
"Maksudnya kau sudah pernah melihat istrimu sebelum kau menemukannya di pantai atau bagaimana." tanya Kakek Arthur bingung
"Sepertinya wajah istriku mirip seseorang tapi aku lupa mirip dengan seorang pria yang pernah aku lihat di sebuah majalah tapi aku lupa majalah apa." ucap Arthur yakin
"Sudahlah kau mungkin terlalu mengingat istrimu sehingga kau berpikir pernah bertemu dengannya sebaiknya kau beristirahat kakek akan kembali ke kamar kakek, karena kakek ingin menghubungi teman kakek untuk mengatakan bahwa kau baik-baik saja dan sudah kembali sehat ." ucap kakek Arthur lalu keluar dari kamar tersebut menuju kamarnya
Sementara itu Arthur dan Rendra tampak membicarakan sesuatu dalam kamar setelah kepergian kakek Arthur, di sebuah kerajaan tampan Putri Emeli dan ayahnya sedang bersiap untuk ke kota A untuk menghadiri pertemuan antara beberapa kerajaan sang bebek juga tampak ikut begitupun sang kakek, tampakkan kakek putri Emeli mendekati raja Arjun "kenapa kau juga membawa Emeli ikut pada pertemuan ini, bukankah kita sudah membicarakan hal ini Emily tidak boleh ikut dalam kegiatan seperti ini dia hanya sebagai seorang putri yang tinggal di istana tanpa harus tahu mengenai politik dan sebagainya." ucap Kakek Emeli
"Ayah sekarang bukan zamannya lagi perempuan harus tinggal di istana dan terkurung dalam kamar tanpa mengetahui apapun sekarang wanita pun bisa menjadi seorang raja jika dia mau lagi pula lagi pula kakak Diandra juga ikut dalam pertemuan dan bahkan dia adalah salah seorang yang sangat berpengaruh di istana dan merupakan seorang wanita yang bergelar tuan putri kenapa Emily tidak bisa menjadi seperti kakak Diandra, Putri Emily adalah putri sulung kok ayah dan dia berhak untuk melakukan apa yang menurutku pantas untuk dilakukan ucap raja Arjun membuat kakek memilih terlihat sangat marah dan kesal
Kini mereka sudah naik ke pesawat khusus kerajaan tampak yang Emeli yang sangat bahagia karena akan pergi di tempat yang baru sementara itu kakek dan sang bibi yang bernama Diandra tampak sedang berdiskusi di salah satu bilik pesawat, kenapa ayah sepertinya sangat marah saat tadi berbicara dengan Arjun sampai-sampai wajah ayah terlihat sangat kesal." tanya bibi Emeli
"Aku sangat kesal dengan Arjun akhir-akhir ini dia selalu membangkang dengan apa yang aku inginkan apa lagi dia selalu membela Emily apapun yang terjadi aku pikir dia akan berubah pikiran mengenai karena aku melihatnya sudah tak ingin mendengarkan lagi perkataanku." ucap kakek Emeli
"Apa maksud ayah jangan sampai Arjun membatalkan rencana kita untuk menikahkan Putri Emily dengan pangeran kerajaan tetangga ayah tahu mereka sudah mengirimkan upeti yang besar kepada kita berdua sebagai ucapan terima kasih atas perjodohan antara Emily dan putranya." ucap bibi Emeli
"Entahlah sayang aku takutnya Arjun berubah pikiran apalagi pertunangan Putri Emeli dengan pangeran tersebut belum diutarakan secara resmi oleh Arjun sehingga Arjun masih bisa membatalkan pertunangan tersebut bagaimana kalau kita menculik Emeli saja dan langsung mengirimkannya ke kerajaan tetangga tanpa sepengetahuan Arjun dengan begitu mau tidak mau Arjun akan menikahkan Emeli karena Emeli sudah berada di kerajaan tetangga Arjun akan merasa malu jika harus mengambil kembali apalagi rumor tentang perjodohan tersebut sudah beredar." ucap kakek Emeli
"Ide Ayah bagus sekali bagaimana kalau kita melakukannya di kota A kita akan menculik Emeli tanpa diketahui oleh Arjun lalu mengirimnya oke kerajaan tetangga kita akan bekerja sama dengan mereka untuk hal ini." ucap bibi Emeli
