
Tampak Kevin sedikit terkejut dengan pertanyaan Samuel lalu Kevin melihat orang sekelilingnya melihat ke arah Arthur dan Sofia , "belum terlalu lama." ucap Kevin pada akhirnya, semua orang tampak diam Anisa kembali memutar botol dan kali ini tepat berada di depan Abraham, Abraham langsung memilih kejujuran Abraham siapa yang duluan menyatakan perasaannya kakak Abraham atau kak Dinda." tanya Anisa, Abraham sedikit terkejut dengan pertanyaan Anisa pasalnya jika dia menjawab jujur sudah pasti Dinda pasti akan sangat marah padanya dan itu bisa mempermalukan Dinda Karena Dinda yang duluan menyatakan perasaan kepada Abraham setelah Abraham menerimanya dan mereka pun berpacaran "bisakah aku ganti menjadi tantangan saja." ucap Abraham, jangan sampai membuat hubungannya dengan Dinda renggang dengannya apalagi Dinda sudah menetapnya dengan tajam apalagi hal itu pernah diceritakan kepada Samuel jelas saja Samuel mengetahui bahwa Dinda yang pertama kali mengajaknya untuk berkencan jika dia mengatakan bahwa dia yang duluan pasti Samuel akan langsung membantahnya
"Tidak bisa kau sudah memilih jujur dan bukan memilih tantangan kau harus berani berbicara cepat katakan jadi siapa yang duluan mengajak berkencan atau mengutarakan perasaannya." tanya Anisa , "tampak Abraham mengetik sesuatu di ponselnya lalu mengirimkan pada seseorang setelah mendapatkan balasan dari orang tersebut sama langsung tersenyum lega aku yang pertama mengutarakan perasaanku kepadanya." ucap Abraham lantang sementara itu seseorang yang berada di kursi lain tampak tersenyum penuh arti melihat ke arah Abraham dia sudah mempunyai kambing hitam akan rencana yang dia buat
Nampak botol kembali diputar, botol tersebut berada tepat di hadapan Steven tampak Steven memilih kejujuran"katakan pada kami berapa orang wanita yang sudah kau pacari sebelum bersama dengan Anisa." tanya Sofia sambil tersenyum penuh arti, Steven menelan sifatnya dengan kasar mendengar pertanyaan Sofia apalagi saat ini istrinya sedang hamil besar dan sering ngambek walaupun listrik yang mengetahui bahwa dia seorang playboy saat sebelum mereka menikah tapi siapa yang tidak tahu bagaimana seorang wanita itu mereka akan terus cemburu walaupun itu hanya masa lalu
"Tiga orang ucap Steven sontak saja Dion tertawa terbahak-bahak "mana ada Tuan pacar anda dulu hampir 30 orang karena setiap 3 atau 6 bulan Anda menggantinya." ucap Dion, Steven langsung menatap sang asisten yang sudah membuka rahasianya lalu melihat sang istri yang wajahnya sudah memerah menahan marah dalam bahasa isyarat istrinya mengatakan tunggu kau setelah ini semua selesai, sementara Dion yang menyadari kesalahannya sontak langsung menutup mulutnya acara pun dilanjutkan botol diputar kembali oleh Anisa dan kini foto tersebut tepat berada di depan Arthur, tapi Arthur langsung mengatakan dia ingin tantangan "baiklah kau haruskan membuat puisi untuk wanita yang kau cintai." ucap Anisa
Cinta kau
Kau mungkin terlihat berbeda di mata orang lain tapi bagiku kau berbeda karena kau adalah wanita yang sempurna di mataku
Jika kau adalah angin maka aku adalah pohon jika kau adalah pelangi biarlah aku yang menjadi hujan jika kau adalah bulan biar aku yang menjadi bintangnya asalkan terus bersamamu aku rela menjadi apapun
Aku memang tak bisa menjadi sempurna seperti yang lain tapi aku akan berusaha menjadi sempurna untuk bisa bersamamu karena bagiku kau adalah dunia ku
cintaku mungkin tak bisa diukur dengan apapun tapi satu hal yang kau ketahui cintaku tak ada batasannya untukmu walaupun harus berkorban nyawa akan aku lakukan untukmu.
Sontak saja puisi Arthur membuat para wanita tampak sangat histeris dan senyum-senyum melihat Arthur sementara Sofia tampak sangat terharu mendengar puisi yang dibawakan oleh Arthur, sementara para pria terlihat sangat kesal terhadap Arthur yang membawakan puisi tentang cinta "ah itu hanya puisi murahan untuk apa mereka sampai seperti kepanasan seperti itu." ucap Samuel
penjaga
Kau bagaikan bunga yang berada di kebun kau tumbuh dengan cantik karena perawatan dari tangan penjaga kebunku, sontak saja mendengar puisi awal dari Samuel membuat email semakin kesal bukannya membuat puisi romantis tapi bercerita tentang taman dan penjaga kebun yang merawat tanaman
Aku disiram setiap hari dirawat diberi pupuk hingga kau tumbuh dengan indah menjadi sebuah tanaman yang tumbuh dengan sempurna semua itu karena ketekunan
Tiap hari aku menjaga kebun menyiram dan merawat dengan kasih sayang sehingga kau bisa tumbuh dengan indah.
Tampak Samuel sudah selesai dengan puisinya tapi orang bukannya suka pada puisinya tapi melihatnya dengan bingung dia bukannya berpuisi tapi bercerita tentang tanaman kebun belakang rumahnya yang dirawat oleh tukang kebun bukanya istrinya minta puisi romantis
"Apakah kau mencintai tukang kebunmu sendiri sehingga kau menciptakan kebun bukan untuk istrimu." ucap emeli sambil menatap tajam ke arah Samuel , "itu sudah paling romantis sayang anggap saja kau bunganya dan aku tukang kebunnya kan beres." ucap Samuel
"Sudahlah ayo kita lanjutkan permainannya, jika sampai dia melanjutkan lagi puisinya bisa-bisa kau akan menjadi trotoar." ucap Anisa lalu memutar botol tersebut dan kali ini botol berhenti tepat di hadapan Dinda, Dinda tampak memilih kejujuran, "Dinda katakan pada kami mengapa kau bisa menyukai Abraham." tanya Sheila, karena dia seperti es batu yang bisa membuat seseorang bisa menghilangkan rasa haus dan dia sangat tampan di mataku." ucap Dinda sambil tersenyum tuh yang membuat Abraham tersenyum malu-malu, botol kembali diputar dan kali ini berhenti tepat di depan Samuel langsung memilih tantangan berendam di laut selama satu jam." ucap Anisa menghukum Samuel kerena sempat makan dengan wanita walaupun itu hanya rekan bisnis, belum sempat ambil mengatakan apapun Ani selalu muter kembali botol yang ada di hadapannya kini botol itu tepat berada di hadapan Dion, Dion berkata kejujuran apakah kau pernah melihat Sheila saat marah ." tanya Dinda penasaran pasalnya jika Sheila marah tenaga prianya keluar seketika" belum pernah dan Sheila kalaupun marah pasti hanya ngambek saja." ucap Dion semua orang mengangguk mengerti
"Baiklah karena semua sudah kini tinggal Sofia saja yang belum baiklah kau memilih apa Sofia jujur apa tantangan." tanya Anisa, "aku memilih tantangan ." ucap Sofia.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya