Brother, I Love You

Brother, I Love You
30.I love you



Orion merapikan rambut Queen yang berantakan di wajahnya ke belakang telinga. Kemudian mengelus pipi Queen dengan jempol tangannya, sembari tersenyum. Orion mendekatkan wajahnya perlahan, kemudian mengecup lama kening Queen.


"Queen !" panggil Orion lembut, setelah melepas ciumannya, memandang wajah Queen." Abang mau kamu !."


Queen diam tidak menjawab, ia menundukkan kepalanya, menggigit bibir bawahnya, Queen mendadak gugup.


Kok mendadak horor ya ?, duh ! bagaimana ini ?, sepertinya burung gagak bang Orion, minta di lepas sekarang. Batin Queen


Orion meraih dagu Queen, mendongakkan wajah Queen ke arahnya. Orion menarik kedua sudut bibirnya ke atas, melihat wajah Queen yang sudah memerah salah tingkah.


"Ya elah Queen !, belum juga di apa apain, udah langsung tegang begini!" goda Orion.


"Bang Orion..!" rengek Queen, manja, kemudian menghamburkan tubuhnya, memeluk Orion, menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Orion, lalu memukul lengan Orin dengan tinjunya.


"Queen jangan di godain bang Orion !" rengek Queen lagi.


Orion tertawa cekikikan," bukannya Queen dulu yang kebelet kawin ?, kenapa sekarang malu ? hm..!" tanya Orion, mengusap rambut Queen dari belakang.


Queen tidak bisa menjawab, ia malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Ayo Queenaraku !, miliki abangmu ini sekarang !" ujar Orion tersenyum.


"Queen malu ! Queen takut !" ucap Queen dari dalam pelukan Orion.


"Takut apa ?"


"Burung hantu bang Orion !" jawab Queen pelan, masih bisa di dengar Orion.


"Burung hantu abang baik kok. Dia malah sayang sama Queen !" ucap Orion. Mengambil satu tangan Queen, menyentuhkannya ke burung hantunya.


"Aaaa...." jerit Queen kaget, seraya menarik tangannya.


"Huahahahahaha....!!!!" Orion malah tertawa terbahak bahak.


"Bang Orion...!!!" jerit Queen terdengar seperti rengekan manja di telinga Orion, karna Orion menjahilinya.


"Apa Queenaraku ? bidadariku ?" jawab Orion, memeluk erat tubuh Queen.


"Bang Orion mesum !" jawab Queen.


"Belum juga abang ngapa ngapin, masa sudah di bilang mesum! "balas Orion, kemudian mengecup ujung kepala Queen.


Orion meraih dagu Queen, mendongakkan wajah Queen ke arahnya."Ikuti abang Queen !, kita baca niat sama sama ya !"ucap Orion. Kemudian membaca do'a sebelum bersenggema, di depan wajah Queen.Yang langsung di ikuti Queen dalam hati.


Orion pun mencium lama kening Queen . Turun Orion mengecup kedua kelopak mata Queen bergantian. Turun lagi mengecup kedua pipi Queen. Berpindah mengecup ujung hidungnya. Terakhir Orion menempelkan bibirnya ke bibir Queen. Perlahan menggerakkan bibirnya menyapu permukaan bibir Queen lembut. Refleks Queen pun memejamkan matanya, menikmati sapuan hangat dan basah di bibirnya. Orion pun memperdalam ciumannya, dengan melu***nya, menyesapnya sesekali, perlahan menorobos rongga mulut Queen dengan lidahnya, memain mainkannya di dalam.


Lama ciuman itu berlangsung, Tanpa melepas ciuman mereka. Orion perlahan membaringkan tubuh Queen disampingnya. Orion melepas ciumannya, untuk memberikan Queen kesempatan bernapas, sebelum ia memberikan Queen ciuman yang dasyat dan tentu akan memabukkan.Refleks Queen pun membuka matanya, melihat wajah Orion yang tersenyum di atas wajahnya. Seperti bertanya, kenapa berhenti ?.


"I love you !" ucap Orion merekahkan senyumnya, sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi.


"I love you too, brother !" balas Queen tersenyum malu malu meong. Kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, membuat Orion gemas melihatnya.


Uhk ! istriku ini, bikin abang emes aja !, batin Orion.


Orion pun mendudukkan tubuhnya, kemudian menarik selimut menutup tubuh meraka berdua.


.


.


Matahari sudah tersenyum memancarkan sinarnya, mengintip dari selah horden pasangan pengantin baru stok lama yang berpelukan, terlelap di bawah selimut itu. Sepertinya mereka terlalu kelelahan, setelah mengahbiskan malam pertama mereka, entah jam berapa mereka tidur tadi malam.


Orion mengerjabkan matanya, karna merasakan tangan kebas. Orion perlahan membuka matanya, menoleh ke samping. Orion menarik pelan kedua sudut bibirnya ke atas, melihat Queen tidur lelap di pelukannya. Dan mengingat percintaan mereka tadi malam. Orion pun mencium kening Queen, yang berada di atas lengannya, sambil tangannya mengusap kepala Queen.


Orion perlahan memindahkan kepala Queen dari atas lengannya, ke atas bantal. Kemudian memijat mijat lengannya sampai rasa kebasnya hilang. Orion meraih ponselnya dari atas meja nakas di sampingnya, menghidupkan layarnya untuk melihat jam, teryata sudah jam sembilan pagi.


Orion mendudukan tubuhnya, setelah memperbaiki selimut Queen, ia pun turun dari atas tempat tidur. Berjalan masuk ke kamar mandi dengan menggunakan tongkat. Ia harus mandi terlebih dahulu, setelah itu baru ia memesan makanan via online untuk mereka.


"Sudah bangun Sayang ?" tanya orion, melihat Queen sudah membuka matanya, tapi masih bergulung di bawah selimut.


Orion berjalan ke arah ranjang, mendudukkan tubunya di samping Queen. Membungkukkan tubunya, mencium pipi Queen yang masih bau iler.


"Abang sudah siapin air hangat untukmu, mandilah !" suruh Orion.


Dengan keadaan kakinya yang lumpuh sebelah, ia tidak akan bisa, melakukan adengan romantis, menggendong istrinya ke kamar mandi.


Queen menganggukkan kepalanya, wajahnya nampak berbinar bahagia. Queen mendudukkan tubuhnya, setelah melilitkan selimut ke tubunya, ia pun turun dari atas tempat tidur, dan langsung melangkah.


"Aaa...!!!" pekik Queen, merasakan tubuhnya terhunyung ke belakang, terjerambah jatuh ke atas pangkuan Orion, karna Orion menarik selimut yang melilit tubuhnya. Untung saja Queen memengang selimutnya kuat, kalau gak ?, banyangkan saja.


Orion menepuk nepuk bibirnya dengan telunjuk. "Cium abang !" ucapnya.


Queen yang berada di atas pengakuan Orion, menggeleng gelengkan kepalanya tersenyum.


"Cium atau abang menganiayamu seperti tadi malam" ancam Orion, masih menepuk nepuk bibirnya.


"Bang Orion mesum !" cibir Queen.


"Bukankah Queen menyukainya tadi malam ?" tanya Orion. Queen menggeleng gelengkan kepalanya lagi, berdusta.


"Yakin ?" tanya Orion


Queen mengangguk anggukkan kepalanya, mengembangkan pipinya, dan mengulum senyumnya.


"Tapi abang gak percaya kalau kamu tidak menyukainya Baby !" ucap Orion lagi. Memutar tubuhnya melempar tubuh Queen ke atas kasur.


"Bang Orion !!!" pekik Queen, tega sekali suaminya itu melemparnya kasar.


"Abangmu ini hanya ingin membuktikan kata katamu istriku !" ucap Orion, kembali menganiaya Queen, sampai membuat Queen mengaku menyukainya.


Dua jam berikutnya


Pengantin baru stok lama itu pun sama sama keluar dari dalam kamar mandi. Wajah mereka terlihat lelah dan lega bersamaan. Orion benar benar gak punya perasaan memperlakukannya. Jam sudah menunjukkan jam sebelas siang, Mereka belum mengisi perut mereka sama sekali. Queen sudah sangat lapar, sampai tubuhnya gemetar, karna bercampur kelelahan.


Dasar burung hantu !, gerutu Queen dalam hati. Sambil memakaikan pakaian ke tubuhnya.


"Queen ! ambilin pakaian abang !" pinta Orion yang duduk di sofa kamar hotel.


"Bang Orion gak usah pakai baju, pulangnya seperti itu aja !" balas Queen memberenggut.


Orion berdecak," katanya melayani suami itu imbalannya surga !" ujar Orion.


"Abang keterlaluan !, membiarkan Queen kelaparan !" Queen berbicara dengan mengerucutkan bibirnya.


"Ini abang sudah pesan makanan, sebentar lagi datang sayang !. ambilin baju abang !, jangan jadi istri yang durhaka kepada suami. Katanya cinta sama abang !" balas Orion, tanpa merasa berdosa.


Setealah Queen selesai berpakaian, Queen pun mengambil pakaian untuk Orion dari dalam koper mereka. Kemudian memberikannya kepada Orion.


"Pakaiin sayang !"


Queen menghela napasnya dengan bibir mengerucut. Ia pun memakaikan pakaian ke tubuh Orion. Biasanya pengantin wanitanya yang dimanjain, ini malah terbalik, pikir Queen. Tapi ia harus sabar, sampai kaki dari suaminya itu sembuh.


"Trimakasih cinta !" ucap Orion tersenyum, setelah Queen selesai memakaikan pakaian ke tubuhnya. Orion pun menarik pinggang Queen, mendudukkannya di pangkuannya. Memeluk pinggang Queen, lalu mengecup bibir Queen yang mengerucut.


"Doakan kaki abang cepat sembuh ya !" ucap Orion lagi.


Queen menajamkan pandangannya ke arah Orion, kemudian menganggukkan kepalanya.


.


.