Brother, I Love You

Brother, I Love You
73. Kecil kecil sudah tekdung



Jika Orion memilih bermanja manja dengan ratu sejagat. Queen, ia memilih mengobrol dengan Sirin di atas brankar. Sedangkan Arsenio, terlelap di atas brankarnya setelah meminum obat tadi. Dan Papa Arya ia tidak akan membuang waktu hanya dengan bengong saja. Dia akan menyibukkan diri di layar handphon canggihnya.


"Sirin ! nanti anak kita akan seumuran, usia mereka hanya beda bulan aja. Mereka nanti pasti bersahabat dekat seperti kita!." ucap Quern dengan wajah berbinar.


"Sama adik ipar kita yang di dalam kandungan Mama Bunga juga!" timpal Sirin. Queen menganggukkan kepalanya.


"Kapan kamu akan menikah dengan Arsen?" bisik Queen kepada Sirin.


"Gak tau! tergantung orang tua!" jawab Sirin.


"Gimana rasanya burung balam si Arsen?, enak gak?" bisik Sirin lagi, kemudian tertawa menutup mulutnya.


"Gak tau!" jawab Sirin, wajahnya memerah salah tingkah.


"Gak usah malu kali !" goda Queen, mencolek dagu Sirin, melihat Sirin malu.


Takk !


Takk !


"Aw !" ringis Queen dan Sirin bersamaan." Papa Arya!" ucap mereka lagi, ternyata yang menyentil kepala mereka adalah Papa Arya.


"Apa yang kalian bicarakan? hm..!" gemas Papa Arya.


"Urusan pribadi, Ops!" Queen langsung menutup mulutnya yang keceplosan dengan tangan.


"Kalian masih kecil kecil, tapi sudah genit" gemas Papa Arya. mendengar menantu dan calon menantunya membicarakan urusan pribadi. Pantas saja kecil kecil sudah tekdung, pikirnya. Papa Arya lupa kalau dia lebih genit, dan suka bikin ratu sejagat tekdung dari usia remaja.


"Hehehehe...!" Queen tertawa cengengesan. Sedangkan Sirin, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, malu melihat Papa Arya.


"Papa Arya! Sirin dan Arsen kapan di nikahkan?" tanya Queen kepada Papa mertuanya.


"Tunggu mereka sehat!, kenapa ? Queen mau biayai pernikahan mereka?" tanya balik Papa Arya.


Queen mengerucutkan bibirnya, boro boro mau biayai pernikahan Sirin dan Arsenio. Queen minta belanja baju aja, harus akting nangis merengek manja dulu baru di kabulkan.


"Queen mana ada duit Pa !" jawab Queen.


Tok tok tok !


Refleks mereka monoleh ke arah pintu, karna ada yang mengetoknya.


"Masuk!" sahut Papa Arya, kembali ke tempat duduknya tadi.


Pintu ruang perawatan Arsenio dan Sirin pun terbuka dari luar.


"Sirin....!!!" seru dua gadis cabe cabean berlari ke arah brankar Sirin. Di ikuti Calixto dan Nimas dari belakang.


"Kami kangen sama kamu Sirin!" ucap Diana, karna sudah seminggu mereka tidak bertemu.


"He um !" Kania menganggukkan kepalanya, menyetujui yang di katakan Diana.


"Kalian bawa apa untukku?" tanya Sirin.


"Nih! kami bawa teokbokki kesukaan dede bayi !."sambil tersenyum Diana menunjukkan kantong plasti yang berisi beberapa kotak makanan.


"Aku juga mau dong !" seru Queen. Gadis penggemar Kpop korea sampai dengan kulinernya.


"Pedas gak tuh ?" sahut Orion dari sofa. Orion pun bangkit dari pangkuan ratu sejagat, berjalan ke arah brankar Sirin.


"Sini ! abang cicipin dulu, kalau terlalu pedas, Queen gak boleh makan, dan Sirin juga" ujar Orion, mengambil satu kotak makanan dari dalam plasti yang di bawa Diana.


"Ini gak terlalu pedas kok bang !" ujar Diana.


Setelah membuka kotak makanan di tangannya, Orion pun menyendok satu potong kue beras pedas manis itu ke mulutnya, mengunyahnya perlahan.


"Queen boleh memakannya!" ucapnya, setelah mencicipinya. kemudian memberikan kotak makanan yang berisi Teokbokki itu kepada Queen.


"Suapin!" manja Queen


"Ayo duduk di sofa kalau mau di suapin. Lagian kalian semua gak muat di atas brankar itu." Orion membatu Queen turun dari atas brankar, menarik tanganya berjalan ke arah sofa.


"Nimas! sini !" ajak Kania, kepada Nimas yang duduk di pinggir brankar Arsen bersama Calixto.


"Aku di sini aja, di situ gak muat, nanti Sirin gak nyaman" tolak halus Nimas, masih merasa canggung mengangrapkan diri dengan ketiga siswi populer di sekolah mereka.


"Sini aja! gak apa apa, gak usah sungkan!" ucap Sirin tersenyum ramah.


Diana berjalan mendekati Nimas, lalu menarik tangan Nimas supaya turun dari atas brankar Arsenio.


"Ayok !" Paksa Diana menarik Nimas supaya ikut gabung bersama meraka.


Sirin, Diana, Kania dan Nimas pun sama sama memakan teokbokki di atas brankar. Sambil mengobrol bercanda dan sesekali mereka bertawa.


"Bang Orion !, Queen mau gabung kesana !." Queen mengambil teokbokki nya dari tangan Orion dan langsung berjalan cepat ikut naik ke atas brankar. Karna tidak tahan mendengar keseruan para sahabatnya mengobrol di atas brankar.


"Woi ! bisa roboh tuh brankar !" seru seseorang dari arah pintu. Ternyata pintu ruang itu tidak tertutup rapat. Sehingga Dokter Ghissam masuk begitu saja tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


"Brankar ini terbuat dari besi, gak mungkinlah roboh!. dan juga tubuh kami berlima kecil kecil dan ringan" ucap Queen, kemudian menyuapkan teokbokki ke mulutnya lalu meguyahnya.


"Selamat siang menjelang sore Om ! Tente !" sapa Dokter Ghissam, menyalam tangan Papa Arya dan Mama Bunga bergantian.


"Selamat siang siang menjelang sore juga!" balas Mama Bunga. Papa Arya, ia hanya membalasnya dengan tersenyum dan mengangguk.


"Selamat siang menjelang sore abang Orion yang tampan !" Sapa Dokter Ghissam lagi, kepada Orion yang kembali bergelayut manja di lengan Mama Bunga.


"Selamat siang juga Dokter Ghissam yang ganteng!" balas Orion tersenyum, mengedipkan sebelah mata genitnya ke arah Dokter Ghissam. Membuat Dokter Ghissam berdecih merasa jijik.


"Sayang Kania ! babang tampan datang !" seru Dokter Ghissam membalik tubuhnya, berjalan mendekati Kania yang duduk di pinggir brankar.


"Sudah nampak dari tadi !" balas Kania.


"Bagi dong sayang ! makanannya!" Dokter Ghissam mendudukkan tubuhnya di samping Kania, kemudian membuka mulutnya, supaya Kania menyuapinya.


"Tapi bang Ghissam nanti harus ganti dua kotak!." Kania pun menyuapkan satu potong Teokbokki ke mulut Dokter Ghissam.


Cup !


Dokter Ghissam mendaratkan satu kecupan di bibir Kania." Jangankan dua kotak, gerobaknya pun babang tampan beli" ucapnya.


Plank !!


"Aw !" ringis Dokter Ghissam, merasa ada yang melayang ke kepalanya.


"Asal nyosor aja itu bibir, gak sopan di depan orang tua" kesal Papa Arya, setelah melempar Dokter Ghissam dengan kotak tissu.


"Tau nih bang Ghissam, kelamaan jomlo itu mulut" cibir Queen.


"Dari pada kamu, mau maunya di gantung tak bertali. Yakin ! Orion gak main cewek di luar Negri?." balas Dokter Ghissam memanas manasi Queen. Supaya suami istri itu brantem.


Langsung saja dada Queen naik turun, menatap marah ke arah Dokter Ghissam. Dan tanpa aba aba menarik rambut Dokter Ghissam dengan kuat. Enak saja suaminya di katai selingkuh, Queen gak mau mendengar itu. Meski dulu ia juga sempat ragu dengan suaminya Orion.


"Sakit Queen !" keluh Dokter Ghissam, memegangi tangan Queen yang menarik rambutnya.


Eh ! malah Mama bunga tertawa tawa, melihat Queen menarik rambut Dokter Ghissam. Mama Bunga teringat waktu masih muda, sering main tarik tarikan rambut dengan Mama Vani.


"Buah memang tidak jauh jatuh dari pohonnya" ucap Mama Bunga.


"Ayo Queen ! tarik terus rambut si Dokter cabul itu sampai rontok!." Adu domba Orion dari sofa, tanpa ada niat menghentikan Queen menarik rambut Dokter Ghissam.


"Sayang Kania ! bantu babang tampan lepasin tangan Queen" ucap Dokter Ghissam kepada kekasih cabe cabeannya.


"Gak bang !, nanti aku kena imbasnya!" balas Kania, menguyah makanan di mulutnya dengan santai.


Mendengar ribut ribut di ruang perawatan itu, Akhirnya Arsenio pun terbangun. Merasakan ada yang menimpa tubuhnya, Arsenio pun membuka matanya. Melihat siapa yang memeluknya.


"Anj* r !"


Refleks Arsenio mendorong tubuh Calixto yang memelukanya, sampai terjatuh ke lantai. Awalnya, ia pikir Sirinlah yang memeluk tubuhnya, setelah ia membuka mata, ternyata wajahnya cowok.


"Aw !" ringis Calixto, merasakan sakit di bagian pantat, punggung dan sikunya.


"Sakit og* b !" ucap Calixto, sambil berusaha bangun dari lantai.


"Hahahahah.....!!!!" kelima gadis remaja yang duduk di atas brankar itu langsung saja tertawa melihat Calixto yang terjatuh mencium lantai.


"Kamu pikir aku buah buahan, peluk peluk !" cetus Arsenio.


"Dari tadi gak ada yang mengajakku berbicara, jadi aku ngantuk. Ya ! dari pada bengong, aku tidur aja di sampingmu. Aku juga gak sadar memelukmu!"balas Calixto, cemberut.


"Itu lantai masih luas, kenapa gak tidur di situ aja?."


Calixto mendengus, lalu berjalan ke arah sofa. Ia akan mengadu kepada ratu sejagat, kalau Arsenio si preman tanggung itu, sudah menyakitinya.


.


.