
Setelah sebulan di luar Negri, hari ini Papa Arya dan Mama Bunga kembali ke tanah air. Tentunya bersama Arsenio, Sirin dan kedua cucu mereka. Sedangkan Dokter Aldo, selama sebulan ini, sekali seminggu ia bolak balik ke luar Negri. Karna perusahaan itu belum bisa di lepas sepenuhnya kepada Calixto anak sahabatnya.
Keluar dari bandara, di sana sudah ada Bilal dan Darren menunggu mereka. Bilal dan Darren sama sama berlari seperti anak kecil ke arah kedua orang tua mereka. Jika Darren memeluk ratu sejagat, Bilal memilih memeluk Papa Arya.
Arsenio berdecak melihat kedua adiknya itu. Tidakkah kedua adiknya itu merindukannya ?. Padahal mereka sudah sangat lama tak bersua.
"Burung perkutut ! Burung cicit !" seru Arsenio.
Darren dan Bilal langsung menoleh ke arah pria berpenampilan setengah preman itu. Dengan memakai celana jins berwarna hitam,model koyak di kedua lututnya. Di padukan dengan kaos oblong berwarna putih polos dan jaket berwarna hitam, tidak lupa kalung panjang berwarna silver sebagai asesorisnya.
Darren dan Bilal sama sama melapas pelukan mereka dari tubuh sang raja dan ratu. Mereka merakahkan senyum mereka dan langsung menghambur memeluk tubuh Arsenio, dan menciumi wajah abang mereka yang sudah menjadi bang toib itu.
"Akhirnya bang toib ingat pulang !" ucap Bilal, melepas pelukannya. Begitu pun dengan Darren.
Arsenio mendengus, enak saja adiknya itu mengatainya bang toib. Bukan dia lupa pulang karna terjerat janda kembang. Dia tidak bisa pulang karna terjerat hukuman si Kakek tua. Lagian selama ini dia tinggal bersama istri dan anak anaknya. Dari mana ceritanya dia berubah menjadi bang toib.
"Mama ! kita ke sini lagi ?" tanya Gaia polos, melihat bandara sebulan yang lewat ia datangi.
"Iya sayang ! kita akan menetap tinggal di sini" jawab Sirin, mengusap kepala putrinya yang berdiri di sampingnya.
"Hore !" seru Gaia, berpikir kalau dia akan bisa bermain bersama Ayana dan tante Dindanya.
Bilal pun menggendong tubuh Gaia, lalu mencium pipi gadis tomboy itu gemas.
"Aku sudah lelah ! gak ada yang mau menggendongku !" celetuk Arsi yang dari tadi mendudukkan tubuhnya di lantai teras bandara.
"Kamu mau di gendong juga preman ?." Darren pun langsung mengangkat tubuh Arsi ke pundaknya. Membawa Arsi berjalan ke mobilnya seperti karung beras.
"Paman Darren ! aku bukan beras !" teriak Arsi karna kepalanya yang terjun di punggung Darren, terasa pusing.
Darren menghiraukannya, ia pun meletakkan Arsi ke kursi penumpang belakang mobilnya. Yang langsung di susul Mama Bunga. Dan Papa Arya duduk di kursi penumpang depan. Sedangkan Gaia, Sirin dan Arsenio, ikut bersama mobil yang di bawa Bilal.
"Kamu sudah bisa nyetir burung cicit ?" tanya Arsenio yang duduk di kursi penumpang depan mobil Bilal.
"Sudah lama !" jawab Bilal malas.
Arsenio tersenyum melihat perobahan adik gajahnya itu. Adiknya itu sangat jauh berubah, sudah tidak gemuk lagi. Dan ketampanannya melebihi dirinya. Wajah Bilal nampak bersih dan bercahaya, senyumnya manis seperti Mama Bunga, tapi wajahnya berkarisma mirip Papa Arya. Auranya terlihat sejuk dan adem. Mungkin karna hatinya yang selalu berzikir dan bersalawat.
Arsenio mengusal kepala adiknya itu, adik yang selalu pipis di celana waktu kecil, karna tidak suka memakai pempres. Sehingga membuat lantai rumah mereka dulu sering basah karna kencingnya. Dan bahkan membuat mereka para abangnya sering kali terpeleset karna menginjang kencingnya di lantai.
Sampai di kediaman Alfarizqi, di sana para menantu dan cucu cucu sudah menyambut kedatangan mereka. Semua para cucu langsung berlari ke arah Papa Arya dan Mama Bunga, dan langsung memeluk pinggang pasangan suami istri yang sudah bau tanah itu.
Mama Bunga dan Papa Arya tersenyum bahagia, mereka pun mengusap kepala cucu mereka satu persatu. Kemudian mengiring cucu cucu mereka masuk ke dalam rumah.
Setalah para cucu cucu itu lepas dari pasangan yang selalu di mabuk asmara itu. Kini giliran para menantu yang menyambut mereka. Mama Bunga tersenyum, memeluk satu persatu menantunya, dan tidak lupa mencium kedua pipinya dengan sayang.
Mama Bunga semakin mengembangkan senyumnya saat mengelus perut Yumna yang sudah nampak menonjol. Meski kandungannya masih berusia dua bulan lebih. Tapi perut Yumna sudah kelihatan seperti Hamil empat Bulan. Mungkin karna tubuh Yumna yang semakin kurus, dan mengandung anak kembar.
"Apa kabar cucu cucu Mama ?" tanya Mama Bunga.
"Alhamdulillah baik Ma !" jawab Yumna mengulas senyumnya.
Mama Bunga pun berpindah kepada menantunya, istri Daren. Mama Bunga mengelus perut Jean, berharap sudah ada cucunya di dalam.
"Apa cucu mama sudah ada di sini ?" tanyanya.
"Doakan aja Ma !" balas Jean tersenyum.
"Tentu sayang !" balas Mama Bunga.
"Cucu Mama yang atunya mana ?" tanya Mama Bunga kepada Naysila.
"Di kamar lagi tidur Ma !" jawab Naysila.
Mama Bunga pun berjalan ke arah sofa mendudukkan tubuhnya di samping Papa Arya yang sudah duduk duluan.
"Sepertinya Mama Bunga sudah bosan dengan Queen?" sungut Queen, karna sang ratu rumah itu tidak menanyakan kabarnya dan anak yang ada dalam perutnya.
Mama Bunga malah tertawa cekikikan. Buat apa Mama Bunga menanyakan kabar manantunya yang satu itu. Rasanya melihat wajah Queen, sepertinya Mama Bunga sudah bosan. Karna Queen dari dulu sudah berlalu lalang keluar masuk rumah itu. Queen bukan lagi seperti menantu, melainkan putri di rumah itu.
Malam itu untuk pertama kalinya, anggota keluarga berkumpul semuanya di rumah itu. Rumah itu sangat ramai, sehingga tak cukup untuk makan di meja makan. Terpaksa mereka menggelar tikar supaya bisa makan bersama di ruang keluarga.
Ruangan itu terdengar sangat riuh dengan canda tawa, saling mengejek mengenang masa masa kecil ke eman bersaudara itu. Begitu pun dengan anak anak mereka, tidak mau kalah, mereka juga membuat keseruan untuk mereka kenang setelah mereka dewasa nanti.
Tak ingin ketinggalan, Papa Arya juga menceritakan bagaimana Mama Bunga dulu waktu kecil. Mama Bunga dengan sifat tomboynya dengan model rambut seperti cowok. Mama Bunga seorang pembalap sepeda di jaman anak anaknya. Pernah melihat Mama Bunga terjun ke selokan bersama sepedanya. Sehingga Mama Bunga berlumur lumpur sapai ke kepala. Mama Bunga yang pernah menjadi ketua geng anak anak di kopleknya. Menjadi peminpin tauran anak anak dengan geng anak anak permukiman sebelah perumahan tempat tinggalnya dulu.
Papa Arya juga menceritakan Mama Bunga seperti apa sampai remaja, dan mereka menikah, hingga sampai hamil Orion.
"Kok kamu tau sayang ! dulu aku pernah terjun ke selokan ?. Masih ingat juga ?, aku sendiri sudah lupa ?" tanya Mama Bunga, menatap wajah Papa Arya yang tersenyum berbinar kebahagiaan dari tadi.
"Apa yang tidak ku tau tentang dirimu sayang ?. Semua aku tau tentang dirimu!" tanya jawan Papa Arya.
"Iyalah ! kamu tau semua tentang aku, karna aku adalah cinta pertamamu. kamu sudah mengintaiku dari jaman dahulu kala !" bangga Mama Bunga.
"Itu tau !" Papa Arya menarik hidung Mama Bunga dengan senyum merekah di bibirnya sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi.
"cie cie cie cie....!" seru anak, menatu dan cucu cucu mereka bersamaan.
"Sepertinya Papa sama Mama lagi mengalami puber keseratus !" celetuk Elang, melihat kedua orang tuanya selalu terlihat seperti orang lagi kasmaran.
"Itu karna Papa selalu mencintai Mama Kalian !" balas Papa Arya tersenyum kepada anak anaknya.
.
.
Waktu pun terus berlalu, tak terasa kini Bilal sudah berusia sudah 24 Tahun, dan belum menemukan tambatan hatinya. Selain sibuk dengan kuliahnya, kini Bilal juga sibuk menjadi seorang pendakwah. saat ini dia sangat terkenal di YT, tentu itu karna ketampanannya dan karna cara berdakwahnya yang selalu berhasil mengademkan hati orang yang mendengar dakwahnya. Dan juga suaranya yang sangat merdu saat melantunkan ayat suci dan bersalawat.
