
Queen menuruni anak tangga rumah mertuanya, dengan wajah cemberut dan terlihat bengkak dan sembab. Karna Orion tetap kekeh ingin pergi keluar Negri, ya ! meski hanya sebentar, Queen tidak mengijinkan.
"Kakak ipar kecil, ada apa dengan wajahmu?" tanya Reyhan, saat mereka berpapasan di bawah tangga.
Queen yang di tanya malah menekuk bibirnya ke bawah, dan bergetar dengan mata berkaca kaca.
"Kalau di suruh memilih !, bang Reyhan memilih di cintai apa mencintai ?" lirih Queen.
Reyhan menaikkan kedua alisnya mendengar pertanyaan Queen yang ambigu. Melihat wajah Queen yang sembab, Reyhan yakin, pasangan suami istri muda itu baru bertengkar.
"Kalau dari sudut pandangku sebagai laki laki, tentunya mencintai dulu, setelah itu..baru di cintai" jawab Reyhan.
Queen mengangguk anggukkan kepalanya, membuat Reyhan bingung melihatnya.
"Apa bang Orion belum mencintaimu ?"tanya Reyhan lagi, Seketika membuat tangis Queen pecah.
"Hei kakak ipar ! kau kenapa ?" bingung Reyhan.
"Bang Orion tidak benar benar mencintai Queen. Dia ingin pergi lagi ke luar Negri" adu Queen kepada adik ipar yang selalu di panggilnya abang itu.
"Queen kamu kenapa menangis sayang ?. Siapa yang menjahatimu ?" tanya Mama Bunga, baru keluar dari kamar bersama Papa Arya.
"Bang Orion Ma !" jawab Queen.
"Kamu di apainnya sayang ?, bilang sama Mama" gemas Mama Bunga." Anak itu ternyata gak berobah dari dulu, suka sekali menggoda Queen sampai menangis."
"Bang Orion ingin ninggalin Queen lagi Ma ! Pa !. Bang Orion ingin pergi lagi ke luar Negri" jawab Queen.
Mama Bunga mengalihkan tatapannya ke arah Papa Arya. Meminta penjelasan, apakah suaminya itu tau kalau Orion akan pergi ke luar Negri?.
"Papa gak tau sayang !, Orion tidak ada mengatakan apa apa" jawab papa Arya, mengerti dengan maksud tatapan istri tercintanya itu.
Kemudian Mama Bunga beralih menatap Reyhan.
"Reyhan juga gak tau Ma !" jawab Reyhan, padahal Mama bunga hanya menatapnya saja.
Orion yang menuruni anak tangga, menghentikan langkahnya sebentar melihat kedua orang tuanya, Queen dan Reyhan berkumpul di bawah tangga.
"Ada apa ?" tanya Orion, setelah sampai di bawah tangga. Di lihatnya Queen menangis lagi. Dan Orion pun langsung menarik Queen ke dalam pelukannya. mengusap usap punggung Queen dan mencium ujung kepalanya.
"Kamu mau ke luar Negri lagi Orion ?, untuk apa ?" tanya Papa Arya dengan kening mengerut.
Orion menghela napasnya, lalu menjawab pertanyaan Papa Arya."Orion ingin menjual apartemen dan asetku yang lain di sana Pa !. Dan ingin menarik sahamku dari perusahaan yang kupinpin kemarin. Orion butuh uang banyak untuk pembangunan kampus Pa."
"Kamu sendiri ?" tanya Mama Bunga kawatir. Anaknya itu baru mulai sembuh, sudah mau main pergi pergi aja. Gimana jika ada yang menjahatinya lagi di luar sana, tidak ada yang memgetahuinya?.
"Aku akan membawa Elang Ma !" jawab Orion.
Queen melepas pelukan Orion dari tubuhnya, dan langsung melongos pergi ke arah ruang makan. Ia tak suka mendengar Orion yang akan meninggalkannya.
"Kenapa kamu gak membawa Queen juga ?, sekalian kalian liburan" tanya Papa Arya, sambil melangkahkan kakinya ke arah ruang makan, di ikuti Mama Bunga, Orion dan Reyhan.
"Maunya juga seperti itu Pah !, tapi pas aku pergi, Queen pas lagi ujian" jawab Orion.
"Oh iya ! Papa lupa" balas Papa Arya." Kenapa gak di tunda saja dulu berangkatnya ?, menunggu Queen selesai ujian" tanya Papa Arya lagi.
"Sebenarnya apartemenku itu sudah ada pembelinya Pa!. Sekarang aku ke sana untuk mengurusnya. Dan sekalian untuk penarikan sahamku yang ada di sana" jelas Orion lagi.
"Kenapa harus ditarik ?, kalau kamu kekurangan dana. Kamu bisa memakai duit Mama." ucap ratu sejagat, keluar sombongnya.
"Orion juga ingin membuka usaha lain Ma !" jawab Orion." Nanti Mama bisa miskin mendadak kalau Orion memakai uang Mama" ucapnya lagi.
"Aryan sayang ! anakmu itu sombong sekali, masa dia menolak bantuanku ! adu Mama Bunga kepada suaminya.
Papa Arya menarik satu kursi meja makan, kemudian membantu istrinya duduk.
"Biarkan saja sayang, itu artinya anak kita sudah besar dan dewasa"balas Papa Arya. Kemudian menarik kursi yang di samping Mama Bunga, dan langsung duduk.
"Aku rajin menabung dari dulu, untuk mereka. Malah sekarang mereka menolak bantuanku" Mama Bunga cemberut, karna tabungannya semenjak bayi itu, sudah tidak tau berapa banyak jumlahnya. Suami dan anak anaknya sering kali menolak bantuannya.
Papa Arya mengangkat satu tagannya, mengusap kepala Mama Bunga dari belakang. "Kalau mereka menolaknya, nanti kamu berikan saja kepada cucu cucu kita sayang!."
"Diamana yang lainnya ?" tanya Papa Arya, melihat hanya menantu tertuanya itu yang ada di ruangan makan." Reyhan ! panggilkan adik adikmu !" suruh Papa Arya, kepada anak keduanya.
"Iya Pah !" patuh Reyhan, mengurungkan niatnya untuk duduk. Dan langsung berbalik badan menuju kamar para adik adiknya.
Orion, ia mendudukkan tubuhnya di samping Queen, sambil tangannya mengusap kepala Queen dari belakang. Yang langsung di tepis Queen dengan kasar.
"Pah ! dulu Mama sering merajuk gak ?" tanya Orion kepada Papa Arya.
Sontak saja Papa Arya mengembangkan senyumnya, menginagat sifat dan tingkah laku istrinya dulu.
"Kenapa istriku suka merajuk ya Pa ?" tanya Orion lagi, melihat Queen melalui sudut matanya.
"Mana Papa tau!" jawab Papa Arya.
"Orion ! gak usah terus menggoda Queen. Suka sekali bikin anak orang nangis" tegur Mama Bunga, melihat bibir Queen yang sudah maju lima senti.
"Selamat malam Ma ! selamat malam Pa !" sapa Darren dan Bilal bergantian, langsung mendudukkan tubuh mereka di kursi yang biasa mereka duduki.
"Selamat malam juga anak anak Mama yang ganteng genteng !" balas Mama Bunga lebay.
Senangnya hati Mama Bunga, meski cantiknya pas pasan, tapi berkat memdapat suami yang tampan kebangetan. Ia di anugrahi anak anak yang tampan bin ganteng.
"Selamat malam Ma ! Pa !" sapa Arsenio yang baru datang.
"Selamat malam juga sayang !. Istrimu mana ?" tanya Mama Bunga, melihat hanya Arsenio yang datang ke ruang makan.
"Katanya gak ingin makan nasi Ma !" jawab Arsenio, mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi kosong.
"Trus kamu biarkan istrimu gak makan apa apa ?" omel Mama Bunga menatap tajam ke arah Arsenio.
Arsenio mencebikkan bibirnya," nggak Mamaku sayang !. Katanya juga belum ingin makan, dan belum tau mau ingin makan apa. Dan mumpung Sirin lagi mikir, mending Arsen makan dulu Ma !" kesal Arsenio, Su'uzhon aja Mamanya itu.
"Mama Kira kamu mau membiarkan istrimu tidak makan" ucap Mama Bunga lagi.
"Elang Mana Reyhan ?" tanya Mama Bunga lagi, melihat anak anaknya belum lengkap batang hidungnya.
"Masih zhikir Ma !" jawab Reyhan
"Aaryan ! perasaan azhan Isya berlalu sudah satu jam. Panjang amat zhikir anak kita yang satu itu?" tanya Mama Bunga kepada suaminya.
"Sepertinya Elang lagi shalat minta jodoh Ma !" Reyhan yang menjawab.
"Bukan zhikirnya panjang Ma !, tapi bang Elang itu suka ngulur ngulur waktu kalau mau shalat" celetuk Darren, Yang tau kebiasaan abang ke tiganya itu.
"Gimana nih ?, sudah boleh makan gak nih, Arsen sudah lapar banget" tanya Arsenio. Tak sabaran ingin masuk kamar, untuk ayang ayangan dengan istri tercinta.
"Bilang aja mau buru buru MP!" cibir Reyhan.
"Tuh tau !" balas Arsenio tanpa ada rasa gerogi sedikit pun.
"MP itu apa Bang ?" tanya Bilal polos.
"Itu urusan orang dewasa, burung cicit gak boleh tau" jawab Arsenio.
"Cih ! yang merasa dewasa, pantasan kebelet" cibir Reyhan." umur masih kecil juga" tambahnya.
"Reyhan ! gak boleh bicara seperti itu !" tegur Papa Arya. Meski Arsenio telah melakukan kesalahan besar. Tapi yang namanya membicarakan hal hal yang buruk itu tetap tidak bagus, apa lagi sampai mencibir saudara sendiri.
"Maaf Pah !" ucap Reyhan.
"Bilang aja bang Reyhan tidak terima, karna Sirin menyukaiku, bukan bang Reyhan." ucap Arsenio, memanasi abangnya.
"Arsenio !" tegur Papa Arya. Tak ingin di antara anak anaknya ada permusuhan.
"Aku sudah move on sejak jaman dahulu kala" dengus Reyhan. Dasar adik tidak berahlak, abang sendiri di tikung. Batin Reyhan.
"Baguslah !" Cetus Arsenio.
"Arsenio ! nanti setelah Sirin selesai makan. Temui Papa di kamar Papa sama Mama" ucap Papa Arya kepada anak ke empatnya yang baru menikah tadi pagi.
"Iya Pah !" patuh Arsenio.
Setelah Elang anak ke tiga Mama Bunga dan Papa Arya yang mendadak relugius itu tiba di meja makan. Mereka pun memulai makan malam mereka. Menyantap makanan di piring masing masing dengan hikmat.
"Ayo makan sayang ! jangan cemberut terus" ucap Orion, melihat Queen hanya mengaduk aduk makanannya. Kemudian mengambil sendok dari tangan Queen, dan langsung menyuapinya, namun di tolak sama Queen..
"Queen gak mau bang Orion pergi !" lirih Queen, air matanya mengalir kembali.
"Nanti kita bahas lagi ya !, sekarang Queen makan dulu, anak kita juga pasti sudah lapar." Orion merapatkan kursinya kepada Queen, kemudian memeluk Queen dari samping, mengusap usap punggung Queen dan mengecup ujung kepalanya.
Melihat itu, Papa Arya dan Mama Bunga menghela napas mereka. Mereka kasihan melihat Queen. Dan Orion, jika tidak penting, tidak mungkin pergi meninggalkan Queen.
"Abang suapi ya !" bujuk Orion, Queen menggelengkan kepalanya. Orion pun menghela napasnya.
.
.