
Ruben menatap ke arah Arthur dengan tatapan yang tak biasa bagaimana mungkin ada seorang wanita yang seperti itu apakah mungkin istri istri dari Arthur adalah wanita jelek tapi kaya raya sehingga istrinya tersebut menjaga Arthur seperti itu karena takut Arthur akan meninggalkannya dan pergi dengan wanita lain Malang sekali nasib Arthur walaupun dia tampan dan juga termasuk pria kaya tapi mendapatkan istri yang model seperti itu sungguh pri yang sangat patut dikasihani, pasti istrinya gemuk dan jelek pikir Ruben dalam hati
"Wah istri Anda pasti sangat mencintai anda sehingga dia menyuruh seseorang untuk mengawasi dan melindungi Anda secara tidak langsung, dia pasti wanita yang sangat hebat." ucap Ruben, "yah begitulah dia memang wanita yang sangat hebat dan sebenarnya dia tetap perlu melakukan itu karena aku sangat mencintainya dengan setulus hati." ucap Arthur
Tampak keduanya berjalan-jalan melihat-lihat kediaman Ruben Yang sepertinya banyak memiliki ruang ruang yang tak bisa dimasuki apalagi di taman belakang walaupun ada tanaman bunga tapi tak jauh dari sana ada sebuah hutan dan di dalam hutan tampak ada sebuah bangunan "wah rumah Anda sangat luar biasa apalagi ternyata di belakang rumah Anda ada sebuah hutan yang cukup rindang membuat Anda pasti selalu ingin melakukan aktivitas seperti berburu." ucap Arthur
"Ternyata Tuan Arthur sangat pandai menebak sesuatu memang aku sangat suka berburu di hutan tersebut Kenapa tidak sekali-kali kita berburu bersama ." ucap Ruben ingin mencari celah agar dia bisa mencelakai Arthur pasalnya saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa karena pengawal Arthur terus mengikutinya kemanapun Mereka pergi bahkan sang pengawal tak pernah mengalihkan pandangannya dari Arthur, Ruben berpikir jika mereka pergi berburu bersama walaupun ada sang pengawal tapi bisa saja kan pengawalnya terpisah dari Arthur karena sesuatu hal hal membuatnya bisa melakukan sesuatu kepada Arthur, kini keduanya sudah kembali ke ruang tamu di mana Kevin dan Neni berada
"Wah rumah kalian sangat indah pemandangannya aku sangat terkesan oh iya nih bagaimana kabarmu apakah kau baik-baik saja kenapa terlihat kau lebih kurus dari biasanya dan mengapa bajumu seperti itu." tanya Arthur
"Neni sedang merasa kurang enak badan sehingga dia harus memakai pakaian yang tebal dan menutupi seluruh tubuhnya aku juga bingung kenapa dia sering sekali sakit-sakitan itulah mengapa kami belum juga bisa datang ke kediaman kedua mertuaku karena Neni selalu merasa kurang sehat bukan begitu sayang." ucap Ruben, Neni hanya bisa tersenyum dan mengangguk saja menyiakan apa yang dikatakan oleh Ruben
"Benarkah Apa kau sudah memeriksakan kesehatanmu ke dokter kebetulan aku mengenal seorang dokter spesialis Dia sangat terkenal karena keahliannya dalam mengobati pasien siapa tahu saja jika kau bertemu dokter tersebut kau akan segera pulih kita memang kau sering sakit-sakitan." ucap Arthur
"Itu tidak perlu ton Arthur aku sudah membawanya ke dokter tapi kata dokter dia hanya perlu beradaptasi pada tempat baru nanti lama kelamaan dia pasti akan sembuh." ucap Ruben, "oh iya Neni kebetulan istriku mendengar bahwa aku memiliki sepupu wanita jadi dia ingin memberikanmu gelang dan menyuruh ku untuk mengirimkan gambar padanya jika kau sudah memakai gelang tersebut bolehkah kau memakai gelang yang diberikan oleh istriku aku ingin mengambil gambarnya setelah kau memakainya ." ucap Arthur lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi gelang tampak neni langsung melihat ke arah Ruben bagaimana mungkin dia akan membuka lengan bajunya hampir sampai di tangannya luka bekas cambukan masih terlihat jelas
Ruben tampak mengambil gelang yang berada di tangan neni lalu berniat memakai kan gelang tersebut di tangan neni tampak Ruben membuka sedikit lengan baju Nini yang menutupi sebagian tangannya begitu melihat tangannya nini yang sedikit merah menutupinya dengan tangannya dan memasangkan gelang tersebut ke tangan neni tapi saat Arthur akan mengambil gambar tiba-tiba dia melihat tangan neni yang merah dan bergaris-garis hingga ke gelang yang digunakan "ada apa dengan tanganmu ini kenapa sepertinya bekas pukulan benda keras apa kau habis terjatuh." tanya Arthur pura-pura tidak tahu pasalnya terlihat jelas pukulan itu adalah cambukan tapi Arthur tidak ingin langsung mengatakan hal tersebut karena dia takut nyawa Neni akan terancam jika sampai itu terungkap jelas oleh Ruben
"Iya aku tak sengaja jatuh saat berada di kamar mandi." ucap Neni sambil menutup kembali lengan bajunya sementara Arthur sudah selesai mengambil gambar, oh astaga kau harus selalu berhati-hati jika kau sampai terjatuh dan terluka seperti itu kau harus cepat membeli obat."ucap Arthur
"Aku sudah mengatakan padanya bahkan aku sudah menyiapkan berbagai macam obat dan salep agar kulitnya bisa kembali normal secepatnya dan tidak sakit lagi tapi entah apa yang dipikirkan oleh Neni Dia jarang sekali mau menggunakan obat yang aku belikan apalagi dia kadang tak mau mendengarkan aku sehingga hasilnya dia jatuh seperti itu entah apalagi yang dia lakukan sampai mendapatkan luka seperti itu, sayang kau jangan lagi sembarangan dalam bertindak apalagi sampai jatuh seperti itu nanti orang-orang berpikir bahwa aku sudah menganiaya dirimu padahal aku ini selalu menjagamu agar kau baik-baik saja." ucap Ruben, Neni hanya tersenyum dan mengangguk mendengar semua perkataan bohong Ruben
Baiklah neni kau harus selalu berhati-hati jangan sampai kau jatuh dan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan baiklah aku akan permisi dulu yang penting aku sudah melihat rumahmu yang indah ini ucap Arthur berniat berdiri tapi tiba-tiba Ruben menghentikannya aku dan Neni ingin mengundangmu dan istrimu untuk makan malam bersama kami besok aku harap kau bisa datang bersama istrimu." ucap Ruben , "terima kasih undangan makan malamnya aku akan menyampaikan hal tersebut kepada istriku." kami akan berusaha untuk datang memangnya ada acara apa sampai Tuan Ruben mengadakan makan malam." tanya Arthur
"Kebetulan saja aku hanya ingin menunggu undang Tuan Arthur dan istri untuk sekedar makan malam di kediamanku sambil kita berbincang-bincang agar saling mengenal bukankah kita sudah menjadi keluarga tapi aku belum begitu mengenal Tuan Arthur ." ucap Ruben
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya