
"Ada apa Pa ?" tanya orion, yang kini sudah berada di ruangan Papa Arya di SMA HARAPAN.
"Jujur sama Papa Orion !, apa yang kamu lakukan kepada Zoya ?" tanya Papa Arya, berdiri dengan melipat kedua tangannya di depan dada menghadap Orion.
Orion menajamkan pandangannya kepada Papa Arya sambil berpikir.
Berarti Papa sudah mengetahuinya. Itu Artinya Polisi sudah menangkap wanita iblis itu. Batin Orion
"Orion memberikan sedikit hukuman untuknya Pa !" jujur Orion.
"Dengan melakukan pelecehan seksual ?" tuduh Papa Arya.
"Apa maksud Papa ?"tanya Orion, menatap datar Papa Arya. Orion tidak percaya Papanya menuduhnya seperti itu.
"Dimana salah Papa mendidikmu Orion ?. Kenapa kamu mengecewakan Papa ?" tanya Papa Arya lagi, menelan air ludahnya bersusah payah, menahan kesedihan di hatinya. Papa Arya menatap Orion dengan pandangan meneduh.
Orion menggeleng gelengkan kepalanya, ia tak menyentuh wanita iblis itu. Kenapa Papanya bisa menuduhnya melecehkan. Dan apa Papanya tidak mengenal seperti apa musuh keluarga mereka itu ?. Dan bagaimana ceritanya seorang wanita yang biasa melakukan s*k bebas, bisa dilecehkan. Zoya sendiri lah yang menawarkan tubuhnya kepada orang yang menjaganya. Dan jika pun Zoya mendapatkan pelecehan, Orion yakin Zoya mendapatkannya setelah dia di lepas. Bukan orang suruhan Orion lagi pelakunya.
"Orion hanya memberikan sedikit pelajaran kepadanya Pa !. Dan Orion tidak ada melakukan tindak pelecehan s*ksual sama sekali" ucap Orion.
"Polisi menemukan Zoya dengan keadaan tidak waras. Dan Zoya terus menyebut nyebut namamu. Dan kakinya mengalami memar dan bengkak. Setelah melakukan visum, Zoya juga ternyata mengalami pelecehan" jelas Papa Arya.
"Mungkin itu karma buat dia Pah !" ucap Orion.
"Ya ! mungkin itu karma perbuatannya. Tapi jika kamu melakukan tindakan main hakim sendiri, kamu bisa terjerat hukum Orion !.Jika sampai kamu masuk penjara, bagaimana dengan Queen dan anak anakmu nanti Orion ?, apa kamu tidak memikirkan resiko dari tindakanmu itu ?" tekan Papa Arya.
"Pah ! Orion gerah dengan wanita itu Pa !!!. Apa Papa tidak melihat apa saja yang dilakukannya sama kita !!?. Dari Mama yang mengalami kehilangan janinnya dulun, di permalukan di depan orang banyak sampai Mama defresi sampai sekarang ini !!. Apa salah Orion memberinya hukuman Pa !!?.Jika tidak seperti itu, Orion yakin wanita itu tidak akan berhenti mengganggu keluarga kita !!!. Orion tidak bisa hanya tinggal diam Pa !!!. Jika bukan karna takdir baik berpihak kepadaku, Arsen. Mungkin kami sudah tiada Pa !. Papa dan Mama sudah kehilanganku dan Arsen. Apa Papa masih ingin membiarkan anak anak dan cucu cucu Papa nanti nyawanya terancam oleh wanita iblis itu ?" marah Orion, dengan air mata bercucuran dari sudut matanya.
Papa Arya terdiam, mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tak terasa air matanya mengalir, mendengar anaknya sudah meninggikan suara kepadanya. Dia sudah tak muda lagi, kenapa ia tidak bisa hidup menikmati masa tuanya dengan tenang. Masalah terus datang silih berganti menghampiri keluarganya. Kenapa wanita mantan siswi kebanggaannya itu, masih terus menaroh dendam kepadanya ?.
"Maafin Orion Pah !" Lirih Orion, menyadari dirinya yang berbicara kasar kepada orang tuanya.
"Papa hanya tak ingin orang yang tidak menyukai kita semakin menaruh dendam kepada kita nak !" tangis Papa Arya." Biarkan orang menjahati kita, tapi kita tidak boleh ikut menjadi jahat. Karna jika kita balas dendam, itu artinya kita sama jahatnya dengan orang yang menjahati kita. Kita tidak berbeda dengannya. Ada hukum yang akan menghukumnya, ada Tuhan yang akan memberikan karma untuknya. Tanpa kamu harus mengotori tanganmu" ucap Papa Arya lagi.
"Maaf Pah !" ucap Orion menunduk." Orion hanya menyandranya saja Pa !, dan menaruk rantai yang berat di kakinya. Supaya dia merasakan apa yang Orion rasakan saat lumpuh karna ulahnya. Masalah pelecehan, Orion tidak tau sama sekali Pah !. Dan Orion juga tidak tau kenapa dia bisa menyebut nyebut nama Orion" jelas Orion.
Tentu ia tidak akan mengatakan masalah Zoya yang di buat gila. Dan masalah hubungan s*k yang di lakukan orang suruhannya. Lagian itu bukanlah termasuk kasus pelecehan s*ksual, karna Zoya sendiri yang menawarkan tubuhnya.
.
.
Orion berjalan gontai menaiki anak tangga ke lantai dua rumahnya. Sampai di lantai dua, ia tak langsung masuk ke kamarnya dan Queen, melainkan ke ruang kerjanya. Orion mengunci pintu ruang kerjanya rapat rapat, setelah itu melakukan panggilan telepon kepada sahabatnya Jhon.
"Halo Orion ada apa ?" tanya Jhon langsung dari sebrang telepon.
"Zoya sudah tertangkap polisi. Apa kalian sudah memastikan kalau dia benar benar gila sebelum melepaskannya ?. Dan kalian melepaskannya dimana, kenapa begitu cepat dia di temukan polisi ?" cerca Orion.
"Saya sudah memastikan, kalau dia benar sudah gila. Ada apa ?, apa kamu terlibat kasus hukum karna itu ?" tanya balik Jhon.
"Sekarang belum !" jawab Orion.Orion pun menceritakan, kalau Zoya mengalami pelecehan, dan menyebut nyebut namanya. Sehingga ia di curigai Polisi sebagai pelakunya.
"kamu bisa kembali membuka kasus kecelakaanmu kembali. Dan tunjukkan semua bukti bukti kejahatan wanita itu kapada Polisi" ucap Jhon.
"Aku juga berpikir seperti itu" desah Orion. Kenapa ketampanan Papanya membawa mala petaka kepada keluarga mereka ?, pikir Orion.
"Tenanglah kawan, aku akan menyelidiki kasus wanita itu di sini, sebelum wanita itu di bawa pulang ke Indonesia. Akan kupastikan kamu namamu bersih dari jerat hukum" ucap Jhon lagi.
"Trimakasih ! kau temanku yang terbaik" balas Orion, tersenyum.
"Tentu itu tidak gratis kawan. Kamu harus membayarnya dengan mencarikanku wanita Indonesia" gurau Jhon.
"Untuk apa ?, kau bisa memakai wanita mana yang kau inginkan" tanya Orion.
"Tentu untuk dinikahi" jawab Jhon.
"Baiklah, jika kamu datang kesini, kamu bisa mencarinya di sini sendiri" balas Orion.
"Semoga saja aku segera bisa menyusul kesana. Aku sudah sangat merindukan Boy" ucap Jhon.
"Cepatlah kemari !"
Tok tok tok !
"Bang Orion !!!, bang Orion di dalam ?. Kok gak bilang kalau sudah pulang !!?" teriak Queen dari balik pintu.
"Jhon ! aku akhiri dulu teleponnya, istriku lagi manggil" ucap Orion.
"Baiklah ! salam buat istrimu ! dan Boy !" balas Jhon.
"Akan kusampaikan"
Orion pun mematikan sambungan teleponnya, berdiri dari kursinya, berjalan ke arah pintu.
"Bang Orion !!!"
"Daddy !!!"
Panggil Queen dan Boy berbarengan.
Ceklek !
Orion pun membuka pintu ruang kerjanya.
"Bang Orion ! Kami lapar, Queen ingin makan di luar" ucap Queen.
"Iya Daddy ! Boy juga ingin makan di luar !" Boy ikut ikutan.
"Cium abang !" Orion membungkukkan sedikit tubuhnya, mensejajarkan wajahnya ke wajah Queen.
"Ada Boy bang Orion !, nanti matanya ternodai" tolak Queen.
Orion mengalihkan pandangannya ke bawah, tepatnya ke arah Boy yang menatapnya." Boy ! tutup mata sebentar, kalau pengen makan di luar" suruhnya kepada bocah tiga Tahunan itu.
"Momy sama Daddy mau ciuman ?" tanya polos Boy.
"Iya ! ayo tutup mata !" jawab Orion.
"Bang Orion ! jangan ajarin Boy yang tidak tidak !" tegur Queen, sambil tangannya mencubit perut Orion. Membuat Orion mengaduh kesakitan.
"Sakit sayang !, abang minta di cium !, bukan minta di cubit" ucap Orion sambil mengusap usap perutnya bekas cubitan Queen.
Satu kecupan pun Queen daratkan di pipi Orion. Kumudian Queen mengembangkan senyumnya, lalu berbisik di telinga Queen.
"Satu kecupan, satu belaian hangat" Kemudian Queen menggigit kecil daun telinga Orion.
"Genit !" cibir Orion tersenyum, Orion sangat senang Queen menggodanya. Burung hantunya langsung saja meronta ronta. Tapi Orion harus menahannya, karna mereka harus makan malam terlebih dahulu, supaya mereka memiliki tenaga untuk bergulat di atas kasur.
"Boy ! sekarang buka matanya, ayo kita berangkat" ujar Queen, kepada Boy, yanga diam berdiri di tempatnya sambil menutup matanya rapat rapat.
"Sudah ya ?" tanya Boya, membuka matanya.
"Sudah sayang ! ayo !" Orion pun meraih tubuh Boy ke gendongannya. Kemudian merangkul pinggang Queen dari belakang, dan menuntunnya berjalan ke arah tangga.
Samapai di depan rumah, mereka segera masuk ke dalam mobil. Dan Orion pun langsung melajukannya keluar dari pekarangan rumah mereka.
"Pengen makan apa sayang sayangnya Daddy ?" tanya Orion, menoleh sebentar ke arah Queen dan Boy yang duduk di sampingnya.
"Boy pengen makan mie Aaayam Daddy !" seru Boy yang duduk di pangkuan Queen, mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Boy tau mie ayam ?, siapa yang kasih Boy makan mie ayam ?" tanya Orion. Perasaan Ia tidak pernah memberikan Boy makan mie ayam. Menurut Orion makanan itu tidak bagus untuk Boy, karna banyak mengandung penyedap rasa.
Boy mengangguk anggukkan kepalanya.
"Siapa yang memberikan Boy makan mie ayam ?" tanya Orion lagi.
"Nenek cantik !" jawab Boy.
"Nenek cantik ?" Orion menautkan kedua alisnya ke arah Boy sebentar, kemudian pokus memperhatikan jalan di depannya. Ada ada saja mamanya itu, memberikan balita makanan orang dewasa.
"Queen pengen makan apa ?" tanya Orion kepada Queen.
"Mie ayam pakai bangso besar, sama bakso telor" jawab Queen. Tersenyum ke arah Boy, yang juga tersenyum kepadanya.
"Tapi Queen pengen makan di angkringan lesehan, yang berada di dekat rumah ibu mertua ratu sejagat" ucap Queen lagi.
"Baiklah ! apa pun untuk kalian" Orion pun melajukan kenderaannya ke arah angkringan langganan ratu sejagat yang tidak terlaku jauh dari rumahnya.
Setelah sampai, Orion memarkirkan mobilnya di depan angkringan lesehan. Dan mereka pun langsung turun, berjalan ke arah meja lesehan yang lagi kosong. Si pemilik angkringan pun langsung mendekati mereka.
"Mau pesan apa ?" tanya si Bapak penjual itu ramah.
"Mie Aaayam !"seru Boy.
"Mie ayamnya tiga Pak !, dua bakso besal dan bakso telur" Queen menyebutkan pesanannya.
"Sayang ! kok tiga ?, abang 'kan mau makan nasi" tanya Orion.
"Dua buat Queen, satu buat Boy !" jawab Queen tersenyum, sambil tangannya mengusap usap perutnya.
Orion menggeleng gelengkan kepalanya. Semenjak hamil, Queen sangat kuat makan, tapi anehnya badannya segitu gitu aja, hanya perutnya yang membesar.
"Nasi sama pecel lele satu Pak !. minumnya jeruk hangat tiga" ujar Orion kepada si Bapak penjual itu.
"Itu aja ? ada tambahan lain ?" tanya si Bapak penjual itu setelah mencatat pesanan keluarga kecil itu.
"Itu aja Pak !" jawab Orion.
"Di tunggu sebentar ya !" ucap si Bapak penjual itu, lalu undur diri.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Boy langsung heboh, menarik mangkok mie ayam miliknya.
"Panas Boy !, hati hati sayang !"tegur Queen.
"Boy suka !" ucap Boy lagi.
"Boy wajahnya aja yang bule, tapi lidahnya Indonesia" komentar Queen. Mengaduk aduk mie ayam Boy, supaya bumbunya tercampur rata. Kemudian melilit garpu dengan mie, kemudian meniup niupnya. Sekiranya sudah hangat lalu menyuapkannya ke mulut Boy.
"Sayang ! kamu makan aja, biar abang yang menyuapi Boy" ucap Orion.
"Boy makan sendiri !" ujar Boy, mengambil garpu dari tangan Queen. ia ingin menikmati makanannya sendiri.
"Boy belum bisa makan sendiri sayang !" ucap Queen.
"Boy makan sendiri !" kekeh Boy lagi.
"Kasih aja sayang !, biar dia terbiasa mandiri. Kamu makan aja, biar abang yang ngurus Boy" ucap Orion, mengusap kepala Queen dari belakang. Ia tau Queen juga sudah sangat lapar, tapi ia ingin memastikan Boy makan dengan benar.
"Iya Momy ! Boy bisa makan sendiri" sambung Boy, kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya dengan sedikit tumpah.
"Baiklah !" ucap Queen, kemudian menarik mangkok mie ayamnya. Setelah mengaduk aduknya, Queen langsung menyuapkannya ke mulutnya.
"Gak enak !" ucap Queen tiba tiba, Orion langsung mengernyitkan keningnya.
Queen meletakkan sendok dan garpu kembali ke atas mangkok. Kemudian menarik piring Orion yang berisi nasi dan pecel lele.
"Mau !" rengeknya manja.
"Trus yang makan dua mangkok mie ayam itu siapa ?" tanya Orion. Jangan sampai Queen menyuruhnya menghabiskannya, Orion tak suka mie ayam, Queen juga tau itu.
"Bang Orion !" jawab Queen, menyuapkan nasi yang sudah di campur sambal dan cubitan ikan lele ke mulutnya.
"Abang gak suka mie ayam Queen !"
Ada ada aja istrinya itu, perutnya sudah lapar, malah Queen memakan nasi miliinya.
"Tapi Queen tiba tiba gak suka !" Queen berbicara dengan mengerucutkan bibirnya. sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Ya udah !" pasrah Orion, tidak tega melihat wajah Queen yang mengiba. Dengan terpaksa Orion memakan mie ayam yang sudah di makan Queen. Dan yang satu mangkoknya di berikan kepada si Bapak penjual, siapa tau ada karyawannya yang mau. Dari pada di buang, sayang dan mubadjir, karna Orion tidak akan sanggup menghabiskan dua porsi mie ayam.
"Tadi bang Orion sama Papa Arya membahas apa ?" tanya Queen, setelah menelan makanan di mulutnya. kemudian menyuapkannya lagi.
Refleks Orion menghentikan kunyahannya, dan mengarahkan pandangannya ke wajah Queen.
"Aku mendengar pembicaraan bang Orion dengan Mr Jhon. Bang Orion sepertinya lupa, kalau ruang kerja banga Orion itu, di lengkapi dengan sisi teve" ujar Queen santai.
.
.