Brother, I Love You

Brother, I Love You
21. Bertunangan



"Queen ! ini abang Queen, bangunlah ! abang sudah ada di sini untukmu !" ucap Orion, duduk di pinggir brankar, menghadap Queen. Orion memegangi tangan Queen yang tertusuk jarum infus, sesekali mengecupnya, dan satu tangannya lagi mengusap usap Kepala Queen.


"Abang janji tidak akan jatuh cinta lagi dengan cewek lain. Abang janji akan menjaga hati abang untukmu. Abang janji akan menunggu Queen besar. Abang janji abang akan hanya menjadi milik Queen" ucap Orion lagi.


Meski Orion tidak mencintai Queen saat ini, tapi Orion akan mencoba membuka hatinya. Mungkin tidak sulit, seperti kata Papa Arya. Karna ia sudah menyayangi Queen, dan mungkin sudah ada benih cinta sejak lama, Orion tidak menyadarinya.


"Bangunlah pacar kecilku !" Tak bisa menahan kesedihannya, Orion tanpa sadar meneteskan air matanya. Mencium lama telapak tangan Quee. Orion tidak menyangka betapa besar cinta gadis kecil itu untuknya.


"Queen..! bangunlah !, kalau Queen gak bangun, abang pergi nih sama cewek lain" ancam Orion. Sudah gak tau caranya bagaimana supaya Queen bangun dari alam bawah sadarnya. Dari tadi Orion sudah berusaha membangunkan Queen, namun Queen masih enggan membuka matanya, seperti orang tak ingin hidup lagi.


"Ya udah ! abang pergi !" Orion melepas tangannya dari kepala Queen. kemudian melepas pegangan tangannya dari tangan Queen, turun dari atas berangkar.


Saat Orion membalik tubuhnya, hendak melangkah. Tiba tiba terdengar isak tangis Queen. Orion pun kembali memutar tubuhnya menghadap Queen, langsung mendekati Queen membungkukkan tubuhnya kepada Queen.


Begitu juga dengan Gandi, Vani, Arya dan Bunga. Mereka langsung berdiri dari sofa, berjalan mendekati brankar.


"Queen !" panggil Orion, mencium kening Queen. Queen masih saja terisak tanpa membuka matanya.


"Bangun sayang !" ucap Orion tanpa sadar, Wajah sembab Orion berbinar, terharu melihat Queen sadar.


Perlahan Queen membuka matanya, melihat wajah Orion yang tepat berada di atas wajahnya.


"Bang Orion kemana aja ?, kenapa bang Orion sembunyi ?"tanya Queen dengan suara lemah, menatap Orion dengan tatapan teduh.


"Maaf ! Bang Orion kemarin ada urusan !" jawab Orion. melap cairan bening dari sudut mata Queen.


"Queen kangen sama Bang Orion !" ucap Queen lagi.


"Abang juga kangen sama adik abang yang licik ini !" balas Orion tersenyum, lagi Orion mencium kening Queen.


"Sayang !" panggil Gandi kepada Putrinya


Queen langsung mengarahkan tatapanya ke arah Gandi, yang berdiri di samping ranjang, bersama Vani, Bunga, dan Arya.


"Papa ! Mama ! Mama Bunga ! Papa Arya !."


Gandi mencium kening Queen setelah Orion menjauhkan dirinya." Maafin Papa ya !, sudah galak galak sama Queen" ucapnya, mengusap usap kepala Queen, tak terasa air matanya menetes, Gandi terharu, akhirnya Queen bangun juga.


"Papa jangan larang Queen menemui bang Orion Pah !" ucap Queen dengan wajah memohon.


"Iya sayang ! tapi Queen harus janji sama Papa, Queen harus rajin belajar" balas Gandi,dan Queen menganggukkan kepalanya.


Vani memegang tangan Queen." Maafin Mama ya !, karna Mama Queen jadi seperti ini !" ucap Vani.


Queen mengarahkan tatapannya kepada Vani, Queen diam, ia bingung kenapa Mamanya minta maaf.


"Cepatlah sembuh !, dan jangan sakit sakit lagi. Kalau Queen mau jadi menantu Mama sama Papa" ucap Bunga, menyentuh kaki Queen.


Queen mengalihkan tatapannya ke arah Bunga dan Arya. Kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Orion yang duduk di pinggir brankarnya.


"Bagaimana dengan si Kezia Kezia itu ?" tanya Queen kesal, Mengerucutkan bibirnya. Bahkan menyebut nama mantan kekasih Orion itu, Queen tak suka banget.


"Sudah abang buang ke penangkaran ular !" jawab Orion.


Gandi yang mendengarnya memutar bola mata malas. Jika bukan demi kesembuhan Queen putrinya. Gandi sudah membuang bocah tengil itu ke penangkaran buaya. Kenapa setelah dia gagal, baru dia mau membuka hatinya untuk Queen. Gandi sepertinya harus memberi pelajaran kepada bocah itu.


"Bang Orion pasti bohong !" sanggah Queen.


"Kali ini Abang gak bohong pacar kecilku !" ucap Orion, merogoh saku celananya, mengeluarkan sesuatu dari sana. Mengambil tangan kiri Queen, menyematkan cincin berbahan titanium berwarna gold ke jari manis Queen.


"Ini kita sudah resmi bertunangan, Abang juga memakai cincin yang sama." Orion mengangkat tangannya kirinya, menunjukkan jari manisnya yang memakai cincin yang sama dengan Queen.


"Siapa yang bilang kalian resmi bertunangan ?, bocah !" sambar Gandi. Enak saja Orion mengajak putrinya bertunangan tanpa ijin darinya.


Ya Tuhan !, batin Gandi. Apa yang salah dengan dirinya ?. Kenapa putrinya cepat sekali dewasa?.


"Papa ! iya in aja !, putri kita baru bangun !" ucap Vani kepada Gandi, melihat suaminya diam. Toh juga mereka sudah menyepakati perjodohan Queen dan Orion, meski tanpa cincin itu, mereka sudah resmi di jodohkan.


Gandi menghela napasnya, pasrah." Iya kalian resmi bertunangan sekarang!" ucapnya.


Semua masalah dan kesalah pahaman sudah di selesaikan dengan baik. Dan semua sudah saling meminta maaf, dan saling memaafkan. Sekarang yang perlu mereka pikirkan, adalah Queen. Bagaimana caranya supaya Queen bisa menjalani hidup normal sesuai usianya.


Orion juga sudah mengatakan kalau dia akan mencoba membuka hatinya. Berjanji akan menunggu Queen dewasa. Sekarang yang menjadi PR Orion, bagaimana caranya ia berpamitan untuk ke luar Negri kepada Queen. Supaya mental Queen tidak sampai terguncang lagi. Orion memang harus pergi, supaya Queen tidak terlalu pokus kepadanya. Biar Queen mencari pergaulan dengan anak anak seusianya.


Mungkin selama ini mereka terlalu dekat, sehingga membuat Queen terbiasa dengan kehadirannya. Dan Queen selama ini kurang pergaulan dengan orang luar, mungkin itu salah satu penyebabnya.


Ceklek !


Semua yang ada di ruangan itu sontak menoleh ke arah pintu, melihat siapa yang datang.


"Assalamu alaikum !" sapa Aldo, melangkahkan kakinya masuk ke ruang perawatan Queen. Dengan memakai baju Dokternya.


"Walaikum salam !" balas semuanya


"Wah ! Queenara udah bangun ?"tanya Aldo, melihat Queen sudah membuka matanya.


Dari tadi ia sibuk memeriksa pasien di rumah sakit miliknya itu. Baru ini dia sempat menjenguk Queen.


"Sudah Om Aldo !" balas Queen


"Bagaimana ? apa kamu sudah berhasil menaklukkan hati calon suamimu itu ?" tunjuk Aldo dengan dagunya ke arah Orion, Queen hanya diam tidak menjawab, ia mengarahkan pandangannya ke arah Orion yang masih duduk di sampingnya.


"Kalau Om jadi Queen, mending Om cari yang lain deh !. Yang lebih muda, lebih tampan dan yang lebih kaya !" ucap Aldo mengompori.


"Lihat tuh Mama Bunga mu !, suaminya tua banget !, gak cocok" ucap Aldo lagi. Sepertinya ia masih memiliki dendam pribadi dengan laki laki yang merebut pacarnya itu.


"Nanti Queen masih kinclong !, Orionnya sudah keriput dan bau tanah !"tambah Aldo lagi.


Membuat Arya menatap tajam ke arah Aldo, yang memeriksa keadaan Queen. Mantan pacar istrinya itu selalu saja menyebalkan, dan suka menyindir. Rasanya ingin sekali Arya menonjok wajah Dokter cabul itu. Arya benar benar belum ikhlas, Aldo pernah melihat barang berharga istrinya, saat melahirkan Bilal anak ke eman mereka.


"Tapi bang Orionnya 'kan ! ganteng !" puji Queen. Membuat Orion, Bunga dan Arya tersenyum bangga.


Sedangkan Aldo dan Gandi memutar bola mata mereka jengah. Seperti hanya Orion saja, stok cowok ganteng di Dunia ini. Dan mereka juga dulu ganteng saat masih remaja, sekarang aja sudah mulai luntur di makan usia.


Orion yang masih duduk di pinggir brankar Queen. Membungkukkan tubuhnya ke arah Queen, Menghujani wajah Queen dengan ciuman, karna Queen sudah memujinya.


"Hei bocah !" sergah Gandi, mendorong tubuh Orion sampai terjatuh ke lantai. Enak saja anak perawannya, wajahnya di nodai.


"Sakit Om !" keluh Orion, langsung berdiri dari lantai." Dasar mertua galak !" sungutnya.


"Gan ! apa kamu yakin, menyerahkan putrimu kepada Orion ?. Apa kamu yakin terjamin aman, sampai Queen lulus sekolah ?. Aku yakin burung hantunya, sama perangainya dengan burung gagak Bapaknya. Lihat tuh si Bunga, di buntingi terus sama si burung gagak !" Nyinyir Aldo. Udah kaya emak emak aja, suka nyinyirin tetangga sendiri.


"Alah ! kaya burung kalian gak suka masuk gua aja !" balas Bunga mencibir.


"Bilang aja kalian iri !, apa susahnya ?" sambung Arya. Dasar mantan muridnya itu, gak ada hormatnya sama guru.


Orion yang mendengar lelucon, orang oarang dewasa itu, langsung menutup telinga Queen dengan kedua tangannya. Para orang tua itu, kalau sudah berkumpul, sering kali lupa dengan lingkungan sekitar.


"Jangan di dengarin Queen !" ucap Orion


.


.