
Perselisihan antara Dori dan Lani membuat para bawahan Dori tampak hanya bisa menggeleng kepala karena melihat kedua orang tersebut berdebat seperti anak kecil dasar lelaki egois Apa salahnya kalau si imut melihatmu mungkin saja karena dia menyukaimu ucap lani, "Apa kau bilang dia menyukaiku maksudmu dia menyukaiku sebagai santapan makan malamnya lihatlah wajahnya itu apa menurutmu dia berwajah imut dengan melihatku seperti itu dan setiap kau tak ada di sisinya dia selalu berlari untuk mengejarku padahal banyak yang lain orang di sekitarnya tapi hanya aku yang dia kejar, Apa kau kira dia itu kucing , lihat dengan jelas dia itu seekor harimau yang beratnya hampir tiga ton." ucap dori
"Kau jangan mengatakan hal itu di hadapannya kau tahu dia akan tersinggung dia adalah betina masalah berat badan sangat sensitif baginya coba kau lihat Bagaimana wajahnya saat ini dia pasti sangat terluka ." ucap lani mendramatisir sambil mengarahkan pandangannya kepada si imut yang tampak tertunduk lemas seolah-olah dia benar-benar mengerti arti ucapan Dori
Dori tampak melihat ke arah si imut dengan pandangan yang sulit dimengerti "Apa kau berpikir dia itu langsing lihatlah dengan matamu sendiri dia sangat gendut, apa kau memerlukan kacamata untuk melihatnya ucap Dori tanpa perasaan, " dasar pria bodoh ucap Lani lalu melangkah maju berjalan di hadapan para bawahan Dori, kalian semua aku ingin kalian masuk ke hutan lalu naik ke puncak gunung yang paling tinggi kemudian turun dan naik lagi sebanyak 50 kali ." ucap lani lalu pergi membawa imut bersamanya si imut tampak memandang dori sebelum pergi seolah-olah dori adalah target
"Mereka yang bertengkar kita yang kenak imbasnya aduh bukannya gunung itu sangat tinggi dan terjal Bagaimana bisa kita naik turun 50 kali ke sana ucap salah seorang bawahan Dori
Mendengar hal tersebut dari langsung pura-pura cuek dan pergi meninggalkan bawahannya begitu saja sementara bawahan duri mau tidak mau harus melakukan apa yang diperintahkan oleh Lani
Sementara itu di markas di Codet nampak mereka semua berada di lapangan termasuk Lusi, Baiklah karena ini adalah minggu terakhir pelatihan kalian Aku ingin melihat sampai di mana kemajuan ilmu yang kalian pelajari dariku baiklah sekarang aku ingin kalian menunjuk seseorang untuk melawanku di sini tanpa pikir panjang seluruh bawahan si codet menunjuk ke arah si codet sementara Lusi langsung mengalihkan pandangannya ke arah si codet
"Apa-apaan kalian ini menunjukku untuk bertarung dengan ana Lusi bukannya kalian yang dilatih oleh Nona Lusi mengapa aku yang harus melawan Nona Lusi." ucap si codet walaupun dia memiliki ilmu beladiri yang cukup tinggi tapi melihat ilmu beladiri Lusi, ragu untuk melawan Lusi Apa jadinya dia sampai dia kalah melawan wanita itu pasti akan membuatnya kehilangan harga diri sebagai seorang pria dan juga sebagai seorang pemimpin di markas tersebut
"Bukan begitu ketua kami hanya ingin melihat sampai di mana kehebatan ketua saat melawan kami jadi penasaran karena Bukankah ilmu bela diri ketua sangat tinggi." ucap salah seorang bawahan
"Aku bukannya tak ingin menunjukkan ilmu bela diriku dengan bertarung, tapi aku tak bisa bertarung dengan Nona Lusi apalagi dia adalah tamu di sini dan merupakan pelatih kalian dan aku sangat menghargai seorang wanita." ucap si codet menghindar
"Itu berarti nona ketua memandang rendah Nona hanya karena Nona adalah perempuan." ucap salah seorang bawahan berusaha memanas-manasi keadaan membuat video langsung menata tajam ke arah bawahannya tersebut, santet saja hal tersebut benar-benar memicu kemarahan Lusi karena dia sangat suka diremehkan oleh siapapun hanya karena dia seorang wanita, " dasar bodoh Kenapa juga anak itu mengatakan hal itu kepada nona Lusi apa dia tidak tahu makhluk yang paling mudah tersinggung adalah Perempuan ." ucap si codet dalam hati
"Jika memang kau menghormatiku mari kita bertarung Aku ingin tahu bagaimana kemampuan ilmu bela dirimu." ucap Lusi, tampak bawaan si codet yang tidak punya akhlak itu langsung membuat sebuah lingkaran yang akan digunakan untuk pertarungan antara membuat sangat geram melihat para bawahannya tersebut yang sangat mendukung pertarungan antara dirinya dan Nona Lusi
"Dasar bawahan terkutuk tak punya empati, tak punya kredibilitas, bawah tak ada akhlak mereka benar-benar ingin aku bertarung dengan Nona Lusi awas saja nanti jika sampai pelatihan ini sudah selesai aku akan membuat mereka berjemur di bawah matahari hingga menjadi ikan kering." ucap si codet dalam hati
Sementara itu tak jauh di markas si tato tepatnya di sebuah pantai dengan hamparan laut di depannya tampak lisa yang masih melatih beberapa bawahan si tato agar mereka bisa menguasai bagian air baik teknik cara bertahan di air dan agar mereka bisa menguasai diri jika terjebak di laut atau sungai
Mereka semua sudah berada di tepi pantai untuk melakukan apa yang tadi diajarkan oleh Risa tampak beberapa bawahan si Tato sudah berenang mengikuti struktur dan instruksi dari pelatih yang akan menemani bawahan si tato berlatih di laut , terus dilihat ke arah Lisa sambil menghembuskan nafasnya kasar karena melihat body Lisa yang sangat kegoda dengan pakaian yang cukup seksi
"Apa yang harus aku lakukan untuk memilih wanita sesempurna itu wajahku biasa-biasa saja hartaku biasa-biasa saja terus apa yang bisa membuat aku percaya diri untuk mendekati wanita secantik Lisa yang memiliki segala-galanya pikir si Tato
Lisa yang hanya melihat para bawahan si Tato yang menyelam ke dasar laut, pandangannya lalu melihat si tato yang terbengong, Kenapa lagi pria bodoh itu sudah mau dua minggu lebih aku di sini dia terus memandangku seperti itu apa mungkin dia kerasukan atau gila ya, sebaiknya aku lebih berhati-hati padanya, wajahnya seperti orang mesum walaupun selama aku di sini dia tak pernah berbuat kurang ajar padaku tapi lebih baik mencegah daripada mengobati." pikir Lisa
"Astaga nona Lisa melihat ke arahku apa dia menyukai diriku walaupun aku tak setampan pria lain tapi setidaknya kata ibuku Aku adalah pria paling tampan sedunia ucap si tato dalam hati
Sementara itu di markas dragon tampak seorang pria yang sedang bersenang-senang dengan beberapa orang wanita sedangkan di ruangan tersebut ada pula seorang pria yang bertopeng yang melihat pria yang sedang bersenang-senang itu dengan senyuman tipis, "Bagaimana Apakah kau senang masih banyak wanita cantik dan mengenai obat yang kau inginkan aku sudah menyiapkannya untukmu." ucap pria bertopeng tersebut.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya