My Wife My Hero

My Wife My Hero
128.mimpi



"Tak usah menatapku seperti itu karena kali ini kau benar-benar jatuh di dalam genggamanku apa kau sudah merapikan barang-barang ayo cepat." ucap Roy sambil mengambil barang milik Ratih dan menarik perhatian keluar dari kediaman Tuan Arthur, Ratih dengan terpaksa mengikuti semua perkataan Roy Karena tampaknya Roy tak main-main dengan apa yang dia katakan tadi


Sementara itu di kamar Arthur tampak Queen yang sedang tertidur pulas efek semalam dia mengalami beberapa mimpi yang membuat kepalanya sedikit sakit melihat istrinya tidur pulas Arthur tampak tersenyum sambil terus menatap wajah istrinya yang cantik yang sudah tidak menggunakan make up lagi "bagaimana bisa aku bertemu dengan bidadari secantik dirimu yang melupakan siapa dirimu aku sangat beruntung." ucap Arthur sambil terus menatap ke arah wajah istrinya


Sementara itu Queen tampak bermimpi bertemu seorang pria tampan yang sangat mirip dengannya pria itu tersenyum lalu merentangkan tangannya Queen langsung memeluk pria tersebut ayah aku merindukanmu tak berselang lama muncul seorang wanita cantik Queen laki-laki memeluknya tampak dua orang pria kembar yang tersenyum sambil merentangkan tangan juga ke arahnya dan kembali memeluk kedua orang pria tersebut tampak seorang pria paruh baya seperti seumuran dengan pria yang pertama hadir merentangkan tangannya sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca ucap Queen memeluknya paman aku merindukanmu ucap Queen, tapi tiba-tiba semuanya menghilang dan ingatan Queen menjadi tiba-tiba kabur dia tak bisa mengerti orang-orang yang di mimpinya tampak seperti anggota keluarganya suara Arthur membuat Queen langsung terbangun "apa yang terjadi apa kau tadi bermimpi." ucap Arthur yang tampak di samping Queen, Arthur langsung mengambil segala air putih dan diberikan kepada Queen tampak Queen langsung mengambil dan meminum air putih tersebut hingga tandas


Queen melihat sekelilingnya lalu melihat ke arah Arthur "tadi aku bermimpi tentang sebuah keluarga yang bahagia tapi tiba-tiba semua mimpi itu menghilang seperti di sapu angin dan aku tak dapat mengingat dengan jelas siapa orang-orang tersebut." ucap Queen , "tenanglah sayang itu pasti hanya sebuah mimpi atau mungkin saja itu adalah keluargamu sebaiknya kau pelan-pelan saja mengingat jangan dipaksakan, ini sudah sore sebaiknya kau bangun dan bersihkan tubuhmu setelah itu aku akan membawamu berjalan-jalan di sekitar pantai agar pikiranmu kembali rileks." ucap Arthur


Nampak Queen langsung mengangguk lalu bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi sementara itu Arthur yang mati duduk di ranjang tampak merenungi sesuatu dia tahu cepat atau lambat ingatan istrinya akan kembali tapi dia berharap ingatan itu boleh di saat istrinya sudah memiliki perasaan padanya, nampak Queen yang sudah selesai membersihkan tubuhnya keluar menuju ruang ganti setelah memakai baju Queen tampak duduk di meja rias sementara Arthur tampak melakukan hal yang sama Untung saja kursi roda milik Arthur adalah kursi roda canggih jadi dia tak perlu repot-repot menyuruh seseorang untuk mendorongnya tampak Arthur yang sudah selesai membersihkan tubuhnya Queen melihat hal tersebut langsung mencari pakaian Arthur dan memberikan kepada Arthur untuk dipakai karena Queen yakin pasti atur dibantu oleh seseorang setelah dia mandi tapi kali ini Arthur berusaha sendiri untuk mengambil bajunya Queen mengerti hal itu sehingga dia membantu Arthur karena saat ini dia adalah istri Arthur


Setelah Arthur berpakaian dengan rapi keduanya lalu keluar dari kamar menuju pantai sementara itu Ratih yang sudah berpindah ke sebuah bangunan yang tidak jauh dari kediaman utama tampak melihat Arthur dan istrinya sedang berjalan di pantai sambil mengobrol membuat rasa iri di hati-hati semakin dalam sementara yang melihat hal tersebut langsung tersenyum dingin "kau tak usah mengharapkan bulan sedangkan kau hanya batu kerikil." ucap Roy


Ratih langsung mengalihkan pandangannya dari luar jendela ke arah Roy "itu bukan urusanmu sebaiknya kau urus saja dirimu sendiri ingat kau jangan berani mendekatiku atau Aku akan membunuhmu." ucap Ratih


"Jika memang ingatanmu kembali dan ada yang hal yang harus kau selesaikan silahkan kau urus dan selesaikan persoalanmu tapi ingatlah bahwa aku akan selalu menunggumu untuk kembali kau selalu bisa menemukanku." ucap Arthur, tanpa Queen menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat sekelilingnya ada rasa berbeda pada pria yang saat ini menemaninya berjalan, setelah melihat pemandangan untuk beberapa waktu Queen langsung menoleh ke arah Arthur mari kita kembali ini sudah sangat sore ucap Queen lalu mereka berdua kembali ke kediaman utama


Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat kini di Ijah sudah dimakamkan sementara dokter yang dikirim oleh keluarga nenek Arthur tampak sudah menaiki pesawat untuk menuju Pulau tanpa pesawat tersebut sudah tiba di pulau Rendra langsung menyambut dokter tersebut bersama dengan seorang rekannya, ke dua dokter tersebut akan di bawa Rendra ke kediaman utama untuk bertemu Arthur, sementara Arthur yang sedang berada di ruang kerjanya tampak sedang santai mengerjakan sesuatu tak bertulang ramah Rendra mengetuk pintu ruang kerja Arthur setelah diperkirakan masuk Rendra pun langsung membuka pintu dan masuk ke dalam diikuti oleh ketiga orang dokter tampak para dokter tersebut dipersilahkan lensa untuk duduk di sofa di dalam ruangan tersebut kini ketiga orang tersebut sudah duduk tampak Arthur langsung menghampiri ketiga orang tersebut "selamat malam Tuan Arthur kenalkan aku adalah dokter Robby dan ini kedua rekanku dokter Nita." ucap dokter Robby


"Selamat malam dokter Robby senang bisa bertemu Anda di sini aku harap anda bisa membantuku untuk segera pulih dan sampaikan ucapan terima kasihku pada keluarga almarhum nenekku karena telah bersedia merekomendasikan anda untuk merawat di sini, baiklah karena ini sudah malam sebaiknya silakan beristirahat besok Rendra akan mengantar kalian ke ruang kesehatan sesuai dengan pesan Anda sebelum kemari dokter yang bertugas di sana sudah menyiapkan segala kebutuhan yang anda inginkan untuk proses pengobatan yang akan aku lakukan." ucap Arthur


"Terima kasih Tuan Arthur semoga aku bisa menjadi orang yang dapat menyembuhkan penyakit yang tuan derita baiklah kami permisi." ucap Tuan Robby, terlebih tanpa keluar bersama rekannya mengikuti Rendra yang akan menunjukkan kamar mereka , tampak Rendra telah kembali dan saat ini sedang duduk di hadapan Arthur "apakah kau sudah menyelidiki tentang dokter Robby dan rekannya." tanya Arthur.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya