My Wife My Hero

My Wife My Hero
226. pelayan



"Baiklah ayah aku akan bersiap-siap dalam beberapa hari ini agar ayah segera datang menjemput ku aku sudah tak sabar untuk pergi ke sana melihat bagaimana rupa calon suamiku dan apa betul kata Ayah bawa rumahnya sebesar istana aku sudah tidak sabar oh iya ayah aku hampir lupa kita tak bisa terlalu lama berbicara soalnya di sini ada Bili takutnya dia mendengar semua percakapan kita walaupun Bill tak sekaya pria yang akan ayah jodohkan dengan ku tapi Bili pria yang sudah memberikan semua kehidupan mewah ini untuk ku jika aku tak berhasil menikah dengan pria yang akan ayah jodohkan aku bisa dengan mudah kembali kepada Bili." ucap wanita tersebut


"Sudahlah sayang ku jangan khawatir kau pasti akan menikah dengan pria yang yah jodoh kan, tapi anggaplah dia sebagai cadangan saat kau lelah, baiklah aku jug mu ke kamar kakek tua itu." ucap sang ayah, kini keduanya sudah memutuskan Panggilan telepon tersebut


Sementara itu di luar kamar tampak seseorang menguping, setelah itu di bergegas keluar dari apartemen tersebut langsung ke parkiran di mana kendaraannya berada, tampak wanita tersebut menyimpan ponselnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah beberapa menit wanita tersebut keluar dari kamar mandi kemudian memakai pakaiannya lalu keluar mencari tapi saat dia keluar dan mencari ke setiap sudut apartemen pria tersebut sudah tidak berada di sana tampak wanita tersebut langsung masuk kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi pria tersebut tapi saat dia menghubungi nomor pria tersebut nomornya sudah tidak aktif membuat wanita tersebut sedikit bingung sementara itu seorang pria yang sedang mengendarai kendaraan yang menuju ke suatu tempat tanpa memukul setirnya beberapa kali "aku pikir dia mencintaiku dan mengerti bahwa aku mencintainya dan peduli padanya aku tidak mungkin meninggalkan tunanganku yang sudah dijodohkan dari kecil oleh kedua orang tuaku aku pikir dia menjadi yang kedua karena mencintaiku tapi ternyata dia hanya menginginkan diriku karena aku adalah mesin ATM yang memenuhi semua kebutuhannya dan bisa memberikannya hidup yang lebih baik dari sebelumnya." ucap pria tersebut sambil terus melajukan kendaraan miliknya


"Ada apa dengan Bili Kenapa dia pergi begitu saja dan bahkan ponselnya tidak aktif apakah dia mendengar pencerahanku dengan ayahku tapi bukannya itu hal yang wajar dia memang tak berniat untuk menikahi ku dan hubungan ini bagiku hanya hubungan antara si pemberi materi dan si penerima materi aku sudah memberikan apa yang diinginkan jadi sudah sepantasnya dia memberikan apa yang aku inginkan." ucap wanita tersebut tanpa mempedulikan perasaan orang lain


Sementara itu di kediaman tuan tepatnya di kamar kakek tua tampak pria yang sudah menolong kakek Arthur mengetuk pintu kamar milik kakek Arthur, pakai kartu bergegas membuka pintu lalu mempersilahkan pria tersebut masuk ."ada apa kau mencariku apakah ada sesuatu yang ingin kau bicarakan." tanya kakek Arthur


"Begini kakek anna sendirian di rumah apalagi dia hanya seorang anak yatim yang tak memiliki siapapun selain diriku dia hanya gadis muda yang lugu dan polos aku takut seseorang akan melakukan hal-hal buruk kepadanya jika mengetahui dia tinggal hanya sendiri di rumah tersebut jadi aku hanya ingin agar Tuan meminta ini pada Tuan Arthur agar membiarkan anna tinggal di sini untuk sementara waktu sampai aku menemukan tempat tinggal yang cocok untuk kami." ucap pria tersebut dengan wajah sedih


"Oh astaga mengapa kau tak mengatakannya dari kemarin seharusnya saat kita kemari kita sekalian membawa anna kemarin apalagi tempat tinggal anna sedikit jauh aku yakin dia pasti akan sangat ketakutan karena berada sendirian di rumah itu untuk apa aku meminta izin pada Arthur untuk hal tersebut dia pasti setuju segera bawa anna kemari jemput dia aku akan menyuruh sopir untuk mengantarmu untuk menjemput Anna ." ucap kakek Arthur


Sementara itu di kerajaan Galee saat pangeran sudah tiba di kediamannya tampak Dia memanggil salah seorang pelayan "kau ambil pakaian pelayan ganti pakaiannya tapi jangan lepaskan rantai kakinya aku yakin dia pasti akan berusaha kabur dari tempat ini jika sampai kau melepaskan rantai kaki miliknya." ucap pangeran kerajaan Galee, milik bulan langsung melepasnya kemudian bulan dipaksa ikut oleh beberapa orang pelayan untuk masuk ke kamar pelayan sementara pangeran langsung masuk ke kamarnya begitu sampai di kamar pelayan melihat sekelilingnya salah seorang pelayan langsung mengambil sebuah pakaian lalu memberikannya kepada wulan, "di dalam sana adalah kamar mandi dan ruang ganti kau bisa melakukannya sendiri kan lagi pula hanya kakimu yang di rantai bukan tanganmu." ucap pelayan tersebut


Wulan yang masih bersikap sombong dan keras kepala langsung membuang baju yang diberikan oleh pelayan wanita tersebut membuat para pelaut pelayan yang berada di sekitar tersebut langsung melihat ke arah wulan dengan penuh amarah "oh sepertinya kau ingin melawannya kau pikir kau seorang putri kau di sini hanya seorang budak sama seperti kami jadi jangan berlaga seperti seorang putri jika kau tak ingin kami mengganti pakaianmu dengan paksa sebaiknya kau lakukan sendiri ini adalah peringatan untukmu karena kami melakukannya." ucap pelayan tersebut


"Kalian hanya pelayan rendahan kalian jangan macam-macam denganku aku takkan lama berada di sini aku yakin ayahku pasti akan membebaskanku sebaiknya kalian Jangan menggangguku biarkan aku sendiri." ucap Wulan, mendengar hal tersebut para pelayan yang berjumlah 4 orang langsung menarik wulan menuju kamar mandi dengan kasar dan paksa bahkan ada yang tak kegantengan menarik rambut ular hingga rontok membuat wulan berteriak seketika rambutnya ditarik bajunya dirobek secara paksa bahkan kulitnya sampai terluka karena para pelayan tersebut melakukan dengan sengaja merobek pakaiannya tapi sambil mencakar dirinya


"Heeee apa yang kalian lakukan lepaskan aku dasar budak sialan kalian memang manusia hina yang bodoh aku pastikan akan membuat perhitungan pada kalian jika sudah keluar dari tempat ini." ucap Wulan sambil berusaha membebaskan diri tapi kekuatan ke 4 pelayan lebih besar darinya membuatnya tak berkutik saat semua pakainya di lepas secara paksa dan tubuhnya di beri sabun sehingga membuat wulan berteriak kesakitan Karen luka goresan di tubuhnya terasa sakit saat terkena sabun


"Sebaiknya simpan semua ucapanmu di tenggorokan saja kau tak akan pernah keluar dari tempat ini kau harus sadar kau hanya seorang pelayan rendahan sama seperti kami dasar manusia tidak tahu diri." ucap Seorang pelayan lalu melemparkan handuk ke wajah Wulan


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya