
"Om Gandi !" pangil Orion, melihat Gandi berada di lantai bawah Rumah sakit itu. Gandi pun menoleh ke arah Orion yang berjalan ke arahnya.
"Queen sakit apa Om ?" tanya Orion.
"Demam !" jawab Gandi
"Kenapa Om gak mengabari kami ?. Kenapa Om pindah rumah ?" tanya Orion.
Gandi menarik napas dalam lalu mengeluarkannya perlahan." Ada yang ingin Om bicarakan denganmu !" ucap Gandi kemudian melangkahkan kakinya ke arah kantin yang masih berada di gedung rumah sakit itu. Yang langsung di ikuti Orion dari belakang.
"Kamu sudah pasti tau kenapa Om membawa keluarga Om pindah" ucap Gandi setelah mereka sama sama duduk di salah satu meja yang berada di kantin Rumah Sakit itu.
Orion diam menajamkan pandangannya ke atah Gandi. Menunggu kelanjutan kalimat pria yang berusia tiga puluhan di depannya.
"Om tidak ingin Queen terus mengganggumu !, terus mengharapkanmu" ucap Gandi lagi." Jadi sekarang anggap saja Om minta tolong sama kamu. tolong jangan pernah temui Queen lagi, apa pun itu alasannya, jauhi Queen !" lanjut Gandi.
Dam !
Orion terdiam, merasakan sakit di dadanya seperti dipukul benda tumpul. Sebesar itukah kesalahannya ?, apakah mencintai gadis lain itu adalah suatu dosa ?. Sehingga ia harus di hukum sesakit itu.
Orion sangat menyayangi Queen, sama seperti adik adiknya yang lain. Dan lagian bukankah Vani istri dari Gandi yang terus menyirami hati dan pikiran Queen dengan kata kata perjodohan dan calon suami. Sehingga gadis polos itu pikirannya cepat dewasa. Sekarang kenapa seolah olah dia disalahkan. Kenapa Om Gandinya itu tidak menyalahkan istrinya saja ?.
"Orion minta maaf Om !, mungkin sikap Orion selama ini banyak menyinggung Om dan Tante. Kalau memang itu permintaan Om, Orion akan kabulkan. Tapi Orion minta, boleh kah Orion menjenguk Queen sekarang ?. Orion ingin melihat Queen untuk yang terakhir kalinya." Pinta Orion, dengan mata berkaca kaca.
Gandi diam berpikir, sambil memperhatikan wajah Orion yang terlihat sedih, dan terlihat sangat terpukul.
Bagaimana tidak terpukul, Kezia kekasihnya berulah, sehingga ia harus memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin selama empat Tahun. Dan sekarang, ia harus menjauhi gadis kecil kesayangannya.
"Baiklah !, setelah ini Om harap, jangan sekali pun kamu menemuinya lagi. Kamu pasti paham maksud Om !" balas Gandi, berdiri dari tempat duduknya. Begitu juga dengan Orion, dan mereka pun sama sama berjalan keluar kantin.
Sepanjang perjalanan menuju ruagan perawatan Queen. Kedua pria beda usia itu, tidak ada yang berbicara sama sekali. Mereka sama sama sibuk dengan pikiran masing masing.
Gandi membuka pintu ruang perawatan Queen sebari melangkah masuk, di ikuti Orion langsung.
Vani yang melihat suaminya datang bersama Orion hanya diam saja. Semenjak pertengkaran mereka dua hari yang lalu. Vani lebih banyak diam dan menangis. Ia tidak berbicara jika bukan Gandi yang menegurnya terlebih dahulu.
Gandi melangkahkan kakinya ke arah Vani yang duduk di sofa. Mendudukkan tubuhnya di samping Vani, dan langsung mencium kening istrinya itu dari samping. Ia tau istrinya itu sakit hati dengan sikapnya yang tak terbantahkan. Tapi Gandi melakukan itu untuk kebaikan putri mereka.
Sedangkan Orion ia berjalan mendekati Queen yang terbaring di atas brankar. Orion membungkukkan tubuhnya ke arah Queen, mendaratkan satu kecupan yang cukup lama di kening Queen yang terbaring lemah dengan mata terpejam. Orion meneteskan air matanya, tak mampu menahan kesedihannya. Ini untuk terakhir kalinya ia diijinkan menemui Queen.
"Maafkan Abang Queen !, jangan seperti ini !. Abang sangat menyayangimu Queen, kamu adalah adik abang yang paling cantik. Cepatlah sembuh !, biar kamu kembali ke sekolah. Abang gak suka kalau adik abang mendapat nilai jelek nantinya." ucap Orion ke telinga Queen, berharap Queen mendengarnya, kemudian menepis air matanya.
Orion meluruskan kembali tubuhnya, mengarahkannya ke arah Gandi dan Vani. Orion melangkahkan kakinya ke arah sepasang suami istri yang duduk berdampingan itu.
"Tante ! Om !, sekali lagi Orion minta maaf !" ucap Orion. Orion menurunkan tubuhnya, mengulurkan tangannya menyalam tangan Gandi, kemudian Orion berpindah ke depan Vani.
"Hukum Orion tante !, Orion sudah menjadi anak yang durhaka !. Orion sudah menyakiti hati tante !" ucap Orion berderai air mata.
Semakin menangis terisaklah Vani yang sudah menangis semenjak melihat Orion masuk. Sudah tidak bisa bicara apa apa lagi, Vani hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya. Dan Gandi pun hanya diam saja. Ia sudah bertekat akan menjauhkan Queen dari Orion.
"Orion menyayangi tante !" ucap Orion, Mencium kening Vani, kemudian berlalu pergi dari ruangan itu.
Aku tak ingin jatuh cinta lagi !, batin Orion, melangkahkan kakinya berjalan di lorong rumah sakit, masuk ke dalam lif untuk turun ke lantai bawah. Hanya karna dia jatuh cinta, Dunia menghukumnya.
Orion menurunkan laju kenderaannya, saat akan memasuki halaman rumah orang tuanya. Orion menghentikan laju kenderaanya, dan langsung turun berjalan masuk ke dalam rumah.
Sampai di dalam kamarnya, Orion langsung melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan diri.
.
.
Di rumah keluarga Arya dan Bunga, kelurga besar itu lagi sedang menikmati makan malam mereka di meja makan. Orion memakan makanannya dengan cepat sampai makanan di piringnya habis, meski ia tidak berselera makan.
"Kamu kenapa Bang ?" tanya Reyhan Melihat Orion makan dengan cara cepat, sifatnya lebih kalem dan santai tapi suka menggoda.
"Lagi galau karna putus cinta !" Elang yang menjawab.
"Sudah ada Queen yang cinta mati ngejar ngejar abang. Masih saja sukanya sama cewek matre !" cibir Reyhan.
"Dan kamu pikir Queen itu gak matre ?" tanya Orion. Masih kecil aja sudah tau cara menguras dompetnya, gimana besarnya !, pikir Orion.
"Gak mungkinlah Queen matre !, Bapaknya lebih kaya dari pada Bapak Kite !" ujar Reyhan.
Sontak Arya dan Bunga menghentikan kunyahan mereka dan saling pandang. Kemudian mengalihkan pandangan mereka ke arah Reyhan. Kalau bicara selalu gak pake filter, asal keluar aja itu sampah dari mulut, meski yang dikatakannya sering benar, mulut Mama Bunga banget.
"Tapi Bapak kalian jauh lebih tampan di banding si Gandi Gandi itu !" Ketus Bunga. Jelas dong ! ratu sejagat membela suami tampannya.
"Iya juga sih !" ucap Reyhan.
"Lagian Mama sudah kaya sejak dalam kandungan, jadi Mama gak butuh pria kaya lagi" ucap Bunga lagi.
"Idih ! ratu sejagat sombong !" cibir Elang kepada Mama Bunga. dia lah yang memberi gelar kepada Mamanya, menjadi ratu sejagat. Karna hanya Bunga lah yang paling cantik di antara ke tujuh pria di dalam rumah itu. Bunga sama sekali tidak memiliki saingan.
"Iya dong !" balas Bunga
"Wah ! jangan jangan dulu Papa yang matre sama Mama !" ujar Reyhan lagi, menaik turunkan alisnya ke arah sang Papa. Hadeh ! Orang tua sendiri aja di goda, emang dasar anak gak ada hormatnya sama orang tua.
"Meski pun Papa gak kaya, tapi Papa pintar cari duit. Dan Papa gak pernah memakai duit Mama kalian meski sepersen pun. Sekarang kalianlah yang meniknatinya. Selama ini Papa hanya mengelolanya saja." balas Arya Membanggakan dirinya. Enak saja anaknya itu mengatainya matre.
Arya sudah berhasil mengembangkan bisnis penjualan HPnya sampai ke kota lain. dan untungnya, Orion dan Reyhan sudah besar, sudah bisa dihandalkan untuk membantu mengelolanya. Karna Arya tidak akan mampu mengurus semuanya.Karna selain harus mengajar dan mengelola sekolah, Ia masih harus mengelola perkebunan kelapa sawit milik ratu sejagat. Karna ratu sejagat sudah pensiun dari Dunia kerja sejak melahirkan anak ke empat mereka.
"Pah ! Ma !" panggil Orion
Kedua orang tua dan adik adiknya refleks sama sama menoleh ke arahnya.
"Orion ingin melanjutkan kuliah ke luar Negri Pah ! Ma !" ucap Orion.
Hening
Hening
Hening