
Sepanjang bekerja, wajah Dokter Aldo nampak berbinar, bibirnya sedikit tersenyum. Membuat suster Elisa bingung. Selama bekerja bersama Dokter Aldo, baru kali ini wajah Dokter Aldo terlihat berbinar bahagia. Selama ini wajah Dokter Aldo terlihat serius nyaris jarang tersenyum. Ada apa gerangan dengan pemilik rumah sakit ini ?, pikir Suster Elisa.Namun suster Elisa sungkan untuk bertanya.
Apa karna istri kecilnya itu yang membuat wajah Dokter Aldo berbinar ?. Gak yangka Dokter Aldo seleranya cewek bau kencur. Batin suster Elisa
"Satu pasien lagi stop ya !" ucap Dokter Aldo, setelah melihat jam tangannya, lima menit lagi, jadwalnya menerima pasien di ruang periksa akan habis.
"Baik Dokter !" patuh Suster Elisa, kemudian memanggil no antrian pasien berikutnya.
Setelah selesai memeriksa pasien terakhir. Dokter Aldo pun segera keluar dari ruangan itu. Dokter Aldo langsung meninggalkan rumah sakit. Ia ingin buru buru pulang, ia sudah sangat merindukan Diana, my darling i love you nya.
Dokter Aldo melajukan kenderaannya keluar dari area rumah sakit. Melajukan kenderaannya dengan kecepatan sedang. Di pertengahan jalan, Dokter Aldo memarkirkan kenderaannya di depan sebuah pertokoan. Dokter Aldo turun dari dalam mobil, berjalan ke arah toko penjual bunga. Dokter Aldo ingin membeli bunga⚘ untuk istri tercintanya. Setelah itu Dokter Aldo berpindah ke toko lain, masuk ke toko penjual boneka. Dokter Aldo pun membeli boneka beruang berukuran besar berwarna biru muda untuk Diana. Boneka itu sangat besar, lebih besar dari tubuh Diana.
Dokter Aldo berpindah toko lagi, masuk ke toko kue. Dokter Aldo membeli donat satu kotak yang di beri selai warna warni. Dokter Aldo menyuruh karyawan toko itu, untuk membuat tulisan huruf I💗U. Dokter Aldo juga membeli kue brownis kesukaan Diana, di atasnya di beri tompik coklat lumer,dan gambar hati yang terpanah💘.
Selesai membeli sumua yang ingin di belikannya untuk Diana. Dokter Aldo segera meninggalkan tempat itu. Dokter Aldo pun melajukan kenderaannya menuju jalan pulang.
Dokter Aldo menurunkan laju kenderaannya saat akan memasuki gerbang rumahnya. Sambil menekan klakson, supaya security yang berjaga segera membukanya. Setelah gerbang di buka, Dokter Aldo melajukan kenderaannya memasuki halaman rumah miliknya, dan langsung memarkirkannya.
Dokter Aldo tersenyum, melihat oleh oleh yang di belikannya untuk Diana. Dokter Aldo sadar, istrinya itu masihlah remaja yang akan beranjak dewasa. Diana tidak mungkin akan masuk ke dalam Dunianya. Diana tidak akan mungkin bisa mengimbangi kedewasaannya yang sudah tak muda lagi. Biarlah Dokter Aldo yang masuk ke dalam Dunia Diana. menghikuti hidup Diana yang masih remaja.
Setelah mengambil semua hadiah yang ia beli, Dokter Aldo pun segera turun dari dalam mobil. Berjalan membawa semua hadiah itu ke arah pintu rumah. Dokter Aldo membuka daun pintu di depannya sembari mengucap salam dan melangkah masuk.
"By... !" seru Diana berlari ke arah Dokter Aldo, dengan senyum merekah, Diana langsung memeluk Dokter Aldo, dengan mendongakkan kepalanya ke wajahnya.
Dokter Aldo langsung mengecup kening Diana. wajah Dokter Aldo yang berbinar dari tadi, kini merekahkan senyumnya, melihat wajah ceria Diana.
"Ini hadiah untukmu my darling" ucap Dokter Aldo, menunjukkan semua hadiah di tangannya.
Diana semakin merekahkan senyumnya. pandangan Diana langsung mengarah ke boneka besar di tangan Dokter Aldo. Diana langsung mengambilnya dan memeluknya.
