My Wife My Hero

My Wife My Hero
119. hukuman



"Tunggu...... tunggu aku benar-benar dibutakan oleh dendam sehingga aku tak pernah berpikir panjang tentang apa yang terjadi aku bahkan tanpa mengetahui kalau mereka berdua bukan orang tua kandungku tolong jangan lakukan ini padaku aku mohon padamu." ucap Daren berteriak tapi Stuart tak mengubah teriakan darah dia terus berjalan keluar dari tempat tersebut


"Halo selamat datang di markas milikku surga bagiku tapi neraka bagimu kau tau kau telah membuat aku tak bisa maka ataupun tidur dengan tenang bahkan kau membuatku meneteskan air mata kira-kira hukuman apa yang pantas oh aku tau bagaimana kalau kita memotong beberapa bagian tubuhmu setiap hari untuk di buat jadi makanan binatang buas tapi sebelum itu aku punya kejutan untuk mu, rendam dia dan buka semua kuku kaki dan tangannya serta cabut semua giginya dan jika kalian sudah melakukannya katakan padaku aku ingin mencambuknya siapakan cambuk kebesaran ku ." ucap Mr D dengan senyuman jahatnya lalu berniat pergi begitu saja dari ruangan tersebut menunggu bawahnya selesai melakukan apa yang dia perintahkan


Tampak Daren langsung ketakutan begitu mendengar perkataann Mr D dia tak menyangka dia akan disiksa seperti itu "Aku mohon bunuh saja aku tapi jangan lakukan itu aku mohon padamu." ucap Daren, Mr D langsung menghentikan langkah kakinya lalu berbalik melihat ke arah dari apa membunuhmu "itu hal terakhir yang akan terjadi kau sudah membuat aku kehilangan orang yang paling berharga di hidupku dan kau masih mencoba untuk negosiasi mimpi kau." ucap Mr D lalu berjalan keluar


Sementara itu wanita yang di tolong Arthur sudah dipindahkan di kamar pribadi yang tepat berada di samping kamar Arthur tampak wanita tersebut melihat sekelilingnya tapi semuanya terasa asing baginya, tiba-tiba sebuah ketukan membuat wanita tersebut mengalihkan pandangan ke arah pintu kamar tampak Arthur masuk ke dalam kamar melihat Arthur manusia tersebut kembali mengalah mengalihkan pandangannya ke jendela kamar


"Aku harap kau menyukai kamar ini karena kabar ini tepat di sebelah kamarku." ucap Arthur , "terserah kau sajalah bukannya di sini kau yang memegang kendali." ucap wanita tersebut cuek


"He he he tapi saat kau jadi istriku kau yang akan megang kendali tempat ini kau adalah nyonya rumah di sini jadi kau bebas melakukan apapun." ucap Arthur


"Apa menurutmu keluargaku sedang mencariku aku merasa tempat ini sangat asing bagiku apakah kau sudah berusaha mencari tahu tentang diriku siapa tahu saja kau bisa menemukan keluargaku kau tenang saja walaupun aku sudah kembali ke keluargaku tetap saja aku akan mematuhi semua perjanjian yang aku buat denganmu." ucap wanita tersebut


"Jelas saja di tempat ini asing bagimu kan kau tak pernah tinggal di sini aku sudah berusaha mencari identitasmu tapi tapi tak ada mengenai dirimu saat aku menemukanmu aku sudah memeriksa berita dan beberapa kantor polisi untuk mengetahui apakah ada kecelakaan di sekitar tempat ini siapa tahu saja ada kapal pesiar yang mungkin mengalami kecelakaan dan kau adalah salah satu penumpangnya tapi rupanya tak ada kapal atau apapun yang mengalami kecelakaan di saat aku menemukan di pantai dan beberapa minggu sebelumnya juga tidak ada kecelakaan." ucap Arthur


"Benarkah jadi sebenarnya aku berasal dari mana dan siapa aku sebenarnya apakah mungkin aku sengaja dibuang dan terdampar di Pulau ini atau aku mengalami kecelakaan pesawat yang jatuh." ucap wanita tersebut


"Kalau yang pertama bahwa kau dibuang dan terdampar di Pulau ini ada kemungkinan itu hal yang benar kalau mengenai pesawat yang jatuh itu tidak mungkin karena tak ada kabar berita yang menyatakan bahwa ada pesawat yang gak pernah jatuh di sekitar sini dan seandainya pun benar pesawat itu jatuh kemungkinan besar kau tidak akan selamat." ucap Arthur


"Sudahlah kau jangan terlalu berpikir keras nanti kau bisa sakit masalah tentang siapa kau sebenarnya dan masa lalumu aku akan menerima semuanya dengan lapang dada siapapun dirimu tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, dan untuk masalah nama yang aku berikan nanti kau bisa melihat sendiri saat aku memberikan identitas milikmu ." ucap Arthur


"Aku sedikit bingung kenapa kau ingin menikah denganku padahal kau bisa saja menolak jika memang kau tak ingin menikah denganku kan aku mengatakan berjanji akan menikahimu jika kau menyelamatkanku tapi jika memang kau tidak ingin kau bisa menolaknya tapi kenapa kau juga setuju untuk menikah denganku padahal kau adalah pria terhormat dan tampan walaupun kau duduk di kursi roda tapi sepertinya kelumpuhan mu Baru beberapa bulan terjadi dan tidak separah yang kau pikirkan." ucap wanita tersebut


Arthur tampak melihat Sofia dengan tatapan yang sulit diartikan "dari mana kau bisa tahu bahwa kelumpuhanku baru terjadi beberapa bulan yang lalu." tanya Arthur, "entahlah aku juga tidak tahu tapi semua itu ada di dalam otakku apa mungkin aku seorang dokter atau seorang perawat di rumah sakit." ucap wanita tersebut


"Aku juga tidak tahu sudahlah aku kemarin juga ingin membicarakan sesuatu padamu aku sudah menyuruh bibi Ijah dan keponakannya untuk melayanimu selama kau inginkan mereka yang akan membantumu jika kau membutuhkan sesuatu." ucap Arthur


"Terserah kau saja tapi sebenarnya aku lebih suka melakukan semuanya sendiri tapi karena aku kurang mengetahui tempat ini bagaimana jika salah satunya saja yang membantuku." ucap wanita tersebut


"Baiklah biar bibi Ija saja yang membantumu sedangkan keponakannya menjadi pelayan seperti yang lain baiklah kau sebaiknya istirahat aku juga akan beristirahat besok adalah hari pernikahan kita kau harus lebih banyak beristirahat." ucap Arthur, lalu keluar dari kamar wanita tersebut sebentar di depan pintu kamar tampak di Ijah dan keponakannya sudah berdiri menunggu Arthur yang melihat hal tersebut kemudian melihat ke arah bibi Ija , sebaiknya bibi saja yang menjaga calon istriku sedangkan keponakan bibi akan bekerja di dapur bersama pelayan yang lain." ucap Arthur


"Tuan apa tidak sebaiknya Ratih menjaga Tuan untuk sementara sampai tuan Rendra kembali pasalnya Tuan Rendra belum juga kembali sampai saat ini takutnya Tuan membutuhkan sesuatu dan tak ada orang di sekitar tuan." ucap bibi Ija menawarkan, " itu tidak perlu bibi lima menit lagi Rendra sudah akan tiba." ucap Arthur lalu masuk ke dalam kamarnya .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya