
Orion menghela napasnya saat ia akan memberlokkan kenderaannya memasuki gerbang rumah mertuanya. Ia akan mencoba membujuk Queen lagi, supaya mau memperbaiki rumah tangga mereka.
"Ini rumah siapa dad ?" tanya Boy yang duduk di sampingnya.
"Rumah kakek Gandi dan nenek Gesrek !" jawab Orion.
Setelah menghentikan laju kenderaanya di halaman rumah orang tua Queen. Orion memindahkan Boy duduk di setir mobilnya.
"Boy rindu sama Momy gak ?" tanya Orion.
"Momy !" ulang Boy, tiba tiba menekuk bibirnya kebawah.
"Bantu daddy bujuk Momy ya ! supaya gak marah lagi sama daddy !. Boy mau 'kan ?."
"Momy...!" tangis Boy, sudah sangat merindukan Queen.
"Sssttt....!" Orion menghapus air mata Boy yang mengalir di pipinya.
"Boy nanti aja menangisnya ya !, setelah ketemu Momy. Bujuk Momy supaya gak marah lagi sama daddy. Supaya Momy mau tinggal bersama kita lagi" ucap Orion. Berharap hati Queen luluh, jika Boy yang membujuknya.
"Momy...!" tangis Boy lagi.
"Iya sayang ! kita akan ketemu Momy !" ucap Orion. Membuka pintu di sampingnya, kemudian turun setelah mengambil kotak makanan dari atas dasboart mobilnya.
Orion melangkahkan kakinya ke arah pintu rumah itu, membawa Boy di gendongannya, dan sebelah tangannya menenteng kotak makanan. Ia sengaja membawa makanan kesukaan Queen, yang di masaknya sendiri bersama Boy di rumah mereka.
Setelah seorang pembatu membukakan pintu untuknya. Orion pun melangkahkan kakinya masuk.
"Papa sama Mama dimana ya Bu ?" tanya Orion kepada pembatu di rumah itu.
"Sudah masuk kamar Pak !" jawab Pembantu itu.
"Bisa minta tolong Bu ?" tanya Orion.
"Iya Pak ! ada apa ?" tanya pembantu itu.
"Tolong bawa anak saya ke kamar Queen !" jawab Orion.
Wanita paruh baya itu pun menganggukkan kepalanya. Ia sudah tau dengan permasalahan rumah tangga majikannya itu.
"Boy ketemu Momy nya sama Ibu ini ya !, nanti daddy akan menyusul. Boy kasih Momy makanan ini. Bujuk Momy supaya mau pulang sama kita ya !. Boy mengerti ?" jelas Orion, kepada Boy.
Boy yang paham pun menganggukkan kepalanya.
"Anak yang pintar !" ucap Orion mengacak acak ujung kepala Boy.
"Kalau sudah ketemu Momy, nanti Boy nangis yang kencang, bujuk Momy. Sampai Momy mau pulang bersama kita, Okeh !" jelas Orion lagi. Menghasud anaknya yang besar di bawah asuhannya semenjak lahir itu.
"Oke Daddy !"
"Pintar !" ucap Orion tersenyum. Anaknya itu otaknya sangat cerdas, sangat mudah paham jika di jelaskan sesuatu." Sekarang Boy ikut ibu ini ke kamar Momy" ucap Orion lagi, memberikan Boy kepada wanita paruh baya di depannya.
"Bu ! setelah nanti pintu kamarnya terbuka, biarkan Boy yang membawa makanan ini kepada Queen ya Bu !" jelas Orion kepada pembantu itu.
"Baik Pak !" jawab pembantu itu.
Pembantu itu pun membawa Boy, menaiki tangga ke lantai dua rumah itu. Sampai di depan kamar Queen. Pembantu itu langsung mengetuk pintu kamar Queen.
"Non Queen ! ini saya Non !, mau mengambil baju kotor !" seru pembantu itu, sambil tangannya mengetuk pintu kamar Queen.
"Momy di sini ?" tanya Boy membolakan matanya ke arah pembantu yang menggendongnya.
Pembantu itu pun menganggukkan kepalanya, sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirnya, supaya Boy tidak bersuara lagi. Kawatir Queen tidak mau membuka pintu, kalau tau Orion datang.
"Sssttt....!" Boy pun ikut ikutan menempelkan jari telunjuknya di bibir merahnya. Terlihat sangat menggemaskan di mata pembantu itu. Sampai pembantu itu tidak tahan, jika tidak mencium pipi gembul Boy yang putih ke merah merahan.
"Non !" panggil Pembantu itu lagi, sambil mengetuk pintu di depannya.
"Sebentar Bu !!" sahut dari dalam. Pembantu itu pun bernapas lega.
Kemudian pembantu itu menurunkan Boy dari gendongannya. Kemudian memberikan kotak makan kepada Boy, setelah membuka tutupnya terlebih dahulu.
Tak lama kemudian, pintu itu pun terbuka.
"Silahkan masuk Bu !" ucap Queen.
plak !
"Momy..!" tangis Boy langsung, tanpa sadar menjatuhkan makanan di tangannya ke lantai. Boy pun langsung memeluk kaki Queen.
"Maaf Non Queen !" ucap pembantu itu menunduk.
Queen menghela napasnya, melihat pembantu rumah tangga itu sudah bekerja sama dengan suaminya.
"Saya permisi Non !" Pamit pembantu itu undur diri.
"Momy..!" tangis Boy, menangis kencang, seperti yang dikatakan daddy nya.
"Boy merindukan Momy !, kenapa Momy belajarnya lama sekali ?" tanya polos Boy.
Queen menundukka kepalanya, melihat Boy yang menangis memeluk kakinya. Wajahnya nampak sangat merah, sangat nampak sekali kalau Boy bukan keturunan Indonesia asli.
Sepertinya wajah Boy sangat mirip dengan Ibunya !, batin Queen, memperhatikan raut wajah Boy yang mendongak ke arahnya. Queen terus menelisik wajah Boy, mencari kemiripan dengan Orion. Ternyata, Queen baru menyadari, bibir Boy sangat mirip dengan bibir Orion, dan keningnya juga.
"Boy sangat merindukan Momy !, Boy mencintai Momy !" isak tangis Boy lagi.
Seperti permintaan daddynya, ia akan membatu daddy nya meluluhkan hati Momy nya. Meski ia tidak tau apa yang terjadi antara Momy dan Daddy nya.
Tidak tega melihat Boy yang terus menangis, Queen menghela napasnya. Akhirnya Queen membungkukkan tubuhnya meraih tubuh Boy dengan susah payah, karna perutnya yang sudah besar.
"Sssttt....!" Queen mengusap usap kepala Boy, yang sudah berada di gendongannya. Queen kembali menutup pintu kamarnya, dan menguncinya rapat rapat. Kemudian Queen membawa Boy ke arah tempat tidur, membaringkan tubuh Boy dan tubuhnya di sana.
"Boy merindukan Momy..!"tangis Boy
Bocah berusia tiga Tahunan itu, tidak akan bisa mengucapkan kalimat yang panjang untuk mengungkapkan perasaannya seperti orang dewasa. Bocah itu akan menangis dan mengucapkan kalimat pendek untuk mewakili semua perasaannya.
"Maafin Momy ya !" ucap Queen lembut, kasihan dengan bocah yang tak berdosa itu. Meski hatinya marah dengan kenyataan Boy adalah anak kandung Orion. Tapi melihat Boy menangis pilu, Queen tidak tega melihatnya. Apa lagi mereka sudah pernah dekat. Naluri keibuannya meronta ronta.
"I love you Mom !" ucap Boy lagi, memandang wajah Queen dengan bibir di tekuk ke bawah.
"I love you too baby Boy !" balas Queen, menghapus air mata Boy dari pipinya, kemudian mencium kening Boy dengan sayang.
"Boy jangan menangis lagi ya !, Boy akan tidur bersama Momy di sini !" ucap Queen lagi, menyugar rambut Boy ke belakang.
Boy terdiam, wajahnya nampak berpikir, karna daddy nya tadi menyuruhnya membujuk Momy nya supaya mau kembali pulang ke rumah mereka. Bukan tidur bersama Momy nya, tanpa daddy nya.
"Momy merindukan Boy !" ucap Queen.
Bukan Queen tidak tau, kalau Orion menunggunya di lantai bawah. Tidak mungkin Boy datang ke rumahnya tanpa Orion.
"Boy juga Momy !" balas Boy.
"Boy tidur bersama Momy di sini ya !" ucap Queen.
Setelah berpikir menimbang nimbang, akhirnya Boy menganggukkan kepalanya.
"Anak yang pintar !" ucap Queen lagi." ayo pejamkan matanya, ini sudah sangat malam, Momy juga sudah ngantuk !" suruh Queen, mengusap usap kepala Boy yang sudah memejamkan mata dengan terpaksa.
.
.
"Bagaimana Bu ?" tanya Orion kepada pembantu rumah tangga yang mengantar Boy ke kamar Queen.
"Makanan tadi tidak sengaja di tumpahkan Boy Pak !. Tapi sekarang Boy sudah di bawa non Queen masuk ke dalam kamar, dan mengunci pintunya kembali dari dalam Pak !" jawab pembantu itu.
Orion bernapas lega, karna Queen menerima Boy dengan baik. Meski pun Queen sepertinya masih enggan melihatnya. Setidaknya sudah ada secercah harapan untuk bisa memperbaiki rumah tangga mereka.
"Trimakasih Bu !, silahkan istirahat !" ucap Orion.
"Sama sama Pak !, kalau begitu saya pergi dulu Pak !" balas wanita paru baya itu. Orion pun menganggukkan kepalanya. Dan pembantu itu langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Orion di ruang keluarga.
.
.