My Wife My Hero

My Wife My Hero
168.bandara



Tampak di sebuah gudang dokter Aris sedang diikat di sebuah tiang dan hanya menggunakan ****** ***** saja tubuh dokter Aris tampak dijemur di bawah sinar matahari tampak beberapa pengawal duduk santai sambil menyaksikan dokter Aris yang nampak sangat tersiksa dengan tubuh yang sudah merah karena terkena cahaya matahari yang berlebihan


Sementara itu di rumah sakit tampak ayah Aris sangat khawatir apalagi temannya yang di kepolisian mengatakan bahwa tak ada yang menemukan jejak keberadaan dokter Aris makan lalu lintas sudah mencari mobil yang dikendarai dokter Aris tapi hasilnya nihil mendengar hal tersebut tampak sang ayah sangat frustasi lalu dia mengingat ibu dari Stuart tampak ayah dokter Aris langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Oma Sofia itu tak berselang lama ponsel pun tersambung 'maaf nyonya besar tapi aku benar-benar sudah tidak tahu harus meminta pertolongan pada siapa lagi putraku Aris tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi entah ke mana perginya aku sudah menghubungi polisi tapi keberadaannya tak bisa dilacak." ucap ayah dokter Aris


"Baiklah aku mengerti." ucap dari seberang langsung mematikan panggilan telepon tersebut membuat dokter ayah Aris hanya bisa pasrah menunggu


Sementara itu di ruangan Sofia tampak ponsel Sofia berdering Sofia yang melihat panggilan tersebut dari neneknya tampak dengan malas mengangkat panggilan telepon tersebut "Sofia kembalikan Aris jangan melakukan hal seperti itu walaupun dia menjengkelkan dan pernah mencoba mencelakai mu cukup beri dia pelajaran tapi jangan sampai membunuhnya." ucap Oma Sofia


"Baik Oma aku akan mengembalikannya 3 hari lagi setelah aku melakukan eksperimen padanya sehingga dia dapat merasakan sensasi menjadi orang yang diculik Oma tenang saja aku tak akan membunuhnya aku tahu batasannya." ucap Sofia


"Baiklah Oma akan menghubungimu lagi nanti Om harus pergi dulu." ucap Oma lalu mematikan panggilan telepon, Sofia menghembuskan nafasnya kasar "aku memang tak akan membunuhnya tapi kalau membuatnya jadi gila itu berbeda kan yang penting kan dia tidak mati." ucap Sofia santai lalu tersenyum penuh arti


"Aku mohon tolong beri aku air aku sangat kesakitan." ucap dokter Aris, "aduh kau itu rewel sekali baru saja dijemur seperti itu sudah minta air kami saja yang dijemur 3 hari 3 malam biasa saja bagaimana bisa kau berpikir untuk menculik ketua kami sedangkan hanya dihukum seperti ini saja kau sudah seperti orang yang akan mati." ucap salah seorang pengawal


"Aku mohon tolong ampuni aku sudah berapa kali aku mengatakannya aku tak ingin mencuri ketua kalian aku hanya ingin mencuri dokter Sofia aku tak mengenal ketua kalian semua ini pasti salah paham mungkin para penculik itu salah menculik seseorang sehingga kalian berpikir aku berencana mencuri ketua kalian." ucap dokter Aris


"Kau ini bodoh ya bagaimana bisa kau menjadi seorang dokter jika isi otakmu hanya seperti ini seharusnya kau tahu siapa maksud kami apakah harus aku menjelaskan siapa ketua kami baiklah karena kau begitu bodoh mungkin saja kau jadi dokter karena sogokan orang tuamu yang kaya raya dengarkan baik-baik ketua kami adalah nona Sofia atau dokter Sofia yang baik hati, cantik dan tidak sombong yang rencana kau culik semalam dengan menyuruh orang-orang yang tak berguna apa kau puas sekarang aku tahu kenapa ketua menyerahkan dirimu untuk dihukum oleh kami bukan kita sendiri yang menghukumnya ternyata kau hanya butiran debu yang tidak berguna dan bodoh." ucap pengawal tersebut


"Apa katamu ingin bertemu dengan ketua apa kau pikir ketua itu pengangguran sehingga kau bisa bertemu dengannya kapan saja jika memang ketua ingin bertemu denganmu dia yang akan menghubungi kami tak usah memohon untuk bertemu dengannya kami saja tak berani padanya." ucap pengawal tersebut, saat sedang berbicara tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya setelah membaca pesan tersebut tampak pengawal tersebut tersenyum penuh arti ke arah Aris biarkan dia berjemur 3 hari 3 malam di luar pasangkan saja dia infus agar tak mati dan beri dia obat berwarna biru tiga kali sehari seperti arahan ketu." ucap pengawal tersebut para pengawal yang lain tampak saling memandang lalu mengangguk mengerti


"Entah dosa apa yang sudah kau lakukan di masa lalu membuatmu saat ini tak bisa lari dari sebuah takdir yang cukup berat di hidupmu nanti." ucap pengawal tersebut


Tampak dokter Aris bingung mendengar perkataan pengawal tersebut setelah mengatakan hal tersebut kepada dokter Aris tanpa pengawal tersebut masuk ke dalam sebuah ruangan setelah beberapa menit pengawal tersebut keluar dengan beberapa butir obat di tangannya


Hari berlalu dengan cepat tanpa teras acara pertemuan di hotel milik Samuel telah berakhir dan saatnya para peserta akan kembali pulang ke tempat mereka masing-masing, sementara Samuel yang sedikit sibuk beberapa hari ini tak sempat bertemu dengan Emeli padahal dia berencana untuk menemui Emeli secara khusus tanpa diketahui oleh siapapun, sementara itu raja Arjun sedang bersiap-siap ke bandara bersama para rombongannya Samuel yang mengetahui hal tersebut tampak mencari ide agar dapat bertemu kembali sebelum dia pergi, tampak rombongan raja Arjun sudah masuk ke dalam mobil kini mobil melaju menuju bandara sementara itu di bandara tampak beberapa orang pria yang sedang menunggu untuk melaksanakan sebuah aksi penculikan kepada seorang wanita


Tak berselang lama mobil yang ditumpangi oleh raja Arjun dan rombongannya tampak sudah berada di bandara kini mereka semua sudah keluar dari mobil lalu masuk ke bandara tampak bibi Emeli berusaha lebih ramah pada Emeli, rombongan raja Arjun sudah berada di bandara tampak Bibi Emeli memberi kode seorang wanita, tampak wanita tersebut pura-pura berjalan cepat ke arah Emily lalu tanpa sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman ke baju Emeli "astaga maafkan aku sebaiknya Anda mengganti baju anda di kamar mandi biar aku yang menemani anda untuk mengganti pakaian anda." ucap wanita tersebut, "oh astaga dia benar Emily sebaiknya kau ke kamar mandi untuk mengganti pakaianmu biarkan para beberapa orang pengawal untuk mengikuti mu." ucap Bibi Emeli pura-pura baik


Emeli tampak melihat ayahnya yang kemudian mengangguk setuju "biarkan aku pergi saja sendiri dengan para pengawal kau tak usah mengikuti ku ini tidak apa-apa." ucap Emeli berusaha agar wanita tersebut tidak mencemaskannya dan tidak perlu ikut dengannya.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya