
Tampak Stuart berjalan ke sebuah ruangan diikuti oleh Sofia di belakangnya kini keduanya sudah masuk ke dalam ruangan tersebut buat langsung duduk di kursi kebesarannya sementara Sofia berdiri tepat di depan ayahnya
"Oh jadi ini yang selama ini kau sembunyikan dari ayah itulah mengapa setiap kau bertugas kemanapun kau selalu berusaha untuk mencuri waktu untuk bertemu dengan Arthur seharusnya kau bunuh pria itu bukan malah kau menikah dengannya dan melepaskannya begitu saja walaupun kau sedang lupa ingatan seharusnya saat ingatanmu sudah kembali kau bisa membunuhnya tapi kau tak melakukannya kau Kembali begitu saja dengan menyimpan rahasia besar sekarang Apa yang kau inginkan ingat Sofia kau adalah wakil ketua jika kau menikah maka nyawa suamimu akan terancam sepenuhnya dia hanya orang biasa yang tidak tahu apapun tentang kehidupanmu dan para bawahanmu pasti akan membicarakan hal ini, kalaupun kau bisa membungkam mereka sepenuhnya tapi ada segelintir orang yang berniat jahat pada suamimu itu pasti." ucap Arthur
"Maafkan aku Ayah tapi aku sudah memiliki Arthur sebagai suamiku aku mencintainya seperti dia mencintaiku." ucap Sofia, "ini bukan masalah cinta ini masalah kedudukan yang sekarang kau duduki kau bisa saja menyelamatkan kehidupan Arthur tapi Apa kau yakin kau bisa meninggalkan kedudukanmu hanya untuk bersamanya kau sudah berjuang dari kecil hingga dewasa untuk menduduki jabatan ini satu saja kesalahan kecil darimu maka orang-orang yang ada di dalam akan mencoba untuk mengambil kedudukanmu dan musuh kita di luar sana akan mengincar orang yang terdekat denganmu hari ini mereka mungkin belum tahu tapi besok siapa yang tau." ucap sang ayah
Tampak pintu ruangan tersebut dibuka masuk Kikan "aku ingin bicara berdua denganmu biarkan putriku beristirahat sejenak setelah itu kita akan membicarakan hal ini, Sofia kemas pakaian kita akan tinggal di kediaman kakek untuk sementara waktu." ucap Kikan dengan pandangan yang sulit diartikan pada Stuart, tampak Sofia langsung keluar dari ruangan tersebut
"Aku ingin kau menjelaskan sesuatu padaku apa sebenarnya yang terjadi mengapa tadi Arthur menyebut Sofia pernah kehilangan ingatannya." tanya Kikan, Stuart tampak terkejut mendengar pertanyaan sang istri Dia pikir tak akan mempertanyakan hal tersebut, begini waktu Sofia pergi untuk melakukan pekerjaan rumah sakit sebelum dia pulang pesawatnya mengalami kecelakaan dan jatuh di sebuah pulau membuatnya kehilangan ingatannya itulah mengapa aku mengatakan padamu bahwa Sofia tidak jadi kembali karena ada sesuatu dia memperpanjang masa kerjanya." ucap Stuart
Kikan menatap tajam ke arah Stuart "jika memang itu karena kecelakaan pesawat akibat dia bekerja seharusnya kau memberitahuku dan kita bisa menyiarkan berita tersebut dan mencari putri kita dengan leluasa sehingga kita bisa menemukannya sehingga orang yang melihatnya bisa mengetahui bahwa kita sedang mencarinya Kenapa kau merahasiakan hal tersebut sehingga tidak ada seorangpun yang tahu bahwa pesawat itu kecelakaan, "hari ini aku sangat bahagia karena kelahiran cucuku jadi aku tidak ingin berdebat denganmu aku akan pergi ke rumah ayah dan ibu bersama Sofia sebelum kau jujur padaku jangan pernah kau datang ke sana atau aku akan kembali ke kediaman ayahku, untuk masalah pernikahan Sofia dengan pria yang bernama Arthur sepertinya kau berpikir dulu sebelum kau mengambil keputusan apa yang akan kau lakukan padanya ingat baik-baik jika sampai Sofia terluka aku tak akan membiarkan kau hidup tenang." ucap Kikan lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut kikan sangat kesal dengan Stuart yang menyembunyikan semuanya darinya
"Sayang aku mohon dengarkan penjelasanku kita bisa membicarakan semua ini aku hanya tidak ingin kau cemas saat itu saat putrimu hilang aku mohon sayang jangan kembali ke rumah ibu dan ayah." ucap Stuart
Tampak Stuart terduduk di kursi kebesarannya melihat kepergian sang istri dari ruangannya dia meraup wajahnya dengan kasar bingung harus melakukan apa saat ini tapi sungguh dia sangat marah pada pria tersebut yang menikahi putrinya dengan cara yang licik, sementara itu di luar tampak Sofia yang sudah menunggu ibunya begitu ibunya keluar mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil sang sopir langsung melajukan kendaraan tersebut begitu kedua wanita tersebut masuk ke dalam mobil
Sementara itu di rumah sakit tampak Arthur sudah diberikan perawatan dan dipindahkan di ruang rawat tapi hingga saat ini Arthur belum juga sadarkan diri sementara Dinda tampak menyuruh Abraham untuk memindahkan atur ke rumah sakit miliknya yang lebih aman karena rumah sakit tersebut adalah rumah sakit milik nenek Sofia Abraham yang mengerti situasinya langsung menyuruh Kevin untuk melakukan hal tersebut dengan bantuannya
Sementara itu Samuel dan Steven yang sedang berada di luar tampak sedikit bingung dengan yang terjadi itu berarti istri yang dimaksud Arthur adalah Sofia adik mereka "tapi kenapa Sofia bisa menikah dengan Arthur dan Sofia tidak membunuhnya jika memang dia tidak ingin menikah dengan Arthur dari awal tapi ini dia membiarkan Arthur hidup itu berarti Sofia juga menyukai Arthur." ucap Samuel "pasti ayah dan ibu saat ini sedang berdebat aku juga bingung harus membela siapa tapi aku juga tidak bisa menahan perasaan Sofia untuk jatuh cinta pada pria manapun itu adalah haknya." ucap Steven
"Aku juga bingung tapi aku bisa lihat kemarahan ayah dan kekecewaan ayah masalah ini pasti akan membuat ketegangan di keluarga kita walaupun kakek dan nenek bisa menjadi penengah dalam masalah ini tapi Ayah pasti akan mencari cara untuk memisahkan Sofia dan Arthur." ucap Samuel "entahlah aku sangat bingung memikirkan semua ini aku sangat bahagia karena aku memiliki dua orang putra yang sangat tampan saya tampan diriku tapi aku tak sangka kelahiran putraku membuat sebuah rahasia terbongkar dan rahasia itu cukup membuat perang dingin Antara ibu dan ayah." ucap Steven .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya a