Brother, I Love You

Brother, I Love You
62.Menikah dan kawin



"Sirin ! ayo makan dulu sayang !" ajak Mama Bunga mendekati Sirin yang duduk di samping brankar Arsenio, membawa sepiring makanan di tangannya.


Sirin menggelengkan kepalanya" Sirin gak lapar Ma !" balas Sirin kepada Mama Bunga.


Ya ! semua anak anak sahabat Mama Bunga, memanggilnya Mama, dan Suaminya Papa. Tentu itu atas permintaan ratu sejagat.


Mama Bunga mengusap kepala Sirin dengan lembut. Apa Shasa Ibunya sirin tidak memikirkan perasaan anak anaknya sebelum bertindak, pikir Mama Bunga. Melihat betapa hancur dan terpukulnya putri dari sahabat kecilnya itu. Cemburu sih sah sah saja, tapi kalau terlalu, itu salah. Apa lagi sampai memakan korban.


"Nanti kamu bisa sakit nak !" bujuk Mama Bunga.


"Iya Sirin ! kamu makan ya !" sambung Queen, yang sudah berada di samping Sirin. Queen menyentuh bahu Sirin, kemudian berkata lagi." Aku dan semuanya juga menyayangi Arsen, kami juga bersedih dengan keadaannya" Queen menjeda kalimatnya sebentar." Tapi Sirin ! untuk menjaga Arsen dan merawat Arsen di sini, kamu juga butuh tenaga, butuh makan dan minum. Kamu harus sehat untuk itu Sirin !" tambah Queen.


Bijaknya istriku !, batin Babang tampan Orion mendengar petuah petuah istrinya kepada Sirin.


"Makan ya ! biar aku yang suapin !" bujuk Queen mengulas senyumnya, kemudian mengambil piring dari tangan Mama Bunga." Ma ! biar Queen yang suapin Sirin !" ucapnya kepada sang ratu sejagat.


"Iya sayang !" balas Mama Bunga, kemudian kembali ke sofa, mendudukkan tubuhnya di sana. dan Queen pun menyuapi Sirin, setelah terlebih dahulu ia mendudukkan tubuhnya di pinggir brankar menghadap Sirin yang duduk di kursi, yang langsung di terima Sirin.


"Kandungan Mama sudah berapa Bulan ?" tanya Orion, dari kemarin kemarin ia lupa menayakan itu.


"Mama hamil lagi ?, Reyhan akan punya adik lagi ?" heboh Reyhan tiba tiba, yang hendak mengisi piring di tangannya dengan nasi tertunda seketika. Reyhan menajamkan pandangannya ke arah mama Bunga. Seprtinya ia shok mendengar Orion mengatakan ratu sejagat hamil lagi.


Mama Bunga tersenyum, menaik turunkan alisnya ke arah Reyhan, sambil tangannya mengelus elus perutnya.


Sirin yang makan di suapi Queen juga sontak menoleh ke arah Mama Bunga.


Mama Bunga hamil lagi, batin Sirin. Sirin langsung saja mengingat apa yang sudah di perbuatnya dengan Arsen sebelum terjadi kecelakaan. Jantungnya seketika berdegub kencang, bertalu talu, ingin melompat dari dadanya. Sirin merasa tubuhnya tiba tiba kedinginan, sepertinya wajahnya sudah memucat.


"Sirin ! kamu kenapa ?, kok wajahmu pucat ?" tanya Queen heran.


"Ha !" kaget Sirin tersadar dari lamunannya.


Refleks Orion, Mama Bunga, Papa Arya, dan Reyhan menoleh ke arah mereka berdua.


"Sirin ! kamu sakit ?" tanya Orion, melihat wajah Sirin yang memutih.


"Gak tau bang Orion, tiba tiba saja Sirin merasa kedinginan" jawab Sirin.


Queen yang duduk di dekatnya pun, menyentuh kening Sirin.


"Gak hangat !"


"mungkin aku sedikit masuk angin !" balas Sirin, mencoba menetralkan raut wajahnya yang sempat memucat karna waswas.


Queen mengangguk anggukkan kepalanya, mungkin benar seperti itu, pikirnya.


"Ma ! sudah berapa bulan kandungan Mama ?" tanya ulang Orion penasaran. Jangan sampai emak dan istrinya sama sama partus nantinya. Gak lucu, masa dia sama bapakenya sama sama nemanin istri masing masing di ruang bersalin.


"Empat minggu !" jawab Mama Bunga


Orion bernapas lemah mendengar jawaban sang Mama. Berarti pas Orion melakukan malam pertama bersama Queen di salah satu kamar hotel selesai resepsi. Sepertinya Bapake sama mamakenya, bernostalgia menjadi pengantin baru di kamar lain.


Sebel sebel sebel !, batin Orion. Si burung gagak milik Mamanya tidak mau ketinggalan denga anaknya. Dasar Papa genit !, maki Orion dalam hati, matanya melirik tajam ke arah Papa Arya yang duduk santai sambil mengotak atik HPnya. Dia sendiri juga tidak sadar, kalau dirinya juga genit, sama dengan Bapakenya.


"Kalau Papa gak genit, mana mungkin kamu dan adik adikmu tercipta ke Dunia ini" ucap Papa Arya, tanpa melihat ke arah Orion. Ah ! ternyata Papa Arya masih bisa melihat Orion yang melirik tajam dirinya, meski netranya terlihat pokus ke layar handphonnya. Meski Orion tidak berbicara apa apa, ternyata Papa Arya bisa menebak isi pikiran anaknya itu, yang sering mengatainya genit setiap ratu sejagat hamil lagi dan lagi.


"Orion gak bilang apa apa juga !" dengus Orion.


Takk !!


"Aw !" ringis Orion karna Papa Arya menyentil keningnya.


"Hahahaha.....!!!" tawa Queen dan Sirin, melihat Orion mendapat sentilan maut dari guru galak yang sudah tidak muda lagi itu. Yang sampai sekarang masih suka menyentil kening murid muridnya yang bandel.


Arsen ! kamu dengar tidak, gurauan kami ?. Bagunlah !, Batin Sirin, setelah menghentikan tawanya, melihat Arsen yang tidak terusik sama sekali dengan suara suara mereka, Sirin kembali bersedih.


"Emang Orion masih murid Papa, keningnya di sentil sentil !" gerutu Orion.


"Kamu bisanya mengejek Papa genit. Kamu sendiri tidak sadar kalau kamu juga genit" gemas Papa Arya.


"Itu karna ketularan dari Papa juga" bela Orion santai..


Ya ampun ! ini anak tengil banget sih !, gemas Papa Arya dalam hati. Kenapa anak anaknya gak ada meniru sifatnya ?, tapi untungnya paras tampan dan otak encernya menurun ke anak anaknya.


Papa Arya menghela napasnya, Tuhan itu memang maha adil, batinnya.


"Pah ! Ma !, Reyhan juga pengen kawin" ucap Reyhan tiba tiba. Sontak semuanya mengalihkan pandangan ke arahnya, yang memakan makanan di piringnya dengan lahap.


"Nikah dulu Reyhan sayang !, jangan asal pengen kawin aja kaya kucing" gemas Mama Bunga.


"Emang kawin sama nikah itu beda ya Ma ?" tanya Reyhan, nyegir sambil menggaruk leher belakangnya.


????????


Kepala Mama Bunga mendadak di keliligi banyak tanda tanya.


"Aaryan sayang !" panggil Mama Bunga kepada suaminya. Bermaksud meminta bantuan, karna Mama Bunga tidak bisa menjelaskannya.


"Hmm !" balas Papa Arya.


"Makanya Ma !, waktu sekolah, jangan bolos mulu kerjanya" ejek Orion. Tentulah dia tau seperti apa Mama kanduangnya itu waktu masih remaja. Selain mendengar cerita dari sahabat sahabat Mamanya, Orion juga menemukan bukti absensi tahun ajaran dua puluhan tahun yang silam, di data data murid yang masih tersimpan rapi di file komputer sekolah.


"Mama dulu murid paling teladan dan berprestasi di sekolah" sela Mama Bunga.


"Berperstasi lompat pagar dan majat pohon.. iya !" cibir Papa Arya tiba tiba. Tersenyum mengingat tingkah murid kesayangannya itu, tapi anehnya kok bisa bisanya dia naksir dan jatuh cinta.


"Itu 'kan prestasi juga !" bangga ratu sejagat.


"Trus tadi perbedaan menikah dan kawin apa Ma ?" tanya ulang Reyhan.


"Nikah itu, proses menyatukan manusia berbeda jenis kelamin, dalam ikatan hubungan pernikahan supaya boleh kawin. Dan kalau kawin, melakukan proses urusan pribadi, untuk menghasilkan penerus bangsa" jelas Orion.


"Oh ! begitu yah ?" balas Reyhan." Ma ! Pa ! boleh ya Reyhan kawin muda ?, Eh ! nikah maksudnya" tanya Rayhan lagi.


"Nikah muda gimana maksud bang Reyhan ?. Badan udah sebesar butok ijo, umur juga sudah tua" ejek Queen.


"Ma..! Kakak ipar katain Reyhan butok ijo !" adu Reyhan kepada ratu sejagat.


"Idih ! sok manja !" cibir Queen.


"Kamu mau nikah sama siapa ?, Sirin gak suka sama kamu" Papa Arya yang bertanya.


"Sama pacar Reyhan dong Papa !" jawabnya lemah gemulai, kaya banci kaleng.


"Kapan rencanamu ?" tanya Papa Arya, dia akan selalu mendukung anak anaknya selagi itu hal yang baik.


"Tiga Bulan lagi, nunggu Diana lulus dan menerima Ijazah" jawab Reyhan.


"Yakin Dianan mau menikah muda ?" tanya Orion.


"Aku yakin itu masih angan anganmu aja !" ejek Orion.


"Kalau Papa setuju setuju saja, dan bagaimana dengan orang tua Diana ?" tanya Papa Arya.


"Sepertinya orang tuanya belum tau. Reyhan kan harus membicarakannya dulu sama keluarga, setelah itu baru Reyhan menemui orang tuanya, mengutarakan niat Reyhan Pa !" jawab Reyhan. Papa Arya mengangguk anggukkan kepalanya, setuju dengan yang di katakan anaknya.


Tok tok tok !


"Assalamu alaikum !" ucap Dokter Aldo sambil mengetok pintu ruangan perawatan Arsen. Dan langsung melangkah masuk tanpa di persilahkan.


"Walaikum salam !" balas semuanya


Dokter Aldo melangkahkan kakinya ke arah brankar untuk mengecek kondisi Arsenio. Setelah selesai mengeceknya, Dokter Aldo menghela napasnya perlahan.


"Bagaimana keadaan Arsen Pah ?" tanya Sirin dengan tatapan sendu.


Yang lainnya juga mengarahkan pandangan mereka ke arah Dokter Aldo, menunggu penjelasannya.


"Masih belum ada kemajuan !" jawabnya dengan berat hati. Semuanya pun menghela napas lemah.


"Arsen ! kalau kamu gak mau bangun, kita putus !" lirih Sirin dengan mata berkaca kaca.


"Percayalah ! Arsen pasti sembuh !" Queen yang masih duduk di pinggir brankar mengusap bahu Sirin.


Melihat Mama bunga yang wajahnya bersedih, Papa Arya pun menariknya ke dalam pelukannya, mencium ujung kepalanya sambil tangannya mengusap usap punggungnya dari belakang.


.


.


Queen sudah rapi dengan seragam sekolahnya, ini hari pertama ia masuk sekolah lagi, setelah sekian lama meliburkan diri. Queen keluar dari dalam kamar menuruni anak tangga kelantai bawah, dengan menenteng tas ransel berwarna kuning favoritnya.


Sampai di ruang makan, Queen melihat sarapan sudah tertata di atas meja.


Bang Orion mana ?, batin Queen, melangkahkan kakinya ke arah dapur, karna tidak melihat suaminya, ternyata tidak ada, Queen pun memutar tubuhnya kembali ke meja makan.


"Bang Orion !!!" panggil Queen berteriak.


"Apa !!!"


"Dimana !!?"


"Taman belakang !!!"


Queen mencebikkan bibirnya, kemudian melangkahkan kakinya ke arah taman belakang. Di lihatnya Orion di sana latihan berjalan tanpa tongkat. Melihat itu, Queen tersenyum dan melangkahkan kakinya mendekati Orion.


Bu Uul yang mendengar kedua majikannya itu saling bersahut sahutan, hanya geleng geleng kepala.


"Sepertinya kaki bang Orion sudah banyak kemajuan" ucap Queen.


Orion mengangkat satu tangannya, mengacak acak ujung kepala Queen.


"Itu karna Queen rajin merawat kaki abang !, trimakasih ya !" balas Orion. Setiap malam Queen selalu rajin memijat kaki Orion, Merendamnya dengan air hangat yang di kasih rempah rempah. Dan membalurnya dengan minyak urut. Dan tidak lupa, Queen selalu mengingatkan Orion untuk meminum obatnya.


Queen menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. "Itu karna aku mencintai bang Orion" ucapnya.


"Tapi abang sudah lama tidak di kasih jatah !" berenggut Orion. Ngomongnya aja cinta, tapi pelit gak pernah kasih jatah si burung hantu, pikir Orion.


Queen malah tertawa cekikikan, melihat wajah Orion cemberut.


"Sudah sebulan lebih Queen !, tega amat nyiksa suami" sungut Orion.


"Ayo masuk !, Queen pengen sarapan di suapi bang Orion" ajak Queen melingkarkan tangannya di lengan Orion, menuntunnya berjalan, mengindahkan keluh kesah suaminya yang tak pernah dapat jatah lagi.


Orion menghela napas pasrah, sepasrah pasrahnya. Ia harus maklum dan bersabar, karna menurut penjelasan Dokter Ghissam yang tampan bin ganteng kaya banteng. Itu bawaan hormon kehamilan Queen, yang enggan untuk bercinta.


Nasib nasib ! segitunya mau jadi seorang Bapak, tersiksa banget hidupku. Sudah ngidam mual dan muntah setiap pagi, sering gak suka makan dan pilih pilih. Eh ! minta jatah pun tak di kasih. Pikir Orion..


Sampai di meja makan, mereka pun langsung duduk.


"Bang Orion gak makan ?" tanya Queen, menerima suapan dari Orion.


"Nanti setelah agak siangan baru abang makan" jawab Orion.


"Nanti bang Orion jangan lupa minum obat !" ucap Queen mengingatkan.


"Iya sayang !, kamu juga jangan lupa minum vitaminmu" balas Orion. Dan Queen menganggukkan kepalanya. Orion mengangkat satu tangannya mengacak acak ujung kepala Queen.


Setelah makanan di piring Queen habis, Orion pun memberikan Queen segelas susu khusus ibu hamil dengan rasa strawbery.


"Habisin sayang !" ucap Orion, mengusap kepala Queen yang lagi meneguk susunya.


"Ahh ! kenyang !" desah Queen setelah menghabiskan susu di gelasnya. setelah meletakkan gelasnya di atas meja, Queen pun mengusap usap perutnya yang mulai membuncit.


"Enak ?" tanya Orion, Queen menganggukkan kepalanya.


"Hai kakak ipar kecil ! sudah siapkah sarapannya ?." sapa Reyhan tiba tiba datang.


"Gak usah ngagetin napa bang Reyhan ?" kesal Queen. karna jantungnya hampir mau copot.


"perasaan tadi aku sudah manggil manggil, gak ada yang nyahut !" bohong Reyhan, melihat tatapan tajam Orion sudah seperti pisau belati menghunus menembus jantungnya.


Orion sudah mengingatkannya dan menjelaskan kepadanya, supaya jangan membuat kaget Queen, karna bisa berpengaruh kepada kandungannya. Dan semenjak Queen hamil, Queen sangat mudah kaget, dan jantungan. Tapi malah Reyhan suka sekali mengagetin orang.


"Maaf deh ! dede Reyhan gak ngulangin lagi" ucapnya gemulai.


"Ingat ! nanti bawa mobilnya jangan ngebut, dan jangan melakukan rem mendadak" Orion mengingatkan Reyhan lagi.


"Iya bang !" patuh Orion, sedikit membungkukkan kepalanya.


"Sayang ! ayo berangkat" suruh Orion kepada Queen.


"Iya bang !" balas Queen, berdiri dari kursinya, kemudian menyalam tangan Orion dan mengecupnya.


"Hati hati ya nanti di sekolah, ingat jaga bayi kita !"ucap Orion kemudian mengecup kening Queen, dan berpindah mencium perut Queen yang masih terlihat langsing.


Didi sayang !, gak sabar nunggu kamu lulus, babang Rey sudah sangat ingin ayang ayangan sama kamu !, ucap Reyhan dalam hati, melihat ke uwuan sepasang kekasih di depan matanya. Otaknya sudah berkelana kemana mana, membayang kan Diana menjadi istrinya, yangakan mengurus dapur kasur dan sumur mereka nantinya.


"Okeh !" balas Queen tersenyum. Tentu ia akan menjaganya, karna sudah pasti ia menyayangi buah hati mereka yang masih berada di dalam perut. Meski awalnya Queen belum siap hamil, tapi ya sudah lah !, rezeki tidak baik di tolak.


Queen dan Reyhan pun meninggalkan Orion di meja makan. Orion tidak mengantar Queen ke depan rumah, karna itu akan memperlambat Queen berangkat ke sekolah.


.


.