"Aku sudah lama menginginkan boneka sebesar ini" ucapnya.
"Bunga ini juga untukmu !" Dokter Aldo menunjukkan sebuket mawar merah ke depan Diana.
Diana langsung mengambil bunga itu, dan langsung menciumnya. Diana sangat senang menerimanya. Ini pertama kalinya di berikan bunga oleh laki laki.
"Dan ini juga untukmu !" ucap Dokter Aldo lagi. Membuka kotak kue donat warna warni ditangannya.
"By ! banyak kali hadiahnya ?" seru Diana, tanpa melepas boneka dan bunga itu dari pelukannya. Diana langsung mencomot satu kue donat bergambar hati dan langsung melahapnya.
"Rasanya enak dan manis, Diana menyukainya. Besok By beli lagi untukku ya !." Diana berbicara terdengar kumur kumur, karna mulutnya penuh donat.
"Dan satu lagi untukmu !" Dokter Aldo membuka hadiah terakhirnya, menunjukkanya kepada Diana. Setalah mengambil kotak donat dari tangan Dokter Aldo, Diana langsung mencolek gambar hati yang terpanah di atas kue brownis, memasukkannya ke mulutnya.
"Ini juga makanan kesukaan Diana" ucap Diana lagi.
Dokter Aldo pun meletakkan kotak kue brownis itu ke tangan Diana sebelahnya lagi. Kemudian langsung menggendong tubuh diana."Dan ini makanan kesukaanku !" ucapnya.
Dokter Aldo melangkahkan kakinya membawa Diana ke arah kamar mereka.
"Buka pintunya Darling !" suruh Dokter Aldo.
Diana pun meletakkan dua kotak kue itu di atas perutnya, kemudian memutar knop pintu kamar mereka. Dan Dokter Aldo, mendorong pintu itu pakai kaki. Setelah masuk ke dalam kamar, Dokter Aldo menutup pintu itu kembali, mendorongnya dengan telapak sepatunya.
Dokter Aldo berjalan ke atas sofa, lalu mendudukkannya di sana, membiarkan Diana di atas pangkuannya. Dokter Aldo meletakkan kotak donat dan brownis itu di atas meja. Kemudian memindahkan boneka beruangnya ke sofa di samping mereka.
"Sekarang ! mana hadiah untukku darling ?" tanya Dokter Aldo, menyentuh bibir Diana.
"By ambil sendiri hadiahnya" jawab Diana, wajahnya memerah salah tingkah. Bagaimana pun juga, Diana masih malu bergenit genit dengan suaminya itu.
"Suami mu ini ingin kamu memberinya sendiri darling !" ucap Dokter Aldo lagi.
"Tapi Diana ingin memakan donat sama brownisnya."Diana berbicara dengan bibir mengerucut.
"Baiklah ! setelah itu beri aku hadiah istimewa" ucap Dokter Aldo, membuka kotak kue itu, mengambil satu donat, menyuapkannya ke mulut Diana.
Setelah Diana menghabiskan dua donat dan sepotong kue brownis. Dokter Aldo pun langsung mencium bibir Diana. Menciumnya dengan mesra dan menuntut. Jangan lupakan tangan kekar Dokter Aldo, satunya sudah merambat masuk ke dalam baju Diana. Dokter Aldo akan memberikan Diana kenikmatan terlebih dahulu, sebelum ia mencari kenikmatan dirinya.
Dokter Aldo melepaskan ciumannya setelah merasakan tubuh Diana melemah. Dan langsung memasuki tubuh Diana tanpa memberi Diana jeda. Menggerakkan tubuhnya dengan tempo yang sangat lambat. Dokter Aldo tersenyum, mendengar lenguhan Diana yang sangat merdu.
"Apa sangat nikmat sayang ?" goda Dokter Aldo, melihat Diana sangat menikmati apa yang memasuki tubuhnya. Diana diam tidak menjawab, ia mengalihkan wajahnya yang memerah ke arah lain. Diana malu dan salah tingkah, jelas sangat nikmat, itu tak perlu di pertanyakan lagi.
Dokter Aldo pun menukar posisi Diana, kemudian memacu tubuhnya lebih cepat, seketika membuat Diana menjerit jerit kenikmatan. Tidak hanya sekali tukar posisi gaya bercinta, semua gaya sudah Dokter Aldo praktekkan. Dokter Aldo benar benar mengajak Diana bersenang senang di atas sofa itu dengan berbagai gaya. Entah sudah berapa kali Diana mendapatkan kenikmatan. Dokter Aldo belum juga mengakhiri permainannya. Diana sudah kelelahan, tubunya sudah lemah, Diana benar benar kewalahan dengan birahi pria matang yang berdiri di belakang tubunya itu.
Ini gila !, Om Aldo sangat buas, ya ampun !,tapi aku sangat menyukainya, benar benar sangat nikmat. Batin Diana
Kegiatan menggila itu pun masih terus berlanjut, keduanya sama sama menggila. Tak sampai di atas sofa saja, Dokter Aldo pun membawa Diana pindah ke dalam kamar mandi. Melanjutkan percintaan mereka di dalam.
Satu jam berlalu, akhirnya keduanya keluar dari dalam kamar mandi, dengan sama sama handuk melilit tubuh mereka. Dan Diana berada di gendongan Dokter Aldo. Sampai di dalam kamar, Dokter Aldo membaringkan tubuh Diana yang sudah lemah karna kecapean.
"Lapar ! haus !" rengek Diana manja, berbicara dengan bibir mengerucut. Tenaga Diana susah habis, ia butuh makanan dan minuman untuk memulihkannya.
"Sebentar sayang !" ucap Dokter Aldo terseyum, kemudian berjalan ke arah sofa, mengambil sisa kue yang di belinya tadi. Dokter Aldo kembali ke arah kasur, mendudukkan tubuhnya di samping Diana, dan langsung menyuapkan sepotong kue ke mulut Diana. Diana langsung melahapnya dengan rakus.
"Kuli !" ejek Dokter Aldo tersenyum.
"Kuli siapa ?" gumam Diana terdengar kumur kumur.
"Aku suka permainanmu tadi, kamu sangat hot !"ucap Dokter Aldo, mengingat saat Diana memanjakan senjata pamungkasnya.
"Diana tidak sadar melakukannya."
"Karna kamu terhanyut dalam permaian suamimu yang gagah ini. Bagaimana sayang ?, apa aku kamu puas dengan permaianku ?" tanya Dokter Aldo, masih terus menyuapkan kue ke mulut Diana.
"Bukan puas lagi, tapi aku hampir pingsan" sungut Diana. Bahkan sampai sekarang lututnya masih gemetar, karna kehabisan energi.
"Aku tidak akan menghentikan permaianku jika gairahmu masih menggebu gebu sayang !" ucap Dokter Aldo.
Diana mengerucutkan bibirnya, bagaimana gairahnya tidak menggebu gebu, jika kenikmatan yang luar biasa itu baru ia rasakan.
Pantasan Sirin genit, ternyata turunan Om Aldo.Batin Diana
Dokter Aldo mengelus perut rata Diana," semoga buah cinta kita cepat tumbuh di dalam sini !" ucap Dokter Aldo. Sontak Diana menajamkan pandangannya ke wajah Dokter Aldo.
"By sudah memiliki Ghissam dan Sirin, apa By masih ingin punya anak ?" tanya Diana.
"Aku mencintaimu Diana, tentu aku ingin memiliki anak darimu. Anak yang lahir dari rahimmu" jawab Dokter Aldo, sambil tangannya masih mengelus elus perut Diana, berhatap sudah ada benihnya yang bersemayam di dalamnya.
Diana menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Menyetujui yang di katakan Dokter Aldo.
"Diana juga ingin memiliki anak darimu By !" ucapnya.
"Cepat habiskan makananmu, supaya tenagamu cepat pulih. Nanti malam aku masih menginginkanmu !."
"Kamu benar benar sangat genit By !"
"Karna kamu sangat nikmat sayang, aku tidak akan ada bosannya bercinta denganmu."
"Dasar tua tua keladi !" cibir Diana
"Apa katamu sayang ! Hm..! kamu mengejekku ?. Padahal kamu juga sangat menyukainya" gemas Dokter Aldo, tangannya mere*** kedua gundukan kecil Diana.
"By ! ahh !"
.
.
.
.