
Setelah kepergian Sofia tuan Ronald melihat ke arah Mr D, "sungguh gadis yang luar biasa kecerdasannya ternyata di atas rata-rata pantas saja para dokter yang bekerja sama dengannya tak mengeluh sedikitpun walaupun usia Sofia masih sangat muda." ucap tuan Roland
"Kau benar aku juga pertama terkejut saat mengetahui bahwa dia sangat cerdas bahkan saat berumur 2 tahun dia sudah membaca beberapa buku, aku sangat terkejut saat aku tak sengaja menemukanya membaca sebuah buku di ruang kerjaku." ucap Mr D
Sementara Sofia kembali ke kamarnya dan mengambil beberapa pil yang dia bawa
Sementara itu di kediaman Bima tampak Steven dan Anisa yang baru saja memasuki rumah, "Anisa bawa Steven ke kamarmu." perintah Nadia mereka sudah masuk ke dalam rumah
"Kenapa harus ke kamar Anisa kenapa tidak ke kamar tamu." tanya Bima, Nadia langsung menatap ke arah sang suami "sekarang Anisa adalah istri Steven jadi mereka berhak satu kamar." ucap Nadia
"Tapi mereka kan baru saja menikah Bagaimana kalau Steven di kamar tamu saja sedangkan Nisa di kamarnya sendiri." ucap Bima masih mencari cara agar Steven dan Anisa tidak tidur bersama lagi untuk sementara waktu pasalnya Bima berharap Anisa tidak hamil cepat dia masih trauma saat melihat Nadia melahirkan Anisa yang sampai membuat Nadia mengalami pendarahan dan harus di operasi
"Justru karena mereka baru menikah mereka harus selalu bersama kau pilih Nisa satu kamar dengan Steven atau aku yang satu kamar dengan Steven dan ayah tidur di luar." ucap Nadia
Mendengar perkataan istrinya sontak mata Bima terbelalak mendengar perkataan istrinya, mana mereka mana mungkin dia akan membiarkan istrinya tercinta satu kamar dengan seorang pria
Sementara Steven yang mendengar perkataan Nadia tersenyum tipis saat melihat ayah Bima tampak sangat terkejut, sepertinya Steven sudah tau apa yang harus di lakukan untuk bertahan di rumah ini
"Apa-apaan sih kau sayang mengatakan hal seperti itu Mana mungkin aku membiarkan sekamar dengan Steven." ucap Bima
"Makanya tidak usah protes biarkan Anisa dan Steven tidur di kamar yang sama Ayo ke kamar Steven ikuti Anisa." ucap Nadia
Anisa melangkah ke kamarnya diikuti Steven di belakangnya, tak berselang lama Bima juga ikut membuat Nadia bingung "Sayang kenapa kau juga berjalan menuju kamar Anisa." tanya Nadia
"Oh tidak sayang aku hanya mengantarkan Nadia dan Steven ke kamarnya lalu akan kembali ke kamar kau tunggulah di kamar." ucap Bima
Nadia langsung berjalan dan menarik Bima untuk ke kamarnya jika tidak pasti Bima akan menghalangi proses pembuatan cucu yang akan dilakukan Steven dan anisa itu akan membuatnya semakin lama menjadi seorang nenek oh tidak dia sudah lama menantikan hal ini pikir Nadia
Tampak Bima pasrah saat Nadia menariknya kembali ke kamar mereka sementara Anisa membuka kamarnya dan langsung masuk ke kamar ikuti Steven Anisa duduk di ranjang tanpa melakukan sesuatu sementara Steven langsung menyimpan kopernya dan ikut duduk di ranjang Sambil memandangi Anisa "maafkan Aku karena telah melakukan hal itu padamu tapi asal kau tahu walaupun aku dekat dengan berbagai macam wanita tapi aku tak pernah tidur dengan para wanita tersebut hanya kau wanita yang aku tiduri, Kau adalah salah satunya wanita yang aku ambil kehormatannya." ucap Steven jujur
Anisa masih terdiam dia tidak tahu harus berkata apa pada Steven apalagi selama ini dia sangat membenci, apalagi dari kecil hingga dewasa perbuatan Steven tak ada yang benar di mata Anisa
"Kenapa kau tak mengatakan apapun apa kau masih sangat marah padaku." tanya Steven
Steven langsung tersadar saat tubuhnya dan tubuh Anisa sudah tak ada jarak, "maaf tadi aku reflek duduk di dekatmu." ucap Samuel, sedangkan dalam hati Steven berkata tidak pernah sedekat ini bahkan kita sudah tidur bersama dan membuat adonan entah bulan depan jadi apa tidak." ucap Samuel dalam hati, Steven bangkit dari ranjang dan duduk di sofa dekat ranjang sambil melihat ke arah Anisa yang masih tertunduk
"Sebaiknya kau ganti pakaianmu dan beristirahat terlebih dahulu." ucap Steven, Anisa tak menjawab hanya bangkit lalu masuk ke kamar mandi
"Sebelum menikah galaknya minta ampun, setelah menikah hanya menunduk tanpa mau melihat wajahku, kemarin dengan garang Menatap wajahku dasar wanita tak tau maunya apa." ucap Steven dalam hati
Nampak Anisa yang keluar dari kamar mandi dengan rambut tergerai indah yang selama ini selalu Anisa ikat tak pernah dia lepas, tampak Steven terpanah karena kecantikan istrinya bahkan air liurnya sampai menetes
"Astaga sejak kapan anisa jadi secantik ini, dia seperti bidadari apa lagi dan keluar dari kamar mandi, wah aku sangat beruntung mendapatkan istri secantik Anisa walaupun dia galak suka mengigit tapi tak apalah asalkan cantik." ucap Steven
Anisa yang sudah mandi dengan pakaian tidur dan rambut tergerai langsung menuju ke meja rias untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer
Tampak Anis yang ingin mengeringkan rambutnya tapi menatap cermin melihat Steven terus melihatnya membuat Anisa sedikit malu sebaiknya Kakak pergi mandi juga ucap Anisa untuk pertama kali memanggil Steven kakak
Steven yang mendengar panggilan Kakak tersebut langsung terbelalak "kau memanggil aku apa tadi kakak sejak kapan." tanya Steven
Annisa pura-pura tak mendengar perkataan Steven hanya fokus mengeringkan rambutnya, tak ada respon dari Anisa Steven pun bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah beberapa menit keluar dengan hanya menggunakan handuk membuat Anisa langsung menutup matanya
" Astaga Kakak.... kenapa tidak mengambil pakaian lalu memakainya di dalam kamar mandi kenapa keluar dengan handuk sekecil itu ." teriak Anisa
"Maaf sayang aku tadi lupa membawa pakain ke dalam kamar mandi dan saat aku mau keluar aku tak ada handuk yang besar hanya ini yang agak besar." ucap Steven
"Jelas saja handuk itu pasti kekecilan pada Kakak itu handukku karena memang tubuhku kecil Sedangkan kakak tinggi besar cepat Kakak ambil pakaian Kakak lalu masuk kembali ke kamar mandi dan berpakaianlah di sana." ucap Anisa, Steven pergikah membuka kopernya dan mengambil pakaian tidur kemudian masuk kembali ke kamar mandi untuk berpakaian
Sementara itu di kamar Bima dan Nadia tampak Bima yang gelisah tampak Bima berjalan kesana-kemari kemari sedari tadi membuat Nadia sangat kesal "Sayang kenapa kau belum tidur sebaiknya kau tidur saja." ucap Bima
"Aku belum mengantuk Kenapa kau mondar-mandir terus dari tadi dan tampak gelisah apa sebenarnya yang kau pikirkan." tanya Nadia .
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya