
Queen pun langsung membuka bajunya, dan menyisakan tantopnya. Dan langsung menutupkannya ke kepala Mail, dengan sigap Queen melayangkan satu bogeman ke leher Mail.
Bukh !!
"Aaa...!!!" jerit Mail kaget, megangi lehernya.
Bukh !
"Aaa...!!! senapanku !!!" jerit Mail lagi tangannya langsung memegak senapannya, karna Queen memukul alat vitalnya.
Bukh !!!
"Aaa !!!"
Lagi, Queen malanyangkan tinju ke leher Mail. Queen tadi hanya pura pura terangsang saja, ia hanya menebak, air mineral yang di minumkan Mail ke mulutnya itu bercampur obat perangsang. Queen berpikir, sebelum obat itu bereaksi dalam tubuhnya, ia harus melumpuhkan si Ismail Marjuki.
Karna kesakitan akibat pukulan Queen, Mail emosi, rahangnya mengeras.
"Ka..kamu ingin mengajakku bermain kasar Queen ?, baiklah !" geram Mail. Dan langsung menjambak rambut Queen kuat dari belakang.
"Aaakkh..!!!" jerit Queen karna kesakitan di kulit kepalanya.
"Ka..ka..kamu yang memulainya Queen !" ucap Mail merapatkan gigi giginya.
"Lepaskan aku Mail !, aku gak pernah mengusik hidupmu !, kenapa kamu menculikku ?." Queen berbicara sembari menangis.
"Ka..ka..kamu sudah mengusikku Queen, ka..kamu sudah mengganggu tidurku setiap malam Queen" jawab Mail, Queen menggeleng gelengkan kepalanya.
Perlahan tangan Mail menurunkan sebelah tali tantop Queen, sampai menampakkan branya. Yang langsung di tarik Queen.
"Se..sepertinya aku harus sabar menunggu obat perangsang itu bereaksi dalam tubuhmu. baiklah ! aku akan menunggunya, supaya aku tidak perlu memaksamu !" ucap Mail, lalu mengecup bahu Queen dari samping.
"Atau.. Apakah kamu lebih suka main kasar ?. Aku bisa memulainya sekarang !" ucap Mail lagi.
"Kamu jangan gila Mail !!!" sergah Queen.
" A..a..aku memang sudah gila Queen, te..te..tergila gila padamu !" balas Mail dengan suara lembutnya, lagi ia mengecup bahu Queen.
"Kamu brengs*k Mail, kamu bajingan !" maki Queen.
"Te..te..terserah apa katamu Queen !, Ka..kamu harus menjadi milikku !."
"Bos ! ada mobil polisi yang menghadang di depan" sahut supir bayaran Mail itu dari kursi depan.
"Ta..ta..tabrak aja !" perintah Mail.
"Kita bisa bahaya bos !" tolak supir itu. Kalau dia menabrak mobil polisi itu, bukankah itu namanya bunuh diri ?, sopir itu belum mau mati.
"Pu..pu..putar balik !, dan cari jalan lain !" perintahnya.
"Baik bos !"
Supir itu pun memutar balik kenderaannya, ke arah jalan yang mereka lewati tadi. dan...
Ciiiitttttt.....!
"A..ada apa ?, ke..kenapa berhenti ?" tanya Mail, karna supir bayarannya itu, melakukan rem mendadak.
"Kita dihadang lagi bos !" jawab supir itu.
"Si..sial !" umpat Mail.
Mail mengarahkan pendangannya ke depan dan kemudian ke arah kaca belakang mobilnya. Ternyata mereka sudah di kepung polisi, beserta keluarga Queen.
Tubuhku kenapa ?, kenapa saat seperti ini aku sangat menginginkan bercinta. Apa karna air minum yang bercampur obat sialan itu, sudah mulai bereaksi ? Tapi untunglah keluargaku sudah datang untuk menyelamatkanku. Batin Queen, merasakan aneh dalam tubuhnya.
Mail mengeluarkan pisau kecil dari saku jaketnya, kemudian menodongkannya ke leher Queen.
"Bu..buka pintunya, dan suruh semua polisi dan keluargamu menyingkir, jika kamu tak ingin mati !" ancam Mail.
Seketika tubuh Queen bergetar ketakutan, merasakan dinginnya pisau menyentuh lehernya.
"Dasar psikopat !" maki Queen, berbicara dengan bibir bergetar, dan air matanya pun mengalir.
"La..lakukan apa yang kuperintahkan, jika kamu masih ingin hidup !" ancam Mail lagi, sedikit menggesek pisaunya di leher Queen. Membuat Queen mendecis kesakitan.
Tidak ada pilihan, Queen pun membuka pintu di sampingnya.
Queen pun melangkahkan kakinya turun, di ikuti Mail, masih menodong leher Queen dengan Pisau.
"Queen !" gumam Papa Gandi, Orion, Papa Arya, Reyhan, Elang, Arsen, Papa Aldo, dan Papa Leo bersamaan.
"Papa !!" panggil Queen menangis.
Gandi yang melihat nyawa putrinya terancam, langsung berlari ke arah Queen. Begitu juga dengan Orion, ia melangkahkan kakinya berjalan menggunakan tongkat ke arah Queen dan Mail.
"Jangan ada yang mendekat !!!" ancam Mail. Membuat langkah Gandi dan Orion langsung terhenti.
"Pak Gandi, Pak Orion ! kita tidak boleh gegabah !, kita harus hati hati !" ucap salah satu polisi yang datang bersama mereka.
"Suruh semua polisi dan keluargamu menyingkir Queen !" perintah Mail kepada Queen.
"Pa ! menyingkirlah ! biarkan dia membawaku !" ucap Queen menangis. Gandi menggeleng gelengkan kepalanya, dengan air mata membanjiri pipinya, menangis.
"Pah ! Queen akan baik baik saja !" ucap Queen lagi.
"Queen !" panggil Orion menangis. Kenapa ia harus lumpuh ?.
"Bang Orion !"balas Queen dengan bibir bergetar.
"Kalau kalian tidak menyingkir !, aku akan menghabisi Queen !" ancam Mail lagi, karna tidak ada yang satu pun yang menyingkir memberi jalan.
"Aahh !" desah Queen tanpa sadar, ia semakin tidak bisa menahan reaksi obat sialan di dalam tubuhnya.
Mail langsung saja menyeringai lebar, karna obat sialan itu sudah bereaksi.
"Queen !" panggil Orion.
"Bang Orion ! tolong Queen bang Orion !" tangis Queen, merasa tersiksa karna birahinya tak tersalurkan.
Queen pun membuka tantopnya tanpa sadar, sehingga menampakkan bagian atas tubuhnya, karna merasakan tubuhnya gerah. Membuat semua polisi dan orang orang di sana menutup mata, kecuali Gandi dan Orion.
Papa Arya, mengusap kasar wajahnya, kenapa kejadian yang sama dengan istrinya, terjadi kepada Queen. Ingin rasanya Arya, menghancurkan pabrik yang memproduksi obat sialan itu.
"Queen ! kamu kenapa Queen !" Kawatir Orion.
"Huahahahahaha.....!!!!" tawa Mail terbahak bahak.
Orion mengeraskan rahangnya, tersadar kalau laki laki brengs*k itu sudah memberikan Queen obat sialan. Mata dan wajah Orion memerah, emosinya memuncak, sampai tubuhnya bergetar. Ini namanya pelecehan, Orion tidak terima istrinya di perlakukan seperti itu. Tanpa berpikir panjang, Orion mengambil pistol dari tangan polisi yang berdiri di sampingnya. Dan langsung mengarahkannya kepada Mail.
Duarrr !!!
"Aaaakh !!!" Jerit Mail, cengkramannya terlepas dari tubuh Queen, pisau di tangannya pun terjatuh, dan langsung memegangi dadanya.
Sontak semua membuka mata, karna mendengar suara tembakan. Mengarahkan pandangan masing masing ke sekeliling, melihat siapa yang tertembak, dan siapa yang melakukan penembakan.
"Queen !" Papa Gandi langsung berlari ke arah Queen.
Gandi langsung membuka jaketnya, memakaikannya ke tubuh Queen. Dan langsung membopong tubuh Queen, membawanya ke masuk ke dalam mobilnya. Yang langsung di susul Dokter Aldo, untuk memeriksa keadaan Queen.
"Gan ! kita bawa Queen ke rumah sakit saja !" usul Aldo.
Tanpa menjawab, gegas Gandi pun berlari ke arah pintu setir mobilnya, dan langsung masuk, dan melajukan kenderaannya.
Orion membeku di tempatnya, setelah apa yang ia lakukan. Karna gelap mata, ia sudah menghabisi nyawa seseorang. Ia bukan pembunuh, ia hanya ingin menyelamatkan nyawa istrinya yang terancam. Salahkah ?
"Orion !" panggil Papa Arya, sontak Orion mengalihkan tatapannya ke arah Papa Arya, yang berjalan mendekatinya.
"Pah ! aku khilaf Pah !" ucap Orion. Papa Arya langsung memeluk tubuh anak sulungnya itu, dan langsung menangis.
"Papa tau nak !" jawabnya.
Apa ini karma ? karna dulu sudah memenjarakan orang tiada maaf. Tanpa memberikan orang orang yang menyakiti istrinya dulu kesempatan meminta maaf. Kadang kita manusia tanpa sadar bersifat angkuh dengan kebaikan kita sendiri, merasa paling benar di atas kesalahan orang lain. Tanpa kita sadari, terkadang orang berbuat jahat kepada kita, bisa saja berasal dari diri kita sendiri, yang tanpa sadar menyinggung orang lain, baik dari sikap maupun sifat dan kata kata.
Reyhan, Elang, Arsen dan Calixto anak sulung Leo, juga membeku di tempat masing masing. Selain memikirkan nasib abang mereka, mereka juga memikirkan bagaimana reaksi Mama Bunga dan Mama Vani nanti.
"Cepat bawa korban ke Rumah Sakit !" perintah ketua polisi itu kepada anggotanya. Mungkin nyawa Ismail masih bisa di selamatkan.
"Siap komandan !" balas salah satu polisi, dan segera mengepakuasi Mail di bantu temannya dan membawanya ke Rumah Sakit terdekat.
.
.