Brother, I Love You

Brother, I Love You
204. Bukan gosip



"Mom ! Dad ! Paman darren pacaran sama mama mama !" ucap Syauqi kepada Queen dan Orion, kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Dari mana Syauqi tau ?" Orion mengerutkan keningnya ke arah Syauqi yang duduk di sampingnya.


"Kemarin Paman Darren membawa kami ke kantornya Paman Reyhan. Pacarnya bekerja di sana. Paman Darren menyuruh kami membujuk pacarnya itu supaya mau sama Paman. Dan putri dari pacarnya itu juga sudah menjadi teman kami. Paman Darren mindahinnya ke sekolah HARAPAN. Tanya aja Tanter Sabin dama tante Nora kalau gak percaya" cerita Syauqi.


"Nama pacar Paman Darren, Tante Jean. Nama putrinya Khanza" tambah Syauqi lagi.


"Queen ! perasaan abang gak pintar ngegosip deh !. Kanapa anak kita pintar ngegosip ya ?" heran Orion. Melihat anak sulungnya itu sangat pintar bercerita seperti orang dewasa, cara berceritanya pun sangat detail.


"Bukan gosip Dad ! itu benaran !" sela Syauqi.


"Sepertinya itu keturunan nenek gesrek !" jawab Queen tersenyum.


Apa Darren sudah menemukan janda incarannya itu ya ?. Atau dia menemukan janda baru lagi. Batin Orion


"Selamat pagi Momy ! Daddy !" sapa Boy baru sampai di ruang makan.


"Selamat pagi juga sayang !" balas Queen, mengusap kepala bocah yang sudah kelas 3 SMP itu.


"Dad ! Paman Jhon terus meminta Boy untuk pindah ke luar Negri. Dia meminta Boy untuk belajar mengurus perusahaan warisan mendiang Momy Jeslin !" ucap Boy mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang berada di samping Syauqi.


Boy sudah tau kalau dia bukan anak kandung dari Momy Queen. Dan dia adalah anak hasil dadi sebuah kesalahan yang tak disengaja oleh Daddynya dan wanita bernama Jeslin.


Orion menghela napasnya," jangan mau ! Daddy kawatir nanti kamu di sana terpengaruh pergaulan bebas. Biarkan saja itu warisan, kamu tidak kekurangan duit dari Daddy 'kan ?" balas Orion.


"Tapi Daddy bilang dong sama paman Jhon !. Kalua Daddy gak mengijinkannya !" ucap Boy lagi.


"Daddy sudah bilang !, sekarang tergantung kamu !. Kamu bisa menolaknya"balas Orion lagi.


"Tapi Boy boleh 'kan berkunjung ke sana Dad ?. Boy ingin menjiarahi makam Momy Jeslin !" tanya Boy memandang Orion dengan tatapan memohon.


"Kamu masih terlalu kecil untuk pergi kesana sendirian. Dan Daddy belum bisa menemanimu" jawab Orion.


"Momy ! bantu Boy membujuk Daddy !" mohon Boy kepada Queen.


"Syauqi juga pengen ikut ke sana" ujar Syauqi.


"Ayana juga !" sambung anak ke tiga keluarga itu.


"Momy juga !" Queen ikut ikutan.


Orion memicingkan matanya kepada istri dan anak anaknya. Kalau sudah seperti itu, Orion yakin, di antara anak anak dan istrinya sudah terjalin kerja sama.


"Tahun ini ! tidak ada yang boleh pergi kemana mana !." Orion berdiri dari kursinya, setelah mengecup ujung kepala Queen, Orion langsung meninggalkan ruang makan itu, berjalan ke arah pintu depan.


"Kita gagal lagi membujuk Daddy, gimana dong Momy ?" tanya Ayana menoleh ke arah Queen yang duduk di sampingnya.


"Kita undur aja liburannya ya !. Mungkin karna Momy lagi hamil, Daddy gak mau !" jawab Queen.


"Padahal sekalang lagi musim salju !" Ayana memangku dagunya dengan kedua tangannya sambil mengerucut bibirnya.


"Hm ! ketahuan 'kan ! kalau kalian lagi kerja sama !" gemas Orion menjewer telinga Queen, Boy, Syauqi, dan putrinya Ayana bergantian.


"Habis Daddy sibuk kelja telus !, ****** di lumah !, ****** ngajak Ayana belmain dan jalan jalan !" oceh Ayana menatap Orion dengan menyipitkan matanya dan bibir cemberut.


Orion pun menghela napasnya, lalu mendekati putrinya. Orion mengangkat putrinya yang berusia lima Tahun itu ke gendongannya.


"Emang putri Daddy pengen jalan kemana ?" tanya Orion lembut, lalu mengecup pipinya.


"Ke kebun binatang ! kata teman Ayana di sana ada orang utan, ada halimau, ada buaya, ada kela, ada ulal, ada banyak lagi" jawab Ayana, dengan memain mainkan tangannya seperti menari.


"Ya udah ! nanti hari minggu kita kesana. Sekarang Daddy harus kerja dulu, biar ada duitnya beli tiket masuk"ujar Orion.


"Daddy pasti bohong lagi !."Ayana semakin mengerucutkan bibirnya.


"Kali ini Daddy gak bohong lagi, janji !" Orion menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Ayana.


"Kalau Daddy bohong lagi, gimana ?" Ayana tidak percara, ia pun menajamkan pandangannya ke wajah Orion.


"Ayana boleh hukum Daddy deh !" jawab Orion tersenyum melihat wajah imut putrinya itu, sangat lucu, mirip seperti Queen waktu kecil.


"Kalau Daddy bohong lagi, Daddy tidul di lual selama sepuluh hali" ucap Ayana menunjukkan sepuluh jarinya kepada Orion.


"Bagaimana kalau Daddy gak bohong ?. Ayana mau kasih Daddy apa ?" tanya Orion.


"Ayana akan cium Daddy sepuluh kali !" jawab Ayana.


"Okeh ! sekarang biar Daddy yang cium Ayana sepuluh kali" balas Orion, kemudian menciumi seluruh wajah putrinya itu, sampai membuat Ayana kecil tertawa tawa.


"Daddy ! Momy !, Boy berangkat sekolah dulu !" pamit Boy, setelah menyalam tangan Orion dan Queen bergantian lalu pergi.


"Abang mau naik angkot !" balas Boy.


"Syauqi ikut !" Syauqi pun langsung berlari cepat mengejar Boy.


Queen dan Orion sama sama menghela napas. Heran dengan kedua anak laki laki mereka yang hoby naik angkutan umum itu. Padahal mereka disediakan mobil dan supir untuk mengantar jemput mereka kemana mana. Namun kedua anak itu membiarkan supir pribadi mereka makan gaji buta.


"Putri Daddy ini kapan mau sekolah ?" tanya Orion kepada Ayana. Karna putrinya itu belum mau sekolah padahal usianya sudah lima Tahun.


"Ayana masih kecil Dad !" jawab Ayana.


"Kecil gimana ?, ini sudah besar, sudah berat" tanya Orion lagi.


Ayana menggeleng gelengkan kepalanya, ia tidak mau sekolah.


"Nanti Ayana gak bisa membaca gak bisa berhitung, gak bisa nulis"ucap Orion lagi.


"Bisa !" jawab Ayana


"Gimana caranya ?" tanya Orion.


"Kakek Alya yang ngajalin Ayana !" jawab Ayana.


"Tapi kan Ayana harus sekolah juga sayang !. Di sekolah banyak teman lo !" bujuk Orion.


"Ayana gak mau sekolah !" kekeh Ayana, wajahnya berubah muram.


"Ya udah !" Orion mengusap kapala putri kecilnya itu.


"Perasaan dulu Queen rajin belajar 'kan Bang ?. Kenapa putri kita gak mau sekolah ya ?. Belajar pun gak mau !" tanya Queen setelah menghabiskan sarapannya.


"Abang juga gak tau, ini keturunan siapa ?. Sepertinya kita salah cetak otaknya deh !" jawab Orion konyol.


"Bang Orion ! nanti beliin Queen makanan ya !. Dede bayi nya lagi pengen makan cilok" ucap Queen, sambil tangannya mengusap usap perutnya yang sedikit menonjol.


Orion pun mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di samping Queen, dan membiarkan Ayana di gendongannya. Kemudian Orion mengusap lembut anaknya yang masih berada di dalam perut istrinya itu." Anak Daddy pengen makan cilok ya ?" tanya nya lembut.


"Iya Daddy !" jawab Queen menirukan suara anak kecil.


Orion pun mencium pipi Queen dari samping." Trimakasih !" ucap Orion.


"Untuk apa ?" tanya Queen.


"Sudah mencintai abang sejauh ini dan hadiah hadiah yang paling berharga yang kamu berikan sama abang !" jawab Orion.


"Hadiah ?" bingung Queen


"Anak anak kita sayang !" jelas Orion.


Queen pun mengulas senyumnya," mereka buah cinta kita bang Orion !" ucap Queen.


"Love You !" ucap Orion lembut.


"Love you too !" balas Queen tersenyum.


"Ehem !"


Sontak Queen dan Orion menoleh ke arah sumber suara itu.


"Kaya pengantin baru aja !"


"Kakek !" seru Ayana minta turun dari gendongan Orion.


"Papa !" ucap Orion dan Queen bersamaan.


Papa Arya pun melangkahkan kakinya mendekati Orion dan mengambil Ayana dari gendongannya.


"Ada apa Pa ?" tanya Orion.


"Darren sudah ketemu dengan janda pujaan hatinya itu !" jawab Papa Arya." Sepertinya Papa harus memindahkan wanita itu ke perusahaanmu !" ucap Papa Arya lagi.


"Kenapa Pah ?" Orion mengerutkan keningnya ke arah sang Papa yang sudah nampak tua, dan kepalanya hampir di penuhi uban.


"Papa gak setuju jika Darren harus menikahi wanita itu. Dan bahkan sekarang Darren sudah mengangkat putri dari wanita itu menjadi anak angkatnya" jawab Papa Arya.


.


.


"