
Tampak Sofia yang membuka pintu kikan tersenyum ke arah putrinya "sayang ini aku bawakan makanan untukmu makanlah dulu jika memang kau ingin berbicara atau ingin keluar ibu akan selalu ada." ucap Kikan
Sofia hanya mengangguk lalu mengambil makanan yang diberikan ibunya kemudian kembali menutup pintu kamar dia belum akan menceritakan tentang apa yang dia pikirkan saat ini dia harus membeli sesuatu untuk meyakinkan hal tersebut Kikan yang berjalan menuju ke ruang makan sedikit terkejut karena melihat sang suami yang sudah berada di meja makan sedang melahap makanannya kikan tak banyak bicara, kikan duduk di salah satu meja lalu mengambil lauk pauk kemudian makan seperti biasa seolah-olah tak ada yang terjadi, yang sudah selesai makan langsung bangkit dan berjalan ke ruang keluarga diikuti oleh sang istri kini hanya tinggal Stuart dan Kikan yang berada di meja makan tersebut
"Bisakah kau membiarkan aku mengurus masalah ini, jangan membela orang luar Kenapa kalian semua ingin mengkhianati ku tidak kau tidak Mr D semua orang terdekatku membela orang luar itu." ucap Stuart di meja makan, jangan merusak selera makanku dengan berbicara yang tidak-tidak aku hanya ingin makan dengan tenang di meja makan." ucap Kikan lalu melanjutkan makannya, tak ada suara lagi yang keluar dari Stuart
Tampak Stuart sudah selesai makan menunggu kikan yang selesai makan kikan yang telah selesai makan langsung bangkit dan berjalan ke ruang keluarga diikuti oleh Stuart di belakangnya kini mereka sudah duduk bersama-sama di ruang keluarga "aku datang kemari untuk mengajakmu pulang ke kediaman kita bersama Sofia." ucap Stuart
"Aku masih ingin tinggal di sini begitupun Sofia sebaiknya untuk sementara kau pikirkan dulu masalah ini dengan matang sebelum kau mengambil tindakan." ucap Kikan , "Apa kau juga menentang ku itulah kenapa Sofia sekarang menentang ku dan berani membela pria itu ucap Stuart dengan nada tinggi
"Jangan meninggikan suaramu di kediaman ku Stuart apakah ini caramu berbicara dengan istrimu Ayah tak pernah mengajarimu berbicara seperti itu kepada istrimu mengapa kau ingin membunuh pria itu yang jelas-jelas tidak melakukan kesalahan apapun." ucap tuan Leo, mendengar teguran dari sang yan membuat Stuart sadar tadi dia tanpa sengaja meninggikan nada suaranya saat berbicara kepada sang istri
"Maaf Ayah aku tidak sengaja berbicara seperti itu aku tidak ingin membunuh pria itu aku hanya ingin memberinya pelajaran dan juga ingin agar dia melepaskan putriku maka setelah dia melakukan semua itu dia bebas kemanapun bahkan aku sendiri yang akan menjamin keselamatannya seumur hidupnya." ucap Stuart
"Memberinya pelajaran apakah kau tidak menyadari apa yang kau lakukan di rumah sakit saat Anisa melahirkan sudah membuat pria itu hampir saja mati di tanganmu dan kau ingin dia meninggalkan putrimu atas dasar apa kau ingin memisahkan dia dengan putrimu." ucap Kikan
Sementara itu Dinda tampak melajukan kendaraannya ke sebuah apotek setelah tadi ditelepon oleh Sofia tampak Dinda masuk ke apotek lalu membeli sesuatu kemudian keluar dari apotek mengemudikan mobilnya menjemput Sheila kini kedua gadis tersebut sudah berada di dalam mobil tampak keduanya sedikit tegang dengan raut wajah yang sulit diartikan mobil mereka melaju menuju kediaman kakek Sofia
"Benarkah, apakah benar itu memang mobil Paman Stuart oh astaga Apa yang harus kita lakukan kita harus berusaha normal mungkin untuk bertemu Sofia bilang saja kita ingin menghiburnya." ucap Dinda kini mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti tepat di samping mobil milik Stuart
Sementara itu Sofia yang berada di kamar tampak mondar-mandir menunggu kedatangan Dinda dan Sheila "apa yang harus aku lakukan jika semua itu benar terjadi." ucap Sofia sambil terus mondar-mandir
Sementara itu di ruang keluarga masih terjadi perdebatan antara kikan dan Stuart, "sayang aku melakukan semua ini demi Putri kita dan pria itu agar dia bisa selamat aku tak melakukan semua ini hanya karena aku ingin melakukannya dengarkan aku aku tak ingin bertengkar atau berdebat denganmu kau harus mengerti Putri kita memiliki masa depan yang baik dia bisa mendapatkan calon suami yang lebih baik dari pria itu." ucap Stuart
"Apa semua Demi Putri kita kalau memang semua demi Putri kita seharusnya kau bertanya apa yang diinginkan Putri kita bukan mengambil semua keputusan mengatasnamakan Putri kita apa mendapatkan calon suami yang lebih baik apa kau sudah gila apa kau tidak mendengarnya mereka sudah menikah sekarang seperti itu adalah suami sah putrimu apapun yang kau lakukan mereka tetap saja adalah pasangan suami istri dan yang bisa menentukan hubungan mereka baik atau tidak adalah mereka berdua bukan kita." ucap Kikan terlihat kesal
"Tidak pernikahan tidak itu tidak sah bagiku, saat itu putriku sedang terluka dan dia kehilangan ingatannya jadi pria itu menggunakan kesempatan tersebut untuk menikahi putriku secara licik." ucap Stuart, tampak Sheila dan Dinda yang melewati ruangan keluarga tersebut hendak menuju kamar Sofia membuat semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Dinda dan Sheila
"Selamat siang kakek, nenek, paman ibu kami datang kemari untuk melihat keadaan Sofia tadi Sofia menghubungi kami agar menemaninya di kamar." ucap Dinda, selamat siang ucap keempat orang itu serentak"oh iya naiklah ke kamar Sofia langsung." ucap Kikan, tampak Dinda dan Sheila saling berpegangan tangan lalu berlari menuju kamar Sofia tampak mereka berdua langsung mengetuk pintu kamar Sofia tampak Sofia membuka pintu mereka berdua bergegas masuk lalu menutup pintu tersebut dan menguncinya " oh astaga Sofia jantungku hampir melayang diambil kucing kami tak menyangka bahwa ayahmu ada di sini." ucap Dinda setelah masuk dan mengunci kamar, "astaga aku pengen pipis aku tadi sangat takut melihat ayahmu sepertinya dia sedang berdebat dengan ibumu entah apa yang mereka bicarakan tapi yang jelas sepertinya ayahmu masih belum berubah pikiran tentang hubunganmu dengan Arthur." ucap Sheila lalu bergegas ke kamar mandi milik Sofia
"Benarkah ayahku datang kemari oh iya apa kau sudah membawa barang yang aku pesan." tanya Sofia saat melihat Dinda, "Untung saja ayahmu tidak memeriksa tas milikku kalau tidak entah apa yang harus aku lakukan ini barangnya aku juga penasaran bagaimana hasilnya." ucap Dinda, sementara itu di ruang keluarga tampak ketegangan masih berlangsung tapi kali ini masih belum ada suara yang terdengar setelah Dinda dan Sheila lewat tadi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya