My Wife My Hero

My Wife My Hero
108.buku harian



"Ayah aku tak ingin ayah menyudutkan Ku aku hanya ingin ayah memberikan aku solusi markas ini sudah di serang dan para penyerangan sudah masuk ke dalam markas bahkan pintu baja yang tak pernah bisa di tembus oleh siapapun sudah hancur apalagi penyerangan ini sepertinya sudah di rencanakan dengan sangat matang oleh pihak musuh


"Cepat kau pergi ke kamar Ke kamar Ronal sekarang lihat apakah dia masih ada jika benar apa yang aku pikirkan maka saat ini kau sudah terlambat menyelamatkan diri." ucap pria tersebut, tampak pria bertopeng bergegas ke kamar Ronal, tapi saat pria bertopeng sudah berada di depan pintu kamar Ronal tampak penjaga yang biasanya menjaga pintu rumah sudah tidak ada dan pintu itu sudah terbuka lebar tampak mulai bertopeng langsung bergegas masuk untuk memeriksa keadaan kamar tersebut tanpa kamar tersebut kosong tak ada orang satupun setelah melihat kamar tersebut kosong pria bertopeng bergegas memanggil para bawahannya untuk mencari Ronal


"Tiba-tiba salah satu bawah pria bertopeng berlari menghadap pria bertopeng ketua maaf tapi sepertinya ruangan kendali rusak semua perangkat elektronik kita tak dapat berfungsi dengan baik membuat para penyerang akan dengan mudah melewati pos-pos penjagaan yang tak memiliki pengaman otomatis yang sudah kita pasang karena semua pengaman otomatis tiba-tiba tak berfungsi." ucap pria tersebut


"Apa bagi bagaimana bisa ini terjadi secara tiba-tiba dan terjadi serentak di mana para penyerang itu apakah mereka sudah melewati pos ketiga." tanya pria bertopeng


Sementara itu seorang pria dan beberapa orang bawahan Sofia tampak membawa seorang pria yang tampak tak berdaya wajahnya pucat seperti kehabisan darah, pertarungan pun semakin sengit para bawahkan chitato sudah mulai mundur tampaknya mereka tak sanggup melawan orang-orang milik Sofia yang sudah mencari kesana kemari Ronal tapi tak mendapatkan jejaknya sama sekali mulai gelisah tapi saat dia panik tiba-tiba beberapa orang sudah masuk ke dalam kediaman yang dia tinggali yang jaraknya cukup jauh dari pintu gerbang dan pos-pos penjagaan yang harus dilalui oleh beberapa orang penyerang untuk bisa dapat sampai ke tempatnya


"Mereka sudah melatih pos kedua dan ketiga ketua sebentar lagi mereka akan sampai di sini." ucap pria tersebut


"Apa yang terjadi kenapa mereka cepat sekali sampai kemarin bukankah seharusnya mereka matiin berada di pos 2 atau 3 kenapa mereka langsung bisa datang kemari." tanya pria bertopeng


"Maaf ketua tapi sepertinya senjata yang kita beli kemarin tak berfungsi sama sekali bahkan senjata tersebut seperti senjata mainan." ucap bawah pria bertopeng, "apa bagaimana bisa apa yang sebenarnya terjadi bukankah kalian sudah mencoba senjata itu saat membelinya tidak mungkin juga senjata itu akan tertukar karena mobil yang membuat senjata sudah kita beri tanda dan tak ada yang mencurigakan pada mobil senjata-senjata yang masuk ke markas." ucap pria yang bertanggung jawab saat pembelian senjata


"Kami juga tidak tahu Tuan elo tapi saat pada bawaan kita menggunakan senjata untuk menyerang musuh semua senjata tak dapat digunakan pada akhirnya bawahan kita akhirnya banyak yang terluka karena terkena senjata musuh yang sangat canggih." ucap salah seorang pengawal sambil terus berjaga-jaga untuk melindungi pria bertopeng


Sementara itu di sebuah ruangan di mana pria paruh baya yang tadi berbicara dengan pria bertopeng tampak sedikit terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang menggunakan cadar "siapa kau." tanya pria paruh baya tersebut


"Ha ha ha kau sangat percaya diri gadis mudah dari nada suaramu sepertinya kau masih sangat mudah belum tahu seluk-beluk kehidupan ini sebaiknya kau pulang cuci kaki lalu tidur." ucap pria paruh baya tersebut


"Kau hanyalah manusia serakah yang hanya ingin membalaskan sakit hatimu karena wanita yang kau cintai lebih memilih menjadi istri seorang ketua klan daripada seorang pengawal biasa jadi kau melakukan segala cara agar menjadi tangan kanan dari Tuan Luther, dan aku yakin saat terjadi kecelakaan kepada adik Tuan Luther dan kaulah penyebabnya karena kau pikir yang berada di dalam mobil itu adalah tuan Luther dan putranya, dan rencana mau yang sebenarnya saat kau menjadi tangan kanan Tuan Luther adalah merebut istrinya kau sengaja ingin merusak hubungan tuan Luther dan istrinya yang seolah-olah tuan Luther selingkuh tapi rencana mu sedikit terhalang saat istri tuan Luther hamil kau bahkan sengaja menikahi sahabat istri tuan Luther agar tuan Luther tak curiga padamu." ucap Sofia


Pria paruh baya tersebut sangat terkejut mendengar perkataan sofia soalnya tak pernah ada yang mengetahui tentang masa lalunya bahkan semua kejadian yang sudah dia lakukan dan tak ada yang pernah mengetahui bahwa dia mencintai istri Tuan Luther secara diam-diam sejak pertama melihatnya tapi dia tak menyangka bahwa wanita yang selama ini dia bantu ternyata lebih memilih warna daripada dirinya yang sudah berkorban banyak untuknya walaupun selama ini dia tak pernah mengatakan perasaannya tapi seharusnya wanita itu bisa mengetahui bahwa dia mencintainya karena hanya dia yang selalu berada di sisinya sementara Tuan Luther yang baru saja bertemu dengannya mereka berdua langsung menjadi kekasih membuatnya sangat marah dan frustasi karena merasa dikhianati


"Siapa kau sebenarnya mengapa kau mengetahui semuanya karena aku yakin tak ada satu orang pun yang mengetahui tentang rahasia tersebut." ucap pria paruh baya tersebut


"Memang tak ada yang mengetahui tentang semua hal tersebut tapi aku harus berterima kasih kepada putramu yang telah kau bunuh rupanya ibunya memberikan warisan yang penting padanya buku harian yang menceritakan tentang semua yang kau lakukan, dan kau tanpa pikir panjang menyuruh seseorang untuk membungkus semua barang-barang milik putramu lalu membuangnya begitu saja seolah-olah semua tak berharga tapi kau tak menyadari sebuah bukti penting telah kau buang." ucap Sofia


Tampak pria paruh baya itu mengepalkan tangannya dia menyangka istrinya akan menceritakan semua di sebuah buku harian satu-satunya orang yang mengetahui bahwa dia mencintai istri Tuan Luther adalah istrinya itulah mengapa istrinya sangat membenci dirinya dan membenci sahabatnya tersebut karena merasa dirinya hanya dijadikan alat oleh suaminya


"Baiklah karena kau sudah tahu segalanya jangan salahkan aku bila kau ikut aku habis seperti yang lainnya." ucap pri paruh baya tersebut lalu mengeluarkan senjata miliknya bersiap untuk menyerang Sofia .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya