
Semua orang tampak sangat terkejut dan syok mendengar perkataan dua wanita tersebut "apa yang kalian berdua katakan hamil siapa yang hamil." tanya tuan leo, sementara kikan dan Sofia sama-sama terkejut lalu sama-sama saling memandang Kikan bingung saat mengetahui bahwa putrinya sedang hamil sementara Sofia juga bingung karena ibunya saat ini sedang hamil di usianya yang saat ini sudah hampir 50 tahun dan dia sedang hamil oh Tuhan apakah Sofia akan memiliki adik bayi lagi di saat dia juga sedang hamil saat ini
Mendengar perkataan kedua wanita ini Stuart langsung terbelalak melihat ke arah sang istri kemudian melihat ke arah sang putri Tuan Leo dan Tuan Abdullah tampak syok mendengar berita tersebut bukan karena Sofia hamil tapi karena Kikan hamil walaupun profesor Abdullah sebenarnya tidak terlalu terkejut karena bisa saja Kikan hamil di usia seperti itu
Stuart langsung melihat ke arah istrinya sayang Apa kau serius kau sedang hamil kalau Sofia hamil mungkin orang tidak akan terlalu terkejut tapi Apa benar kau sedang hamil mana buktinya." ucap Stuart dengan perasaan yang tidak menentu, Kikan nampak mengeluarkan tespek dari kantong bajunya dan menyerahkannya kepada Stuart "aku mengetahui bahwa aku hamil saat aku melihat tanggal karena merasa beberapa bulan ini aku tidak datang bulan sehingga aku melakukan tespek dan hasilnya positif aku pikir itu karena aku akan memasuki menopause tapi saat aku konsultasi dengan dokter, dokter menyarankan agar aku melakukan tes kehamilan sehingga kemarin aku melakukan tespek dan baru mengetahui bahwa aku sedang hamil." ucap Kikan
Nampak semua orang mendekati untuk melihat hasil tespek tersebut tidak terkecuali Sofia bahkan Arthur saja yang tadinya tidak berani berdiri langsung berdiri mendekati Stuart sementara Stuart tampak seperti orang linglung saat melihat tespek tersebut yang garis 2 apalagi setelah mendengar perkataan Kikan
"Astaga Tuhan sayang benarkah kau sedang hamil mengapa kau tak mampu mengatakannya padaku maafkan aku yang sudah meninggikan suaraku padamu aku sangat bahagia atas kehamilanmu kau tahu kan sejak dulu saat Sofia masih kecil aku ingin sekali memiliki anak tapi kata dokter kita sudah tak bisa lagi mempunyai anak karena kandunganmu sehat." ucap Stuart, lalu bangkit hendak mendekati kikan, "stop jangan mendekatiku kau sudah membuatku sangat marah hingga keluar dari rumah jadi kau jangan pernah mendekatiku aku tidak suka melihatmu." ucap Kikan
Stuart menghentikan langkahnya lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal "baiklah sayang katakan padaku Apa yang kau inginkan sehingga kau bisa memaafkanku dan tak marah lagi padaku kau tahu kan saat kau hamil seperti ini aku tak suka jauh-jauh berpisah darimu." ucap Stuart dengan wajahnya yang terlihat memohon
"Bisakah kalian berdua jangan terlalu so sweet aku juga sedang hamil sekarang dan sekarang bukankah kita akan membahas masalah hubunganku dengan Arthur apalagi ditambah kehamilanku jadi bagaimana, mau di lanjutkan atau di tunda untuk adegan keharmonisan ayah dan ibu."ucap Sofia yang sudah sejak tadi kesal melihat adegan sang ayah dan sang ibu
Ayah Leo langsung berdehem mendengar perkataan sang cucu "ah kau benar Sofia maafkan kami kau juga Stuart duduklah di tempatmu kami akan membicarakan masalah ini setelah masalah Sofia dan Arthur selesai jadi pada intinya ada yang aku lewatkan Sofia apakah kau benar-benar hamil." tuan Leo, sementara Stuart, Mr D dan Arthur baru saja menyadari bahwa Sofia juga hamil mereka tadi terlalu fokus dengan kehamilan ikan yang menurut mereka sangat luar biasa karena hamil di usia seperti itu
Tampak Arthur yang kembali dengan wajah lesu ke tempat duduknya Sofia yang melihat hal tersebut langsung memberi kode i love you kepada Arthur membuat Arthur tersenyum kembali, "Sofia kau seorang dokter ini pasti karanganmu siapa yang bisa membuktikan bahwa ini adalah tespek asli milikmu bisa saja kan kau menggunakan cara licik menyuruh seseorang untuk melakukan tespek agar kau bisa mendapatkan tespek tersebut dan itu semua pasti atas ide dari pria licik itu." ucap Stuart kembali menuduh Arthur
Sofia memutar bola matanya malas "Sheila dan Dinda bisa membuktikan hal itu karena Dinda yang membawa tespek tersebut dan mereka yang menunggu saat aku melakukan tes di dalam kamar mandi." ucap Sofia, "dasar pria brengsek kau sudah menghamili putriku dan kau seperti seorang pria yang tak berdosa bahkan kau dilindungi oleh orang kepercayaanku yang bahkan mengkhianati ku hanya karena dirimu." ucap Stuart, "oh astaga aku baru sadar aku akan segera memiliki cucu." ucap Mr D tanpa sadar
"Untuk apa kau segembira itu dasar penghianat jika pun dia lahir aku akan menjaganya dengan ketat agar kau tak bisa melihatnya." ucap Stuart, "aku akan menculiknya ." ucap Mr D, semua orang tampak memukul jidatnya melihat kelakuan Stuart dan Mr D, "eh kalian berdua diam Apa sih yang kalian ributkan ini bayi yang masih di dalam kandungan kalian ributkan sekarang kita harus bagaimana jadi permasalahannya ini bagaimana sekarang Sofia sudah hamil mau tidak mau suka tidak suka kau harus menerima Arthur sebagai suami Sofia." ucap tuan Leo
"Oh tidak bisa begitu ayah enak sekali Dia mau langsung jadi suami Sofia tanpa Kita uji terlebih dahulu bagaimana jika dia tidak bisa melindungi Sofia apalagi sekarang Sofia sedang mengandung." ucap Stuart ,"apa yang kau katakan kau ingin mengujinya dengan apa Dia hanya pria biasa di kalangan biasa bukan seperti kita Apa kau ingin membunuhnya." ucap Mr D "diam kau perkutut Utara yang menghianatiku aku juga tahu batasan ku tapi kau tahu kan bagaimana keluarga ini masa kita harus menerima begitu saja dia hanya karena Sofia hamil." ucap Stuart
"Baiklah kalian jangan bertengkar sekarang aku tanya jadi kau ingin menguji apa Arthur bisakah kau jelaskan pada kami ujian seperti apa yang kau inginkan pada menantu mu ini kami juga harus tahu ujian seperti apa yang ingin kau berikan jika hujan itu memang baik untuknya dan tidak merugikan siapapun kami pasti akan setuju." ucap profesor Abdullah.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya