteng !" ejek Sirin.


"Mama !! Reyhan dikatain Sirin lebih jelek dari banteng !!" seru Reyhan tiba tiba, mengadu kepada Mama Bunga. Dari eman bersaudara, dialah yang paling banyak miripnya dengan Bunga. Dari bentuk tubuh yang padat berisi sampai dengan wajahnya, tapi masih ada miripnya dengan sang Papa.


Sirin sudah memutar bola matanya jengah. badan gede, gaya badboy banget, hoby balapan, ternyata anak Mama. Pikir Sirin.


Sedangkan Queen, ia sudah tertawa terbahak bahak. Ia akan selalu terhibur, kalau Reyhan dan Sirin bertemu. Ada ada saja tingkah laku Reyhan yang menggoda Sirin.


"Ayo Queen ! Orion !, cepat kalian ganti baju. Pak penghulunya sudah menunggu dari tadi" suruh Mama Bunga kepada pasangan suami istri yang masih muda itu. Tanpa menanggapi ucapan anak keduanya itu yang unfaedah itu.


"Iya Ma !" balas Bunga.


"Ayo Sirin ! bantu Bunga, dan kamu Reyhan ! bantu abangmu !" suruh Mama Bunga kepada Sirin dan Reyhan.


Reyhan mengerucutkan bibirnya," Ma ! Reyhan juga ingin kawin sekarang !" rengeknya manja, memeluk Bunga dari belakang.


"Sama siapa ?" tanya Bunga.


"Sama Sirin Ma !" jawab Reyhan.


"Enak aja !, Sirin milikku, cari cewek lain !" sambar Arsenio, yang mendengar pembicaraan abang dan Mamanya.


"Sirin di jodohkan denganku !, kenapa kamu tega menikung abangmu ?. Dasar adik durhaka !" ketus Reyhan.


"Sirinnya gak mau sama bang Reyhan !, uwek !" ledek Arsenio malah.


"Ayo sana cepat !, bantu abangmu bersiap !" suruh Bunga lagi. dia pusing melihat kedua anaknya yang berebut satu wanita itu.


Reyhan cemberut, karna kalah dari adiknya. Kemudian mendekati Orion. Mengangkat tubuh Orionseperti karung beras, tanpa aba aba, membawanya ke salah satu kamar yang ada di lantai bawah rumah itu. Tubuh Reyhan lebih besar dari tubuhn Orion. Membuatnya mampu mengangkat tubuh abagnya itu.


"Woi ! kamu pikir aku karung beras ?" protes Orion. Ada ada saja adiknya itu, bikin malu saja.


Melihat itu para tamu undangan dan semua keluarga sudah tertawa tawa, melihat tingkah kakak beradik itu.


Queen dan Sirin, mereka berdua sudah pergi duluan masuk ke dalam kamar, untuk merias Queen.


.


.