
Queen memegangi lengan Orion saat mereka menuruni tangga ke lantai bawah. Membantu Orion yang berjalan kesusahan dengan menggunakan tongkat, Nampak wajah mereka segar dan cerah, seperti habis mandi.Sampai di lantai bawah, mereka pun menuju dapur untuk sarapan. Queen menarik kursi meja makan, kemudian membantu Orion duduk.
"Trimakasih sayang !" balas Orion
"Queen gak suka di panggil sayang !" protes Queen. Entah kenapa ?, telinganya terasa geli dipanggil sayang sayang oleh Orion. Menurutnya terlalu lebay.
Orion menarik pingggang Queen, sampai tubuh mereka menempel.
"Maunya istri abang ini di panggil apa ? Hm..!" tanya Orion.
"Panggil Queen aja !" jawab Queen.
"Baiklah ratuku !" ucap Orion
"Ratu kan ! Mama Bunga !" protes Queen lagi.
"Baiklah Queenara Hamiska binti Gandi ubaidillah Hamiska !" ucap Orion lagi tersenyum. Ada ada aja istri kecilnya itu, biasanya cewek paling suka di panggil sayang, Queen malah gak suka. Orion pun mencium perut Queen, yang tepat berada di depan wajahnya.
"Abang sudah lapar Queen !" ucap Orion
"Bang Orion tunggu di sini, biar Queen ambilin makanan buat kita !" Queen melepaskan tangan Orion yang melingkar di pinggangnya. Kemudian berjalan ke arah lemari penyimpanan makanan.
Beberapa menit kemudian Queen kembali ke meja makan dengan dua piring makana di tangannya. Queen meletakkan satu piring di depan Orion, satu piring lagi untuknya. Kemudian Queen mengambil dua gelas dan satu teko air putih. Lalu mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di samping Orion.
"Maafin abang ya sudah ngerepotin Queen" ucap Orion, menatap Queen sendu.
Queen menoleh ke arah Orion, mengulas senyum di bibirnya.
"Jangan minta maaf sama Queen bang, justru Queen yang harus berterima kasih sama bang Orion. Sudah memberikan kesempatan buat Queen, meraih surga lewat abang !" balas Queen, kemudian tertawa cekikikan. Queen sengaja mengatakan itu, untuk menghibur Orion, supaya Orion tidak merasa menjadi beban untuknya.
"Masya Allah ! sama ustadz mana istri abang ini berlajar ?" puji Orion, tersenyum. Mengusap kepala Queen dari belakang.
"Nonton YT bang !, kata ustadznya lagi bang !,' barang siapa yang menyiapkan makanan untuk suaminya dengan ikhlas, maka istri tersebut akan di limpahkan pahala, sebesar pahala orang yang menunaikan ibadah umroh" ucap Queen lagi.
"Kalau begitu ! sebagai imbalan langsung dari abang !. Abang akan menyuapi istri soleha abang ini makan. Karna kata ustadz juga, barang siapa yang menyupi istrinya makan, maka rezekinya akan di permudah dan di lancarkan. Dan hati istri abang ini juga pasti senang !" balas Orion. Menyuapkan satu sendok makanan yang di pirinya ke mulut Queen.
Dengan senang hati, Queen menerima suapan itu. Menguyahnya dengan raut wajah berbinar. Kemudian Orion pun menyuapkan makanan kemulutnya. Dan bergantian menyuapi Queen, sampai makanan di kedua piring itu habis.
"Tadi malam yang ngantar abang ke sini siapa ?" tanya Queen. mereka masih duduk duduk di kursi meja makan.
"Di antar sama Arsen !" jawab Orion, dan Queen menganggukkan kepalanya.
Queen menatap wajah Orion yang duduk di sampingnya. Queen teringat dengan teror bunga mawar, yang menerornya semalam.
"Apa bang Orion yang meneror Queen kemarin, dengan bunga mawar ?" tanya Queen. Mana tau itu kerjaan Orion, pikirnya.
Orion mengernyitkan keningnya," bunga mawar ?." tanya balik Orion.
"Iya !"
Queen pun menceritakan semalam, ia mendapat kiriman sekuntum mawar merah, sampai empat kali.
"Untuk apa abang ngelakuin itu, kalau abang sendiri bisa memberikannya langsung untukmu !" balas Orion." Abang juga baru sampai tadi malam !" lanjut Orion.
"Jadi siapa yang mengirim bunga mawar itu untuk Queen ?" tanya Queen kepada Orion, yang jelas Orion tidak tau jawabnya, tapi dia akan mencari taunya.
"Mungkin penggemar rahasiamu !" jawab Orion. Awas aja kalau ada yang berani mendekati istri cantiknya. Bikin darah Orion mendidih aja !.
"Kurang kerjaan aja itu orang !" sungut Queen.
"Wah ! pengantin baru stok lama akhirnya keluar juga dari kamar !" tiba tiba Mama Vani datang entah dari mana, dan langsung menggoda mereka.
"Kenapa rumah sunyi Ma ?, Ghaisan, Arcilla sama Papa mana Ma ?" tanya Queen tanpa menanggapi gurauan Mamanya.
"Papa kerja, dan kedua adikmu sekolah !" jawab Mama Vani."Kamu aja yang lupa sekolah !" cibirnya.
Queen mengerucutkan bibirnya. Ia bukan lupa sekolah, tapi sengaja meliburkan diri. Sekali sekali gak apa apa !, pikir queen.
"Selamat pagi Mama Vani !" sapa Orion, menyalam tangan Vani yang kebetulan duduk di kursi yang tidak jauh darinya.
"Menjelang siang sayang !" sambung Vani." Ini bukan pagi lagi, ini sudah jam sepuluh. Apa yang sudah kalian lakukan ?, kenapa lama baru keluar kamar ?" cerca Vani, kepo amat, mudah mudahan jawabannya sesuai ke inginannya.
"Bikin adonan cucu buat Mama lah !, apa lagi ?" jawab Orion, santai.
Ingat ! gesrek Mama Bunga menurun sedikit kepada Orion, hanya sedikit, tidak banyak.
"Bagus !" ucap Vani." tapi gak usah banyak banyak, kaya Bapakmu. Kasihan putri Mama yang cantik ini sering sering melahirkan."ucap Vani lagi.
"Tergantung permintaan burung hantu Orion dong Mama mertua..!" balas Orion, tersenyum nakal sambil menaik turunkan alisnya.
Vani pun pergi meninggalkan kedua si joli itu. Kalau trus nanti trus di ladeni, bisa naik darah nanti.
"Ayo bang Orion !, kita jalan jalan. Bang Orion harus banyak latihan jalan" ajak Queen, Sekalian berdiri dari kursinya.
"Iya Queenaraku !" balas Orion tersenyum, semangatnya berkali lipat untuk sembuh, karna terus mendapat dukungan dari Queen. Orion pun mengambil tongkatnya yang di sandarkannya di kursi sebelahnya. Kemudian berusaha berdiri, dan langsung menaroh tongkat khusus itu di ketiaknya. Orion pun melangkahkan kakinya perlahan di bantu tongkat itu, bersama Queen di sampingnya.
"Kita jalan kemana ?" tanya Orion setelah mereka sampai di halaman rumah.
"Mengukur jalan komplek !" jawab Queen.
Mereka pun berjalan keluar dari gerbang rumah. Menelusuri jalan komplek perlahan lahan.
"Ayo istirahat dulu Queen ! abang capek !" keluh Orion, mereka sudah menempuh perjalanan berjalan kaki selama 15 menit.
Queen memutar pandangannya ke segala arah, mencari apakah ada tempat duduk.
"Bang Orion ! kita duduk di sana yuk !" ajak Queen, melihat ada bangku yang terbuat dari potongan kayu besar, di pinggir jalan. Orion menganggukkan kepalanya, mereka pun berjalan ke arah bangku kayu itu bersama.
"Abang juga haus !" ucap ucap Orion. setelah mendudukkan tubuhnya.
"Bang Orion tunggu di sini, Queen akan carikan minum" balas Queen. Dan langsung pergi menyembrang jalan, kebetulan tidak jauh dari sana ada mini market.
Tak lama kemudian, Queen datang membawa kantong plastik berukuran tidak terlalu besar. Queen mengeluarkan satu botol air minum kemasan. Setelah membuka tutup botolnya, kemudian memberikannya kepada Orion.
"Ini bang !" ucap Queen, mendudukkan tubuhnya di bangku yang di samping Orion. Orion menerimanya dan langsung meminumnya, sampai habis setengah botol.
Queen mengeluarkan satu botol air minum lagi, tapi ini beda, air minum yang di keluarkannya berwarna. Queen membuka botolnya, dan langsung menegaknya.
"Queen ! kok kita minum kita beda ?. Kenapa abang di kasi yang ga ada rasa ?" tanya Orion,komplin, menurutnya Queen curang, masa Queen minum yang manis dan yang lebih segar. Dia di kasih minuman yang gak ada rasa ?.
"Bang Orion harus banyak minum air putih, itu lebih bagus buat bang Orion, biar cepat sembuh !" jawab Queen.
"Sesekali 'kan ! gak apa apa Queen !" sungut Orion. Pelit sekali istrinya itu.
Queen melihat ke kiri dan ke kanan, apakah ada orang. Tanpa ijin, Queen mengecup bibir Orion kilas. Tentu membuat Orion kaget, dan membuat hatinya seketika berbunga bunga.
"Oh ! istriku ! ayo kita pulang sekarang !" ajak Orion.
"Sebentar lagi !" Queen mengeluarkan jajanan dari kantong plastik belanjaannya tadi. Membuka bungkus makanan yang berisi kripik kentang ,dan langsung memakannya.
"Abang ! sudah ingin sekali melu**t bibirmu itu !" ujar Orion lagi.
"Bang Orion pikirannya mesum mulu !." Queen mengunyah kripik di mulutnya, dengan bibir di kerucuti.
Orion berdrcak," yang memancing duluan 'kan Queen !."
"Ini nih ! akibat kelamaan jomlo !" cibir Queen tanpa merasa salah dan dosa.
Orion memutar bola matanya malas, ia tidak jomlo, hanya saja statusnya gak jelas selama ini. Duda bukan !, lajang pun tidak, tapi bobo sendirian. Ini nih ! gara gara bocah banyak akal di sampingnya itu, mengikatnya tak bertali.
"Abang juga jomlo, gara gara Queen !" ucap Orion.
"Kenapa mau !, salah Bang Orion sendiri !" balas Queen. Kemudian menyuapkan kripik kentang ke mulutnya.
Untung aja aku gak bisa jalan normal, kalau gak ?, sudah kulempar anak ini ke samudra hindia. gemas Orion dalam hati, merapatkan gigi giginya.
"Queen ! abang juga mau cemilannya!" pinta Orion. Sepertinya ia butuh tambahan energi untuk menormalkan darahnya.
Queen mengeluarkan satu bungkus makanan dari kantong belanjaannya lagi. kemudian memberikannya kepada Orion.
"Queen ! abang gak suka ini !" tolak Orion. Masa Queen memberinya biskuit gandum, tidak ada gula atau rasa lainnya.
"Biar abang sehat !, abang gak boleh memakan makanan dan minuman yang terlalu manis, dan yang memakai pengedap rasa.
"Perhatian sih perhatian, tapi jangan buat abang sengsara dong Queen !. Abang juga pengen dong ! memakan makanan yang enak" rengek Orion, ingin menangis meraung raung.
"Ssstt...!" Queen mendudukkan tubuhnya di pangkuan Orion, dan meletakkan telunjuknya di bibir Orion.
Cup !
Kemudian Queen mendaratkan satu kecupan lagi di bibir Orion." nih !" Queen menyuapkan krupuk kentangnya ke mulut Orion, yang langsung diterima Orion. Kemudian Queen pun tertawa cekikikan, karna sudah mengerjai Orion. Queen mengacak acak rambut Orion dengan kedua tangannya dengan wajah berbinar bahagia, membuat sisiran rambut Orion berantakan.
Orion pun melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Queen, supaya Queen tidak terjatuh. Tanpa aba aba, Orion langsung menyambar bibir Queen, menciumnya dalam.
.
.