Bahkan sering kali Bilal di undang ke daerah daerah lain dari sabang sampai merauke. Dan bahkan sampai keluar Negri untuk berdakwah.
Kebetulan ustads Bilal sedang berada di tengah tengah anak remaja di salah satu sekolah SMA. Para murid laki laki dan perempuan sekolah itu langsung riuh menyoraki remaja yang bertanya tersebut.
Ustadz Bilal mengembangkan senyumnya sampai menampakkan barisan gigi putihnya.
"Ehem ! adek adek !" seru Bilal untuk menghentikan suara riuh kaum remaja tersebut.
"Kalian pengen gak mendengar kisah cinta Rasulullah ?" seru Ustadz Bilal bertanya.
"Pengen Ustadz !!!!!!!!!!!!!"gemuruh semua murid sekolah itu.
"Kalian pengen tau gak ! siapa cinta pertama Rasulullah ?" tanya Ustadz Bilal lagi berseru.
"Pengen Ustadz.....!!!!!!!!!!!" gemuruh anak anak remaja itu lagi.
"Sebagai bonus ceramah Ustasz hari ini !. Ustadz akan bercerita sedikit tentang kisah cinta Rasulullah !. Supaya kalian lebih mengenal siapa Rasulullah yang kita cintai !" ucap Bilal melalui pengeras suara di depannya."Dan cerita ini juga berhubungan dengan terjadinya israt mij'rat Nabi Muhammad SAW. Yang kebetulan menjadi tema kita hari ini."
"Sebelum menjadi Rasul ! Nabi muhammad pernah jatuh cinta kepada seorang wanita bernama Fakhitah !. Beliau adalah putri dari Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Beliau adalah sepupu Rasulullah, teman masa kecil Rasulullah sendiri dan cinta pertama Rasulullah, wanita itu dikenal dengan nama Ummu Hani, dan ada juga yang meriwayatkannya Hindun."
Para siswa dan siswi di sekolah itu pun, diam mendengar cerita kisah cinta Nabi Muhammad. Mereka semakin penasaran untuk mendengar lanjutan kisahnya.
"Di saat Rasuullah memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Ummu Hani untuk melamarnya.Abi Thalib menolak cintanya Rasullullah, karna sudah menerima lamaran pria lain."
" Saat Nabi Muhammad mencoba membujuk Pamannya supaya menikahkannya dengan Ummu Hani. Pamannya itu menolak secara halus. Mengatakan kalau putrinya akan menikah dengan pria baik baik bernama Hubayrah. Dan akhirnya cinta Rasulullah bertepuk sebelah tangan kepada Ummu Hani. Dan Pada akhirnya Nabi Muhammad menemukan cinta sejatinya, yang menjadi istri pertama Rasulullah, yaitu Sayyidina Khadizah."
"Setelah Nabi Muhammad di angkat menjadi Rasul. Pernah terjadi fathu Makah (penaklukan makkah), peristiwa itu adalah peristiwa dimana banyak orang berbondrong brondong masuk Islam. Ummu Hani mendatangi Rasulullah untuk bersyahadat. Namun suami Ummu Hani Hubayrah tidak mau ikut bersyahadat, ikut memeluk Islam seperti Ummu Hani. Bahkan Hubayrah malah meninggalkan Ummu Hani beserta anak anaknya, hingga ia meninggal."
"Rasulullah yang masih menyimpan rasa kepada Ummu Hani pada saat itu, dan kasihan melihat Ummu Hani beserta anak anaknya. Rasulullah kembali melamar Ummu Hani. Namun Ummu Hani menolaknya dengan alasan.' Aku sudah tua dan anak anakku sangat banyak, aku takut itu akan mengganggu dakwahmu' jawab Ummu Hani."
"Untuk kedua kalinya cinta Rasulullah kepada Ummu Hani di tolak." ucap Ustadz Bilal." Itulah kisah cinta Rasulullah SAW. Ummu Hani adalah satu satunya wanita yang berani menolak cinta manusia yang paling mulia di muka Bumi ini. Itulah kisah cinta Nabi kita Muhammad SAW, yang dua kali mendapat penolakan" ucapnya lagi.
"Walaupun begitu ! Ummu Hani adalah wanita yang di hormati Rasulullah. Ketika Rasulullah bersedih karna baru kehilangan istrinya Khadizah. Rasulullah sering mendatangi rumah Ummu Hani, bersama putrinya Fatimah. Dan Para keluarga pun mengijinkannya. Rasulullah sering meminta pendapat dan bertukar pikiran kepada Ummu Hani. Dan Rasulullah akan mendengarkan pendapat Ummu Hani tersebut."
"Dan di rumah Ummu Hani inilah isra mi'raj bermula." Bilal menjeda kalimatnya sebentar, kemudian lanjut bercerita lagi." Menjelang peristiwa isra mi'raj, Nabi Muhammad SAW mendatangi rumah Ummu Hani. Beliau melakukan shalat malam di sana, lalu tidur. Malam itu rumah ummu Hani di kelilingi para malaikat untuk menjemlut Rasulullah membawanya ke langit ke tujuh untuk bertemu dengan Allah SWT. Pagi Harinya, Nabi sudah kembali ke tempat yang sama. Nabi Muhammad pun menceritakan perjalanannya, dan membagikan oleh olehnya kepada Ummu Hani. Ummu Hani pun mengimaninya."
Bilal pun mengakhiri ceritanya, kemudian bertanya dengan berseru kepada anak anak remaja itu.
"Adek adek !!! apa kalian tau ! apa itu oleh oleh Nabi Muhammad dari lagit ke tujuh kepada Ummu Hani dan kita Ummatnya !!" serunya melalui pengeras suara di depannya.
"Tau Ustadz....!!!!!!" gemuruh semua murid sekolah itu.
Ustdaz Bilal semakin terssnyum," Masya Allah !, ustadz yakin adek adek ustdaz ini semua adalah orang yang mencintai Rasulullah !!!, orang orang yang soleh dan soleha !!!" puji Ustdaz Bilal.
"Apa itu !!?" serunya bertanya.
"Rukun Islam Ustadz...!!!!" seru semuanya.
"Rukun Islam !" ulang Ustadz Bilal senang dengan antusias semua anak remaja itu.
Ummu Hani !, kamu sudah menjadi saksi perjalananku berhijrah ke jalan Allah. Kamu sudah membuatku betah untuk menimba Ilmu Agama di pesantren milik keluargamu . Ummu Hani ! trimakasih karna tanpa tak sengaja, kamu sudah ikut andil dalam perjalaman hijrahku. Semoga kebahagiaan selalu menyertai hidupmu !. Batin Ustadz Bilal.
"Ustadz !!!" salah satu siswi mengangkat tangannya ke atas." Saya mau bertanya Ustadz !."
"Silahkan !" balas Ustadz Bilal.
"Apa ustadz sudah punya calon istri !?. Kalau belum alamat rumah orang tua saya berada di XXXXX. Di jamin, lamaran ustdaz tidak akan di tolak orang tau saya !" tanya jawab siswi itu.
Sontak Ustadz Bilal tertawa cekikikan, menanggapi ke konyolan siswi berwajah cantik itu.
.
.
Seorang wanita cantik di dalam kamarnya, menutup aplikasi YT di HPnya, setelah menonton ceramah Ustadz tampan yang sedang viral itu.
Ustadz Bilal !, batin Hani.
Tok tok tok !
"Hani !" panggil dari luar
"Masuk Umi !" seru Hani, menghapus air matanya.
Ceklek !
Bu Maryam pun membuka kamar menantunya itu, lalu melangkah masuk. Bu Maryam mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur menghadap Hani yang duduk menyender ke kepala ranjang. Bu Maryam mengusap kepala menantunya itu tanpa melepas netranya.
"Carilah kebahagiaanmu Nak !. Anak Ibu sudah meninggal, dan kalian tidak memiliki anak. Tidak mungkin selamanya kamu hidup sendirian. Kamu butuh pendamping hidup Nak !" ucap Bu Maryam dengan mata berkaca kaca.
Hani menggelengkan kepalanya," Hani masih mencintai Bang Hidayah Umi."
Air mata Hani seketika mengalir deras saat mengingat mendiang suaminya yang sudah meninggalkannya setahun yang lalu.
"Sampai kapan Nak ?, Hidayah akan bersedih jika melihatmu bersedih terus seperti ini. Hidayah akan lebih bahagia melihatmu Bahagia nak !" bujuk Bu Maryam.
Ya ! Hidayah laki laki yang menikahi Hani tiga Tahun yang lalu, sudah meninggal setahun yang lalu karna penyakit yang dideritanya.
"Hani gak tau Umi !, untuk sekarang ini, Hani masih ingin sendiri" jawab Hani menunduk.
"Jangan menutup diri Nak !, karna hidup akan terus berjalan selama nyawa di badan. Ingat Nak ! meski pun nanti kamu menikah dengan laki laki lain. Kamu tetaplah putri Umi, rumah ini tetap menjadi rumahmu. Kamu bebas datang ke sini Nak !" ucap Ibu Maryam lagi.
"Trimakasih Umi !" Hani memaksakan senyumnya.
.
.
#Untuk sejarah Islam di atas, othor minta maaf atas kekurangannya. Othor akan menerima perbaikan jika memang terdapat kekeliruan. Karna di sini othor juga sedang belajar. Trimakasih !