"Terserah di mana saja kau bisa melakukannya ayah akan selalu mendukung tenang saja kalau masalah admin biar ayah yang akan menghadapinya kau hanya melakukan apa yang ingin kau lakukan." ucap kakek Emeli
Sementara itu tampak Samuel dan Abraham yang masih berada di kantornya di hotel tempat di mana akan diadakan acara "bagaimana apa semua kendaraan yang menjemput parah tamu sudah kau periksa dan apakah sudah ada anggota kerajaan yang datang terlebih dahulu." tanya Samuel
"Baiklah itu sangat bagus aku ingatkan untuk kesekian kalinya keamanan tamu harus menjadi yang utama aku tak ingin ada tamu yang kesasar hilang atau diculik." ucap Samuel
"Tuan tenang saja keamanan sudah menjadi standar utama dalam pergelaran acara ini bahkan aku memasang CCTV ganda agar semua tak luput dari pengawasan kita dan beberapa kamera tersembunyi di beberapa bagian ruangan yang sangat penting." ucap Abraham
"Baiklah oh iya bagaimana hubunganmu dengan Dinda apa kau baik-baik saja jika sampai Anda tahu kau mengikuti ibuku di arisan sebaiknya kau menjelaskan terlebih dahulu padanya takutnya ibumu juga berada di tempat arisan tersebut dan menawarkanmu kepada temannya
" ucap Samuel
"Hubungan ku baik-baik saja kalau masalah itu sudah aku tangani lebih dahulu aku sudah menceritakan kepada ibuku tentang hubunganku dengan Dinda dan dia sangat setuju bahkan berniat mengajak Dinda untuk berbelanja bersama pasalnya Anisa sedang hamil besar jadi ibu kurang leluasa membawa Annisa apalagi ayah dan Steven selalu mengawasi Anisa ." ucap Abraham
"Kau tahu bagaimana ayahmu yang sangat menyayangi Anisa saat Anisa lahir ayahmu sangat bahagia karena wajah Anisa terlihat mirip dengannya sedangkan wajahmu terlihat mirip kakeknya, sementara Steven wajar saja karena sejak awal wanita yang dia cintai adalah wanita apalagi saat ini Anisa sedang hamil anaknya jelas saja dia akan semangat untuk menjaganya." ucap Samuel
Sementara itu di sebuah rumah sakit tampak Anisa yang sedang berada di ruang pemeriksaan tak berselang lama seorang dokter kandungan muncul dari balik pintu "selamat datang apakah ada nyonya Anisa maaf hari ini dokter Dewi tidak bisa memeriksa anda karena dia sedang ada urusan penting jadi aku menggantikannya." ucap seorang dokter pria yang tersenyum ramah dan duduk di kursi yang biasa ditempati oleh dokter Dewi sementara dua pasang mata menatap tajam ke arah dokter pria tersebut dengan tatapan yang mematikan sementara itu nah ibu Nadia tampak menghembuskan napasnya kasar saat melihat sang menantu yang sudah hampir terbakar, sementara Anisa sedikit terkejut karena dokter dewi tak memberitahunya bahwa dia sedang ada urusan penting dan mengalihkannya pada dokter lain apalagi dokter ini adalah seorang pria bukan seorang wanita
Melihat Anisa yang terpaku dan sedikit terkejut membuat dokter tersebut bingung, "maaf dok sebaiknya aku menunggu dokter Dewi saja untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya." ucap Anisa tak ingin membuat pria yang ada di sampingnya mengeluarkan tanduknya
"Aduh kenapa nyonya Anisa harus menunggu dokter Dewi pasalnya dokter Dewi mungkin akang lama kembali dan sepertinya dia mempunyai masalah yang cukup rumit sehingga semua pasiennya dialihkan kepada ku, apakah ada sesuatu masalah lain sehingga nyonya tidak mau aku menjadi dokter kandungan nyonya." tanya dokter.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya