Brother, I Love You

Brother, I Love You
74. Sangat bahagia



"Pak Rahmad ! berhenti di sini" suruh Orion dari kursi penumpang belakang, kepada supir pribadi meraka.


"Iya Pak !" patuh Pak Rahmad, yang beru bekerja beberapa hari dengan Orion.


"Kok berhenti bang Orion ?" tanya Queen yang duduk di sampingnya.


"Pak ! cari tempat parkir" suruh Orion lagi kepada Pak Rahmad.


"Iya Pak !"


Orion mengalihkan pandangannya ke arah Queen." Katamu..kamu ingin merasakan malam mingguan sama pacar!" ucap Orion tersenyum." Yuk ! ajaknya. Membuka pintu di sampingnya dan langsung keluar, dan di ikuti Queen.


"Kita malam mingguan di taman ini aja ya !" ucap Orion, menggandeng tangan Queen , berjalan ketengah tengah taman kota.


Queen tersenyum, wajahnya berbinar. Hati Queen sungguh senang. Ini pertama kali baginya bermalam mingguan bersama cowok.


Berstatus menjadi istri, selama ini, Queen tidak bebas keluar jalan jalan. Pergaulannya sangat di jaga ketat Papa Gandi. mengingat Queen sudah berstatus istri, Papa Gandi gak mau, salah mendidik dan menjaga Queen lagi.Dan Papa Gandi juga tidak mengijinkan Queen dekat dengan cowok manapun, kecuali Keluarga dan sesama anak anak sahabatnya, seperti Calixto dan Arsenio. Queen hanya di ijinkan pergi jalan jalan, jika ada Sirin.


"Bang Orion ! kita photo sama hantu itu yuk !" tunjuk Queen dengan jarinya ke arah salah satu pengamen hantu yang memakai pakaian sundel bolong.


"Queen gak takut ?" tanya Orion, melihat orang yang berdandanan persis seperti hantu, dan ada boneka berdarah darah di tangannya.


"Nagpain takut, itu cuma hantu bohongan." Queen menarik Orion ke arah pengamen hantu tersebut untuk berphoto.


"Queen sendiri aja yang photo ya !, abang gak ikut" ucap Orion, setelah dekat dengan orang yang memakai baju hantu itu. Orion bergidik ngeri melihat pakaian hantunya yang berdarah darah dan ada juga ulat ulatnya. Di tambah lqgi riasan hantunya dengan mulut berdarah dan gigi taringnya keluar.


Queen berdecak, masa suaminya itu takut dengan hantu bohongan !.


"Ayok !" Queen menarik Orion.


"Gak !" Orion menahan tubuhnya, tidak berani jika harus berdiri di dekat hantu tersebut.


Queen merubah raut wajahnya menjadi sedih, bibirnya mengerucut. Queen pun melongos pergi.


"Iya iya iya ! Abang ikut photo" dengan cepat Orion langsung menangkap tangan Queen, menariknya mendekati hantu sundel bolong itu. Wajah Queen langsung saja sumiringah, mengikuti langkah Orion yang menarik tangannya.


Orion pun mengeluarkan handphon canggihnya, dari saku jaketnya. Kemudian mengarahkan kamera depannya ke arah mereka, dengan posisi hantu sundel bolongnya mencekik leher Orion dari belakang.


Orang sudah takut, di cekik pula, batin Orion bergidik ngeri.


Sedangkan Queen mengembangkan senyumnya, danmemegang boneka berdarah milik si sundel bolong, tanpa rasa takut sedikit pun.


Usai berphoto photo, Orion pun memasukkan beberapa lembar uang ke kotak milik sundel bolong tersebut. Dan segera meninggalkan hantu itu.


"Bang Orion !"panggil Queen, bergelayut manja di lengan Orion.


"Apa sayang !" Orion mengusap kepala Queen dengan satu tangannya.


"Pengen makan itu !" tunjuk Queen dengan telunjuknya ke arah gerobak penjual makanan di sekitar taman kota itu.


"Yang mana ?" pandangan Orion mengikuti arah tangan Queen.


"Itu ! tela tela yang di kasih bumbu" tunjuk Quren lagi.


"Gak boleh sayang !, itu banyak mengandung penyedap, gak sehat buat bayi kita" ujar Orion.


"Tapi Queen sangat pengen !" rengek Queen manja.


Melihat wajah Queen memelas, Orion menghela napasnya, tidak tega."Ya udah ! tapi dikit aja ya !." ujar Orion, tak ingin merusak suasana malam mingguan mereka untuk pertama kalinya.


Queen menganggukkan kepalanya dengan bibir mengerucut. Mereka pun berjalan mendekati gerobak penjual tela tela itu.


"Pak ! tela telanya setengah porsi !" ucap Orion kepada ibu si penjual tela tela.


"Mau pake rasa apa ?" tanya si tukang jual.


"Balado bu !" Queen yang menjawab.


"Tunggu sebentar ya !" ucap penjual itu ramah, dan langsung menyiakan pesanan meraka.


"Barapa Bu ?" tanya Orion, saat ibu penjual itu memberikan tela tela pesanan mereka.


"Lima ribu" jawab Ibu penjual.


Orion pun memberikan uang tukaran lima ribu kepada penjual tela tela itu.


"Trimakasih !" ucap ibu sepenjual.


"Sama sama Bu !" balas Orion tersenyum manis.


Queen dan Orion pun langsung meninggalkan tempat penjual tela tela itu, dan mendudukkan tubuh mereka di atas hamparan rumput hijau bergabung dengan pengunjuk di sana.


"Enak ?" tanya Orion melihat Queen memakan tela tela di tangannya dengan lahap.


Queen tidak menjawab, ia langsung menyuapka sepotong tela tela ke mulut Orion.


"Masa bang Orion tidak pernah makan ini ?" tanya Queen, sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Sebelum abang pergi ke luar Negri, belum ada jajanan seperti ini" jawab Orion, sambil mengunyah potongan ubi goreng di mulutnya.


"Enak ?" tanya balik Queen, melihat Orion menelan makanan di mulutnya.


"Lumayan lah ! dari harganya yang murah meriah. Pas di kantong abang" jawab Orion tersenyum.


"Mantan Ceo kere !" cibir Queen.


Orion menarik Queen ke dalam pelukannya, melingkarkan tangannya di perut Queen dan mengusap usapnya, kemudian mengecup sebelah pipi Queen yang mulai nampak tembem.


"Bang Orion ! nanti nampak Orang" tegur Queen, menyingkirkan tangan Orion dari gundukannya.


"Di sini remang sayang !, orang gak akan perhatiin." Orion menggesek gesek hidungnya ke telinga Queen. Membuat Queen merinding si bulu roma.


"Malu bang Orion, nanti ada yang lihat !"tegur Queen lagi, Orion malah tertawa cekikikan. Orion tau kalau Queen sudah terangsang.


"Pulang yuk !" aja Orion.


"Gak mau! baru juga kita sebentar di sini" tolak Queen.


"Pulang dari sini, abang minta jatah ya!" ucap Orion.


"Bang Orion genit mulu kerjanya" balas Queen.


"Abang genit juga hanya sama adik abang yang cantik ini"gemas Orion, mengisap daun telinga Queen sampai basah.


"Geli bang Orion !" keluh Queen, menggeliat kegelian. Ada ada saja suaminya itu.


"Oh ! sayangku !, kenapa kamu begitu menggemaskan." Orion mengeratkan pelukannya ke tubuh Queen.


"Baru sadar ! kalua Queen menggemaskan ?"


"Iya sayang ! dulu kamu sangat menyebalkan" jawab Orion tersenyum, kemudian mengecup pipi Queen lagi.


"Bang Orion !" panggil Queen


"Apa sayang ?"


Queen mendongakkan kepalanya ke arah Orion, lalu berbicara."Aku pikir selama ini bang Orion tidak mencintaiku!" ucapnya." Aku sempat berbikir untuk mundur dari pernikahan kita, aku sempat merasa lelah menunggu. Terkadang sampai sekarang pun ! aku sering tidak percaya dengan pernikahan kita yang sekarang. Dulu aku sempat berdo'a kepada Tuhan, untuk menghapus rasa cinta di hati ini. Mencoba mengiklaskan bang Orion, jika memang bang Orion di takdirkan bukan untukku" ucap Queen tanpa melepas netranya dari manik mata Orion yang juga menatapnya.


"Apa bang Orion benar mencintai Queen ?. Bang Orion gak terpaksa 'kan ?, menjadi suami Queen ?" tanya Queen.


Orion tersenyum tidak langsung menjawab, Ia megelus pipi Queen dengan jempol tangannya."Apa di wajah abang terlihat ada raut terpaksa ?. Apa Queen tidak bisa melihat, betapa bahagianya hidup bersamamu. Membina rumah tangga bersamamu ?. Abang sangat bahagia Queen, sangat sangat bahagia!" ungkap Orion, dengan wajah berbinar.


"Paling juga bang Orion gombal !" Queen mengerucutkan bibirny.


Cup !


