My Wife My Hero

My Wife My Hero
335.ruang penyiksaan



Kita tinggalkan Kevin yang sedang memikirkan cara untuk memasukkan air dari pak dukun ke kamar mandi Malika di tempat lain tampak Anna yang pingsan di bawah ke markas milik Ruben, di sebuah ruangan tampak seorang pria yang Sedang Duduk, tampak dua orang pria masuk "tuan kekasih ridho sudah kami tangkap dan sekarang sudah berada di dalam kamar tadi kami terpaksa membuatnya pingsan agar tak menarik perhatian orang lain saat kami menculiknya mungkin satu jam lagi dia baru akan sadar." ucap seorang pria yang berdiri di hadapan pria yang duduk di sebuah kursi dengan meja di depannya


"Baiklah aku mengerti kalian keluar lah, setelah dia sadar bahwa dia di ruangan penyiksaan aku ingin bertanya padanya apa kalian sudah memeriksa barang-barang miliknya, apakah kalian menemukan barang milik ridho yang lain selain ponselnya." tanya pria yang duduk


"Aku sudah memeriksa semua barang bawaan wanita tersebut tapi aku tak menemukan barang pribadi ridho lainya kami hanya menemukan dompet dan kunci kamar hotel ." ucap pria yang berdiri, "kunci kamar hotel sekarang kalian cepat periksa kamar hotel yang dia tempati siapa tau saja barang-barang ridho di dalam kamar tersebut." ucap pria yang duduk , kedua pria yang berdiri bergegas keluar


Sementara di tempat lain tampak Tian yang baru saja Sampai di hotel di mana anna menginap tampak Tian menghubungi ana dari dalam mobilnya karena seja terakhir komunikasi Anna tak pernah mengangkat panggilan teleponnya, di mana Maya mengapa dia tak mengangkat panggilan telepon ku bukanya dia tadi yang memanggilku, apa sebaiknya aku pergi melihatnya di kamarnya siapa tau saja terjadi sesuatu padanya." ucap tian bergegas keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam hotel menuju kamar Anna, tampak Tian yang sudah masuk ke dalam hotel tak berselang lama tampak dua orang pria yang tadi menculik anak baru saja tiba keduanya langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam hotel menuju kamar yang ditempati oleh ana tampak Tian mengetuk kamar tersebut berulang-ulang kali tapi tidak ada jawaban sama sekali membuat Tian langsung pergi keluar dari hotel sementara kedua pria tersebut tampak bersembunyi dan melihat Tian yang mengetuk pintu kamar anna setelah kepergian Tian kedua pria tersebut langsung masuk ke dalam kamar milik anna, tampak mereka langsung memeriksa kamar Anna mencari barang milik ridho


Tampak Tian yang sudah masuk kembali ke dalam mobilnya lalu melaju meninggalkan hotel dengan perasaan kesal karena dia tidak menemukan Maya sedangkan kedua orang yang memeriksa kamar anak tampak keluar dari kamar anak setelah beberapa jam memeriksa kamar tersebut tapi sepertinya mereka telah menemukan apapun yang mereka cari, akhirnya ke dokter tersebut kembali ke markas mereka sementara itu di markas Ruben di sebuah kamar tampak anak yang baru siuman ana melihat sekelilingnya tampak karena sangat bingung karena berada di sebuah kamar di mana aku apa yang terjadi sebenarnya siapa kedua orang tadi yang menculik pikiran anna kemudian bangkit dan memeriksa kamar tersebut sebab dia ingin melarikan diri karena dia yakin pasti para pria tersebut memiliki niat yang tidak baik kepadanya Anna tampak memeriksa kamar tersebut tampak anna langsung terduduk lesu di ranjang karena kamar tersebut hanya memiliki jendela yang sangat kecil dan memiliki rangka besi sehingga membuatnya tak mungkin kabur apalagi pintu terkunci


"Ayo kita segera kembali ke markas kekasih Ridho pasti sudah sadar kita harus segera membawanya ke ruang penyiksaan agar Tuan bisa bertanya kepadanya di mana Ridho." ucap salah seorang pria yang tadi menculik Anna sedang di dalam mobil bersama rekannya, tampak mobil yang mereka tumpangi sudah membelah jalan menuju ke markas mereka tak berselang lama mobil tersebut telah masuk ke dalam markas keduanya bergegas turun dan masuk ke dalam markas begitu sampai di depan pintu kamar di mana anna berada seorang penjaga yang menjaga pintu kamar tersebut bergegas membuka pintu kamar saat mereka masuk tampak anna yang sedang berusaha untuk mencongkel sebuah jendela yang tertutup tirai yang tadi tak sempat diperhatikan oleh Anna


Tampak anna yang sudah masuk di sebuah ruangan matanya melotot sempurna saat melihat ruangan tersebut yang di mana terdapat banyak alat-alat penyiksaan tampak kedua pria tersebut langsung membawa anna ke sebuah tempat duduk yang memiliki rantai dan pengikat agar orang yang duduk tidak bisa kabur dari tempat tersebut anna yang hendak di dudukan di kursi tersebut tampak menolak, "Tuan Kenapa Tuan memasukkan aku kemari dan duduk di kursi ini bukankah seperti ini kursi untuk para penjahat aku mohon tuan aku tak pernah melakukan hal buruk apapun aku hanya seorang wanita biasa dengan pekerjaan biasa." ucap anna masih mengiba


"Sudah kau jangan banyak protes atau kau ingin kami melakukan hal yang lebih buruk kepadamu daripada hanya sekedar duduk di ruangan ini kau tunggu saja Tuan akan segera datang." ucap pria tersebut setelah memasangkan rantai di kaki dan tangan Anna , tak berselang lama seorang pria datang dan masuk ke ruangan tersebut Lalu mengunci pintu nampak pria tersebut melihat wajah cantik Maya tampak pria tersebut tersenyum tipis kemudian mendekat ke arah mana wah pantas saja Ridho tak bisa melupakanmu ternyata kau wanita yang sangat cantik, tapi aku ingin bertanya kepadamu di mana Ridho kau jangan membuat aku bertanya kedua kalinya Karena aku tak segan-segan membuat apa yang ada di tubuhmu menghilang." ucap pria tersebut


"Aku tidak tahu di mana keberadaan Ridho dia memang sempat datang di apartemenku tapi dia hanya meninggalkan ponselnya lalu pergi begitu saja Dia berkata Dia hanya ingin pergi ke mobil untuk mengambil sesuatu." ucap Anna bohong, "benarkah jadi Ridho hanya meninggalkan ponselnya padamu lalu pergi ke mobil dan tak kembali lagi Apa kau yakin karena aku sudah melihat CCTV hotel Ridho Memang masuk ke apartemenmu tapi dia tak pernah keluar hanya kau yang keluar dan membawa barang-barang pribadi milikmu itu berarti kau sudah berbohong." ucap pria tersebut Lalu mendekati anna kemudian mengambil sebuah belati.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya