
Lama kedua insan yang saling mencintai itu berpandangan. Seperti ada yang memerintah, Orion pun mendekatkan wajahnya perlahan ke wajah Queen, sampai bibir mereka menempel.
Dug dug dug !!!,
Jantung Queen langsung berdetak sangat kencang. Tersadar Queen pun menjauhkan wajahnya.Lalu menggeleng gelengkan kepalanya. Teringat dengan nasehat Mama Vani, supaya Queen tidak mau bibirnya di cium laki laki mana pun.
"Kenapa ?" tanya Orion.
"Gak boleh !" jawab Queen, Wajahnya susah merah seperti tomat.
Orion bernapas lemah, ternyata gadisnya itu masih tidak jauh beda dari dulu, masih seperti anak anak. Masih saja tidak boleh dicium bibirnya. Oh Tuhan !, batin Orion
"Kenapa ?" tanya Orion lagi, penasaran.
"Kata Mama, Queen gak boleh di cium bibirnya sama laki laki manapun !" jawab Queen polos.
"Kecuali suami sendiri !" sambung Orion. Tersenyum senang, gadisnya itu benar benar terjaga kesuciannya.
Queen terdiam, semakin menajamkan pandangannya ke wajah Orion, dengan tatapan bingung.
Orion gemas sekali melihat kepolosan istrinya itu. Kalau di cium aja gak boleh, apa lagi yang lainnya. Mau diapain ini bocah ?, pikir Orion.
"Ada pengecualian Queen !" ulang Orion lagi. Queen diam, masih mencerna yang dikatakan Orion.
"Hanya abang yang boleh mencium bibir ini !" ucap Orion, menyentuh bibir Queen dengan cempol tangannya, mengelusnya pelan.
Orion pun menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua sisi wajah Queen. Kemudian mencium kening Queen. Orion pun mendekatkan kembali bibirnya ke bibir Queen. Menenpelkan bibir mereka cukup lama, melepasnya kembali, memandang wajah Queen, yang terdiam dengan wajah semakin memerah.
Orion mengembangkan senyumnya," Apa Queen gak penasaran dengan rasanya ?" goda Orion, tersenyum.
Queen tidak menjawab, ia pun mengalihkan tatapannya ke arah lain,dengan menggigit bibir bawahnya. Kenapa harus di tanya ?, jelas Queen penasaran lah.
Cup !
Gemas melihatnya Queen yang salah tingkah, Orion pun mengecup pipi Queen yang semakin tambah dewasa dan cantik.
"Abang akan mengajari caranya ciuman, kalau Queen belum tau. Nanti Queen tinggal mengikutinya !" bisik Orion ketelinga Queen." kita coba ya !" bisiknya lagi.
Membuat Queen merinding si bulu roma, merasakan hangat dan geli, sapuan napas Orion di telinganya.
"Bang Orion !" rengek Queen manja, memukul dada Orion dengan tinjunya. Ada ada saja, masa mau ciuman ada percobaannya, menyebalkan !.
Orion menangkap tangan Queen, lalu mengecupnya."Apa istri abang ? Hm..!" tanya Orion.
"Queen malu !" jawab Queen pelan, terdengar seperti bisikan di telinga Orion.
Orion semakin mengembangkan senyumnya, tangannya menangkup dagu Queen, mengarahkannya kembali ke wajah Queen ke wajahnya.
"Tutup matamu sayang !" bisik Orion lagi. Membuat Queen bergidik, suara Orion yang memanggil sayang, terdengar horor di telinyanya. Itu bukan panggilan yang biasa Queen dengar, karna Orion selalu memanggilnya dengan sebutan nama. Apa bang Orionnya itu lagi kemasukan Om jin mesum ?, pikir Queen.
Orion pun menyurukkan satu tangannya ke leher belakang Queen, meremas pelan rambut Queen, lalu menariknya perlahan, supaya wajah Queen mendongak. kemudian menempelkan bibirnya mereka. Perlahan Orion menggerakkan bibirnya, menyapu lembut permukaan bibir mungil Queen, menyesap dan melu***nya dengan hikmat. Refleks Queen pun memejamkan matanya, menikmati perlakuan Orion ke bibirnya. Queen merasakkan darahnya berdesir, membuat tubuhnya menghangat. Ini ciuman petama Queen.
Ini rasanya sangat aneh dan nikmat, batin Queen.
Orion melepas pagutannya, karna Queen tidak membalas ciumannya.
"Buka mulutmu sayang !" ucap Orion, mencium kembali bibir Queen. Queen pun membuka sedikit mulutnya. Yang langsung diterobos Orion dengan lidahnya. Orion menarik tekuk Queen dengan satu tangannya, dan satu tangannya lagi, menahan pinggang Queen dari belakang. Untuk memudahkannya memperdalam ciuamannya. Orion memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Queen, mengajak lidah Queen untuk saling menyerang, sesekali menyesapnya.
Ukh ! nikmat !, batin Orion.
Dan Orion pun sesekali melepas pagutannya, memberikan Queen kesempatan bernapas, kemudian menciumnya lagi dan lagi.
Lama ciuman itu berlangsung, Queen yang merasakan bibirnya sudah panas dan mungkin sudah bengkak, dan ia pun sudah mulai kehabisan napas, Queen pun memukul mukul dada Orion, sampai Orion menghentikan pagutannya.
Setelah melepas pagutannya, Orion menarik Queen yang bernapas ngosngosan ke dalam pelukannya. Mendaratkan satu ciuman di ujung kepala Queen. Kemudian tangannya mengusap usap rambut Queen dari belakang.
Queen tidak menjawab, ia malah semakin menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Orion. Tidak di pungkiri, Queen menyukainya, tapi 'kan dia malu untuk mengakuinya.
"Hm ?"
Orion mengeratkan pelukannya kepada Queen, ia sudah sangat merindukan gadis kecil berotak licik dan menyebalkannya itu.
"Abang sudah lama menginginkan bibirmu itu Queen !. Rasanya sangat manis dan nikmat sayang !" ucap Orion. Mulai menodai otak polos Queen dengan hal hal berbau mesum." Apa kamu bisa merasakan Queen !, burung hantu abang yang meronta ronta minta di lepas ke sangkarnya ?."
Bukh !
"Aw !"
Keluh Orion, karna Queen meninju dadanya lumayan kuat.
"Bang Orion mesum !" ujar Queen, Orion malah tertawa cekikikan.
"Bukan abang Queen, tapi burung hantu abang !. Dia sudah kelamaan terkurung, karna menunggu sangkarnya siap di tempati" balas Orion.
"Queen gak mau, Queen masih anak anak !" ujar Queen.
"Ya elah Queen, mau berapa lama lagi burung hantu abang kamu sengsarakan ?. Gak kasihan nengoknya. Kemarin aja kebelet minta di nikahi, usia baru seumur jagung juga. Sekarang malah jual jual mahal mau di kawinin." cibir Orion.
"Tunggu Queen lulus kuliah !" jawab Queen.
"Oh ! tidak sayang !, abangmu ini tidak sesabar itu !. Kamu harus bertanggung jawab, karna sudah mengurungnya bertahun tahun lamanya" ujar Orion.
"Queen masih kecil !"
"Itu resikomu sayang !, abang gak peduli."
"Queen takut !"
"Ya elah ! belum di apa apain juga !"
"Tunggu Queen lulus SMA dulu" ucap Queen.
"No Baby !, burung hantu abang yang mengatur kapan dia mau dan ingin."
Queen mengerucutkan bibirnya, berpikir mencari alasan yang tepat.
"Queen sebentar lagi ujian kelulusan , nanti Queen bisa hamil, Queen gak mau !."
"Masalah itu paling gampang solusinya sayang !. Jangan mencoba mencari alasan." balas Orion.
"Bang Orion..!" rengek Queen manja. Dulu saat memaksa Orion untuk menikahinya, Queen belum tau kalau di dalam pernikahan, ada yang namanya hubungan suami istri. Seiring berjalannya waktu, pengetahuannya pun bertambah. Sekarang Queen merasa belum siap untuk itu, ngeri rasanya Queen membayangkan adegan berbahaya untuk usia di bawah umur itu. Untung saja Orion gak memanfaatkan pernikahan mereka untuk menghabisinya, kalau gak ?.
"Iya sayang !, tapi abang gak janji" ucap Orion tersenyum.
Orion membaringkan tubuhnya dan tubuh Queen. Meletakkan kepala Queen di atas lengannya. Mengecup kening Queen sambil mengusap usap kepalanya.
"Queen ! apa kamu nanti gak malu bergandengan dengan abang ?. Abang gak tau, apakah abang bisa berjalan normal kembali atau tidak. Kamu tau Queen !, sempat abang terpuruk, berpikir tak ingin pulang lagi kesini. Abang takut kamu tidak menerima abang dengan keadaan seperti ini. Abang harus pakai tongkat Queen, supaya bisa berjalan" ungkap Orion, berbicara serius.
Queen mendongakkan kepalanya ke wajah Orion, menatapnya dengan intens. Queen menggerakkan tangannya menyentuh wajah Orion.
"Aku mencintaimu bang Orion !" ucap Queen." seperti apapun keadaanmu !. asal jangan menduakan aku !" ucapnya lagi.
Orion mengambil tangan Queen yang menempel di wajahnya, kemudian mengecup telapak tangan Queen , menghirup aroma dalam. Orion terharu, mendengar ucapan Queen. Mungki jika cewek lain, sudah menolak kehadiarannya mentah mentah.
"Abang janji Queen !" Mata Orion berkaca kaca, ia pun mendaratkan satu ciuman di kening Queen lagi. Kemudian memeluknya Queen erat.
.
.