"Ayo pulang !" ajak Orion setelah mendaratkan satu kecupan di bibir Queen."Besok kita harus bangun lebih cepat untuk bersiap siap ke pernikahan Arsen dan Sirin. Dan pulang dari sini abang mau memintah jatah lagi" ucapnya.


"Gendong..!" manja Queen.


Sudah sangat lama sekali Orion tidak pernah menggendongnya. Sekarang Queen sudah sangat ingin.


"Tapi abang belum kuat sayang !, sabar ya !" ucap Orion mengusap kepala Queen."Yuk !" ajaknya kemudian. Kemudian berdiri dari tempat duduknya, kemudian menarik Queen membantunya berdiri. Dan sama sama berjalan ke arah parkiran mobil mereka.


.


.


Hari ini adalah hari pernikahan Sirin dan Arsenio. Tidak ada pesta, mereka hanya melakukan acara ijab kabul di kantor KUA saja. Mengingat kondisi Sirin dan Arsenio yang masih lemah. Dan juga mereka tidak akan sempat menyiapkan pesta, karna tinggal menghitung hari, Sirin akan mengikuti ujian kelulusan.


Sirin yang sudah berpakaian pengantin, kini sudah duduk di samping Arsenio di depan pak penghulu dan Dokter Aldo.Keluarga dan para sahabat dan kerabat juga sudah duduk di belakang mereka Untuk menyaksikan jalannya pernikahan.


Arsenio dan Dokter Aldo berjabat tangan. Wajah mereka sama sama terlihat tengang dan serius. Dan ada rasa sedih dan rasa haru.


"Arsenio ! saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Sirin Naziha dengan mahar seperangkat alat shalat dan uang tunai...di bayar Tunai !" ucap Dokter Aldo dengan satu kali tarikan napas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Sirin Naziha dengan mahar seperangkat alat shalat dan uanga tunai... di bayar tunai !" sambung Arsenio langsung, dengan suara lantang, dan hanya sekali tarikan napas.


"Bagaimana para saksi ?, sah ?" tanya pak penghulu yang meminpin jalannya ijab kabul.


"Sah !" seru semua yang menyaksikan serentak.


Acara pun di lanjutkan dengan pembacaan do'a. Setelah selesai, Mama Vani menyuruh Sirin menyalam tangan Arsenio.


"Sayang ! ayo salam tangan suamimu" suruh Mama Vani, mengambil tangan kanan Sirin mengulurkannya kepada Arsenio.


"Arsenio menyambutnya, Sontak Sirin menangis terisak . Sirin sedih, tidak ada ibunya di hari pernikahannya. Terlebih Ibunya masuk penjara, karna melakukan tindak kejahatan, sampai Arsenio lah yang menjadi korban.


Melihat Sirin menangis, Arsenio menarik tubuh Sirin ke dalam dekapannya. Arsenio tau, apa yang di tangisi Sirin, pasti Ibunya. Arsenio tidak mengatakan apa apa, ia hanya mengusap usap punggung Sirin, dan mencium kening Sirin lama.


Semua yang menyaksikan di ruangan itu, ikut sedih. Terutama Dokter Aldo dan Dokter Ghissam, mereka juga sampai meneteskan air mata. Kebahagiaan di dalam keluarga mereka leyap, setelah Shasa masuk penjara karna perbuatannya.


"Sudah sayang !, jangan terus menangis, ini hari bahagia kalian" ucap Mama Bunga mengusap usap punggung Sirin dari belakang.


"Sirin..!" panggil Arsenio lembut." Sudah ya nangisnya, kita harus cepat pergi dari sini. Di luar masih banyak pasangan yang mengantri untuk di nikahkan. Jangan sampai hari sudah malam, masih ada yang belum mendapat giliran" ucap Arsenio panjang lebar, terdengar serius, tapi isi kalimat terakhirnya itu loh !, menjurus kemana?.


Plakk !!


"Aw !"keluh Arsenio, karna ada yang memukul kepalanya dengan buku." Papa ! kenapa kepala Arsen di pukul ?." tanya Arsenio mengusap usap kepalanya.


Yang tadinya semua orang ikut sedih, kini malah berubah riuh dengan tawaan. Sirin yang tadinya menangis, menjadi ikut tersenyum.


Papa Arya geleng geleng kepala, kenapa otak anaknya semua geser?.


Setelah Arsenio dan Sirin menandatangani buku nikah mereka. Arsenio pun di suruh membaca janji pernikahan.


"sesudah akat nikah saya Arsenio Edgar Alfarizqi bin Aaryan Dhaky Alfarizqi. Berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya bernama Sirin Naziha binti Aldo Pratama Putra dengan baik...................................


.


.