
Kilas balik
Empat Tahun yang lalu, Orion menghadiri ulang Tahun salah satu teman kampusnya di salah satu Club malam. Sebenarnya Orion tak ingin menghadirinya, karna sudah pasti di sana akan disuguhkan minuman memabukkan. Karna yang ulang Tahun itu adalah salah satu teman dekatnya, Orion merasa tidak enak hati untuk tidak hadir.
Namanya Jhon, dia adalah teman Orion saat masuk ke universitas tempatnya menimba ilmu. Jhon sangat baik kepadanya selama ini, dan Jhon lah yang memperkenalkannya kota yang di juluki Paman Sam tersebut kepadanya. Jhon juga sering mengurusnya ketika sakit. Jhon sudah seperti saudara bagi Orion.
"Hai Orion ! Kenapa kamu lama sekali ?. Aku pikir kamu tidak datang. Aku sudah ingin menghajarmu besok" ujar Jhon.
Orion mencebikkan bibirnya" Kamu tau aku tidak suka datang ke tempat seperti ini. Malah kau mengundangku kesini" balas Orion.
"Ayolah kawan ! sesekali saja. Aku sudah menyediakan minuman khusus untukmu. Aku tau kamu tidak meminum Alkohol" ucap Jhon merangkul pundak Orion.
"Terserahmu saja ! lagian aku sudah sampai di sini" balas Orion.
"Hai !" sapa seorang wanita berpakaian mini kepada Orion.
Orion diam, ia hanya menaikkan alisnya ke arah wanita berambut pirang itu.
"Dia adalah adikku !, perkenalkan, namanya Jeslin" ucap Jhon kepada Orion.
"Oh ! namaku Orion" ucap Orion, sedikit mengembangkan senyumnya.
"Oh ya ! aku tinggal dulu menyapa teman teman yang lain" pamit Jhon, melepas tangannya dari leher Orion." Jeslin ! tolong jaga temanku ini, dia sangat tampan. Aku kawatir nanti para wanita mengerumuninya" gurau Jhon, segera meninggalkan Orion dan Jeslin.
"Kau benar benar tampan !" puji Jeslin lalu terkekeh.
"Semua orang berkata begitu !" balas Orion, ikut terkekeh.
"Sepertinya kamu orang yang asik, seperti kata Jhon " ucap Jeslin.
"Mungkin kamu juga !" balas Orion.
Tiba tiba seorang bartender membawa nampan berisi minuman kepada mereka.
"Ini minuman khusus untukmu tuan !, tuan Jhon yang memesannya langsung" ucap bartender itu.
Orion mengambil segelas minuman dari atas nampan bartender itu." Trimakasih" ucapnya sembari tersenyum.
"Apa kamu tidak meminum Alkohol ?" tanya Jeslin, melihat minuman di gelas Orion hanya sejenis minuman bersoda.
"Tidak !" jawab Orion, kemudian menyesap minuman di gelasnya.
"Di pesta seperti ini, tidak akan seru jika tidak mabuk!" ucap Jeslin. polos sekali laki laki ini, pikir Jeslin.
"Nikmatilah pestanya, aku tidak boleh meminum minuman beralkohol" Orion.
"Apa kamu punya penyakit ?" Jeslin semakin penasaran dengan pria tampan berparas Asia di depannya.
"Tidak ! tapi akan menimbulkan penyakit jika aku meminumnya" jawab Orion. Penyakit hilang iman , batin Orion.
"Terserahmu saja !" ucap Jeslin.
Mereka pun berjalan ke arah meja bartender, mendudukkan tubuh mereka di kursi yang tersedia di sana. Jeslin pun memesan minuman untuknya.
"Jhon sering menceritakanmu ?, katanya kamu sangat berbeda dari orang yang biasa dia temui" ucap Jeslin, menyesap sedikit minumannya yang baru di tuang bartender.
"Apa menurutmu aku berbeda ?" Orion menaikkan satu alisnya.
"Entah !" Jeslin mengedikkan bahunya." mungkin ya !, mungkin tidak" ucapnya.
Orion mengernyitkan keningnya, tiba tiba kepalanya terasa pusing.
"Hei ! apa kau baik baik saja ?"
"Aku harus pulang sekarang !" Orion langsung turun dari kursinya. Orion langsung bisa menebak, kalau minumannya sudah di campur sesuatu.
Jeslin yang kawatir dengan sahabat kakaknya itu, langsung mengikutinya. Jhon sengaja membawanya ke acara itu, memang untuk menjaga Orion. Karna Jhon sudah sangat kenal dengan Orion. Orion yang berbeda Agama dan budaya dengan mereka. Tapi itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bersahabat.
"Sebutkan alamatmu ! aku akan mengantarmu pulang !" ujar Jeslin, saat menangkap tubuh Orion yang berjalan sempoyongan dan hampir jatuh.
Tidak sempat Orion menyebutkan alamatnya, ia sudah terlebih dahulu tak sadarkan diri. Sehingga tubuh Jeslin yang kurus hampir ikut terjatuh saat menahan tubuh Orion.
"Kau berat sekali !" monolog Jeslin. Kenapa Jhon menyuruhnya menjadi baby sister, sungguh merepotkan, pikirnya.
Jeslin yang kesusahan membawa tubuh Orion pun meminta bantuan seorang bartender, untuk membantunya membawa Orion keluar dari Club.
Setelah sampai di parkiran, Jeslin memasukkan Orion ke dalam mobilnya, membaringkannya di kursi penumpang belakang.
"Sungguh sangat melelahkan, Jhon harus membayarku untuk ini" monolog Jeslin.
Jeslin pun mengeluarkan handphon dari tas kecilnya, kemudian menelepon Jhon. Memberi kabar kalau Orion sudah berada di mobilnya dalam keadaan tidak sadar.
Setelah mendapat jawaban dari Jhon, yang menyuruhnya mengantar Orion ke alamat apartemen yang disebutkannya. Jeslin pun segera masuk ke dalam mobilnya, duduk di kursi kemudi, dan langsung melajukan kenderaannya.
.
.
Orion mengerjabkan kelopak matanya, kemudian membukanya perlahan. Orion mengernyitkan keningnya yang terasa pusing saat ia hendak mendudukkan tubuhnya.
"Ya ampun ! akhirnya kau sadar juga, aku sudah menungguimu dari tadi malam."
Orion langsung mengarahkan pandangannya ke arah wanita yang duduk di sofa sebrang ia terbaring.
"Kamu siapa ?" tanya Orion, tidak mengenali wanita bule itu.
"Baru tadi malam kita berkenalan kau sudah lupa. Dan bahkan kau sudah menghabisi tubuhku dengan cumbuanmu. Apa kau tidak melihat bekas ciuman di leher dan dadaku ini?" ucap wanita itu santai, tanpa beban.
"Apa maksudmu ? aku tidak mengenalmu. Dan kenapa kamu bisa berada di apartemenku !" cercah Orion.
Jeslin mencebikkan bibirnya" Aku adiknya Jhon ! temanmu mengobrol tadi malam di Club" jawab Jeslin.
Orion mengerutkan keningnya, mencoba mengingat ingat apa yang terjadi saat di Club, kenapa adik dari sahabatnya itu sampai berada di apartemennya. Kemudian Orion mengalihkan pandangannya kepada wanita yang berpakaian mini di depannya dengan tatapan mengintimidasi.
"Hei ! kenapa kau menatapku seperti itu ?, aku sudah membawamu pulang ke apartemenmu dengan suka rela. Dan juga melayani nap** mu !, Ya Tuhan ! kau tidak pakai pengaman lagi, bisa bisa besok aku hamil anakmu " cerocos wanita yang perkiraan usianya dua Tahun di bawah Orion itu.
"Apa maksudmu ? apa yang sudah terjadi ?" marah Orion. Ia yakin ia sudah di jebak adik dari sahabatnya itu. Orion tidak terima, kesucian burung hantunya terenggut begitu saja.
"Hei ! kenapa kau marah ?. Jika aku membiarkanmu dalam pengaruh obat perangsang itu, kau bisa mati.Seharusnya kau berterima kasih padaku, bukan memarahiku !" balas Jeslin, tidak terpancing sama sekali dengan kemarahan Orion.
"Oh Tuhan !, kenapa pria tampan ini sifatnya seperti anak perawan saja ?" desah Jeslin." baut apa aku menjebakmu ?, aku bisa melakukannya dengan laki laki manapun. Di sini hal itu sudah biasa" kesal Jeslin." Sebentar lagi Jhon akan datang kesini membawa rekaman cctv Club itu, supaya kamu melihat siapa yang menaruh obat perangsang itu ke minumanmu !" ucap Jeslin lagi.
"Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, bagaimana denganku ?. Biarpun aku suka melakukannya dengan laki laki mana pun, tapi aku tidak mau sampai hamil" oceh Jeslin lagi." Dan kamu juga ceklah cctv apartemenmu ini, biar kamu bisa melihat seberapa bringas dirimu?. Huh ! tulang tulangku saja sudah terasa remuk. Aku hampir setengah mati menghadapimu tadi malam" oceh Jeslin lagi.
Seperti anak perawan, Orion pun melilit tubuhnya dengan selimut, beranjak dari sofa yang berada di ruang tamu apartemennya, masuk ke dalam kamarnya. Orion masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Menagis sejadi jadinya, karna sudah gagal menjaga kesucian burung hantunya. Orion merasa jijik dengan tubuhnya sendiri.
"Queen ! maafin abang Queen !,burung hantu abang sudah tidak suci lagi" tangis Orion memandangi burung hantunya yang sudah lemah tak berdaya, sepertinya sudah kelelahan.
Selesai Orion urusan kamar mandi, dan sudah puas menagisi si burung hantu yang sudah terenggut kesuciannya. Orion langsung keluar dari kamar mandi, dan langsung memakai pakaiannya.
"Abang tak pantas lagi untukmu Queen !" gumam Orion dengan wajah sedih tak bersemangat. Orion pun mengambil laptopnya dari meja belajarnya, membawanya duduk di atas kasur. Orion pun langsung mengecek cctv apartemennya terutama yang di ruang tamu.
Orion membolakan matanya, melihat di dalam vidio itu. Dirinya sendiri yang membuka bajunya sampai tak tersisa sama sekali. Ia juga melihat dirinya yang menyerang bibir adik dari sahabatnya itu begitu ganas.
"Ampuni hambamu ya Tuhan !" tangis Orion lagi." Queen sayang !, abang sudah tak suci lagi !" tangis Orion bernada furtasi, melihat vidio berikutnya.
"Keperjakaanku terenggut, tapi aku tidak bisa merasakannya seperti apa ?" ucap Orion lagi, sedih, sambil menghapus air matanya.
Di luar kamar
Jeslin mengarahkan pandangannya ke arah pintu, mendengar ada yang membukanya. Jeslin bisa menebak kalau itu adalah Jhon. Dan ternyata, benar ! Jhon lah yang datang.
"Dimana Orion ?" tanya Jhon kepada Jeslin.
"Di kamarnya !" jawab Jeslin.
Jhon menghela napasnya, Jeslin sudah menceritakan kepadanya apa yang sudah terjadi.
"Aku yakin Orion pasti sudah bersedih, kau merenggut keperjakaannya" ucap Jhon.
"Dia melakukannya tanpa pengaman, aku lagi lebih memikirkan diriku, bagaimana jika hamil?. Sungguh itu tidak kuinginkan" kesal Jeslin.
"Kau bisa menggugurkannya nanti. Dan sebelum kau di pastikan hamil. Kau bisa meminum yang bisa mengggalkan kehamilan" jawab Jhon. Jeslin mendengus kesal,
Meski mereka adalah kakak beradik, membicarakan hal s* k susah biasa bagi mereka.
Tanpa mengetuk pintu kamar Orion terlebih dahulu, Jhon langsung membukanya dan masuk ke dalam kamar Orion.
"Aku rasa kau berkerja sama dengan adikmu untuk menjebakku !" tuduh Orion, menatap Jhon dengan tatapan marah.
"Kau sudah berprasangka buruk teman !" ujar Jhon, mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang Orion. Dan melemparkan plasdis ke atas keyboart laptop milik Orion.
"Kau bisa mengecek rekaman cctv di Club itu" ucap Jhon membaringkan tubuhnya di kasur Orion.
"Jika kamu dan adikmu berbohong !, aku akan membunuhmu !" ketus Orion.
"Kau bunuh saja biar kau puas !" balas Jhon, memejamkan matanya karna masih terasa mengantuk, karna kurang tidur, akibat bergadang tadi malam.
"Pelakunya adalah Justin, dia menyukaimu. Aku sudah mengintrogasinya dan memberinya pelajaran" ucap Jhon dengan mata terpejam.
"What ? dia pikir aku buah buahan ?" kaget Orion. Ternyata pelakunya seorang laki laki teman satu kampus mereka. Orion bergidik ngeri, kalau di pikir pikir, lebih baik ia khilaf sama Jeslin meski tak di inginkannya. Dari pada dengan pria bernama Justin itu. Oh ! tidak ! jangan sampai itu terjadi, itu lebih menjijikkan.
"Untung Jeslin mengikutimu saat kau akan pergi, bagaimana jika Justin yang menangkap tubuhmu ?" ucap Jhon lagi.
Orion menghela napasnya, tidak ada yang pantas di pilih dari keduanya.
.
.
Sebulan kemudia
Orion melangkahkan kakinya ke arah pintu apartemannya, karna mendengar bel di apartemennya berbunyi.
"Jeslin ! ada apa kau kemari ?" tanya Orion setelah membuka pintu apartemennya.
"Aku hamil !, kemungkinan Ayahnya adalah kamu !.Sebenarnya aku ingin menggugurkan kandungan ini. Karna kau sahabat dari Jhon, aku ingin menawarkan kepadamu anak ini, apa kah kamu menginginkannya atau tidak ?. Dan tentu itu tidak gratis" jawab Jeslin.
"Masuklah ! kita bicarakan di dalam." Orion memberikan Jeslin jalan supaya masuk ke dalam apartemennya. Jeslin pun melangkahkan kakinya masuk.
"Aku tidak yakin itu anakku !, karna seperti katamu kau suka bermain dengan pria mana pun. Kalau kau berniat memberikan anak itu padaku, aku akan menerimanya" ucap Orion.
"Okeh ! tapi beri aku biaya hidup sampai anak ini lahir. dan Juga aku butuh tempat untuk bersembunyi dari orang tuaku.
"Masalah itu, kamu bisa tinggal di kamar sebelah. Dan ingat ! tidak ada kontak fisik di antara kita" ucap Orion.
"Baiklah !, tapi boleh dong ! aku bermain dengan pria lain !" tawar Jeslin.
"Itu urusanmu !, tapi jangan di apartemenku !" ketus Orion.
"Trimakasih ! kau sungguh orang yang baik" Jeslin mengembangkan tersenyum sumiringah.
Off
.
.
Orion membuka matanya yang terpejamkan dari tadi saat ia mengingat mimpi buruk yang menjijikkan itu.
Kemudian Orion berdiri dari kursi kebesaran Papanya itu. Karna bel masuk sudah berbunyi. Ia harus melanjutkan proses mengajarnya untuk menggantikan sang Papa yang lagi meliburkan diri demi ratu sejagat.
.
.
#Ayo ! coba tebak, apakah Boy anak kandung dari Orion ?.
.
.
.
.