
"Paman ada apa denganmu dia hanya seorang wanita Dia pasti akan bisa mengalahkan kita berdua." ucap Edi penuh percaya diri, kau memang tak pernah punya otak kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan aku tak ingin mati cepat-cepat jadi tutup mulutmu kau bahkan tak bisa menyentuh bayangannya jika dia tidak mengizinkan." ucap Baskoro
tanpa Arthur memperhatikan dengan seksama wanita yang sedang duduk sambil berhadapan dengannya istrinya muncul di ingatannya apalagi mata itu adalah mata yang sama persis dengan mata sang istri tapi itu tidak mungkin istrinya adalah wanita untuk membunuh semut saja istrinya tak bisa melakukannya seorang mafia
"sekarang lepaskan mereka biarkan mereka pergi dari tempat ini setelah itu kita bisa membicarakan hukuman apa yang pantas untuk kalian berdua." ucap wanita bercadar
"Edi lepaskan dia kita ikuti saja keinginannya." ucap Baskoro, "apa Paman sudah gila dia tak memegang apapun dan kita memiliki dua orang Sandra mengapa kita harus menyerah sedangkan dia tak memiliki apapun untuk bisa menjatuhkan Kita sementara kita bisa menggunakan orang ini untuk mengancamnya." Edi
"ternyata keponakan sangat keras kepala keras kepala sepertinya kita sudah jalan lagi untuk bernegosiasi aku sudah memutuskan hukuman untuk kalian berdua." ucap wanita bercadar
kau jangan kemari atuh aku akan membunuhnya menempelkan senjata ke kepala Arthur tampak wanita bercadar tersebut tersenyum tipis tak berselang lama tiba-tiba sebuah belati tepat di leher Edi sementara Baskoro tampak sudah tak bernyawa tampak Edi langsung syok dan berkeringat dingin karena tak menyangka secepat itu gerakan dari wanita yang baru beberapa detik berada di hadapannya tapi saat ini sudah berada tepat di belakangnya dan sedang memegang senjata belati tepat di lehernya "apakah kau ingin mencoba apa belati ku ini yang cepat atau pistol yang cepat berisik wanita bercadar membuat tubuh Edi kaku di tempat tapi tiba-tiba tubuh Edi menjadi lumpuh sepertinya tubuhnya tak bertulang tangannya langsung melepaskan senjata yang dia pegang dan Edi seperti orang yang tak memiliki tulang di sekujur tubuhnya dia jatuh di lantai dengan lemas, setelah Edi terjatuh wanita bercadar tersebut langsung melepaskan ikatan Arthur dan juga Randi kemudian menghilang begitu saja membuat Arthur tak sempat mengucapkan terima kasih atau bertanya, Rendra langsung menghampiri Arthur "Tuan kau tidak apa-apa sebaiknya kita ke rumah sakit untuk mengobati luka Tuan." ucap Rendi
"aku baik-baik saja Rendi menurutmu siapa wanita yang baru saja menyelamatkan kita." tanya Arthur dia ingin mengetahui pendapat Rendi apakah pikirannya sama dengan pikiran Rendy tentang wanita yang bercadar itu , "entahlah Tuan aku juga tidak tahu siapa wanita tadi tapi sepertinya dia bukan orang biasa Tuan, tapi Tuan cincin yang nyonya berikan kepada Tuan ternyata adalah cincin yang sangat berguna ternyata Orang yang memiliki cincin itu di lindungi oleh mafia nomor satu wau sungguh luar biasa tapi tuan itu Berarti Nyonya memiliki hubungan dengan mafia nomor satu." ucap rendi
Arthur terdiam mendengar perkataan Rendi," aku tidak tau apa kau tak merasa wanita yang bercadar suaranya sangat mirip istri ku." tanya Arthur, tuan ini ada-ada saja mana mungkin itu nyonya tuan kan tau nyonya wanita yang lembut." ucap Rendi, dari jauh tampak Sofia melihat Rendi dan Arthur keluar Dari markas tapi saat mereka langsung masuk ke dalam mobil tampak mobil keluar dari pekarangan tiba-tiba markas itu meledak membuat Arthur dan Rendi sedikit terkejut
keesokan harinya tampak Sofia baru saja kembali dan langsung masuk ke dalam kamarnya kikan yang melihat Sofia terlihat sangat kelelahan sepertinya habis perjalanan jauh, "sayang apa kau sedang kurang enak badan." tanya Kikan
"Tidak ibu aku baik-baik saja aku hanya kurang tidur semalam Karena ada sesuatu yang sedang aku kerjakan baiklah ibu aku akan masuk ke dalam kamar dan beristirahat sejenak." ucap Sofia, kikan hanya mengangguk setelah mendengarkan perkataan Sofia, sementara Dinda di rumah sakit tampak ketiduran karena menunggu Sofia Dia pikir Sofia akan kembali di ke rumah sakit membuat Dinda melihat ke sekelilingnya dan dia baru sadar ternyata sudah pagi Dinda bergegas keluar dari ruangannya dan kembali ke kediamannya dia tidak sadar sudah tertidur semalam pasti saat ini Sofia sudah pulang seperti biasanya
sementara itu Arthur dan Rendy yang berada di kediaman Arthur tampak mereka sudah baik-baik saja apalagi memar yang ada di wajah tua sudah sedikit lebih baik sebentar itu di tempat lain tepatnya di tempat orang yang menolong kakek Arthur sangat terkejut mendengar berita bahwa markas milik Baskoro sudah hancur dan Edi juga menjadi korban saat markas tersebut meledak tanpa ada yang mengetahui apa penyebabnya menurut berita Edi dan Baskoro saling membunuh karena berselisih paham mendengar Baskoro dan ini sudah tak ada membuat kakek Arthur sangat bersemangat untuk kembali pulang dia ingin menemui cucu kesayangannya karena semua sudah aman
sepertinya Tuan sangat bahagia akan segera meninggalkan tempat ini." ucap seorang pria yang sedang menonton berita bersama kakek Arthur, " tentu saja kebahagiaanku berlipat ganda selain aku bisa bertemu dengan cucuku orang yang selama ini sudah menjadi duri dalam daging sudah tak ada lagi." ucap kakek Arthur
sementara itu sila yang melihat berita tersebut tampak histeris karena mengetahui sang suami sudah meninggal apalagi meninggal dengan tragis dan sila juga berpikir bagaimana kehidupan selanjutnya sementara semua keuangan dikelola oleh Edi selama ini dan ini menginvestasikan uangnya yang entah ke mana hanya ide yang tahu membuat sila sedikit panik dengan kehidupannya yang akan datang
Arthur yang mengingat bahwa sebelum kejadian di tempat mengatakan tentang kakeknya yang kecelakaan dan hilang membuat Arthur sangat khawatir pun menghubungi kepala pelayan di kediaman sang kakek tapi kepala pelayan tersebut hanya mengatakan bahwa kakinya memang pergi dengan seorang detektif swasta tapi hal itu biasa kakeknya lakukan pergi beberapa hari dan tak kembali ucap kepala pelayan, mendengar perkataan kepala pelayan membuat Arthur bingung Arthur kemudian mematikan panggilan telepon tersebut, tapi tak berselang lama tampak ponselnya berbunyi sebuah nomor baru membuat Arthur bingung Arthur langsung mengangkat panggilan telepon tersebut di ujung telepon tampak suara sang kakek terdengar membuat Arthur yang tadinya cemas menjadi sedikit lega.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya