
Mendengar bunyi Alarmnya dari phonselnya. Orion langsung terbangun dari tidurnya. Mengingat ia harus pergi sebelum Queen datang ke rumahnya. Orion pun gegas turun dari atas tempat tidur, berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Mandi dengan secepat kilat, selesai mandi Orion langsung keluar.
Di dalam kamar Orion juga memakai pakaiannya dengan cara cepat juga. Setelah mengambil handphon, dompet dan kunci mobilnya. Tanpa menyisir rambutnya, Orion gegas keluar kamar. Menuruni anak tangga dengan berlari kecil.
"Bang Orion mau kemana ?, Darren ikut !" tanya Adik ke empat Orion yang lagi bermain robot sama mobil mobilan di ruang keluarga bersama Bilal adiknya yang paling kecil.
"Abang mau pergi pacaran, anak kecil gak boleh ikut !" jawab Orion. Kemudian berjongkok mencium kedua pipi adiknya itu bergantian." Nanti abang bawain jajanan untuk kalian, oke !" ucapnya, langsung berdiri, berjalan cepat ke keluar rumah, masuk ke dalam garasi.
Orion pun melajukan kenderaannya keluar dari dalam garasi dengan kecepatan rendah, menuju gerbang.
"Stop !!!"
Queen berdiri merentangkan tangannya di depan mobil Orion yang baru keluar dari gerbang.
Orion menghela napas lemah melihat bocah penguntit yang berdiri di depan mobilnya. Entah dari mana Queen tau, dia mau kabur. Apa ada yang bekerja sama dengan bocah licik itu ?. Okeh ! sepertinya Orion harus menyelidikinya.
Queen berjalan ke arah pintu penumpang di samping kemudi. Membuka pintunya dan langsung masuk.
"Bang Orion mau kabur 'kan ?"tanya Queen langsung. Memicingkan matanya ke arah Orion dengan bibir mengerucut.
"Nggak ! Abang mau ngecek kerjaan sebentar, setelah itu abang menjemput Queen" bohong Orion.
"Queen gak percaya !" cetus Queen
"Kalau gak percaya, Queen ikut aja !" pasrah Orion. kemudian melajukan kenderaannya.
Bagusnya ! diapain ini bocah ?, batin Orion, merapatkan gigi giginya, gemas dengan bocah di sampingnya.
"Abang Orion sudah putus 'kan ! sama si Kezia Kezia itu ?" ketus Queen, rasanya Queen jijik banget menyebut nama wanita yang menjadi pacar Orion itu.
"Sudah !" bohong Orion, untuk kedamainan sesaat.
Queen langsung tersenyum senang, dalam hati bersorak gembira. Ia sudah berhasil menyingkirkan gadis itu dari sisi Orion.
"Queen ingin jalan jajan kemana ?" tanya Orion. Setelah urusannya dengan gadis kecil di sampingnya selesai. Orion ingin mengajak Kezia berkencan.
"Ke mall lah !, nonton, udah itu belanja belanja, setelah itu makan di cafee gitu !" jawab Queen tersenyum senyum.
Ciiiiiittttt.....!
"Bang Orion !!!" pekik Queen yang kaget, karna Orion melakukan rem mendadak, untung saja Queen memakai sabuk pengaman, kalau gak ! mungkin kepalanya sudah terbentur ke dasboart mobil.
"He bocah !, kamu mau morotin duitku ? hm.. !" gemas Orion, menjewer telinga Queen.
"Sakit..!" keluh Queen, menarik tangan Orion dari telinganya.
"Kamu beli eskrim aja sama kinderjoy, itu sudah cukup" ucap Orion, kembali melajukan mobilnya.
"Queen gak mau !, Queen pengen beli baju, sepatu, make up, sama asesoris"Bantah Queen.
"Abang gak punya uang !" ujar Orion
"Queen gak percaya !" sanggah Queen."Bang Orion juga nanti harus beliin Queen cincin" ujar lagi Queen bernada perintah.
"Buat apa ?"
"Buat kita tunangan !"
"Sekarang kita putus !"
"Nanti Queen bilang sama Mama Bunga, kalau Bang Orion mencium Queen" ancam Queen.
"Bilang aja !, Abang gak takut !"balas Orion
"Oke !" ucap Queen, tersenyum manis ke arah Orion. Entah apa yang di rencanakan otak kerdil anak itu.
"Baiklah !, kita Ngak jadi putus. Kita jalan jalan sekarang !" pasrah Orion. Dari pada dapat bogeman mentah nanti di perutnya dari sang ratu sejagat, karna Queen mengadu yang tidak tidak. Mending jelmaan siluman kera hutan di sampingnya itu, di turuti kemauannya.
Queen melangkahkan kakinya berjalan mendekati Orion. Dan langsung memeluk tangan Orion bergelayut manja, masuk ke dalam mall.
Orion mendesah pasrah aja, ia harus menuruti ke inginan gadis kecil di sampingnya. Orion heran sendiri, kenapa pula ia begitu patuh kepada bocah yang sudah dianggapnya adik itu ?.
Mereka pun menaiki lif ke lantai atas, Orion pun langsung membawa Queen ke bioskop yang ada di dalam mall.
"Mau nonton apa Queen ?" tanya Orion, saat akan membeli tiket.
"Mau nonton film yang ada harimaunya !" jawab Queen.
Orion pun memesan tiket film yang sesuai dengan tontonan anak anak. Setelah itu Orion membeli cemilan dan minuman untuk mereka berdua.
"Ayo kita duduk di sana, flimnya masih lama baru akan di putar" ajak Orion, menunjuk kursi kosong yang ada di area bioskop tersebut, sembari melangkahkan kakinya, yang langsung di ikuti Queen.
Pasangan kekasih penomenal itu, bukan pertama kali ini jalan berdua ke mall, dan nonton bareng. Meski selama ini mereka bukan status pacaran. Orion sudah sering membawa Queen jalan jalan. Tapi untuk minta di belanjain, ini baru pertama kalinya.
Selesai menonton, Orion pun membawa Queen masuk ke dalam kios penjual baju anak anak, yang lengkap dengan sepatu, sendal dan asesoris.
"Bang Orion !, boleh Queen borong semua ?" tanya Queen.
Takk !!
"Aw !" keluh Queen, mengusap usap keningnya karna Orion menyentil keningnya lumayan kuat.
"Jangan kamu pikir aku ini cowok seperti CEO CEO di dalam film atau novel. Yang punya cart tanpa batas untuk membeli semua isi kios ini" gemas Orion. Berbicara dengan merapatkan gigi giginya.
"Ayo sana cepat pilih !" suruhnya
Queen berjalan ke arah baju baju yang berjejer, dengan bibir di kerucutin. Tapi wajahnya tampak berbinar cerah, ia pun lansung membolak balik baju yang di gantung rapi.
Orion ia menunggu Queen di tempat duduk yang di sediakan di kios itu. Orion pun mengeluarkan handphon canggihnya dari saku jaketnya. Menghidupkan layarnya, memain mainkan jempolnya di atas layar phonsel tersebut.
Memiliki otak cerdas, sama seperti Papa Arya. Orion juga sudah berhasil menjadi seorang hacker handal. Tentu itu karna mendapatkan ilmu dari sang Papa yang seorang hacker.
Beberapa waktu kemudian, Queen sudah datang mendorong troli, yang sudah dipenuhi baju baju, tas sekolah dan tas untuk jalan. Ada sepatu, sendal, dan berbagai macam pernak pernik, Orion tidak tau apa saja namanya.
"Bang Orion ! Ayo bayarin !" suruh Queen kepada Orion yang sibuk dengan handphon di tangannya.
Orion langsug mendongakkan kepalaya ke arah Queen, kemudian mengalihkannya ke troli yang di bawa gadis kecil itu.
"Ya ampun Queen..! kamu benar benar mau buat aku bangkrut ?." tanya Orion melihat banyaknya belanjaan Queen.
"Hehehe....!" cengir Queen."Queen tau, Bang Orion duitnya banyak !"ucapnya.
"Kamu yang membawa belanjaanmu ini semua ke parkiran !" sungut Orion, berdiri dari tempat duduknya, mendorong troli belanjaan Queen ke arah kasir.
Queen diam aja sembari tersenyum, mengikuti Orion ke kasir.
"Total semuanya tujuh juta dua ratus lima puluh tiga ribu ya bang !" ucap Kasir itu, setelah selesai menghitung belanjaan Queen, dan menyusunnya ke dalam kantong pelastik.
Orion mendesah pasrah, lalu mengeluarkan kartu atmnya, memberinya ke petugas kasir. Pulang dari sini, Rencana Orion akan membuang anak siluman itu ke kutup selatan, biar beku menjadi es, supaya tidak ada yang mengganggunya lagi, dan dia lepas dari yang namanya selingkuh.
"Ayo bawa semua belanjaanmu ini !" suruh Orion, memasukkan kembali bemanjaan Queen ke dalam troli, mendorong troli itu ke depan Queen, lalu melenggang keluar dari dalam kios, meninggalkan Queen di belakang.
"Bang Orion...!!" teriak Queen
Tega sekali orang dewasa itu, membiarkan anak kecil mendorong beban berat. Pikir Queen
Orion pura pura gak mendengarnya, sesekali dia dulu yang mengerjai bocah berotak licik itu. Pikir Orion
.
.