Brother, I Love You

Brother, I Love You
46. keluarga tarzan



Pulang dari jalan jalan pagi, Queen masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar mereka untuk membersihkan diri. Saat Queen mendorong pintu untuk menutupnya, pintu itu tak bisa di tutup karna ada yang menahannya. Queen memutar tubuhnya ke belakang.


"Abang mau mandi juga" ucap Orion. Ya ! Orion lah yang menahan pintu kamar mandi itu saat Queen hendak menutupnya.


"Gak boleh !" tolak Queen.


"Ya sudah !, beli mobil barunya di batalkan" Orion membalik badannya, mengurungkan niatnya mengajak Queen mandi madu beserta mandi basah.


"Iya bang Orion boleh ikut mandi !" ucap Queen cemberut.


Orion langsung saja menghentikan langkahnya dan tersenyum. Kemudian membalik badannya, melangkah masuk ke dalam kamar mandi, dan langsung menutup pintunya menguncinya rapat rapat.


Jarum jam terus berputar, entah sudah berapa lama kedua anak manusia yang di mabuk asmara itu di dalam kamar mandi. Namun pintu kamar mandi itu belum juga terbuka.


"Ini lebih enak bang !"


"Kamu menyukainya Queen ?"


"Iya bang !"


"Nikmatilah sayangku !"


Di dalam kamar pengantin baru stok lama itu. Sirin, Kania dan Diana, sama sama menempelkan telinga mereka di daun pintu kamar mandi. Saat mereka sampai, tadi mereka langsung naik ke lantai dua, mereka ingin memanggil Queen. Sudah berulang kali mereka mengetok pintu kamar suami istri itu, dan sambil memanggil Queen, namun juga pintunya tak di buka. Padahal kata pembantu di rumah itu, Queen dan Orion baru masuk kamar. Dan Sirin pun mencoba membuka pintunya dengan memutar knopnya. Ternyata tak di kunci. Sirin pun mendorong pintu itu pelan, sampai terbuka sedikit, sambil memanggil Queen, masih tak ada sahutan dari dalam. Sirin pun menyembulkan kepalanya melihat memeriksa isi kamar itu, ternyata tidak ada nampak orangnya. Sirin pun membuka lebar pintu kamar itu, dan melangkahkan kakinya masuk, di ikuti langsung Diana dan Kania. Mendengar suara paduan suara dari dalam kamar mandi, membuat jiwa kepo mereka pun meronta.


"Apa yang Queen makan di dalam kamar mandi ?" tanya Kania berbisik.


"Masa iya ! makan di dalam kamar mandi ?, di sana 'kan ada toilet. Ish ! jijik !" balas Diana.


"Queen sepertinya lagi makan burung hantunya bang Orion!" jawab Sirin. Sontak saja kedua cewek cabe cabean yang berotak polos itu menoleh ke arah Sirin. Mereka tidak paham dengan apa yang di katakan Sirin.


"Ayo kita pergi !, jangan sampai kita ketahuan nguping !" Ajak Sirin, melangkahkan kakinya pelan ke arah pintu, jangan sampai derap langkah mereka terdengar.


Keluar dari dalam kamar suami istri itu, ketiga gadis itu pun turun ke lantai bawah, menuju ruang keluarga, mendudukkan tubuh mereka di sofa.


"Maksudmu tadi Queen memakan burung hantu apa ?" tanya Diana. Otak polosnya tidak sampai menjangkau hal hal yang berurusan dengan urusan suami istri, apa lagi sampai di dalam kamar mandi. Kania menganggukkan kepalanya pertanda menanyakan hal yang sama.


"Sini !" ucap Sirin, supaya ke dua temanny mendekatkan kepala mereka kepadanya. Kemudian Sirin pun berbisik ke telinga Diana dam Kania.


"Darimana kamu tau ?"tanya Diana.


"Queen yang cerita !" jawab Sirin. Kania dan Diana pun bergidik ngeri, membayangkan seperti apa Queen memakan burung hantu, serem 'kan !.


.


.


Akhirnya setelah satu jam lebih, Queen dan Orion keluar dari dalam kamar mandi dengan sama sama menggunakan handuk. Nampak mereka sama sama kelelahan. Meski begitu, kedua insan yang di mabuk asmara itu, nampak wajahnya berbinar bahagia.


Cup !


Satu kecupan mendarat di pipi Queen yang masih lembab.


"Trimakasih sayang !" ucap Orion tersenyum. Queen pun menganggukkan kepalanya, membalas senyuman Orion yang menawan.


Orion memeluk tubuh Queen dari samping, Orion begitu bahagia, di cintai Queen istri kecilnya. Queen, bocah banyak akal yang selalu mengganggunya dulu. Bocah yang menjadi pacar selingkuhan kecilnya. Bocah yang memaksanya menikah.


"Lagi ya !" bisiknya di telinga Queen, kemudian mencium sampai basah. Membuat Queen menggigit bibir bawahnya karna merasa kegelian.


Orion memutar tubuh Queen ke hadapnya, dan langsung menyambar bibir Queen, menciumnya dalam. Dan lagi, suami istri yang lagi berkabut hasrat itu pun, sama sama mendalami perannya di atas tempat tidur, hingga mencapai ke surga.


.


.


Queen dan Orion sama sama menuruni anak tangga perlahan, karna Orion yang jalannya lambat. Hari sudah hampir siang, perut mereka sudah lapar kembali. Mereka pun berjalan ke arah ruang makan. Melewati ruang keluarga, mereka melihat tiga anak gadis tertidur di sofa.


"Kapan mereka datang ya bang ?" tanya Queen, yang jelas Orion tidak tau jawabnya.


"Mana abang tau !" jawab Orion


"Ayo makan bang !, Queen lapar banget, biarin aja mereka tidur" ucap Queen.


Ning nong ! ning nong !


Queen dan Orion mengurungkan langkah mereka, mendengar bel rumah mereka berbunyi, pertanda ada orang datang.


"Bang Orion duluan aja ke meja makan, biar Queen melihat siapa yang datang" ucap Queen.


"Iya sayang !"balas Orion.


Queen pun membalik tubuhnya, berjalan ke arah pintu keluar. Dan Orion berjalan ke arah meja makan.


"Kami pikir kalian lagi gak di rumah !"jawab Mama Vani.


"Silahkan duduk Mama Mama ! Papa Papa !" ucap Queen mempersilahkan para raja dan ratu duduk di sofa ruang tamu.


"Orion mana ?" tanya Mama Bunga alias ratu sejagat.


"Lagi di ruang makan Ma !, apa Mama sama Papa sudah makan ?" tanya Queen balik. Mendudukkan tubuhnya di tengah tengah Mama vani dan Mama Bunga.


"Belum !" jawab Vani.


Queen langsung saja mengerucutkan bibirnya." Di rumah Queen makanan hanya sedikit" ucapnya.


"Sebentar lagi Elang akan datang membawa makanan, gak usah kawatir, mama tau itu !" balas Mama Bunga.


" Mama gak kasih tau mau kesini, coba di kasi tau, pasti Queen sudah siapin" ucap Queen lagi.


"Sayang !! siapa yang datang !?" teriak Orion dari ruang makan.


"Mama ratu sejagat !!!" jawab Queen membalas teriakan Orion. Membuat ke empat orang tua itu menutup telinga mereka.


"Begini nih ! putriku berubah menjadi tarzan, gara gara nikah sama keluarga tarzan" ujar Papa Gandi. Mama Bunga yang suka teriak teriak di rumahnya, ketularan sama Queen, karna Queen yang dulu sering menginap di rumah mertuanya.


"Enak saja ! bilang keluargaku keluarga tarzan. Gak lihat tuh anak anakku tampan semua, membuat putrimu klepek klepek !" sanggah Papa Arya. Sama sama sudah menjadi orang tua, mereka sudah tidak nampak lagk seperti guru dan murid. Dan karna kedekatan mereka, mereka sudah seperti kakak beradik, meski ketemu gede.


"Gini gini ! dulu juga kamu pernah menembakku. ops !" Mama Bunga lamgsung menutup mulutnya yang keceplosan, dan Papa Gandi menggaruk pangkal kepalanya yang mendadak gatal. Vani dadanya langsung saja naik turun, menatap tajam Bunga, tangannya siap menarik jilbab yang menutup kepala ratu sejagat. Ya ! dua Tahun terakhir ini, si gadis tomboy imut imut manja menggemaskan milik Papa Arya itu, sudah merobah penampilannya, menjadi tertutup.


"Sayang !" rengek Papa Arya manja.


"Itu dulu Aaryanku sayang !, lagian juga aku menolaknya !" balas Bunga.


"Papa..!" geram Vani, menatap tajam Gandi.


"Itu udah lama Mama !, itu masih waktu SMP juga, bahkan Papa sudah lupa. Itu pun sepertinya Papa lagi khilaf" jelas Gandi.


"Mama ! Papa !" sapa Orion datang dari ruang makan, dan langsung menyalam ke empat orang tua itu bergantian.


"Bagaimana keadaan kakimu nak ?" tanya Papa Arya, kepada anak sulungnya, yang wajahnya paling mirip dengannya.


"Sudah ada kemajuan Pah !, tadi pagi Orion sudah mulai bisa melangkah pelan tanpa tongkat" jawab Orion, mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa kosong.


"Besok persidangan pertama kasus kalian. Siapkan mental kalian, jangan gugup jika di tanya, jawablah sesuai kebenaran" ucap Papa Arya. Tujuan mereka mendatangi rumah Queen dan Orion, untuk menyampaikan itu, sekalian membahasnya.


Orion pun diam, lalu menghela napasnya kasar. Kenapa kasusnya masih harus menjalani persidangan. Bukankah ada polisi yang menyaksikan kejadiannya dengan jelas. Lantas apa lagi yang perlu di jelaskan Orion dan Queen.


"Dua orang yang membegal kalian sudah tertangkap. Rilekslah, jangan terlalu di pikirkan. Di sini kita yang menjadi pihak penuntut, untuk menjeploskan ke empat bocah itu ke dalam penjara" jelas Papa Arya dengan wajah datar. Ia tidak akan memberi maaf kepada orang yang berani menyakiti orang orang yang di sayanginya.


"Bang Orion...!!!"


Tiba tiba bocah laki laki berusia sepuluh Tahun berlari ke arah Orion dan langsung memeluknya.


"Hei burung cicit !" ucap Orion, mencubit pipi tembem milik Bilal.


Bilal mengerucutkan bibirnya, karna abang paling besarnya itu selalu mengatainya burung cicit. Padahal burung cicitnya yang dulu, sudah berobah menjadi anak bebek yang baru netas dua minggu.


"Bilal bukan burung cicit !" sanggahnya.


"Jadi burung apa ?" tanya Orion tersenyum. mengangkat Bilal duduk di pangkuannya. Adiknya yang dulu sering pipis di celana sembarangan itu, kini sudah besar.


"Gak ada !" jawab bocah menggemaskan itu.


Papa Arya menggeleng gelengkan kepalanya. Memiliki istri yang otaknya gesrek, membuat anak anaknya ketularan gesrek. Bahkan semua senjata pangmungkas anak anaknya ada namanya masing masing, dari burung hantu, burung onta, burung elang, burung balam, burung perkutuk, dan burung cicit, dan bahkan dia sendiri dinamai istrinya burung gagak.


"Bang Orion...!!! katanya kemarin mau ganti HP Darren !!!" seru bocah yang sudah berusia 14 Tahun itu. Dia adalah adik ke empat Orion, si bontot no dua. Dulu saat Orion meninggalkannya Darren masih kelas satu SD, sekarang Darren sudah duduk di bangku kelas satu SMP.


"Assalamu alaikum !, ini makanannya !" ucap Elang, semari melangkahkan kakinya ke arah sofa, dan meletakkan kantong besar yang berisi makanan di atas meja. Tiba tiba..


"Oek !"


Sontak saja ke empat orang tua itu menoleh ke arah Orion.


.


.


# mana semangatnya buat author yang baik hati ini ?.


.


.