
Mengapa harus di hotel bukankah di rumah lebih baik ucap Neni, "kalau di rumah terlalu banyak saksi dan kau tahu bagaimana ayah dan kakek Arthur pasti kau tak akan berhasil tapi jika di hotel kita bisa melakukannya secara diam-diam Dan mereka tak akan menyadari atau curiga jika Arthur tak kembali restoran." ucap Jeremi
"Kau benar juga tapi kita harus memilih hotel yang mewah tapi kita harus mengenal orang di dalamnya yang bisa kita suap untuk menolong kita memesan kamar dan membawa Arthur ke kamar hotel." ucap Neni
"Kau jangan khawatir aku sudah memilih hotel yang tepat, hotel mewah yang sangat indah dan pemiliknya kebetulan teman kuliah ku akan menghubunginya untuk mempersiapkan semua yang kita butuhkan dan agar staf hotelnya saja yang bertindak kau hanya tau beres saja ." ucap Jeremi
"Wah otak Kakak luar biasa cerdas Dengan begitu kita tak perlu repot-repot hanya bisa menunggu hasilnya saja, kira-kira kapan ya kita akan mengajak Arthur dan kakeknya untuk makan malam bersama kita ." ucap neni
"Sebaiknya pada hari ulang tahun ayah saja agar momennya tepat dengan begitu Arthur tidak mungkin menolak untuk makan malam bersama kita." Jeremi
"kau benar Kakak itu mobil yang tepat karena hari ulang tahun ayah beberapa hari lagi." ucap Nini
sementara itu di ruangannya tampak Arthur sedang memikirkan sang istri yang tak ada kabar beritanya saja kepergiannya beberapa waktu yang lalu
sementara itu Sofia yang berada di rumah sakit terus senyum-senyum tidak jelas memikirkan apa yang akan terjadi pada dokter Aris selanjutnya namun sesaat kemudian wajah Sofia terlihat sedih teringat pada Arthur "bagaimana ya keadaan Arthur saat ini apakah dia baik-baik saja aku harap dia terus menggunakan cincin itu untuk menjaga keselamatannya ." ucap Sofia
sementara itu di kediaman tampak Edi dan sila tampak mereka sedang duduk bersama, apa kau tahu ada kabar terbaru mengenai Arthur sepertinya saat ini dia akan menjadi pengusaha yang kaya raya lebih kaya daripada sebelumnya bahkan harta yang kau punya saat ini hanya sekecil saja harta yang dia miliki." ucap Edi
sila menatap ini dengan tatapan yang sulit diartikan benarkah bagaimana kau bisa mendapatkan informasi itu memang dari mana Arthur mendapatkan uang sebanyak itu tanya." sila
"ternyata nenek Arthur mempunyai warisan yang diperuntukkan untuk cocok laki-lakinya tapi karena mid sudah meninggal maka Arthur menjadi pewaris utama dari harta kekayaan tersebut, jika saja Edi masih hidup kita masih bisa mendapatkan sebagian harta tersebut kita pasti sudah akan menjadi orang yang paling kaya raya." ucap Edi
sementara Sofia yang berada di rumah sakit terus memikirkan keadaan Arthur membuat dia penasaran di mana keberadaan Arthur tampak seperti yang mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang tak berselang beberapa menit tampak sebuah email masuk ke dalam ponsel miliknya Sofia langsung membuka email tersebut tampak semua laporan tentang apa yang dilakukan oleh Arthur dan apa yang terjadi Sofia tersenyum sumringah saat mengetahui Arthur baik-baik saja dan saat ini dia sudah memimpin sebuah perusahaan yang cukup besar
"aku tak menyangka ternyata kau bisa bertahan tidak berjalan di hadapan siapapun sampai saat ini aku yakin obat itu akan bereaksi dengan baik dan kakimu akan kembali normal seperti sedia kala lagi." ucap Sofia
sementara Arthur yang berada di perusahaannya tampak terus menatap cincin pemberian Sofia, "bagaimanakah keadaannya apakah dia baik-baik saja aku harap dia baik-baik saja dan aku harap dia segera kembali padaku aku sangat merindukannya." ucap Arthur
Sementara itu di sebuah gudang tampak dokter Aris sudah seperti orang yang sakit jiwa bahkan dijemur di panas matahari pun dia hanya tersenyum lalu menatap ke arah matahari wah bulanya besar." ucap dokter Aris membuat para penjaga sontak tertawa terbahak-bahak "sepertinya obatnya sudah mulai bereaksi lusa jika kita bebaskan aku yakin dia bahkan tak akan mengenal ayahnya sendiri." ucap seorang penjaga membuat yang lain mengangguk setuju sambil tertawa terbahak-bahak
Sementara itu Samuel di ruang kerjanya tampak terus mencari tentang kerajaan milik raja Arjun serta menyelidiki apa yang terjadi pada Kerajaan tersebut setelah Samuel melihat data-data yang ada ternyata kerajaan milik raja Arjun mengalami krisis keuangan dan banyak harta kerajaan yang tak tahu di mana keberadaannya apalagi yang berkuasa di kerajaan tersebut ternyata adalah bibit dari Sofia yang bernama Wulan setelah melihat foto wanita tersebut sambil teringat pada wanita yang sempat ditarik tangannya saat akan jatuh oh ternyata si mutu ini bibi emeli pantas dia ingin menjual keponakannya ke kerajaan tetangga dia mungkin butuh uang untuk operasi plastik." ucap Samuel sambil geleng-geleng kepala
Sementara itu di kerajaan tampak raja Arjun sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan karena setiap hari kerajaan semakin kekurangan dana apalagi di bagian keuangan sudah semakin menipis raja Arjun mengingat tawaran kerjasama yang yang sempat ditawarkan oleh salah satu perusahaan yang cukup besar di kota A membuat raja Arjun langsung mengambil ponselnya orang tersebut setelah beberapa menit berbicara akhirnya raja Arjun dapat tersenyum mereka setelah berbicara lagi adil untuk mematikan ponselnya
Sementara itu di perusahaan tampak Abraham yang baru saja mendapatkan telepon dari seseorang senyum lebar tampak di wajah Abraham setelah memutuskan panggilan telepon dari orang tersebut Abraham langsung menghubungi nomor Samuel tampak Abraham berbicara panjang lempar tentang pria yang tadi meneleponnya yang bersedia melakukan kerja sama dengan dana segar dari milik mereka
Sementara Samuel yang mendengar kabar tersebut langsung tertawa sumringah Dia benar-benar tidak menyangka bahwa akan selancar ini untuk menggapai tujuannya padahal tadinya dia sedang berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan wanita yang dia cintai dan mendapatkan apa yang harus menjadi milik wanita tersebut dan adiknya ternyata pucuk dicinta ulan pun tiba mereka sendiri yang datang menawarkan diri padanya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya