
Tampak Rendra dan Arthur keluar dari perusahaan lalu masuk ke dalam mobil tak berselang lama mobil melaju keluar menuju ke jalan utama, sudah sampai di hotel yang akan menjadi tempat pertemuan antara Samuel dan Arthur
Sementara itu kakek Arthur tampak tersadar dari pingsannya membuat orang yang merawatnya langsung mendekatinya "apakah Tuan baik-baik saja." tanya pria tersebut sambil membantu kakek Arthur untuk duduk
Melihat sekelilingnya lalu melihat seorang pria paruh baya yang seumuran dengannya tersenyum kepadanya "aku baik-baik saja Tuan apakah Tuan yang menolongku terima kasih sudah membantuku." ucap kakek Arthur
"Sebenarnya aku hanya menampung mu tapi yang menolong mu adalah asistenku dia menemukanmu tergeletak di sebuah semak di tepi jalan lalu dia memeriksa keadaan anda tapi saat melihat wajah Anda Dia sangat terkejut karena anda katanya pernah menolongnya saat dia terluka di jalan." ucap pria tersebut
"Benarkah aku sungguh berterima kasih kepada anda dan asisten Anda yang menolongku tapi di mana dia aku ingin berterima kasih langsung kepadanya sebelum aku meninggalkan tempat ini." ucap pakai Arthur berencana langsung pergi setelah siuman
"Dia sedang pergi membeli sesuatu sebaiknya anda makan dan membersihkan tubuh anda terlebih dahulu sebelum pergi dari sini, sambil menunggu asistenku kembali." ucap pria tersebut tanpa kaki aktif melihat dirinya dengan matanya melirik ke bawah benar saja pakaiannya tampak sobek ada noda darah
"Terima kasih Tuan aku tak menyangka bahwa pakaianku akan sobek dan banyak noda darah." ucap kakek Arthur, "baiklah mari kita makan bersama kebetulan aku juga belum makan ucap pria tersebut sambil membantu kakek Arthur turun dari tempat tidur ini mereka berdua tampak makan di meja makan berdua
Setelah makan kakek Arthur langsung masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian yang sudah disediakan setelah mandi dan berpakaian rapi tampak kakek Arthur duduk bersama pria tersebut, "sebenarnya apa yang terjadi sampai Anda bisa jatuh ke semak-semak dan terluka." tanya pria tersebut
tlTampak kakek Arthur menghembuskan nafasnya kasar, "entah kenapa nasib keluargaku sedikit tragis cucu pertamaku menikah dengan seorang wanita yang tak seharusnya dia nikahi membuat cucu keduaku hampir saja menjadi orang lumpuh seumur hidup sementara cucu pertamaku terbunuh dan semua dan semua perbuatan tersebut dilakukan oleh istri cucu pertamaku bersama selingkuhannya dan aku baru mengetahui hal tersebut baru-baru ini jadi aku berniat untuk pergi ke kantor polisi membuat laporan dan menyerahkan semua bukti-bukti yang ditemukan oleh detektif yang aku sewa." ucap kakek Arthur
"Dunia memang dipenuhi dengan orang-orang yang selalu ingin melukai orang lain aku teringat saat dulu di saat istriku masih hidup sampai putriku dan aku harus berpisah selama puluhan tahun, tapi di mana berkas-berkas yang akan kau serahkan ke kantor polisi bukankah seharusnya kau memilikinya." ucap pria tersebut
"Kakek Arthur baru menyadari saat semalam dia keluar dari mobil berkas-berkas tersebut terlempar ke bawah jurang saat dia terguling-guling dan menabrak pohon, "sepertinya semua bukti-bukti tersebut sudah hilang saat aku melompat keluar dari mobil yang akan mengantarku menyerahkan bukti bersama seorang detektif ada beberapa mobil yang mengikuti kami dan berencana untuk menabrak mobil kami sehingga detektif menyuruh untuk keluar dan mengamankan semua bukti yang ada tapi saat aku jatuh aku terguling-guling bersama berkas tersebut hingga akhirnya berkas itu lepas dari tanganku dan aku pun jatuh pingsan." ucap kakek Arthur
"Benarkah oh Tuhan aku yakin pelakunya adalah Edi selingkuhan dari mantan cucu menantuku dia memang berencana ingin membunuh kami berdua tapi untung saja aku bisa selamat." ucap kakek Arthur
"Sebaiknya untuk sementara waktu anda berada di sini dulu takutnya orang-orang tersebut masih mencari-cari anda di sekitar sini jika sampai mereka melihat anda keluar bisa saja mereka akan segera melakukan tindakan pencegahan dengan melukai anda apakah anda memiliki seseorang yang bisa aku hubungi jika memang nanti anda ingin pergi dari tempat ini agar anda lebih aman." ucap pria tersebut
"Aku mempunyai seorang cucu tapi masalahnya saat ini aku tak memegang ponsel dan aku tak mengingat satupun nomor untuk saat ini yang bisa aku hubungi, tapi yang Tuan katakan benar juga aku akan menunggu beberapa hari dan kemudian aku akan langsung ke kediaman cucuku." ucap kakek Arthur
Tampak Samuel yang sudah bersiap-siap turun untuk makan siang dan bertemu dengan Arthur pria yang direkomendasikan oleh Sofia Samuel sangat penasaran dengan sosok pria yang bernama Arthur tampak Samuel sudah berada di restoran bersama dengan Abraham tampak Abraham menghubungi Rendra untuk mengundang mereka ke restoran tampak Arthur dan Rendra yang keluar dari mobil langsung masuk ke hotel menuju ke restoran sepanjang jalan jantung Arthur berdegup kencang seolah-olah dia akan bertemu dengan sosok yang tak tersentuh, tampak Arthur dan rendah sudah masuk ke dalam restoran dan berjalan langsung ke arah Samuel karena tak ada orang di restoran tersebut selain mereka berempat
Kini Rendra, Arthur, Samuel serta Abraham sudah duduk di meja makan bersama tampak Samuel terus memperhatikan Arthur dengan seksama sementara Arthur tampak menunduk karena merasa tidak nyaman terus ditatap oleh Samuel sejak tadi datang hingga dia duduk di kursi
"Apakah anda yang bernama Arthur." tanya Samuel membuka pembicaraan mendengar pertanyaan Samuel sontak Arthur langsung mengangkat wajahnya "iya Tuan aku adalah Arthur aku tak menyangka bahwa Tuan Samuel akan mengundangku untuk makan siang bersama dan membahas masalah pekerjaan." ucap Arthur sambil memandang wajah Samuel seperti ada sesuatu Samuel yang melihat hal tersebut langsung menautkan alisnya "apakah ada sesuatu di wajahku sehingga kau menatapku seperti itu." tanya Samuel karena tadi Arthur terus menunduk tapi saat melihat wajahnya tiba-tiba Arthur tampak terpaku
"Anda terlihat sangat tampan dan berwibawa dan wajah anda sedikit mirip dengan seseorang mengingat wajah sang istri yang memegang sedikit mirip dengan wajah Samuel." ucap Arthur
"Benarkah kebetulan aku memang mempunyai dua saudara kembar satu laki-laki dan satunya seorang perempuan apakah wajahku mirip dengan yang laki-laki apa yang perempuan." tanya Samuel ingin memastikan sesuatu apakah pria yang dihadapannya mengenal Sofia apa tidak, karena Samuel sangat penasaran kenapa Safia mau membantu pria yang saat ini ada di hadapannya padahal pria ini terlihat biasa saja tidak terlalu tampan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu kaya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya