
"Tuan benar aku sudah menyuruh para bawahanku untuk melakukan hal tersebut jika memang Putri Stuart yang bernama Sofia itu terdeteksi maka mereka akan langsung melaporkannya dan aku akan segera menghubungi pembunuh bayaran yang telah Tuan sewa untuk melakukan aksinya." ucap pria tersebut
" Bagus sekarang keluarlah dan laksanakan tugasmu." ucap Aron lalu kembali ke aktivitasnya semula sementara pria tersebut langsung keluar
Di markas Sofia setelah berbicara dengan Malika Sofia langsung pergi keluar entah ke mana sementara Malika bergegas kembali ke markas si codet dia akan mengambil barangnya lalu pergi ke markas si tato karena dia tak akan membiarkan adiknya berduaan dengan seorang pria yang menyukai adiknya apalagi adiknya sangat lugu dalam hal percintaan
Sementara di markas tato tampak si tato yang sedang berada dalam kamarnya, "ada apa dengan nona lisa bisa-bisanya dia tak menghargai perasaan apa dia tidak menyadari bahwa aku menyukainya apa dia tidak menyadari semua perhatianku dan pengorbananku adalah karena aku mencintainya apakah aku harus bertindak lebih jauh dengan melakukan aksi mesum padanya agar dia tahu bahwa aku menyukainya dengan begitu dia akan menikah denganku, tapi aku adalah pria memegang prinsip kebenaran dan keadilan aku tak akan melakukan hal seperti itu untuk mendapatkan seorang wanita yang aku cintai tapi jika memang cinta ditolak obat bius harus bertindak aku rela menanggung dosa ini."." ucap si tato penuh keyakinan
Sementara itu Lisa yang berada di kamarnya tampak sedang duduk sambil memegang tabel di tangannya entah apa yang dia kerjakan tapi sepertinya Lisa sangat serius dalam melakukan pekerjaannya
Sementara itu di tempat lain tampak lani dan dori yang sedang berada di sebuah hutan belantara dengan pemandangan yang cukup mengerikan, duri yang baru tiba langsung masuk ke sebuah pondok lani pun mengikuti dori dari belakang tampak dori mengambil sebuah kunci yang berada di sakunya kemudian berjalan masuk ke dalam pondok hingga ke belakang pondok tampak di belakang pondok ada sebuah pintu, dori langsung memasukkan kunci yang dia pegang ke lubang kunci tersebut tampak pintu tersebut terbuka di dalam ruangan tersebut tampak beberapa buah peti besi dari masuk ke dalam ruangan lalu melihat isi peti tersebut tampak puluhan senjata yang berada di dalam peti tersebut begitupun peti-peti lainnya berisi beberapa senjata setelah memeriksa dan mematikan senjata tersebut aman dari pun keluar dari ruangan tersebut lalu mengujinya kembali tanpa klan yang menunggu di ruang depan pondok tersebut sementara bawahannya yang sengaja dia bawa dari markas tampak menyebar dan berjaga di sekitar pondok tersebut
"Bagaimana apakah semuanya baik-baik saja." tanya lani, " semuanya aman dan barang-barang yang disiapkan oleh ketua tampaknya sangat bagus sekarang kita tinggal menunggu kabar dari parabon pria bertopeng yang ingin membeli senjata." ucap dori
Sementara itu di markas pria bertopeng tanpa kalau seorang bawahan pria bertopeng mengetuk ruangan setelah ada tautan dari dalam pria tersebut langsung membuka pintu tampak pria bertopeng sedang duduk di kursi kebesarannya "maaf ketua aku ingin mendiskusikan sesuatu ini adalah orang yang akan melakukan transaksi senjata dengan kita data ini adalah data penjual senjata yang biasa melakukan perdagangan dengan kita." ucap bawahan si topeng setelah diperintahkan duduk oleh pria bertopeng
Tampak pria bertopeng meraih kertas yang diberikan kepadanya lalu membaca dan melihat gambar serta identitas para penjual senjata yang selama ini bekerja sama dengan mereka, tampak pria bertopeng menawarkan alisnya saat melihat dori dan lani, "apakah mereka berdua juga telah lama bekerja sama dengan kita." tanya pria bertopeng saat melihat foto lani dan dori yang sudah di edit
"Benar ketua itu sesuai dengan data di komputer kita setiap beberapa tahun kita akan memilih para penjual senjata yang memiliki stok dan barang yang bagus ke dua orang ini tercatat sebagai penjual yang memiliki barang terbaik dan selama ini kita bekerja sama dengan mereka dengan sangat baik dan mereka adalah orang yang menjual senjata dengan kondisi baik." ucap pria tersebut
"Maaf ketua aku menemukan puntung rokok di dekat gudang tersebut sepertinya salah satu penjaga yang menjaga gudang tanpa sengaja membuang puntung rokok sehingga menyulut api ." ucap pria tersebut, terus bagaimana dengan pelakunya apakah kau sudah menangkapnya dan menghukumnya sesuai apa yang telah dia lakukan." tanya pria bertopeng
"Maaf ketua aku sudah mencari orang tersebut tapi tak ada yang mengaku bahwa mereka merokok di dekat gudang senjata karena semua penjaga yang akan menjaga gudang senjata biasanya tidak akan merokok saat berjaga dan itu merupakan peraturan untuk para penjaga yang menjaga di gudang senjata ataupun gudang bahan peledak." ucap pria tersebut
Pria bertopeng tampak ketika mendengar perkataan sang bawahan "terus dari mana asalnya puntung rokok tersebut kalau memang tak ada penjaga yang merokok saat berjaga terus bagaimana dengan CCTV di sekitar tempat tersebut apakah ada yang menangkap hal janggal di sekitar gudang tersebut seperti adanya penyusup yang masuk." tanya pri bertopeng
"Maaf ketua tapi tak ada penyusup atau siapapun yang masuk di sekitar gudang senjata apalagi gudang tersebut terletak di ujung dekat asrama para penjaga sehingga di sekitarnya selalu ada penjaga yang berkeliaran." ucap pria tersebut
"Tapi kan tidak mungkin puntung rokok itu ada tiba-tiba di sekitar gedung tersebut pasti ada seseorang yang sengaja melakukan hal tersebut aku yakin kalau memang tak ada berarti ada penghianat di dalam markas kita." ucap pria bertopeng
Bawahan pria bertopeng tapak terdiam mendengar perkataan pria bertopeng "baik ketua jika memang benar ada penghianat di markas ini aku sendiri yang akan menangkapnya dan menghukumnya sesuai dengan aturan markas." ucap pria tersebut
"Aku senang kau mengerjakan tugasmu dengan baik aku yakin penghianat itu pasti sangat berhati-hati dan sangat licik sehingga kita saja tak menyadari keberadaannya di markas ini jadi kau harus sangat berhati-hati untuk bisa menangkapnya." ucap pria bertopeng
Sementara itu tampak Sofia yang sedang berada di sebuah ruangan tak berselang lama seorang pria tua masuk tampak pria tersebut memakai penutup wajah dan tudung kepala tubuhnya terbungkus oleh jubah panjang tampak pria tersebut langsung duduk di hadapan Sofia.
jangan lupa like, komen dan hadiahnya