
Apa yang kau lakukan bebaskan kedua orang tuaku ucapkan sementara James hanya bisa tertunduk lesu melihat Apa yang terjadi Dia telah salah membuat perjanjian dengan seseorang yang ternyata tak lebih dari seorang iblis, tapi saat Ruben sedang bersenang-senang tiba-tiba seorang pengawal berlari ke arahnya "tuan ayahmu ada di sini dan dia sudah ada di depan sebaiknya Tuan mencari ide lain jika sampai ayah anda mengetahui Anda telah melakukan tindakan kecil lagi dia akan segan-segan membuat Anda masuk rumah sakit jiwa ucap pengawal tersebut sementara sang ayah sudah masuk di ruang tamu melihat Ruben, James dan neni yang sedang duduk, "oh Ruben akhirnya kau punya teman aku pikir kau tidak akan bergaul dengan orang yang." ucap Ayah Ruben lalu duduk di hadapan Nine dan James
"Iya ayah mereka adalah teman-temanku aku sudah mulai bersosialisasi seperti orang pada umumnya." ucap Ruben " wah tuan Ruben sangat luar bias apa mungkin wanita ini adalah kekasih anda biasanya anda tak mengundang wanita kemari apalagi tadi aku sempat bertanya kepada sopir yang mengantar nona ini bahwa kau mengundangnya secara pribadi ucap." asisten ayah
"Benarkah itu adalah kabar yang sangat menggembirakan ibumu pasti akan sangat senang bila kau secepatnya menikah kau tak usah mengejar wanita lain apalagi Sofia huges aku takut itu akan membawa masalah untukmu melihat kelakuanmu selama ini sebaiknya kau cepat menikahi gadis ini sepertinya dia dari keluarga baik-baik oh iya nak siapa orang tuamu." tanya ayah Ruben
"Namaku Neni paman ayahku adalah Adi raksa ." ucap Neni, "oh kau adalah anak Adi astaga aku dan ayahmu saling mengenal dengan baik dan perusahaan kalian semakin berkembang setelah di peganga oleh sepupu kalian Arthur, Ruben kau memilih wanita yang tepat baiklah besok malam bawa hari ini kita untuk bertemu dengan ibumu aku menanti kalian." ucap ayah Ruben, tampak Ruben tersenyum kecut mendengar perkataan sang ayah dia sangat tidak suka melihat apalagi untuk menjadi istrinya tapi perintah ayahnya harus dilaksanakan jika sampai terjadi sesuatu pada Neni dan keluarganya maka ayahnya pasti akan mengetahui tentang apa yang dia lakukan "baik ayah aku akan membawanya ke rumah untuk bertemu ibu." ucap Ruben dengan senyuman yang tidak ikhlas
"Neni kau jangan khawatir tentang apapun kau bisa menghubungi Paman jika memang ada sesuatu yang kau rasa kurang nyaman aku tahu putraku memang kadang menyebalkan tapi dia adalah anak yang baik aku yakin kau dan dia adalah pasangan serasi." ucap ayah Ruben, Neni hanya mengangguk tak berani berkata apapun apalagi saat ini kedua orang tuanya masih menjadi tawanan Ruben di rumahnya sendiri
"Baiklah hari ini ayah sangat senang karena melihatmu yang sudah mulai bisa bersosialisasi dengan orang lain semoga kedepannya kau bisa menjadi lebih baik lagi baiklah sekarang ayah akan kembali ingat kau jangan macam-macam jika terjadi sesuatu kepada neni ayah akan memberimu hukuman." ucap Ayah Ruben lalu pergi begitu saja dari ruangan tersebut masuk ke mobilnya
Langsung membanting barang-barang melihat kepergian ayahnya Dia sangat kesal karena dia tak dapat membunuh dan juga kedua orang tuanya "dasar sial Kenapa setelah aku bertemu dengan kalian aku bisa jadi spesial ini hubungi orang yang di sana katakan pada mereka lepaskan hentikan semuanya dan kau wanita kau jangan pernah berpikir macam-macam dan jangan pernah membuka mulutmu di hadapan kedua orang tuaku mulai saat ini kau akan menjadi budakku buatkan aku kontrak untuk wanita ini." ucap Ruben
"Baiklah buatkan kontrak pernikahan antara aku dan wanita ini agar dia tidak menggangguku saat pernikahan kami telah berlangsung." ucap Ruben, tampak Neni hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar perkataan Ruben tapi saat ini dia berada di bawah kendali Ruben jika sampai dia melawan dia bisa mati sia-sia
"Bagaimana jika aku tidak bersedia menikah denganmu biar bagaimanapun aku juga mempunyai hak untuk menolak atau menerima pernikahan ini kau boleh mengambil sahamku." ucap Neni, "kau tak punya kuasa untuk menolak atau menerima semua ini aku yang akan menentukan semuanya lagi pula aku juga berniat membuatmu menjadi tameng hidup untukku dengan begitu semua yang aku rencanakan akan berjalan mulus aku peringatkan pada mu tutup mulutmu rapat-rapat kalau tidak bukan hanya nyawamu yang melayang nyawa kedua orang tuamu pun akan melayang dan mulai hari ini pengawalku yang akan mengantarmu kemanapun kau pergi dan ingat jika kau berada di kediaman kedua orang tuaku kau jangan mengatakan apapun dan jika kedua orang tuaku datang untuk melamarmu kau harus menerimanya jika sampai kau berbuat macam-macam yang membuat kedua orang tuaku curiga aku pastikan kau akan menyesalinya." ucap Ruben
Sementara itu anna yang sudah sampai di kota setelah keluar dari maka Santos tampak langsung bergegas ke ATM terdekat untuk memeriksa apakah kartu yang diberikan Billy masih bisa dia gunakan Anna langsung memasukkan kartu pemberian bili ke mesin ATM lalu menekan pin tapi sialnya kartu tersebut ditolak itu berarti Billy sudah membekukan kartu tersebut "Bili sialan aku pasti akan membalas semua perbuatanmu padaku enak sekali kau menikah lalu membuang ku begitu saja apa yang harus aku lakukan aku terlihat sangat buruk jika aku langsung pergi ke rumah Billy maka aku akan dikira orang gila sebaiknya aku membersihkan tubuhku dulu." ucap anna tak sadar diri padahal dia yang pergi meninggalkan Billy hanya karena tegur dengan janji sang ayah untuk menikahkannya dengan Arthur
Sementara Billy yang saat ini sedang di kamar bersama Rika tampak sedang merapikan barang-barang yang mereka bawa "sayang kapan kau akan mulai bekerja." tanya Rika
"Tiga hari lagi sayang aku akan kembali untuk bekerja memangnya ada apa apakah ada sesuatu yang ingin kau bicarakan tanya Billy, "begini sayang aku kan juga memiliki pekerjaan apakah kau mengizinkanku bekerja." tanya Rika , tentu saja sayang kau boleh bekerja tapi dengan beberapa syarat kau harus mengurangi jam kerjamu dan aku ingin kau pulang ke rumah sebelum aku pulang dari perusahaan." ucap Billy,tampak Rika mengangguk setuju.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya