Brother, I Love You

Brother, I Love You
156. Menyebabkanmu bersedih



Setelah malakukan USG, terdarah dan cek laboratorium. Kini Reyhan dan Yumna kembali ke ruangan Dokter Ghissam. Reyhan memberikan hasil tesnya kepada Dokter Ghissam dengan raut wajah tidak bisa di artikan.


Dokter Ghissam mengerutkan keningnya, melihat pasangan suami istri itu tidak ada senyum sama sekali.


"Kalian kenapa ?" tanya Dokter Ghissam.


Reyhan menghela napasnya, sedangkan Yumna dia dengan menundukkan kepalanya.


Dokter Ghissam pun membaca ketiga hasil tes itu. Melihat wajah keduanya nampak sedih, Dokter Ghissam menduga ada yang tidak beres.


"Nyonya Reyhan..semuanya oke tidak ada masalah !" ucap Dokter Ghissam, lanjut membaca hasil tes Lab milik Reyhan.


"total jumlah sel sp*rma.. oke ! . Jumlah yang mati: 40%, yang hidup tapi tidak aktif: 45%. Yang hidup dan aktif: tiga ribu sel sp*rma." ucap Dokter Aldo lagi membaca diagnosa hasil Lab milik Reyhan.


Dokter Ghissam mengarahkan pandangannya ke arah Reyhan yang tampak kehilangan semangat. Lalu tertawa terbahak bahak.


"Tampilan luar oke !, ternyata dalamnya.." Dokter Ghissam tidak melanjutkan kalimatnya.


"Sialan kau !" umpat Reyhan. Ia sudah bersedih dengan kenyataan dirinya yang tidak subur, malah di ejek pula sama si Dokter sialan itu.


Ehem !


Dokter Ghissam berdehem sambil memperbaiki posisi duduknya.


"Seharusnya jumlah sel Sp*rma yang hidup dan aktif, minimal berjumlah 20ribu sel sp*rma. Tiga ribu itu sangat kurang. Sehingga kesempatan untuk membuahi sangat sulit" jelas Dokter Ghissam lagi.


"Sekarang tuan Reyhan pergilah ke Dokter spesialis kelamin. Untuk melakukan pengecekan selanjutnya, untuk mengetahui penyebabnya. Baru setelah itu kita tau tindakan apa yang harus dilakukan" ucap Dokter Ghissam lagi.


Reyhan menghela napasnya lemah," baiklah !" balas Reyhan.


kasihan bang Reyhan, pasti ia bersedih dengan keadaannya yang sulit memiliki keturunan. Ya Tuhan ! kenapa kamu memberi kami cobaan seperti ini. Berikan kesembuhan kepada suamiku ya Rob !. Berikan kami kemudahan untuk mendapatkan keturunan ya Allah !. Batin Yumna.


Apa Tuhan lagi menegurku menantang syariat poligami. Sebelum menikah aku meminta bang Reyhan untuk tidak berpoligami sebagai syarat aku menerima pinangannya. Dengan keadaan bang Reyhan yang tidak subur, bahkan poligami tidak berlaku, menjadi solusi mendapatkan keturunan. Ampuni aku ya Allah !, aku sudah berdosa, karna menantang syariat ajaran agamamu. Batin Yumna lagi


Jika aku yang bermasalah, bang Reyhan bisa menikah lagi untuk mendapatkan keturunan. Kasihan sekali bang Reyhan, apa yang harus aku lakukan untuk menghibur hatinya ya Allah ?. Batin Yumna lagi.


Dokter Ghissam menghela napasnya melihat pasangan yang tak punya semangat itu lagi." Bang Reyhan tidak mandul !, kesempatan memiliki anak itu masih ada. Sepertinya masih bisa di obati. Kalihan jangan bersedih seperti itu. Apa lagi sampai setres memikirkannya, karna itu juga bisa menjadi pemicu sulit hamil, rileks aja" hibur Dokter Ghissam.


"Dan untuk mu Rey !, hentikan merokok, dan jagalah kesehatan, makanlah makanan yang bergiji, rajin berolah raga. Dan perbanyak makan makanan seafood dan buah anggur. Itu bisa meningkatkan kesuburan untuk pria" ucap Dokter Ghissam lagi.


"Baiklah ! kalau begitu kami pergi dulu, trimakasih !" ucap Reyhan tersenyum dipaksakan.


"Ingat ! jangan sampai setres !" ucap Dokter Ghissam lagi. Reyhan tak membalasnya lagi.


"Assalamu alaikum Dokter Ghissam !" ucap Yumna setelah berdiri dari kursinya.


"Walaikum salam !" balas Dokter Ghissam.


Reyhan dan Yumna pun keluar dari ruangan itu. Reyhan meraih tangan Yumna, menggandengnya berjalan ke arah ruangan Dokter spesialis kelamin. Karna Reyhan harus melakukan pemeriksaan lanjutan.


Yumna mengelus tangan Reyhan dengan tangan kirinya, karna melihat Reyhan hanya diam saja.


"Aku yakin Habiby pasti sembuh !, aku segera bisa hamil" ucap Yumna, mengalihkan tatapannya ke arah Reyhan yang juga melihatnya.


Reyhan tersenyum getir, tentu hatinya sedih karna tidak subur. Dan berpikir Yumna pasti kecewa dengannya.


"Maaf !" ucap Reyhan, menatap Yumna dengan tatapan teduh.


"Aku mencintaimu !" balas Yumna tersenyum. Reyhan bisa melihat itu dari mata Yumna yang menyipit.


"Kamu pasti kecewa padaku !" ucap Reyhan lagi.


"Aku menyayangimu !" balas Yumna lagi


"Aku sudah menyebabkanmu bersedih kemarin !" ucap Reyhan lagi.


"Aku menginginkan perhatian lebih darimu !" balas Yumna lagi.


"Bagaimana jika aku tak berhasil membuatmu hamil ?" tanya Reyhan.


"Seperti katamu ! kita bisa mengadopsi anak" jawab Yumna.


"Aku takut kamu meninggalkanku !" ucap Reyhan dengan mata berkaca kaca.


"Bagaimana jika aku di posisimu ?, apa kamu akan meninggalkanku ?" tanya balik Yumna, Reyhan menggelengkan kepalanya.


Yumna semakin mengembangkan senyumnya di balik nikapnya. Dan meremas sedikit tangan kekar Reyhan." Semangat ! aku akan selalu ada untukmu !" ucapnya.


Mereka pun mendudukkan tubuh mereka di kursi tunggu di depan ruangan Dokter spesialis kelamin, menunggu giliran mereka. Reyhan pun menyandarkan kepalanya di bahu Yumna. Dan Yumna langsung mengusap kepala Reyhan, memahami Reyhan yang sedang gundah, butuh sandaran, terutama sandaran hati.


.


.


Waktu berlalu


Kini Reyhan dan Yumna sudah selesai melakukan pemeriksaan. Mereka pun kembali ke ruang perawatan Queen. Yumna mengetol pintu ruang perawatan Queen sembari mengucap salam. Setelah mendengar sahutan dari dalam, Yumna pun membuka daun pintu di depannya dan langsung melangkah masuk, di ikuti Reyhan dari belakang.


"Bagaimana hasilnya ?" tanya Mama Bunga, kepada anak dan menantunya.


Reyhan pun melangkahkan kakinya ke arah mama Bunga yang duduk di sofa. Reyhan mendudukkan tubuhnya di samping wanita yang melahirkannya itu dan langsung memeluknya, dan menangis.Sontak semua orang yang berada di ruangan itu menoleh ke arah Reyhan.


"Anak Mama yang ganteng ini kenapa menangis sayang ?." tanya Mama Bunga mengusap kepala anaknya yang paling manja itu.


Reyhan tidak menjawab, ia hanya menangis terisak, menyembunyikan wajahnya di dada Mama Bunga.


"Reyhan ! kamu kenapa ?" tanya Papa Arya, penasaran kenapa anaknya itu menangis.


"Reyhan yang gak sehat Ma !, Reyhan gak subur, menyebabkan sulit punya anak !" jawab Reyhan.


Semuanya diam


Papa Arya menghela napasnya, kemudian berbicara."Trus ! kata Dokternya apa ?, apa gak bisa di sembuhkan ?."


"Bisa Pa ! tapi harus menjalani pengobatan !" jawab Reyhan mengapus air matanya.


"Ya kamu berobatlah ! ikuti anjuran Dokternya !" ucap Papa Arya lagi.


"Sssttt...! jangan menagis sayang !, lagian kalian baru menikah, itu masih biasa kalau Yumna belum hamil. Kalian masih punya banyak kesempatan untuk berusaha" sambung Mama Bunga, mengusap usap kepala Reyhan. dan Reyhan pun berhenti menangis, kemudian berpindah menyandarkan kepalanya ke lengan Yumna yang sudah duduk di sampingnya. Yumna pun mengusap kepalanya.


"Siapa nama cucuku ini Orion ?" tanya Papa Gandi, dari tadi sudah penasaran, namun Orion belum juga memberitahunya.


"Itu juga cucuku kali !" sambar Mama Bunga, tak terima Papa Gandi mengatakan anak Orion cucunya. Kaya dia aja yang punya cucu.


"Syauqi Ganindra Alfarizqi" jawab Orion."Artinya, kerinduan berpetualangan mencari riski. Dipanggil Syauqi" jelas Orion.


Papa Gandi langsung tersenyum mendengar nama cucu pertamanya itu. Ternyata menantu sialannya itu tidak melupakannya. Orion menyelipkan sedikit namamya di nama cucunya.


"Hai baby Syauqi !" sapa Arcilla adik kedua Queen yang duduk di samping Papa Gandi.


"Hai juga tante !" balas Papa Gandi.


"Hai baby Syauqi !" sapa Sirin.


Semua yang di ruangan itu pun menyapa baby Syauqi. Termasuk Tari, Leo, Calixto, Nimas, Laria adiknya Calixto.


.


.


Di tempat lain


Elang masuk ke kamar Naysila dengan membawa nampan berisi makanan dan segelas air putih di atasnya. Elang meletakkan nampan itu di atas meja nakas, lalu mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur menghadap Naysila yang berbaring di atas kasur.


"Sayang ! ayo makan dulu !, aku sudah masakin ayam goreng kesukaanmu !." Elang mengusap kepala Naysila dengan lembut.


"Aku gak pengen makan Elang !" tolak Naysila.


"Setelah makan kita pulang ke rumahku !" bujuk Elang.


Elang pun membantu Naysila duduk bersandar di kepala ranjang. Setelah mengecup keningnya, Elang mengambil piring yang berisi nasi dan ayam goreng dari atas nampan. Kemudian menyuapi Naysila.


"Makan yang banyak !, mana tau tinggimu bisa bertambah !" canda Elang tersenyum.


Naysila mengerucutkan bibirnya sambil mengunyah makanan di mulutnya. Elang lun mengacak acak gemas ujung kepala kekasihnya itu.


"Bagaimana kalau aku hamil Elang ?, dan orang tuamu tidak merestui kita" tanya Naysila.


"Aku tidak akan meninggalkanmu Nay !, aku berjanji" jawab Elang.


.


.