
"Wow nama yang sangat indah seindah wajahmu dan aku yakin kau pasti wanita cerdas dan tangguh seperti bawahan nona Sofia yang lain jadi apakah kau sudah siap untuk menikah dengan putraku Aku harap kamu menerima putraku Aku sengaja memanggilmu kemari sebenarnya ingin mengatakan ini jika aku mengatakan yang di depan putraku dia akan kecewa padaku aku tahu dia tidak begitu tampan dan tak begitu romantis bahkan aku meragukan bahwa dia dapat memikat seorang wanita dengan gaya bahasanya yang pedas dan kadang tak bisa berbicara dengan baik dengan seseorang yang dia sukai Aku berharap kau dapat memahami sifatnya walaupun dia tidak tampan dan sifatnya buruk tapi dia adalah seorang pria yang kaya raya beruntungnya Dia memiliki kakek yang hebat dan ayah yang hebat serta ibu sepertiku yang bisa membuatnya kaya raya hingga 10 turunan dan setidaknya jika ditato melakukan sesuatu yang tidak baik kau bisa menghajarnya itu cukup bagus agar dia bisa belajar menghargai." ucap nyonya snip tampak santai
Lisa terbelalak mending gak semua perkataannya dia tak menyangka bahwa wanita yang terlihat sangat kejam kasar dan bengis saat melihatnya tadi ternyata sangat lembut dan baik dia bisa pikir dia akan di caci habis-habisan karena telah tidur dengan si tato dan kakaknya telah memukul si tato dengan sangat parah, "nyonya tak ingin memarahiku atau bertanya mengenai apa yang terjadi sehingga kakakku memukul si tato dengan para seperti itu." tanya lusi
"Ha ha ha kau lucu sekali mana mungkin aku tega memarahimu yang sangat cantik apalagi kau adalah calon menantuku sudah berhenti memanggilku nona kau adalah anakku mulai sekarang karena kau akan menjadi istri dari putraku jadi panggil aku ibu, kau sebaiknya tetap di sini aku akan mempersiapkan pernikahan kau dengan putraku gilbran iya nama si tato adalah gilbran itu adalah nama yang aku dan suamiku berikan padanya tapi saat dia keluar untuk hidup mandiri Dia memberi julukan pada dirinya dengan nama ditato." ucap nyonya snip
Lisa hanya mengangguk pasrah setelah mendengarkan pernyataan langsung keluar dari ruangan tersebut sementara Malik yang sudah menunggu saya dari tadi dengan cuma tampak menunduk hormat pada nyonya NIP nyonya snip hanya tersenyum lalu berhenti tepat di hadapan Malik "sebaiknya kau juga bersiap aku akan memanggil seseorang yang mempersiapkan pernikahan kita akan menikahkannya secara agama setelah urusan nona Sofia selesai kita akan mengadakan pesta besar-besaran." ucap nyonya snip selalu berjalan kembali ke ruangan si tato
Setelah kepergian nyonya snip dari ruangan tersebut Malik langsung masuk melihat Lisa yang baik-baik saja perasaan Malik sangat lega "bagaimana apakah kau sudah siap untuk menikah dengan chitato Aku harap kau siap karena kau lihat ibunya sepertinya sangat baik." ucap Malik, Lisa hanya mengangguk
Nyonya snip yang saat ini sudah masuk ke ruangan di mana si tato dan yang lain berada tampak melihat ke arah lani dan Lusi "apakah kalian berdua saudara Lisa." tanya nyonya snip, kedua wanita kedua wanita cantik itu langsung mengangguk benar nyonya kami adalah kakak Lisa." ucap ke duanya
"Kalian pergi ke ruangan ujung di sebelah sana bantu Lisa untuk berpakin karena sebentar lagi Lisa dan si tato akan menikah." ucap nyonya snip, lani dan Lusi langsung mengangguk setelah memberi hormat pada nyonya snip lani dan Lusi langsung keluar menuju ke ruangan di mana Lisa dan Malik berada
"Ada apa denganmu senyum-senyum kau bahagia karena telah membuat seorang wanita menikah denganmu dengan cara kau menjebaknya sudahlah tak usah membela diri dan mengatakan itu adalah tindakan yang tanpa kau sengaja sekarang membersihkan tubuhmu akan ada seseorang yang mengantar baju untukmu kau akan menggunakan pakaian tersebut dan untuk kalian berdua kalian temani dia berpakaian aku tahu pasti dia akan memerlukan bantuan dengan kondisinya saat ini." ucap nyonya snip lalu berjalan keluar
Setelah kepergian nyonya snip beberapa orang datang mereka adalah para desainer dan make up artis yang akan melakukan pekerjaannya untuk mempercantik tampil cantik Lisa di acara pernikahannya walaupun itu hanya pernikahan sederhana tampak lani dan Lusi sangat antis saat melihat desainer tersebut bertanya mengenai pakaian yang akan digunakan oleh Lisa tampak Lisa menunjuk sebuah gaun berwarna putih dan silver yang tampak cantik setelah memilih gaun desainer tersebut lalu tersenyum kemudian memisahkan baju yang diinginkan Lisa dengan baju yang dia bawa setelah memberikan baju tersebut kepada lani dan lucu untuk membantu bisa memakainya tersebut berjalan keluar dengan membawa baju dengan warna senada milik Lisa tapi baju tersebut adalah baju untuk pria tersebut langsung berjalan menuju ruang kerja milik si tato tampak seorang penjaga yang sudah menunggu langsung mengambil baju tersebut setelah baju tersebut sudah diambil designer tersebut kembali ke ruangan di mana bisa berada, ini Lisa sudah didandani dan terlihat sangat cantik sampai-sampai Malik meneteskan air matanya saat melihat sang adik bungsu akan segera menikah
Di kamar istirahat milik si tato nampak penjaga sudah membawakan pakaian yang akan dipakai oleh si tato dori yang menerima pakaian tersebut tampak tersenyum "wow ternyata kau yang akan di luar memakai baju bersejarah ini, codet cepat buka pakaiannya jangan lupa celananya juga dibuka kita harus memakaikannya baju secepat mungkin sebelum acara dimulai." ucap dori
"Apa-apaan kalian berdua ini jangan menyentuhku aku bisa membuka pakaianku dan memakai pakaian tersebut kalian pikir aku sedang sakit." ucap si tato saat si codet akan membuka pakaiannya, " sudahlah tak perlu malu dengan kami berdua sini aku membantumu aku yakin kau pasti kesakitan akibat beberapa benturan lihat saja kau bahkan sangat kesulitan untuk duduk." ucap dori langsung memberi kode kepada si codet mereka berdua langsung memaksa membuka baju si tato membuat si tato kewalahan dan menjerit karena mereka berdua membuka pakain si tato secara paksa seperti hendak memperkosa si tato saja .
Jangan lupa like, komen,vote dan hadiahnya