My Wife My Hero

My Wife My Hero
369.anak kecil berumur tua



Profesor Abdullah menghembuskan nafasnya kasar "kau tidak tau pamanmu Edi mu itu sangat tertutup tentang semua masalah pribadinya bahkan dengan temannya sekalipun jadi wajar orang tersebut tak mengetahui tentang kita palingan dia hanya mengetahui kalau pamanmu mempunyai ayah dan adik angkat." ucap profesor Abdullah


"Baiklah kakek apa kakek akan ikut meneliti dan mencari obat penawar untuk anak paman edi aku takutnya Kakek tak biasa berkerjasama dengan ilmuan lainya, tapi kalau kakek memang mau membuat penawar tersendiri kakek bisa memakai ruangan ku ." ucap Sofia


"Kau saja yang melakukannya kalau membuat penawar kau tau kan kakak hanya ahli di racun membuta penawar itu hanya karena terpaksa dan Kakek butuh waktu yang cukup lama tidak seperti diri mu, aku hanya akan berada disini untuk mengawasi dan menunggu sampai Denis sadar." ucap profesor Abdullah


"Baiklah kakek kalau memang itu yang kakek inginkan tapi aku ingin kakek tinggal di kediamanku." ucap Sofia, "apakah Arthur pintar bermain catur saat dia di tempat ku dia terluka sehingga aku belum mengetahui kemampuannya dalam bermain catur kau tau kan kakek selama ini mencari lawan untuk bermain catur." ucap profesor Abdullah


"Kakek tenang saja cucu menantu kakek itu pasti bisa bermain catur jadi Kakek tak akan kesepian lagi sekarang ayo kakek kita ke kediaman ku terlebih dahulu ." ucap Sofia lalu bergegas merangkul sang Kakek keluar dari tempat tersebut menuju mobil miliknya, membuta yang melihat tersenyum dengan keakraban cucu dan kakek itu


Sementara itu di tempat lain tepatnya di perusahaan tampak Kevin yang berada di ruangan Arthur setelah beberapa hari menangkan diri, "jadi kau sudah siap bekerja melupakan patah hatimu yang tidak jelas itu." ucap Arthur


Kevin menghembuskan nafasnya kasar "ya mau bagaimana lagi kalau tidak kerja aku mau makan apa untuk bertahan hidup dan menemukan wanita yang bisa menutupi luka hatiku." ucap Kevin melankolis, mendengar perkataan Kevin membuat Arthur hanya bisa geleng-geleng kepala


Sementara itu di tempat lain tepatnya di sebuah hotel di sebuah ruang direktur hotel tampak seorang wanita sedang merapikan beberapa berkas "kemana sih tuan Malik sudah hampir satu Minggu dia tidak datang bekerja bagaimana dengan berkas yang harus Dia tanda tangani kalau semua berkas ini tidak jadi masalah tapi berkas yang satu ini yang jadi Maslaah karena harus di tandatangani pemilik hotel dan hanya tuan Malik yang bisa bertemu dengannya sebaiknya aku menghubungi tuan Malik agar aku bisa memberikan berkas ini kepadanya." ucap wanita tersebut yang merupak sekertaris Malik


Sementara itu di tempat lain tampak Malik sedang berdiskusi dengan beberapa orang bawahan Sofia Tetang apa yang akan mereka lakukan untuk membuat misi pada hari Selasa berhasil, di dalam rapat tersebut tampak seorang anak kecil dengan muka manyunnya mengikuti diskusi tersebut "kenapa sih harus mengunakan drama ibu dan anak untuk melakukan misi ini membuat repot saja." ucap anak tersebut dengan suara imutnya


Malika yang baru mendengar anak itu berbicara langsung tertawa terbahak-bahak "oh astaga ternyata bukan hanya muka dan tubuhmu yang imut tapi ternyata suaramu juga imut aku pikir hanya wajah dan tubuh mu, sudahlah kau pasarah saja lihatlah dirimu kau adalah pemeran utama di sini." ucap Malika menggoda anak tersebut yang sebenarnya merupakan pria dewasa yang berpenampilan seperti anak kecil


Semua orang yang sedang berdiskusi tampak menahan tawanya mendengar perkataan pria yang berwajah anak kecil tersebut, "hei anak kecil umur tua, seharusnya kau merasa beruntung aku yang akan menjadi ibumu, jarang-jarang aku mengunakan kehangatan tubuh ku untuk memeluk pria kerdil seperti mu." ucap Malika, sontak saja perdebatan demi perdebatan terjadi antara dua orang tersebut membuat semua orang nampak hanya bisa geleng-geleng kepala tapi untung saja Pangilun telepon milik Malika menghentikan perdebatan yang tak berfaedah itu membuat semua yang berdiskusi merasa lega, tampak malik mengangkat teleponnya lalu berbicara beberapa menit setelah itu mematikan panggilan telepon tersebut


"Baiklah tuan-tuan sebaiknya kita kembali pada persoalan yang akan kita diskusikan bersama perdebatan antara personal sebaiknya kita hentikan dulu ini masalah tugas yang akan kita lakukan beberapa hari lagi dan tugas ini sangat sensitif dan juga sangat sulit jadi sebaiknya kita bekerjasama dengan baik." ucap seorang pria yang sedikit tua dalam diskusi tersebut , membuat malika dan pria kecil ya tepat di hadapannya salin menatap lalu membuang muka membuat yang lain hanya bisa tersenyum tipis, diskusi pun berlanjut


Sementara itu di hotel di mana sekertaris Malik berada tampak sekertaris tersebut menghembuskan nafasnya kasar "astaga tuan ini, kalau aku buka sekretarisnya yang sudah beberapa tahun mengikutinya pasti aku tak akan tau kalau wanita yang berbicara denganku adalah dirinya, aku harus ke perusahaan milik tuan Arthur dan mencari pria yang bernama Kevin." ucap sekertaris tersebut lalu memulai merapikan berkas-berkas miliknya, tampak sekertaris tersebut keluar dari hotel lalu masuk ke dalam mobil miliknya, mobil mulai melaju menuju perusahaan Arthur


Sementara di perusahaan tempatnya di ruang Arthur tampak Arthur yang sedang bekerja tiba-tiba ponselnya berdering sebuah panggilan telepon dari sang istri yang mengabarkan bahwa sang kakek sedang berada di kediaman mereka mendengar hal tersebut Arthur sangat antusias setelah mematikan panggilan telepon tampak Arthur langsung berbenah bergegas hendak pulang, sementara Kevin yang sedang membawa beberapa berkas di tangannya saat ini baru saja masuk kedalam ruangan Arthur melihat Arthur yang merapikan barang-barangnya membuat Kevin bingung karena ini baru jam 11 siang


"Tuan mau pergi." tanay Kevin, oh iya Kevin syukurlah kau disini aku akan pulang kakek istriku datang dan dia adalah pria yang menyelamatkan hidup ku jadi aku menyerahkan segala urusan perusahaan padamu, baiklah aku akan pulang terlebih dahulu." ucap Arthur mengambil tas miliknya lalu bergegas keluar meninggalkan Kevin yang langsung terduduk lemas di kursi, "tuan sangat bahagia kakek istrinya saja yang datang membuatnya kegirangan bagaimana jika mertuanya mungkin dia akan melompat ke jendela agar cepat tiba di kediamannya." ucap Kevin dengan wajah datar


Tampak Mobil Arthur keluar dari perusahaan miliknya tak berselang lama sebuah mobil masuk ke perusahaan tersebut setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna tampak seorang wanita cantik dan seksi dengan pakaian yang berkelas masuk ke dalam perusahaan dengan tas dan beberapa berkas yang ada di tangannya.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya


Maaf baru up soalnya Arturo sedang dalam perjalanan dengan kapal