
"Sayang ! cari rujak yuk !" ajak Orion tiba tiba. Orion membayangkan makan rujak bisa meredakan kepalanya yang pusing.
"Sepertinya bang Orion lagi masuk angin, gak bagus makan rujak, nanti bisa sakit perut" tolak Queen.
"Abang sangat pengen Queen !" manja Orion.
"Ih ! bang Orion manja banget sama Queen" celatuk Sirin. Melihat sikap Orion yang tak biasanya.
"Iya ! bang Orion kenapa, dari rumah tadi marah marah, sekarang berubah manja" sambung Queen.
"Bang Orion kenapa ?" tanya Reyhan, melihat Kepala Orion di pijat Queen, dan bersandar di dada Queen. Datang bersama Ghissam, Arsenio, Diana dan Kania, dan ada juga Calixto dan Nimas.
"kepalanya pusing !" jawab Queen.
Orion mengangkat kepalanya dari dada Queen, menolehkan kepalanya ke arah Reyhan." Rey ! cari rujak yuk !" ajaknya kepada adik pertamanya.
Reyhan mengernyitkan keningnya." Semenjak kapan bang Orion suka rujak ?" tanya Reyhan.
"Abang tiba tiba aja pengen !" jawab Orion.
"Ayok !" celetuk Ghissam tiba tiba." Lagian kita terlalu cepat buat pulang. Kita nongkrong dulu, jarang kita punya waktu bersama seperti ini sekarang" ucapnya lagi.
"Aku gak ikut, aku sudah janji sama teman temanku !" ujar Arsenio.
Mendengar itu, Sirin mengerucutkan bibirnya. Masa iya ! dia gak ikut nongkrong ?. Sering sekali Arsenio lebih memilih pergi sama teman temannya, dari pada bergabung sama mereka mereka sesama anak anak sahabat orang tua mereka.
"Aku gimana ?" tanya Sirin.
"Kamu pulang sama bang Ghissam aja !. Aku pergi dulu !, besok aku akan mengajakmu jalan jalan. Mmmuahhh !"jawab Arsenio sekalian mencium pipi Sirin.
Bukh !
"Aw !" keluh Arsenio, karna Ghissam meninju lengannya.
"Gak ada sopannya tuh bibir, main nyosor aja di depan orang !" geram Ghissam.
Arsen mencebikkan bibirnya." makanya pacaran !"ucapnya bernada mengejek. Ia tau selama ini Ghissam belum pernah pacaran sama sekali. Arsenio pun melangkahkan kakinya pergi ke arah mobilnya, tanpa peduli Sirin yang cemberut dan bersedih.
"Pacarmu Cal ?" tanya Reyhan kepada Calixto, melihat calixto bersama cewek.
"Iya bang !, kenalkan namanya Nimas !" jawab Calixto memperkenalkan cewek di sampingnya.
"Hei ! aku bukan pacarmu !" sela cewek berkacamata di sampingnya itu, suaranya terdengar lembut. Mereka tidak pacaran, Calixto hanya memintanya untuk menemaninya ke pesta.
"Untuk sekarang anggap kita pacaran!" balas Calixto tersenyum manis.
"Mana bisa seperti itu ?"ucap cewek itu.
"Bisa dong !" balas Calixto.
"Kapan kita perginya ?" kesal Orion, ia sudah sangat ingin makan rujak, namun belum juga ada yang beranjak.
"Ya udah ! ayok !" Ghissam yang berdiri dari tadi, melangkahkan kakinya sembari menarik tangan Kaila berjalan ke arah parkiran mobil mereka. Yang langsung di ikuti yang lainnya. Mereka pun masuk ke dalam mobil masing masing.
.
.
Ketiga mobil yang beriringan itu, sama sama berhenti di depat gerobak penjual rujak. Para penumpangnya pun keluar satu persatu dari dalamnya. Berjalan ke arah kursi yang di sediakan penjual rujak tersebut, dan mendudukkan tubuh mereka di sana. Dan penjual rujak itu pun langsung menghampiri mereka, dan bertanya.
"Mau pesan berapa ?"
Mereka pun saling menoleh satu sama lain, mungkin ada yang tak ingin makan rujak.
"Apa hanya ada rujak aja Pak ?" tanya Queen, ia tak ingin makan rujak.
"Ada ketoprak juga dek !" jawab si Bapak penjual itu.
"Ketoprak satu, rujak satun, jangan pedas" ucap Queen.
"Yang lainnya pesan apa ?" tannya si Bapak penjual itu lagi.
"Rujak aja semua Pak !" Reyhan yang menjawab.
"Minumnya apa ?"
"Air mineral semua" jawab Reyhan lagi.
"Di tunggu ya !" ucap si Bapak tukang jual itu, kemudian membalik badannya ke berjalan ke arah grobaknya.
"Untuk saya,buahnya pakai kedongdong semua Pak !" Seru Orion tiba tiba.
Si Bapak penjual rujak itu pun membalik tubuhnya, kemudian menganggukkan kepalanya.
"Bang Orion kaya orang ngidam aja !" celetuk Sirin yang duduk di samping Ghissam abangnya. Sontak saja semuanya mengarahkan pandangan ke arah Queen dan Orion.
"Iya ! bang Orion kaya orang ngidam, masa bang Orion yang buntik" sambung Queen.
"Masa iya ! abang bisa bunting Queen ?" sela Orion." Kamu dong sayang !" ucapnya lagi tersenyum, matanya nampak berbinar. Nampak dari matanya kalau ia sudah sangat menginginkan keturunan. Hanya saja karna Queen belum siap, ia harus bersabar.
Queen mendekatkan bibirnya ke telinga Orion, lalu berbisik." Bang Orion pakai balon trus 'kan ! setiap kita bercinta ?."
Queen belum siap hamil, karna belum lulus sekolah. Queen kawatir nanti gak pokus menghadapi ujian kelulusan. Dan juga harus mempersiapkan diri masuk ke sekolah perguruan tinggi. Setelah semua beres baru Queen siap untuk mengandung buah hati mereka.
Orion menganggukkan kepalanya lemah. Kapan dia bisa merasakan bisa bercinta tanpa menggunakan balon. Menurut Orion, sungguh itu kurang nikmatnya.
Queen mengusap kepala Orion yang sudah bersandar di lengannya. Mengerti dengan perubahan raut wajah Orion yang berubah tak bersemangat.
"Sebulan lagi bang Orion tak perlu memakai balon lagi. Sabar abang Orionku sayang !" bisik Queen lagi di dekat telinga Orion, sembari tersenyum.
"Ehem !"
Sontak Queen menolehkan pandangannya ke arah Reyhan yang duduk tepat di samping Orion.
"Ada apa bang Reyhan ?" tanya Queen.
Reyhan mendekatkan kepalanya kepada Queen, berada tepat di atas kepala Orion.
"Balon apa yang kalian maksud ?" ucapnya, memonyongkan bibirnya di akhir kalimat, sok imut.
"Adik ipar gak usah kepo urusan orang dewasa" balas Queen.
"Aku tau..!" ucap Reyhan sumiringah.
"Apa ?" tanya Queen, seperti menantang
"Ko..
Bukh !
"Aw !" keluh Reyhan tiba tiba, memegangi perutnya, yang mendapat bogeman dari abangnya Orion.
"Kebiasaan tuh mulut gak ada sopannya" gemas Orion, melihat adiknya yang sering sekali mulutnya tak ada saringan. Yang benar saja adiknya itu, membahas urusan ranjangnya bersama istrinya, di atas kepalanya pula.
Reyhan mengerucutkan bibirnya cemberut." Reyhan aduin nanti sama Mama, sama Papa !" ucapnya, sok manja seperti anak kecil.
Orion memutar bola matanya jengah, adiknya itu sering sekali bersikap seperti anak mami, sudah besar juga. Dari kecil selalu seperti itu, suka ngadu sama orang tua mereka.
"Aduin aja !" balas Orion." Makanya gak usah kepo urusan ranjang rumah tangga orang" ucap Orion lagi.
Reyhan semakin mengerucutkan bibirnya." Makanya jangan membahas urusan ranjang di depan umum !" Reyhan membela diri.
"Alah ! kamu aja yang selalu ingin tau urusan orang" cibir Orion.
"Cayang Diana ! belain babang Reyhan dong !" manjanya kepada cewek barunya. Menyandarkan kepalanya di bahu Diana, kemudian memeluknya dari samping.
"Idih ! bang Reyhan sok marmut aja !" ejek Sirin.
"Cayang Diana..! masa babang Reyhan di bilang kaya marmut sama Sirin !" adu Reyhan kepada kekasih dadakannya.
"Iya ! marmut raksasa !" ucap Diana, malah ikut mengejek Reyhan.
"Kok gitu sih cayang...?"Reyhan semakin mengerucutkan bibirnya.
"Silahkan !" ucap penjual rujak itu, meletakkan pesanan mereka di atas meja.
Orion langsung saja menarik piring rujak kedongdongnya yang di beri kuah kacang. Tanpa basa basi Orion langsung melahapnya.
Dari kursi lain, Ghissam memperhatikan Orion yang makan dengan lahapnya. Apa iya Queen hamil, batinnya.
"Ada apa ?, kok lihatin bang Orion trus ?"tanya Kania, yang duduk di samping Ghissam. Meliat dari tadi Ghissam terus memperhatikan suami istri baru itu.
"Gak apa apa!" jawab Ghissam, kemudian menarik piring di depannya. Menusuk potongan buah yang bercampur kuah kacang, dan menyuapkannya ke mulut Kania.
"Aku gak percaya diri bergabung sama gengnya Queen !" ucap Nimas kepada Calixto.
"Kenapa ?" tanya Calixto.
"Mereka 'kan orang orang top di sekolah kita !, mereka cantik cantik dan keren keren, Sedangkan aku.." Nimas menggantung kalimatnya.
"Sedangkan kamu..manis !" gombal Calixto.
"Aku jelek !" lanjut Nimas, wajahnya nampak berbinar malu malu meong mendapat pujian dari Calixto, Cowok yang termasuk populer di SMA HARAPAN, karna ketampanannya, dan juga jago main basket.
.
.
Visual babang Reyhan, bertubuh besar dan kekar, wajahnya tampan mirip Papa Arya, dan manis mirip Mama Bunga.